
Silakan Dibaca.
Ledakan keras terdengar sangat kuat. Risa, Yuna dan Alice memandang dengan tatapan terkejut. Mereka segera berlindung di balik batu besar untuk menghindari terpaan angin yang sangat kuat.
Angin kencang bagaikan badai bergerak ke segala arah. Pasir yang berada di bawah melonjak naik ke atas dan terbang tak beraturan.
Tepat di depan Ryu dan raja kalajengking gurun, kawah yang sangat besar tercipta. Namun, kawah itu perlahan-lahan terisi kembali dengan pasir sehingga tidak ada jejak ledakan kembali.
Ryu menatap ke arah raja kalajengking gurun, kemudian menginjakkan kakinya kuat-kuat sehingga dirinya terlontar ke depan dengan cepat.
Raja kalajengking gurun melihat Ryu melesat ke arahnya. Kilasan cahaya dingin melintas di matanya, kemudian capit terangkat dan berubah menjadi putih.
Ryu tiba dalam sekejap di depan raja kalajengking gurun, dia mengayunkan kedua tangannya dengan cepat memberikan serangan beruntun kepada lawannya tersebut.
Raja kalajengking gurun juga melakukan hal sama, kecepatan capitnya tidak lebih kurang dari kecepatan tangan Ryu.
Boom! Boom!
Pasir yang berada di bawah mereka berdua, secara bertahap mulai berpindah dan keduanya terus menerus tenggelam ke bawah.
Beberapa menit kemudian, keduanya telah mencapai tanah kasar dan pasir berubah menjadi dinding di kedua sisi mereka.
Ini merupakan hal bahaya, ketika keduanya berhenti saling memukul. Pasir akan jatuh dan mengubur mereka hidup-hidup di dalam.
Ryu sudah menyadari akan hal itu, dia menyeringai dan mulai menguatkan serangannya. Raja kalajengking gurun merasakan perubahan tersebut, dia dengan cepat menambahkan kekuatan pukulannya.
Ledakan keras terjadi dan hal itulah menjadi penanda bahwa keduanya menyelesaikan serangan beruntun.
Selanjutnya, pasir yang menjadi dinding atas mulai bergerak turun untuk memenuhi lubang yang digunakan Ryu dan raja kalajengking bertarung.
Ryu sudah menyadari hal tersebut, dia menginjak tanah dengan keras dan melesat naik ke atas. Adapun pasir di atasnya, segera menyingkir dari hadapan Ryu.
Tiba di permukaan, Ryu sedikit menjauh dari tempat pertempuran sebelumnya. Selanjutnya, Ryu berbalik dan melihat ke arah pasir yang bergerak memenuhi lubang pertarungan dirinya.
Ryu dapat memastikan bahwa raja kalajengking gurun pasti akan selamat dari penguburan hidup-hidup tersebut. Bagaimanapun pihak lain ialah monster yang sudah mendiami kedalaman gurun, jadi tidak mungkin untuk tidak dapat keluar dari penguburan pasir.
Sesuai dengan pemikiran Ryu, raja kalajengking gurun dalam sekejap mengebor pasir dan naik ke atas permukaan. Tatapannya langsung terarah ke Ryu dan kilatan cahaya melintas di matanya.
“Benar-benar tangguh,” kata Ryu sambil menyeringai ketika melihat sobekan luka di capit raja kalajengking gurun.
__ADS_1
Raja kalajengking gurun jelas merasakan sakit di capitnya, akan tetapi rasa sakit yang dia alami tidak separah dengan penghinaan yang telah diberikan oleh lawannya.
Sorot mata raja kalajengking gurun menajam, kemudian capitnya terbuka dengan lebar dan ekor beracun mulai bergerak menuju ke capit tersebut.
Selanjutnya ekor bertumpu di atas capit, kemudian puncak ekor mengeluarkan sesuatu yang tajam dan menusuk ke arah capit.
Cairan ungu seketika bergerak menuju ke arah capit. Kemudian warna capit yang semula putih, kini berubah menjadi ungu gelap. Perubahan ini dilihat oleh mata kepala Ryu dan dia sangat tertarik dengan langkah raja kalajengking selanjutnya.
Tak butuh waktu lama, ekor kembali ke posisi semula. Kemudian, cahaya membunuh melintas di mata raja kalajengking gurun. Capit perlahan-lahan melebar penuh dan berikutnya energi berkumpul, lalu membentuk bola berwarna ungu.
Ryu merasakan bahaya dari bola tersebut, dengan cepat kaki miliknya menekuk dan melesat ke arah depan. Ryu lebih memilih langsung menyerang, begitu juga dia dapat menghindari bola tersebut di udara.
