
Silakan Dibaca.
Arena Pertandingan...
“Mari kita lanjutkan, putaran ketiga!” Ito berkata dengan suara dalamnya, ia kali ini benar-benar tidak terima kalah begitu saja.
Erik yang mendengar perkataan Ito tidak bisa untuk tidak meretakkan lehernya ke kanan dan kiri. Kemudian, aura dan tekanan miliknya keluar kembali seperti sebelumnya.
Para penonton mulai fokus memandang ke arena, mereka sangatlah ingin melihat pertarungan yang begitu menegangkan dan mendominasi.
Erik dan Ito saling memandang, keduanya menghilang dan muncul tepat di tengah-tengah Arena, mereka saling mengayunkan serangan mereka masing-masing.
Boom!
Lantai di bawah mereka seketika berubah menjadi kawah yang lumayan besar. Keduanya sama sekali tidak peduli, mereka melakukan putaran serangan terus-menerus.
Boom! Boom! Boom!
Lantai di Arena mulai perlahan-lahan dipenuhi dengan kawah. Tak butuh waktu lama, lantai yang memiliki permukaan datar, sekarang berubah menjadi hancur.
Seluruh lantai Arena terdapat berbagai kawah, entah itu kecil maupun besar.
Ito dan Erik masih saling bertukar serangan. Ito mengayunkan tendangan miliknya, Erik menahan dengan tangan kiri. Kemudian, ia menyerang ke arah Ito dengan kuat. Namun, serangannya ditahan oleh Ito.
Keduanya mundur satu sama lain, mengambil nafas singkat. Ito melesat terlebih dahulu ke arah Erik, ia berbalik dan menendang menggunakan kaki kanannya secara terbalik.
Erik yang melihat itu tidak tinggal diam, ia mengepalkan tangan kirinya dengan erat. Otot-otot miliknya berkontraksi dan menyerang ke arah serangan Ito.
Boom!
Ledakan yang keras terdengar, lantai di bawah mereka berdua melebar.
Ito tahu bahwa tendangan kaki kanannya pasti akan ditahan, ia kemudian melakukan putaran dan mengayunkan kaki kirinya dengan cepat menuju ke arah kepala Erik.
Mendengus ringan, Erik mengepalkan tangan kanannya dan memukul dengan keras serangan Ito tersebut.
Boom!
Namun, Erik merasakan ada kesalahan dalam serangannya kali ini. Ia kemudian melihat Ito menumpu kaki kiri di tangan kanannya. Lalu, melompat ke atas dan melakukan putaran dengan cepat.
Boom!
Erik berlutut di lantai ketika menerima serangan Ito tepat di bahu kirinya. Ia ingin menangkap dan membanting tubuh Ito. Namun, ia melihat Ito melakukan backflip mundur ke belakang dengan cepat.
Ito mendarat dengan stabil, ia memandang sekilas Erik. Kemudian, melesat maju dan menggunakan lututnya menyerang tepat wajah dari Erik.
__ADS_1
Bugh!
Erik merasakan rasa sakit di kepalanya. Namun, ia masih bertahan dalam posisinya. Tangan kanan dan kirinya masih leluasa. Ia dengan cepat mencengkeram erat Ito dan membantingnya ke lantai.
Boom!
Ito tersentak, ia mengeluarkan darah dari mulutnya. Ia sama sekali tidak menyangka, Erik akan memiliki kekuatan yang tersisa. Ia terbaring di lantai begitu juga Erik.
Ito benar-benar kehabisan kekuatan sekarang, punggungnya sangat sakit dan ia merasakan bahwa beberapa tulangnya retak.
Erik sendiri juga terbaring di lantai, ia kehabisan kekuatan di tambah serangan Ito sebelumnya membuat kepalanya benar-benar sakit.
Keduanya berusaha untuk duduk dan berdiri. Namun, mereka sama sekali tidak ada tenaga yang tersisa.
Para penonton yang melihat pemandangan itu benar-benar terkejut, mereka terdiam dan hanya menahan nafas mereka sampai akhirnya Robot muncul ke Arena.
Robot mendekat ke arah Ito dan Erik, ia memeriksa kondisi keduanya dan mengetuk keduanya dengan lemah.
Bruk!
Ito dan Erik seketika pingsan di tempat. Para penonton menyadari akan hal itu, mereka paham mengapa Robot yang menjadi wasit mengetuk keduanya dengan ringan dan berakhir pingsan.
Ito dan Erik terlalu memaksakan diri, keduanya tidak menyadari bahwa mereka sudah benar-benar tidak berdaya. Ketukan Robot tersebut, agar keduanya sadar kembali dan pingsan.
