Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 124 - Ryu Vs Naga Merah 3 Akhir


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Gurun tanpa akhir.


Ryu dan Naga Merah saling bertarung satu sama lain. Pertempuran keduanya sangatlah intens, setiap benturan serangan selalu menciptakan lengkungan kawah kecil.


Boom!


Ryu mengayunkan kepalan tangannya dengan cepat. Sulit untuk melihat kecepatan tangan itu, karena yang terlihat hanyalah bayangan siluet garis lurus.


Naga Merah juga sama, dia terus menyerang Ryu dengan kaki berlumuran lahar.


Keduanya tidak hanya berada di satu tempat. Melainkan, setiap sekali benturan. Mereka akan berpindah ke tempat lainnya.


Boom!


Ryu dan Naga Merah mundur ke belakang. Keduanya bersiap sambil menstabilkan nafas mereka masing-masing.


Ryu memandang ke arah Naga Merah. Dia tidak menyangka lawannya benar-benar kuat, selepas berubah menjadi bentuk baru.


“Naga ini apakah selalu bermutasi terus-menerus?”


Ryu berpikir dalam hatinya, namun tidak menemukan jawaban sama sekali. Dia menggelengkan kepalanya segera menghapus pikiran yang tidak perlu terlebih dahulu.


“Apapun itu, Naga ini harus mati..”


“Namun, jika bisa menundukkan. Maka, tundukkan.”


Ryu tersenyum lebar ketika memikirkan rencananya kali ini. Dia mengepalkan kedua tangannya. Aura hitam keunguan melilit lengannya kembali.


Ryu tidak menunggu lama, untuk menyerang Naga Merah. Dia melesat ke depan, jejaknya sama sekali tidak menempel di pasir.


Kecepatan Ryu sangatlah cepat. Naga Merah yang tengah memulihkan diri, terganggu oleh tindakan Ryu. Dia mengaum sebentar, kemudian mengepakkan sayapnya berkali-kali.


Wush!


Pasir angin terbentuk mencoba menghalangi Ryu yang tengah melesat. Ryu melirik sekilas ke arah pasir angin, dia tidak peduli dan menambah kecepatannya menjadi lebih cepat dari sebelumnya.


Angin yang berada di lintasannya mulai mengikuti, pasir yang berada di bawah lintasan, dalam sekejap naik membentuk ombak yang sangat besar.


Naga Merah melihat itu, namun dia tidak peduli. Menghirup nafas dalam-dalam, percikan api emas keluar dari sela-sela mulutnya.


Sinar cahaya melintas di matanya, Naga Merah melepaskan serangan api kuat dari mulutnya.


Semburan api melintas lurus, menuju ke arah Ryu berada. Api tergabung dengan pasir angin, hal ini membuat keduanya membentuk pusaran api yang begitu besar.


Ryu tidak bereaksi sama sekali. Baginya pusaran api masihlah biasa, dia menggunakan kemampuan waktu dan melintas dengan cepat melewati pusaran api.

__ADS_1


Waktu diatur kembali dan pusaran api melesat lurus dan bertemu dengan ombak pasir besar.


Boom!


Ryu mengabaikan benturan dua serangan di belakangnya. Dia kali ini tiba di depan mata Naga Merah, kemudian tangan kanannya mulai terangkat dan mengayun ke arah pipi Naga Merah.


Serangan Ryu jelas, dan Naga Merah masih terkejut akan kemunculan Ryu tiba-tiba di depannya. Dia ingin mengangkat kakinya, namun terlambat.


Pukulan telah mengenai pipinya, membuat dirinya terpental ke sisi kiri dengan keras.


Ryu menatap ke arah Naga Merah. Nafasnya memburu. Pandangannya menajam. Aura miliknya terus berkobar di lengannya.


Mengambil nafas dalam-dalam, Ryu melesat dengan cepat ke arah Naga Merah yang telah berhenti dari efek pukulan dari dirinya.


“Roar!” Naga Merah mengaum dengan keras, membuat pasir yang berada di sekitarnya bergetar hebat. Sorot matanya menajam, menunjukkan bahwa dia marah.


Pandangan Naga Merah fokus ke arah depan, di mana dia melihat sosok Ryu yang melesat dengan cepat menuju ke arahnya. Tidak ada waktu untuk beristirahat, dia mengepakkan sayapnya dan mengangkat kakinya untuk menyerang ke arah Ryu.


Kemampuan serang Naga Merah hanyalah empat. Kaki miliknya, nafas api, bola api, letusan lahar.


Naga Merah mengayunkan kakinya dengan cepat, ke arah depan bertepatan dengan Ryu yang muncul di depannya.


Ryu merasakan serangan Naga Merah, dia sudah bersiap untuk menyerang. Tepat ayunan kaki Naga Merah tiba, Ryu mengayunkan tangannya dengan kuat.


