
Silakan Dibaca.
Pelabuhan Arshna, bagian barat.
Terlihat di kejauhan pintu masuk pelabuhan, terdapat mobil box dengan logo es krim tengah bergerak dengan cepat.
Mobil itu melintas dan memasuki area pelabuhan. Di sana terlihat ada empat kapal besar tengah berlabuh di dermaga. Banyak kontainer yang tersusun rapi di pelabuhan tersebut.
Mobil box berhenti di sela-sela kontainer, kemudian pria yang memiliki fitur gemuk keluar dari tempat supir. Pintu belakang sendiri juga terbuka, menampilkan dua orang kejar tengah membawa satu anak kecil.
Itu benar, mereka adalah komplotan orang-orang penjual budak. Anak kecil yang mereka bawa ialah Sean, putra dari Yuna dan putra angkat Ryu.
"Apakah anak itu masih tak sadarkan diri?"
"Itu benar, ia masih tertidur dan terlihat benar-benar pulas. Mungkin obat yang digunakan orang itu sangatlah kuat, sehingga anak ini belum bangun."
"Kalau begitu bagus, mari kita masuk dan taruh anak itu ke kandang."
"Baik, pak."
Ketiga orang itu melangkah masuk ke dalam kontainer. Mereka, kemudian menekan tombol yang sangat tersembunyi.
Bagian bawah kontainer seketika bergerak, kemudian terlihat jalan setapak menuju ke bawah tanah. Mereka bertiga segera masuk dan pintu kontainer bawah menutup kembali.
Di bawah kontainer, ketiga orang itu melangkah turun. Tak perlu waktu lama, mereka akhirnya tiba di ruangan yang luas, di mana terdapat berbagai kurungan berisi anak-anak kecil.
"Aku akan melapor ke boss, semuanya sudah siap dan kita bisa pergi ke luar negeri ini."
Kedua pria kekar mengangguk, mereka berpisah dengan pria gemuk. Keduanya melangkah menuju ke kurungan yang kosong, lalu meletakkan Sean di dalam kurungan.
Dua pria kekar tersebut masuk ke pintu lainnya, mereka ingin mengemasi beberapa barang sebelum berangkat menuju ke luar negeri.
Tanpa sepengetahuan mereka, Sean yang terbaring. Mulai membuka matanya, ia lalu duduk dan mengamati lekat-lekat lingkungan sekitarnya.
"Ruangan terbatas, sebesar lima meter kali lima meter. Pintu sebelumnya memakai tombol yang menyesuaikan lingkungan. Beruntung, aku tahu lokasinya."
Sean bangkit dari duduknya, senyum seringai muncul di wajahnya. Ia benar-benar berbeda dari sebelumnya, entah sifat dan sikapnya kini bukan layaknya seperti anak kecil lagi.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka akan kembali menjadi kecil lagi ... Juga, aku merindukan Ayah dan Ibu. Semenjak kejadian ini nanti, aku tidak bertemu dengan keduanya. Namun, berita mereka berdua mencariku. Tersebar luas, juga kakek buyut benar-benar mengerahkan seluruh kekuatan. Namun, aku tidak ditemukan karena diriku sudah berada di luar planet ini."
Itu benar, ia adalah Sean yang berasal dari masa depan. Ingatan miliknya terbawa ke tubuh kecilnya sekarang. Kekuatannya juga ikut, akan tetapi hanya pada tahap dasar saja.
"Sebelumnya, aku merasakan ayah dan paman mengikuti arah ini. Namun, kehidupan ku yang dulu. Keduanya tidak ada di kota, mereka masih melawan Obor selama 10 hari."
Sean memikirkan aura ayah dan pamannya, ia kemudian segera tercerahkan. "Apakah ini yang dimaksud paralel lain?"
"Juga kekuatan ayah, berbeda dari kehidupan sebelumnya. Kekuatannya kini lebih kuat," kata Sean dengan ekspresi terkejut. Namun, ia senang karena teori paralel dunia sebelumnya benar-benar ada.
"Oh ya, sebelum itu ... Lebih baik, mulai mengacau tempat ini dahulu!"
Sean memulai pemanasan, ia menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri dan tubuhnya mulai sedikit mengeluarkan keringat.
"Pemanasan selesai!"
Percikan listrik keluar dari tubuhnya, kemudian ia melangkah keluar kandang besi dengan santai. Sean memandang ke arah kandang besi miliknya, senyum di wajahnya merekah.
"Perasaan menggunakan kekuatan kembali, benar-benar menakjubkan. Sebelumnya, saat melawan pria itu, seluruh kekuatanku dihentikan. Hanya sebuah kata, membuatku kalah dalam sekejap. Kekuatan ruang dan waktunya bahkan melebihi kuatnya dari para ahli yang dapat melintasi bintang."