Melihat Ryu melesat ke arahnya, raja kalajengking gurun dengan cepat meluncurkan serangan bola tersebut. Namun, kali ini Ryu salah perhitungan karena bola yang dilancarkan raja kalajengking gurun sangatlah banyak.
Ryu menyadari kesalahannya tersebut, akan tetapi dirinya tidak mengendur karena dalam visinya, serangan raja kalajengking gurun sangatlah lambat dan mudah untuk dihindari.
Bola racun tiba di dekat Ryu dan Ryu mulai menghindari dengan lihai. Kemudian, tatapannya tertuju ke arah raja kalajengking gurun yang mulai bergerak menyamping mencoba memperlebar jaraknya.
‘Monster ini memiliki kecerdasan bertarung?’ batin Ryu penuh dengan tanda tanya. Namun, dia segera menggelengkan kepalanya dan tidak berpikir tentang hal lain kembali.
Ryu berubah menjadi serius, kedua tangannya mulai mengepal dan otot-otot dalam tangannya seketika bergerak dengan jelas.
Ryu bergerak dengan cepat dan dirinya tiba di depan raja kalajengking gurun. Sisa waktunya tinggal tiga detik namun itu sudah cukup untuk memukul lawan berkali-kali.
Tiga, dua, satu dan waktu kembali. Raja kalajengking gurun tertegun, kemudian dia merasakan gelombang rasa sakit di tubuhnya.
Booom!
Raja kalajengking gurun terbang ke belakang dan cangkang di tubuhnya retak. Hal ini membuat monster itu terkejut, akan tetapi perasaan sakit yang dirinya rasakan lebih kuat.
Grahh!
Raja kalajengking gurun berguling-guling mencoba menghilangkan rasa sakit yang dirinya alami. Namun, dia lupa tengah berada di mana.
Semburan panas mengenai lukanya tersebut, sehingga intensitas rasa sakit menjadi lebih tajam. Raja kalajengking gurun berteriak dengan keras karena sakit tersebut.
Ryu sama sekali tidak memberikan waktu untuk raja kalajengking gurun pulih. Dia menyadari bahwa lawannya juga memiliki regenerasi kulit yang sangat cepat.
Untuk mencegahnya, Ryu perlu membunuhnya segera. Namun, seketika pikiran aneh melintas dan senyum misterius terangkat.
__ADS_1
Entah apa yang dipikirkan Ryu, sama sekali tidak menghalangi dirinya untuk menyerang raja kalajengking gurun.
Ryu melompat setinggi mungkin. Tangannya terkepal dan otot berkontraksi dengan hebat. Ryu juga menambahkan otot sebanyak lima belas kali dan penguatan sepuluh kali.
Tangan Ryu seketika membengkak, hal ini karena otot yang dia miliki kini lebih besar dari otot sebelumnya. Tangannya juga menjadi cerah dan sosok aura putih mulai muncul.
“Mari kuakhiri dirimu, selepas itu kamu akan menjadi hewan peliharaanku yang lain!”
Inilah tujuan dari Ryu, dibandingkan membunuh monster kuat tersebut. Lebih baik menjadikannya hewan peliharaan. Satu langit dan satu darat, tersisa satu yaitu monster laut.
Namun Ryu belum menemukan kandidat yang cocok untuk basis lautan. Meskipun begitu, dia akan menemukannya suatu saat nanti.
Kali ini, targetnya adalah raja kalajengking gurun. Peliharaan darat yang paling cocok untuk melintas gurun hanyalah kalajengking. Adapun ular, laba-laba, itu hal belakangan.
Kembali ke pertarungan...
Ryu menatap punggung raja kalajengking gurun. Menurut pemikirannya, raja kalajengking gurun akan tunduk jika ada yang bisa menghancurkan punggungnya.
Ryu menyeringai dan mulai terjun dengan cepat menuju ke punggung raja kalajengking gurun. Lapisan udara terbentuk membuat dirinya terlihat mirip seperti meteor jatuh.
“Tunduklah, Raja Kalajengking Gurun!”
Tangan Ryu terkepal erat dan api menyembur keluar. Sorot mata Ryu menajam dan cahaya merah melintas di matanya.
“Pukulan Phoenix!”
Boooom!
To be Continued.
Hallo guys, informasi sebentar saja oke... Akhir-akhir ini aku updatenya kacau. Yah karena sakit, tahulah musimnya kurang mendukung.
Sekarang sudah mulai sembuh. Juga rencana aku bulan depan ialah membuat satu buku satu season, artinya satu buku paling banyak 70-100 bab.
Rencana tersebut hanya berlaku untuk genre semua kecuali Fantasi Timur.
Jadi, mohon dukungannya ya guys.
Terima kasih dan semoga kalian sehat selalu!
__ADS_1