Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 140 - Tiba Di Area Hutan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Perjalanan menuju ke area hutan sangatlah panjang. Ryu dan ketiga istrinya saling berbicara satu sama lain mengenai lawan yang akan mereka hadapi nantinya. Itu benar, lawan yang menjadi legenda hidup dan abadi.


Vortex.


“Enam jenis monster? Apakah nama Vortex diambil dari huruf depan para monster itu?” tanya Ryu sambil menatap ke arah Risa dengan serius. Awal pertama mendengar kata Vortex, dia mengira ialah monster pusaran. Namun, yang tidak dirinya sangka ialah Vortex adalah singkatan dari enam monster.


Risa mendengar pertanyaan Ryu, sudut mulutnya naik membentuk senyuman. Kemudian dia mengangguk sebagai tanda bahwa apa yang dipertanyakan suaminya adalah benar.


“Volta, sosok monster yang memiliki kemampuan listrik. Pengendaliannya benar-benar sungguh di luar nalar. Apalagi kali ini, aku mendengar berita bahwa tempat Volta berada menunjukkan aktivitas kembali.” Risa menjelaskan dengan serius.


Apa yang dimaksud aktivitas ialah sebuah gerakan dari tanah yang membuat getaran perusak. Biasanya disebut dengan istilah Gempa Elektronik.


Sesuai dengan kekuatannya, Volta adalah makhluk abadi dengan tipe kekuatan listrik. Baginya menciptakan gempa tersebut sangatlah mudah karena monster sepertinya sedikit spesial.


“Obor, monster yang memiliki kemampuan Api. Panas normal yang dimilikinya setara bahkan lebih dari panas Sandar Foran. Ingat, itu hanya panas normal dan dirinya belum menggunakan panas asli.” Risa menjelaskan lagi.


Ryu mengangguk paham, begitu juga Yuna dan Alice. Mereka bertiga mendengarkan penjelasan Risa dengan serius dan teliti. Ryu dan Alice kagum dengan pengetahuan Risa tersebut. Namun, Yuna sendiri sudah tidak terlalu terkejut dengan pengetahuan Risa.


Mengapa Yuna tidak terkejut? Hal ini karena latar belakang Risa dan dirinya sendiri sangatlah rahasia. Bahkan mungkin hampir setara dengan kerahasiaan tentang Keluarga Adam sendiri.


“Ruin, ialah monster yang mengendalikan tanah dan batu. Kemampuannya juga dapat digunakan di laut, akan tetapi dirinya harus mengangkat tanah yang berada di dasar laut untuk naik ke permukaan.” Risa melanjutkan penjelasan.


“Tear, monster yang mengendalikan air dan benda cair lainnya. Dia bahkan dapat menyerap vitalitas tanah dan berakhir kehilangan seluruh kandungan airnya. Tanah yang sudah kehilangan kandungan air, biasa di sebut pasir!”


Risa menjeda kembali, dirinya sendiri sudah mengungkapkan empat istilah dari Vortex. Dia menunggu sebentar agar ketiga orang di depannya mencerna terlebih dahulu informasi tersebut.


Tak buruh waktu lama, Ryu, Yuna dan Alice sudah paham keempat monster tersebut. Risa tersenyum senang dan berikutnya dia melanjutkan penjelasannya tentang dua lainnya.

__ADS_1


“Esme, kekuatan monster ini ialah dapat mengendalikan Angin. Satu kali serangan biasa setara dengan badai tornado di lautan.” Risa berkata dengan serius, kemudian dia menambahi.


“Informasi tentangnya masihlah samar, bisa dibilang ... Monster ini tidak bisa ditangkap bahkan disegel sama sekali. Terakhir kali berperang, Esme mengguncang angin seluruh planet dan melarikan diri melalui celah dimensi.”


Ryu memandang Risa dengan serius. Apa yang membuatnya tertarik ialah celah dimensi. Hal ini bukanlah tempat biasa, melainkan sebuah tempat yang sangat khas dan khusus.


Tidak banyak celah dimensi terbentuk. Ketika Ryu melihat berita stasiun luar angkasa. Dirinya benar-benar terkejut, struktur dunianya sangatlah bertingkat. Mulai dari tempatnya berada, kemudian naik ke planet berikutnya.


Planet di tempatnya hanya ada tiga, kemudian melompat ke arah bintang dan berujung nanti Dimensi lain. Celah dimensi sendiri dianggap paling tidak bisa diteliti.


