
[Chapter 09.]
[Melawan Preman.]
[Silahkan Dibaca.]
Rumah Ryu Adam.
Di kamar tidur, Ryu menatap terkejut melihat panel di depannya.
[Apakah Tuan ingin memasang keterampilan memasak tingkat pemula?]
[Ya] [Tidak]
Ryu sedikit linglung, ia kemudian sadar ketika Risa memanggilnya. “Sayang, ada apa denganmu?”
Ryu tersadar dan menatap ke arah Risa, dirinya tersenyum kemudian menjawab dengan ringan. “Tidak, hanya saja... Apa saja nanti menu di kedai kita?”
Risa menghela nafas, kemudian berkata, “Pikirkan itu nanti, mari kita tidur.”
Ryu mengangguk dan ia mulai berbaring di dekat Risa. Namun, dirinya tahu apa yang diinginkan Risa tersebut.
Ryu dengan cepat mencium bibir milik Risa dan mulai bermain sepanjang malam, kemudian berhenti di saat jam menunjukkan pukul 1. Mereka bermain sekitar 5 jam penuh.
Ryu sebelum tidur, ia menekan tombol Ya. Kemudian, dalam tidurnya ia merasakan berbagai informasi masuk ke dalam otaknya. Hal itu tidak membuat dirinya sakit, karena ia tertidur dengan pulas.
***
Pagi hari.
Ryu dan Risa terbangun, keduanya saling menyapa dan Ryu memasak makanan untuk berdua. Dia mencoba keterampilan memasaknya langsung, sedangkan Risa sendiri mandi terlebih dahulu.
Keduanya selesai, Ryu selesai memasak, sedangkan Risa selesai mandi. Mereka sekarang duduk di ruang makan dan memandang makanan hari ini yang berupa Onigiri.
“Ini, apa?” Risa bingung. Bagaimanapun juga, di Dunia paralel tidak ada yang tahu makanan khas jepang tersebut.
Ryu tersenyum dan berkata, “Ini adalah Onigiri, sebuah makanan yang enak untuk mengawali pagi hari.”
Risa mengangguk, dia tidak tahu makanan apa itu. Namun, ia mengambil satu dan mulai memakannya.
Seketika, Risa melebarkan matanya. Rasa yang kaya memenuhi mulutnya, dia benar-benar merasa bahwa makanan yang bernama Onigiri sangat enak.
__ADS_1
Ryu baru mengambil satu, sementara sisa Onigiri dimakan semua oleh Risa. Ryu sedikit terkejut, betapa rakusnya perempuan di depannya itu.
“Enak, ini bisa menjadi menu nantinya.” Risa berkata dengan senyum di wajahnya. Perempuan memang suka masak, ia bertanya terkait resep makanan tersebut. Ryu memberitahu dengan senang hati.
Keduanya selesai makan, kemudian berjalan bersama menuju ke arah Kedai yang berhasil mereka beli kemarin.
(Note : Uang Ryu sekarang ada 3.200 Rupiah.)
***
Jalan Pahlawan dua.
Ryu dan Risa berjalan dengan santai, keduanya tidak menyadari bahwa ada beberapa orang tengah memperhatikan mereka.
Keduanya berbelok dan tibalah di lokasi yang sangat sepi, karena mereka hanya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pemilik kedai sebelumnya.
Ryu dan Risa merasa ada yang janggal, akhirnya mereka menyadari dan berhenti di tengah-tengah jalan. Ryu berubah menjadi dingin dan berkata dengan tajam. “Keluarlah!”
Seketika keluarlah tiga puluh orang yang terbagi menjadi dua kelompok untuk memblokir jalan keluar.
Ryu menatap ke depan dan melirik ke belakang, ia menghela nafas dan menatap ke arah Risa. “Tetaplah di dekatku, akan kuhancurkan mereka.”
Risa yang mendengar itu, memegang baju Ryu. Kemudian berkata, “Kamu atasi depan, aku belakang. Jangan remehkan seorang perempuan.”
[Status.]
[- Nama : Ryu Adam.]
[- Umur : 19 tahun.]
[- Uang : 350 Rupiah.]
[- Fisik : 50.]
Seketika Ryu merasakan tubuhnya berkali-kali lebih kuat. Dia tersenyum dan merasa bahwa otot-otot miliknya mulai terbentuk.
Ryu menatap ke arah depan dengan ganas, kemudian ia mendengar salah satu Preman besar berteriak, “Bunuh dia!”
Para preman dengan cepat melesat ke arah Ryu dan Risa. Kedua orang yang menjadi sasaran hanya menatap dengan datar, Ryu dengan cepat melesat ke arah musuhnya.
Risa melihat hal itu, dia mengabaikannya dan fokus melawan lima belas orang di depannya tersebut.
__ADS_1
***
Ryu tiba di dekat Preman1, kemudian ia melihat Preman1 mengayunkan pedangnya dengan cepat.
“Mati!” teriak Preman1, tetapi Ryu menghindar dengan cepat. Bagaimanapun juga, kecepatan dirinya melebihi dari ayunan pedang Preman1.
“Bugh..” Ryu menendang perut Preman1, kemudian ia menendang tangan Preman1 membuat pedang yang berada di genggamannya lepas.
Ryu mengambil pedang tersebut dan menyayat tangan dan kaki Preman1, dia juga merasakan ada dua serangan dari masing-masing kiri dan kanan.
Ryu dengan ringan menghindari serangan tersebut dan menusuk tepat kedua kaki mereka. Ryu semakin mengganas, ia menghancurkan ke-14 preman dengan cepat, tanpa luka sama sekali.
Preman15 yang menjadi pemimpin dari seluruh Preman tersebut, melebarkan matanya tak percaya.
“Sial! Karena Kamu termasuk Petarung maka kita sama.” Pemimpin Preman berkata dengan kesal, ia menduga bahwa Ryu hanya Petarung kelas rendahan, tetapi ia tidak menyangka bahwa Ryu Petarung kuat.
Ryu mendengarkan hal itu, ia tidak tahu bagaimana penilaian dan klarifikasi kekuatan dari Dunia Paralel yang dia tempati tersebut. Dia perlu bertanya kepada Risa nanti.
Ryu sekarang menatap ke arah Pemimpin Preman yang mulai mengeluarkan aura kekuatan miliknya. Itu bukan spiritual, melainkan aura fisik nyata.
Ryu juga mengeluarkannya sejak tadi, ia menyeringai sekarang karena menemukan musuh yang sedikit menghiburnya. Pedang ia buang agar adil dalam pertarungan.
Risa telah selesai mengatasi Preman, dia menyayat seluruh tubuh Preman. Dirinya belum membunuh mereka karena dalam hatinya malas untuk membunuh.
Risa menatap ke arah Suaminya, sekarang mereka resmi menikah. Dirinya menonton pertandingan kedua orang petarung, bagaimanapun juga ia tidak ingin mengganggu hal tersebut.
Di Dunia Paralel, siapa pun yang mengganggu pertarungan kedua petarung, mereka sama sekali tidak menghargai pertarungan. Hal itu, akan dikenakan sanksi penahanan ataupun mati di tempat.
Ryu dan Pemimpin Preman saling menatap, kemudian Ryu berkata dengan nada serius. “Ryu Adam, itu adalah namaku.”
Pemimpin Preman membalas dengan serius. “Tera Rian, itu adalah namaku.”
Keduanya mengangguk dan mereka berdua mulai melesat ke arah satu sama lain. Ryu mengayunkan tendangan miliknya, sedangkan Tera mengayunkan pukulan miliknya.
“Dukkk...”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.