Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 59 - Ryu Vs Tenka


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ryu memandang anak SMA di depannya, ia merasa bahwa anak SMA di depannya itu kuat. Namun, masih berada di bawahnya.


“Sebelum bertanding, mari perkenalan...”


“Namaku Tenka Kiba...”


“Panggil saja Tenka.”


Anak SMA tersebut memperkenalkan dirinya dengan santai. Ia tahu bahwa pria di depannya yang melindungi pemilik mobil taksi, sangat kuat.


Memikirkan kekuatan, ia sangat ingin melawan orang yang kuat. Meskipun, dirinya masih anak SMA, keinginannya sangat tinggi dan status tidak bisa menghalangi dirinya.


“Panggil saja Ryu... Jangan pakai embel-embel paman, karena aku masih berumur 19 tahun.”


Tenka terkejut, ia tidak menyangka bahwa hanya selisih dua tahun dari pria di depannya. Seluruh anak SMA lainnya juga terkejut ketika mengetahui umur Ryu.


Tenka menggelengkan kepalanya, ia menjadi serius sekarang. Pria di depannya sangat muda dan kekuatannya melebihinya, ia tidak cemburu melainkan sangat bersemangat.


Aura Level Tenka keluar dan menyerbu ke arah Ryu dengan ganas.


Ryu sendiri tetap tenang, ia juga mengeluarkan Aura Level miliknya.


Kedua aura level saling berbenturan satu sama lain, hembusan angin perlahan-lahan mulai semakin menguat. Daun-daun di pepohonan mulai bergoyang-goyang dan ada beberapa yang bergerak ke langit.


Anak-anak SMA lainnya mulai diam dan mengamati pertarungan keduanya. Mereka benar-benar merasa ngeri ketika merasakan bentrokan aura sebelumnya.


Ryu dan Tenka saling memandang, keduanya melesat ke depan dengan cepat. Lintasan kecepatan mereka terlihat seperti bayangan bagi anak-anak SMA.


Bugh!


Kepalan tangan Ryu ditahan dengan serangan tendangan lurus dari Tenka. Keduanya mundur beberapa langkah, kemudian saling menyerang kembali.


Tendangan dan pukulan terus-menerus bertemu satu sama lain. Tenka mengerutkan keningnya, ia merasakan kakinya sedikit mati rasa.


‘Hanya beberapa konfrontasi, kakiku benar-benar mati rasa.’


Ryu tidak peduli dengan pikiran Tenka, ia sendiri memukul kaki Tenka dengan santai. Bahkan, hanya mengeluarkan beberapa kekuatannya.


Ryu sendiri menyadari kekuatan Tenka masih di bawahnya. Ia mengurangi kekuatannya sampai di titik tepat satu tingkat dari Tenka. Ryu tidak meremehkan musuhnya, hanya saja. Ia tidak bisa membully seorang pemuda yang berada di bawahnya.


Bam!


Tenka terdorong ke belakang beberapa meter, kakinya gemetar kemudian jatuh berlutut dengan satu kakinya. Ia benar-benar tidak kuat untuk berdiri sementara waktu.


Para anak SMA menatap Tenka dengan terkejut, mereka tidak menyangka bos mereka dikalahkan dengan sangat cepat. Hanya beberapa konfrontasi, bos mereka kalah.

__ADS_1


“Brother Tenka, ayo!”


Teriakan dan sorakan para anak SMA benar-benar meriah. Mereka menyemangati bos mereka dengan keras.


Tenka sendiri mulai berdiri, kakinya yang mati rasa mulai kembali seperti semula. Lalu, ia menatap ke arah Ryu yang terlihat sama sekali tidak terluka.


“Benar-benar menyedihkan, Cih!”


Tenka mulai melesat ke arah Ryu dengan penuh semangat. Dalam sekejap, ia tiba di depan Ryu sambil memutar tubuhnya dan mengangkat kakinya menuju ke kepala Ryu.


Merasakan tendangan menuju ke arahnya, Ryu mengangkat tangannya dan menahan tendangan keras tersebut.


Bam!


Ryu sedikit menaikkan salah satu alisnya, ia tersenyum tipis ketika merasakan tendangan dari Tenka.


‘Sedikit lebih kuat dari sebelumnya. Orang ini meningkat sedikit dalam sekejap.’


Tenka terus menyerang Ryu dengan tendangan. Ia benar-benar merasa penuh akan energi untuk menyerang Ryu. Rasa sakit bahkan mati rasa yang dirinya terima, sama sekali tidak berasa.


Ryu menahan serangan Tenka, ia mengukur kekuatan Tenka tidak lebih dari Level 1 puncak.


***


Tak butuh waktu lama, Tenka kelelahan dan melompat mundur ke belakang. Namun, saat ia menginjak tanah. Rasa sakit yang ia alami menyengat membuat dirinya mengerang kesakitan sambil berbaring di tanah.