Sean memandang ke arah kandang lain, ia melihat berbagai anak kecil tengah menunduk ketakutan. Sean tidak menyelamatkan terlebih dahulu, ia menghilang dan menyatu dalam bayangan.
Di ruangan terpisah, dua pria kekar yang tengah mempersiapkan barang-barang untuk di bawa pergi, sama sekali tidak merasakan kehadiran seseorang yang tengah duduk di belakangnya.
Namun, saat keduanya berbalik. Mereka berdua tertegun, melihat seorang anak kecil tengah duduk di tumpukan kotak-kotak yang siap untuk mereka bawa.
"Siapa kau!"
Sean yang duduk di kotak-kotak perbekalan para penculik, hanya tersenyum ringan. Hal ini membuat pupil mata kedua pria besar mengecil dan mereka terkejut akan kehadiran Sean.
Sebelum mereka berdua berteriak, Sean muncul di depan keduanya sambil menusuk tepat leher mereka.
Dua pria kekar terjatuh dan terbaring tanpa nyawa di tanah. Hal ini membuat ruangan persediaan para penculik menjadi hening.
Sean melirik sebentar ke arah dua jasad pria kekar tersebut. Selanjutnya ia berjalan menuju ke pintu keluar dan mulai mengaktifkan persepsinya kembali.
"Tersisa empat puluh orang. Beruntung mereka semua berkumpul menjadi satu!"
__ADS_1
Sean berjalan keluar, namun saat melewati pintu. Dirinya mulai menghilang ditelan oleh bayangan di bawah kakinya.
Di pelabuhan Arshna, dua orang tengah duduk di atas kontainer jalan menuju ke bawah tanah. Dua orang ini tengah memandang ke arah sosok anak kecil yang mereka kenal.
Tatapan keduanya penuh akan rasa penasaran. Mereka berdua ialah Ryu dan Rio, dalam pengejaran para penculik. Mereka berakhir di tempat ini, yaitu markas berkumpulnya para penculik luar negeri.
"Sean ini ... Mengapa begitu kuat?"
Ryu menatap ke arah putra angkatnya. Ia tidak menyangka bahwa Sean memiliki kekuatan sebesar itu. Ryu mengamati dengan cermat dan tahu bahwa putranya berada di level delapan, level yang berada di atas ketiga istrinya.
"Mungkin sesuatu terjadi kepadanya, lebih baik kita tonton saja adegan dirinya bertarung. " Rio berkata dengan senyum tertarik akan cucunya tersebut.
'Membunuh tanpa berkedip, entah mengapa anak ini seolah-olah sudah membunuh ribuan manusia,' batin Rio dengan penuh rasa penasaran.
Ryu yang mendengar perkataan Rio, hanya mengangguk dalam diam. Ia sendiri juga ingin melihat, bagaimana putranya tersebut mengatasi kelompok yang berjumlah empat puluh orang.
Bawah tanah, ruangan pertemuan.
Berbagai kotak berisi barang tersusun rapi di pinggiran, ada beberapa orang yang duduk di sana. Mereka semua memakai pakaian kasual dan senjata api terpasang di punggungnya.
Ada tiga orang yang duduk di tengah-tengah mereka, ketiganya menatap satu persatu orang yang duduk di atas kotak-kotak di ruangan.
Sebelah kanan, ia adalah sosok orang gemuk yang menjaga perjalanan penculikan Sean sebelumnya. Rambut yang ia miliki pendek berwarna hitam, pria itu sendiri memiliki pistol di tangannya.
Nama orang itu ialah, Fordan. Seorang juru ahli dalam berdagang, baik itu budak, barang illegal, dan lain-lainnya.
Di sebelah kiri, terlihat sosok kekar dengan sorban merah terikat di kepalanya. Pedang layaknya parang terpasang di pinggang dan senjata laras panjang, tergantung di bahunya.
Nama orang ini ialah, Santa. Seorang pria yang berkecimpung di bidang senjata dan bahan peledak terkenal.
Di tengah-tengah keduanya, duduk seorang pria berjubah hitam. Pakaian miliknya putih namun terbuka, pria itu hanya mengenakan senjata pisau pendek yang terkalung di lehernya.
Pria ini adalah pemimpin dari para penculik. Ia sudah bergerak sejak lima tahun, nama pria ini ialah, Marko.
"Sepertinya semuanya sudah berkumpul. Waktunya kita berlayar, para bangsawan benar-benar sudah tidak sabar untuk membudak para warga Arshna."
To be Continued.
__ADS_1