
Silahkan Dibaca.
Ryu dan Tera tiba di Kota Arshna tepat saat malam hari. Tera menghentikan mobilnya di depan Mansion milik tuannya tersebut.
Ryu keluar dari mobil dan berkata dengan nada ringan. “Aku mengandalkanmu, Tera.”
Tera yang berada dalam mobil mengangguk, kemudian berkata, “Serahkan kepadaku, Tuan... Tugas itu sangat mudah nantinya.”
Ryu mengangguk, kemudian keluar dan mobil melaju pergi dari Mansion. Ryu sendiri berbalik, kemudian berjalan masuk ke dalam Mansion.
Di depan pintu terlihat Risa berdiri bersama dengan Yuna dan Sean. Ketiga orang tersebut menatap ke arah Ryu dengan senyum ringan.
“Selamat datang, Sayang.” Risa berjalan dan memeluk mesra Ryu. Kemudian, dia mengecup ringan bibir kekasihnya tersebut.
Ryu sendiri hanya tersenyum dan memeluk lebih erat istrinya tersebut. Kemudian, berkata dengan nada penuh kasih. “Terima kasih, atas sambutannya Sayang.”
Ryu kemudian melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Yuna dan Sean yang masih berdiri di pintu masuk. Yuna yang ditatap oleh Ryu sedikit gugup, dia tidak bisa melupakan adegan permainan Ryu dengan Risa sebelumnya.
“Selamat datang, Ryu.” Yuna menyambut Ryu dengan nada sedikit gugup. Namun, tetap lancar. Sementara Sean berlari menuju ke arah Ryu dan memeluk kaki Ryu.
“Terima kasih, Kak Yuna...” Ryu kemudian menatap ke arah Sean dan mengangkat anak kecil tersebut. “Kau juga, Nak... Apakah kau menangis sebelumnya?”
“Tidak! Aku bukan anak cengeng!” Sean berkata dengan marah. Namun, bagi Ryu itu adalah hal lucu dalam menjahili anak kecil tersebut.
“Hahaha, kalau begitu bagus... Ayo kita masuk ke dalam.” Ryu berkata sambil memandang ke arah Risa dan Yuna. Kedua perempuan tersebut mengangguk dan mereka bersama masuk ke dalam Mansion.
***
Tiba di dalam, seperti biasa Ryu mandi bersama dengan Risa. Namun, kali ini Risa mengajak Yuna dan Sean untuk mandi bersama.
Yuna menolak begitu juga Sean. Namun, Risa tetap membujuk keduanya. Hanya saja, Sean yang tidak mau, alasannya sederhana dia bisa mandi sendiri.
“Kalau begitu, biarkan Ibumu mandi bersama kami, ya?” Risa bertanya dengan lembut kepada Sean. Anak kecil itu mengangguk tanda setuju.
“Ya, aku akan kembali ke kamar untuk tidur.” Sean menjawab sambil menguap dan berjalan menuju ke kamar miliknya. Yuna sendiri tak berdaya melihat tingkah putranya tersebut, kemudian dia menatap ke arah Risa.
“Apakah tidak apa-apa?” Yuna bertanya dengan lirih, dia sebenarnya malu karena harus mengekspos tubuhnya di depan Suami orang.
Risa menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tak apa, hanya saja... Kalau kamu tidak mau tak apa. Kali ini aku tidak bisa memaksamu, cinta akan tumbuh sendiri.”
Yuna tertegun, kemudian dia merenung dan berpikir kembali. Ini bukan tentang kebahagiaan dirinya saja, melainkan Sean juga.
Yuna beberapa saat menghela nafas, selepas itu memandang ke arah Risa yang masih berdiri di depannya.
“Apakah kamu yakin, dengan berbagi? Aku tidak masalah, jika Ryu akan lebih memperhatikanmu dibandingkan diriku, karena kamu adalah istrinya asli, Sementara aku...”
Risa tidak peduli, dia melihat bahwa Yuna setuju dan segera menyeretnya ke dalam kamar untuk mandi bersama. Yuna hanya bisa pasrah dan mengikuti Risa tersebut.
***
__ADS_1
Ryu yang berada di kamar mandi, sedang memeriksa sistemnya kembali. Dia belum mengecek selama di hotel. Dia juga ingin memeriksa apakah mendapatkan hadiah kali ini.
“Kemarin seingatku masih tersisa 2x pertukaran, apakah aku akan mendapatkan hadiah?”
Ryu kemudian membuka status miliknya.
[Nama : Ryu Adam.]
[Umur : 19 tahun.]
[Uang : 30 Juta.]
[Fisik : 65.]
[- Keterampilan.]
[+ Memasak (Pemula.)]
[- Sistem Level : 1.]
[- Kotak Hadiah x1.]
Ryu kemudian menekan tombol yang bertulisan kotak hadiah tersebut.
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Uang sebesar 30 Juta Rupiah.]