Boom! Boom! Boom!


Ledakan demi ledakan terus terjadi. Kawah yang semula kecil kini mulai berubah besar dan menjadi lubang yang sangat dalam.


Namun, perlahan-lahan serangan Ryu semakin tidak terkendali. Naga Merah kewalahan menghadapi pukulan Ryu. Alhasil, dia terus terkena pukulan setiap saat.


“Orya!” Ryu berteriak dengan penuh semangat. Pukulannya menjadi cepat. Nafasnya mengeluarkan asap terus-menerus. Tubuhnya mulai memerah.


Panas tubuh Ryu terus meningkat, pukulannya mulai membakar tubuh Naga Merah.


Merasakan panas yang kuat, Naga Merah melebarkan matanya. Dia sendiri adalah lahar, elemen yang lebih kuat dari api sendiri. Namun, pukulan Ryu membuatnya merasakan kebakaran.


“Roar!” Naga Merah meraung penuh rasa putus asa. Kulit perutnya terbakar dan meninggalkan jejak hitam di tubuhnya.


Ryu tidak peduli, dia menyeringai dan mengeratkan kepalan tangan kanannya menjadi lebih kuat. Api berkobar diikuti oleh aura yang terus meluap dengan gila.


Seluruh tubuh Ryu berubah merah dan otot-otot miliknya siap untuk meledak kapanpun. Nafas yang dimilikinya, kini benar-benar kasar. Uap panas terus keluar dari tubuhnya.


Naga Merah pasrah dan menerima nasibnya untuk dibunuh oleh Ryu. Dia merasakan bahaya dari serangan akhir lawannya itu, namun dirinya tidak kuat untuk bergerak.


Ryu melayangkan kepalan tangan miliknya, ke arah perut Naga Merah. Pukulan Ryu cepat dan kuat.


Booom!

__ADS_1


Ledakan keras terjadi di lubang besar. Naga Merah terbang ke belakang menabrak dinding lubang di belakangnya. Dia tidak berhenti dan terus terbenam ke dalam pasir.


Ryu kembali ke keadaan semula, tubuhnya terkulai lemas. Dia benar-benar mengerahkan segenap tenaga miliknya. Namun, keberhasilannya benar-benar memuaskan.


Ryu terbaring di lubang tengah padang pasir, di sebelahnya terdapat lubang lain yang menuju ke tempat Naga Merah berada.


“Kuharap Naga Merah tidak mati.. aku ingin memeliharanya.” Ryu membayangkan dirinya naik ke atas punggung Naga dan terbang dengan bebas di langit.


Mata Ryu seketika berbinar-binar. Kemudian, dia merasakan bahwa pasir yang di atas akan segera turun untuk memenuhi lubang tempatnya berada.


“Sistem, naikkan kekuatanku.”


[5x kekuatan : 1.000.000 Koin.]


[Koin : 711.000.]


Ryu merasakan seluruh kekuatan dalam tubuhnya telah kembali lagi. Dia dengan cepat berdiri, lalu menatap ke arah lubang di sampingnya.


Ryu mengangkat sudut mulutnya dan mulai menghilang dari tempat.


***


Jauh di ujung lubang. Naga Merah yang telah terluka parah terbaring di tanah, menunggu waktu untuk dirinya mati.


“Yo, akhirnya kita bertemu.”


Naga Merah mendengar suara yang paling dirinya tidak sukai. Namun, kali ini dia melihat aura lawannya yang berbeda.


Naga Merah tidak masalah dikalahkan, harga dirinya memang tinggi. Namun, pertarungan adil tetaplah lebih tinggi dibandingkan harga dirinya.


“Grr!” Naga Merah menggeram, membuat Ryu mengangguk sambil tersenyum lebar. Hal ini membuat Naga Merah menatap Ryu dengan heran.


Dia bermaksud untuk mengusir Ryu, agar tidak ikut tertimbun pasir bersama dengannya. Niatnya baik, namun itu hanya sebuah formalitas, agar lawannya tidak mati konyol.


Ryu jelas merasakan kebaikan dari Naga Merah. Dia menggelengkan kepalanya dan mulai mendekat ke arah kepala Naga Merah.


“Aku kesini bukan untuk mati bersamamu..”


Ryu menghentikan langkahnya ketika sudah tiba di depan kepala Naga Merah yang tengah menatap dirinya.


Nafas panas Naga Merah dapat dirasakan oleh Ryu, namun itu tidak membuatnya mundur sekalipun. Dia membalas dengan tatapan lembut dan tegas, kemudian di bawah pasir yang mulai runtuh ke bawah. Ryu mulai mengungkapkan keinginannya.


“Jadilah temanku.. mari kita melakukan petualangan bersama.”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2