Hal ini karena celah dimensi muncul tidak menentu dan menghilang merebut planet lain. Sehingga bintang yang menjaga planet kehilangan banyak dan berakhir membentuk planet baru kembali.


“Dan yang terakhir ialah Xenom, monster ini hanya pernah muncul sekali. Kemudian, dia terlempar ke dalam celah dimensi. Adapun untuk informasi, hanyalah kekuatannya saja yaitu kegelapan.” Risa mengakhiri penjelasannya.


Ryu, Yuna dan Alice sedikit terkejut terkait Xenom. Dari enam monster tersebut, mereka sudah menebak siapa yang paling terkuat.


“Jadi, keberadaan mereka tergantung dengan kondisi alam. Jika kita menggabungkan informasi tersebut dengan keberadaan di Sandar Foran, hanya satu yang cocok.” Ryu menatap ke arah Risa, Yuna dan Alice.


“Obor!”


Ryu, Risa, Yuna dan Alice saling memandang satu sama lain. Kemudian, mereka mendengar teriakan Riot yang keras.


‘Kita sudah hampir sampai, pegangan atau kamu akan terlempar!’


Kilatan cahaya melintas di mata Riot, kemudian dia melangkahkan kakinya dengan cepat dan gerakan dirinya berubah menjadi kecepatan roket.


Ryu, Risa, Yuna dan Alice tidak berpegangan. Namun, mereka menggunakan aura untuk membuat diri mereka terikat dengan punggung Riot.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


Hutan yang sangat luas mulai terlihat di bidang visi Ryu dan ketiga istrinya. Pepohonan hijau yang rindang dan udara yang sangat berbeda dari area gurun pasir sebelumnya.


Ryu kagum dengan hal tersebut terutama udara yang segar dan hembusan angin yang begitu sejuk. Apalagi melihat bahwa area lainnya ialah gurun yang sangat panas. Namun, area hutan sama sekali tidak terpengaruh.


Hal inilah yang membuat Ryu semakin kagum. Dia benar-benar menantikan petualangan apa yang akan dirinya hadapi nanti saat berada di area hutan.


“Hutan yang sangat luas, juga pepohonannya benar-benar berukuran besar.” Risa terkejut menatap ke arah hutan itu, dia sendiri baru pertama kalinya melihat pepohonan seperti itu.


Yuna dan Alice tidak bisa merespons sama sekali, keduanya juga terkejut dan benar-benar terpana dengan apa yang mereka lihat. Sebab, mereka juga pertama kalinya melihat hal tersebut.


Tak butuh waktu lama, rombongan Ryu memasuki area hutan. Di sana dia melihat berbagai tanaman dan pohon tumbuh dengan liar. Riot sendiri menurunkan kecepatannya, hal ini karena jalanan yang berada di area hutan tidaklah halus. Serta, banyak halangan pohon maupun batu di tempat.


Ryu menyadari akan kesejukan area hutan. Kemudian, dia menepuk punggung Riot agar Riot berhenti di tempat.


Riot yang merasakan tepukan tersebut, segera menghentikan lajunya perlahan-lahan. Sampai akhirnya dirinya berhenti dan tidak bergerak sama sekali.


Risa, Yuna dan Alice memandang ke arah suaminya. Mereka bertanya-tanya mengapa menghentikan Riot, akan tetapi pihak lain langsung memberitahukan mereka penyebabnya.


“Kita akan berjalan. Area ini sangat cocok untuk berlatih.” Ryu berkata sambil menyeringai, hal ini membuat ketiga istrinya sadar bahwa mereka perlu berlatih kembali.


“Itu benar, mengapa kita bisa melupakannya.” Yuna tersenyum dan kedua saudarinya juga memahami. Mereka bertiga mengikuti suaminya yang turun dari punggung Riot.


“Riot, bisakah kamu mengubah ukuranmu?” tanya Ryu dan Riot mengangguk tanda dirinya bisa melakukan perubahan.


Kemudian, tak butuh waktu lama Riot mulai bercahaya dan perlahan-lahan mengecil sampai akhirnya berhenti tepat di ukuran sama dengan Red.


Ryu tersenyum senang melihat hal itu, dia mengangguk dengan puas dan mulai memandang ke arah depan di mana kedalaman hutan berada.


“Baiklah, waktunya menjelajah...”

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2