Ryu kemudian menaikkan Level Poin Memasak dan mentransfer 10 juta Rupiah kepada Istrinya.
Selepas itu, Ryu melihat penukaran bahwa masih ada 5x. Dia bingung harus menghabiskan uangnya bagaimana untuk sekarang.
Ryu kemudian melakukan penukaran dan hasilnya 120 juta. Uang yang digunakan kemarin hilang dan diganti hari ini saja.
“Tunggu... Level sistem ada tambahan.”
[Level Sistem : 1 (Tingkatkan.)]
Ryu menekan tombol tingkatkan dan tertera nominal uang yang harus dikeluarkan untuk meningkatkan Level Sistem tersebut.
[Level Sistem 2 : 100 Juta.]
Ryu menekan tombol tersebut, kemudian muncul kembali barisan kata-kata.
[Proses... 30 menit.]
Ryu mengangguk dan melihat bahwa Sistem miliknya tidak bisa diakses sama sekali untuk sekarang.
Tak lama kemudian, Ryu mendengar suara pintu dibuka. Dia menatap ke arah pintu dan mengerutkan keningnya ketika melihat ada dua perempuan cantik tanpa busana sama sekali.
Ryu tahu siapa keduanya. Salah satunya adalah Risa, sementara yang lain adalah Yuna. Pertanyaan dalam pikirannya sekarang adalah, kenapa Yuna ikut ke dalam kamar mandi?
__ADS_1
Ryu tidak bisa berpikir dan menatap ke arah Risa untuk menjelaskannya. Risa yang ditatap paham dan bertanya, “Sayang, apakah kamu setuju jika Yuna menjadi istrimu yang kedua?”
Ryu sedikit terkejut, kemudian menatap ke arah Yuna. Dia mengagumi tubuhnya, tubuh yang begitu matang dan menggoda... Tubuh itu lebih dewasa dibandingkan tubuh istrinya sendiri yaitu Risa.
Namun, Ryu sekarang menatap ke arah Yuna yang menunduk malu. Dia akhirnya paham bahwa Risa memaksa perempuan itu.
“Sayang, apakah kamu memaksa kak Yuna?”
Risa kemudian berjalan menuju ke arah Ryu sambil menggandeng tangan Yuna. Kemudian, keduanya duduk di dekat Ryu yang berada di bak mandi besar.
“Memang aku sedikit memaksanya. Aku merasa kasihan kepada Kak Yuna, bagaimanapun juga... Kak Yuna adalah seseorang sahabatku, meskipun beda usia.”
Ryu menghela nafas panjang, dia menatap ke arah Risa yang menunduk karena merasa bersalah. Kemudian, menatap ke arah Yuna yang memerah malu.
“Nah, Sayang... Aku akan setuju, jika Kak Yuna setuju. Semisal, Kak Yuna tidak setuju... Jangan memaksanya, mengerti?”
Risa menatap ke arah Ryu, dia mengangguk paham. Semuanya kembali kepada keputusan Yuna, apakah mau menjadi istri kedua dari Ryu?
“Aku-Aku setuju, Ryu.” Yuna memberanikan dirinya menatap ke arah Ryu, meskipun terlihat ada rona merah di pipinya.
Ryu menggelengkan kepalanya, kemudian mendekat ke arah Yuna dan meletakkan tangannya di antara kedua dada Yuna.
“Kak Yuna, maksudku jangan sembarangan setuju hanya untuk kebahagiaan Sean kecil. Kak Yuna juga harus memikirkan kebahagiaanmu juga.”
“Pikirkan kembali, aku tidak pergi jauh... Pastinya aku akan menunggu keputusan nyatamu. Ini tentang perasaanmu bukan, perasaan seorang Ibu.”
Ryu memberi pengertian yang dalam, dia sudah paham bahwa Yuna setuju, karena Sean. Dia tidak ingin hal itu, Ryu ingin Yuna jatuh cinta dan bukan karena putranya tersebut.
Ryu kembali ke tempatnya, ketiganya tidak berbicara. Namun, Risa selalu melirik ke arah bawah, di mana Naga milik Ryu yang besar sedang berdiri dengan tegap.
Yuna juga sesekali melirik, dia hanya berpikir dalam hati. ‘Besar, melebihi dari orang itu.’
Ryu tidak masalah, toh mereka sedang mandi sekarang, bagaimanapun juga mengekspos tubuhnya itu sudah normal.
***
Beberapa menit kemudian, ketiga orang tersebut keluar dari kamar mandi. Ryu, Risa, dan Yuna mulai memakai pakaian tidur mereka.
Yuna kemudian sedikit gugup, lalu menatap ke arah Ryu dan Risa. Kedua orang yang ditatap tersebut merasakannya dan berbalik menatap ke arah Yuna.
“Ryu, Risa... Apakah aku boleh ikut tidur dengan kalian?”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1