“Arhhh!” teriakan rasa sakit Tenka membangkitkan kesadaran para anak SMA lainnya. Mereka dengan cepat berlari menuju ke arah Tenka dengan ekspresi khawatir dan terkejut.


“Hanya terluka sedikit, tidak perlu rumah sakit.” Tenka kemudian menatap ke arah Ryu, ia benar-benar melihat Ryu seperti gunung yang susah untuk dilalui.


“Suatu hari nanti, aku akan mengalahkanmu. Kali ini, kau menang.” Ryu hanya mengangkat bahunya, ia tersenyum dan membalas dengan santai.


“Datanglah, di saat kau sudah menjadi orang kuat.” Tenka tertegun, ia tersenyum dan mengangguk. Kali ini, ia memiliki tujuan untuk melampaui seseorang.


Para anak SMA dengan cepat membawa Tenka pergi dari tempat sepi tersebut. Ryu sendiri berbalik dan menatap ke arah kedua istrinya.


Ryu berkedip dua kali, ia berbalik ingin bertanya tujuan dari menangkap Sanda. Namun, para anak SMA sudah pergi menghilang dengan cepat.


Ryu menghela nafas, kemudian ia tanpa sengaja melihat secarik kertas lipatan tepat di bawah Tenka sebelumnya berada.


Ryu mengambil secarik kertas tersebut, ia membuka lipatan kertasnya, lalu ia menyeringai ketika melihat isi dari kertas tersebut.


Risa dan Yuna memandang Suaminya dengan bingung. Mereka berdua saling menatap kemudian mengangguk bersama dan berjalan menuju ke arah Ryu.


“Sayang, apa yang kamu temukan?” tanya Risa ketika sudah dekat dengan Ryu, ia melihat Suaminya tengah menatap ke arah isi dari kertas yang berada di pegangannya.


Ryu yang mendengar suara istrinya, ia menatap dan menyerahkan kertas tersebut. Risa dan Yuna memandang ke arah isi kertas yang diberikan Suaminya itu.

__ADS_1


Keduanya mengamati sampai akhirnya, keduanya terkejut dan matanya melebar tak percaya.


“Sayang, spekulasimu sebelumnya benar.”


“Orang yang berada di balik penculikan, memang ingin Melissa kembali.”


Risa dan Yuna benar-benar tidak menyangka, analisa Suaminya sangat tepat dan benar.


“Negara lain, kemungkinan dua hal, budak dan organ. Namun, melihat Melissa yang utuh. Jawabannya hanya satu, Budak.”


Risa juga mulai berpikir, ia sebenarnya paham akan luar Negera, begitu juga Yuna. Identitas asli keduanya, bukan sembarangan.


Ryu sendiri tidak terlalu peduli. Dirinya akan menyelidiki ketika sudah waktunya pergi menuju ke luar Negara. Ia sendiri, tidak tahu Negara mana yang menjadi tujuan akhir penculikan Event sebelumnya.


“Kita akan kembali, aku merasa bahwa Melissa sudah bertemu dengan Paman Sanda.” Risa dan Yuna mengangguk setuju, kedua perempuan itu berjalan menuju ke mobil mengikuti suaminya.


Ketiganya masuk ke dalam Mobil, kemudian bergerak menuju ke perusahaan Mutiara Indah. Ryu sendiri tidak merasakan adanya mata-mata kembali dan ia akhirnya menghela nafas lega.


***


Beberapa menit kemudian...


Mobil taksi memasuki kawasan perusahaan Mutiara Indah. Ryu memarkirkan mobil taksi tepat di tempat parkir yang jarang orang mengetahuinya.


Pintu mobil terbuka, menampilkan Ryu dan kedua istrinya keluar dari mobil taksi. Mereka saling memandang sebentar, kemudian beralih menatap ke arah pintu perusahaan.


“Ayo kita masuk!”


Risa dan Yuna mengangguk, mereka bertiga akhirnya berjalan menuju ke pintu perusahaan. Ketiganya tiba di pintu dan mulai masuk ke dalam.


Banyak karyawan yang mengenal Ryu dan kedua istrinya. Mereka membungkuk, tanda hormat kepada bos besar dari perusahaan kosmetik tersebut.


Mereka benar-benar menghormati Ryu, orang yang membeli perusahaan dan membangkitkan perusahaan kembali. Mereka sebagai karyawan tentu saja senang, karena akhirnya tidak kehilangan pekerjaan yang mereka sukai.


***


Ryu, Risa, dan Yuna tiba di depan pintu ruang pemimpin. Ketiganya mendengar cerita perjuangan seorang perempuan, serta kemarahan dari seorang pria.


Ketiganya saling memandang dan masuk ke dalam ruang pemimpin.


Tera, Selina, Sanda, dan Melissa berhenti melakukan aktivitas mereka. Tatapan keempat orang itu, mulai beralih menuju ke pintu yang terbuka.


“Kami masuk...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan, tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2