“Pertarungan Penyisihan kedua...”
Robot kemudian menghilangkan kedua peserta itu, ia mengirim keduanya menuju ke Rumah Sakit Arshna melalui teleportasi.
Robot kemudian memandang ke arah lantai Arena yang sekarang benar-benar hancur. Lalu, ia mengumumkan kepada para penonton.
“Pertandingan ditunda 10 Menit untuk perbaikan.”
Robot duduk di tempat, kemudian lantai di Arena perlahan-lahan mulai membaik. Para penonton ada yang keluar membeli makanan, ada juga yang pergi ke toilet.
***
Ryu memandang ke arah monitor, ia menghela nafas dan berkata, “Sepertinya Ito tidak bisa melanjutkan pertandingan. Sekarang hanya ada Jack dan dua orang lainnya nanti.”
Risa dan Yuna diam, mereka tahu ketiga orang itu nanti sangatlah kuat. Namun, Suami mereka sendiri juga sangat kuat. Apalagi, ketika keduanya merasakan kekuatan Ryu sebelumnya di rumah.
“Lupakan, kamu akan menjadi pemenang. Seperti apapun musuhnya. Kamu akan mengalahkan semuanya.”
Risa memandang ke arah Ryu dengan tatapan percaya diri. Ryu tersenyum dan mengangguk, ia kemudian berkata dengan kepercayaan diri yang kuat.
“Yakinlah, aku akan mengalahkan mereka. Kekuatanku, bukan sesuatu yang mereka bisa tanggung.” Ryu menyeringai, ia benar. Kekuatannya akan ia tingkatkan. Namun, tidak sekarang.
__ADS_1
Ketiganya yang menunggu Arena pertandingan, mendengar suara Robot tanpa ekspresi apapun.
“Pemberitahuan!!”
“Berhubung Peserta Pertarungan Penyisihan kedua imbang. Babak Selanjutnya tetap akan menjadi Babak penyisihan tanpa ada Pertarungan Semua.”
“Jadwal sebagai berikut.” Robot menunjukkan bagan pertarungan selanjutnya, Ryu menatap kembali bagan itu dan mengangguk dengan penuh arti.
Namun, tatapannya kali ini terkunci ke satu baris nama yang membuatnya sedikit mengerutkan keningnya.
“Sebastian Konma...” Entah kenapa, ia merasa bahwa Mantan Jendral itu akan menjadi lawan terakhirnya. Ia tahu betul, kekuatan Mantan Jendral itu.
‘Jack Santa masih bisa kuatasi. Namun, untuk Sebastian... Orang ini, sepertinya aku benar-benar perlu meningkatkan kekuatanku nanti saat Final.’
Ryu mengangguk dalam, ia bisa melihat bahwa lawan akhirnya ialah Sebastian Konma. Adapun peserta lainnya, ia tidak peduli.
Risa dan Yuna memandang ke arah bagan pertarungan. Keduanya paham, kenapa suami mereka terlihat berpikir dengan dalam.
Risa dan Yuna saling memandang dan memeluk lengan Suaminya dengan erat. Mereka juga memberikan sensasi lembut di lengan Suaminya itu.
Ryu yang diperlukan khusus, seketika kembali sadar. Ia memandang ke arah kedua istrinya dan memiringkan kepalanya.
“Apa yang kalian lakukan?” Ryu bertanya dengan penasaran.
“Kami ingin menenangkanmu, kami tahu bahwa kamu memikirkan tentang Jendral itu.” Yuna berkata dengan jelas, Risa mengangguk menyetujui dengan pernyataan dari Yuna.
“Itu benar, kami melihat kamu seperti merenungkan sesuatu selepas melihat bagan itu. Jadi, kami mencoba menenangkanmu agar tidak terlalu tegang nantinya.”
Ryu yang mendengar itu, menghela nafas panjang. “Dasar bodoh, aku tidak terlalu memperhatikan Jendral itu. Aku sendiri bisa mengatasi Jendral itu, makanya aku tidak terlalu memikirkannya.”
“Sekarang, yang aku pikirkan adalah, apakah Turnamen Jalanan semudah ini. Kemungkinan besar, ada sesuatu nantinya selepas aku menang.”
Risa dan Yuna terkejut, keduanya linglung. Namun, Ryu cepat memahami keduanya dan memeluk keduanya dengan erat.
“Namun, karena kalian mencoba menghiburku. Sebenarnya itu membuat sesuatu di bawah tegang. Bukankah, kalian seharusnya bertanggung jawab?”
Ryu menyeringai selepas mengatakan kalimat tersebut, Risa dan Yuna kembali sadar memerah karena malu.
“Ya, kita akan melepaskannya...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.