Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 45 - Mengusir Hama Perusahaan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Perusahaan Kosmetik tanpa nama, perusahaan yang berdiri di dekat pelabuhan. Di mana perusahaan ini memiliki tiga lantai.


Lantai pertama, ialah ruang lobi dan tempat masuk menuju perusahaan.


Lantai kedua, ialah ruang para staff yang bekerja di perusahaan.


Lantai ketiga, ialah ruang untuk pemimpin perusahaan Kosmetik tersebut.


Hari ini, terlihat berbagai petinggi perusahaan kosmetik tengah berkumpul di satu ruangan yaitu ruangan rapat petinggi.


“Apa! Perusahaan dibeli oleh seseorang?”


Salah satu petinggi dengan tubuh buncit terkejut, ia benar-benar tak menyangka bahwa akan tiba perusahaan kosmetik dijual.


“Yah, perusahaan ini sudah dibeli seseorang, serta pemilik perusahaan sekarang akan datang hari ini,” ucap seorang perempuan yang duduk di tempat pemimpin, perempuan itu ialah mantan pemimpin perusahaan Kosmetik.


“Bisakah, kami mengetahui siapa Pemimpin perusahaan kita?” Salah seorang petinggi bertanya dengan penuh penasaran.


Mantan pemimpin perusahaan sebenarnya tahu, para petinggi di depannya telah berkolusi dengan kekuatan di belakangnya.


Kekuatan di belakang mereka, sebenarnya ingin membeli perusahaannya. Namun, ia selalu menolak dan menunggu seseorang lain yang membeli perusahaan miliknya.


Akhirnya, penantian yang lama. Mantan pemimpin perusahaan lega bahwa ada yang membeli perusahaannya.


“Nama pemilik perusahaan ini adalah, Naga.”


Berbagai tanda tanya muncul di kepala para petinggi, mereka bingung harus bereaksi bagaimana. Namun, hanya satu pikiran untuk sekarang.


Buat pemimpin baru jatuh dan menjual perusahaan.


Mantap pemimpin tahu apa yang dipikirkan para petinggi itu. Ia hanya menggelengkan kepalanya dan ponsel miliknya seketika berdering.


Kring!


Mantan pemimpin mengambil ponselnya, kemudian ia mengangkat panggilan dari seseorang.


“Ya... Baik, Tuan... Saya, akan turun...” mendengar perkataan mantan pemimpin, para petinggi menajam. Mereka tahu, bahwa pemimpin baru tiba di perusahaan.


Menutup panggilan dan menyimpan ponselnya, mantan pemimpin menatap ke seluruh petinggi. Kemudian, ia berkata dengan nada tegas. “Aku akan menjemput Pemimpin baru terlebih dahulu.”


“Baik, Pemimpin!” Ucap para petinggi secara serempak. Namun, dalam hati mereka berkata, ‘Mantan Pemimpin.’


Keluar dari ruangan, sorot matanya menajam. Mantan pemimpin menaikkan sudut mulutnya dan berkata dengan pelan. “Nikmati waktu kalian, Pemimpin baru berbeda dari aku.”


Mantan pemimpin tahu bahwa dirinya tidak kuat menghadapi para petinggi. Ia hanya bisa kelihatan tegas saja dan tidak bisa menghentikan rencana petinggi-petinggi tersebut.

__ADS_1


Mantan pemimpin enggan untuk menjual. Namun, hutan perusahaan membuat ia harus menjual perusahaan kosmetik miliknya itu. Belum lagi, kosmetik yang ia jual benar-benar tidak laku seperti yang lainnya.


Mantan pemimpin menggelengkan kepalanya dan mengabaikan pikirannya untuk sekarang, fokusnya kali ini ialah menilai kinerja pemimpin baru. Ia hanya menilai dan tidak bertindak, karena otoritas pemimpinnya sudah lepas.


Tiba di lantai pertama, mantan pemimpin melihat Mobil mewah terparkir di depan perusahaan. Ia segera melangkah cepat dan menyapa pemimpin baru itu.


***


Ryu, Risa, Yuna, Selina, dan Tera tiba di perusahaan. Selina sendiri diminta ikut oleh Risa dan Yuna untuk menemani Tera.


Mobil terparkir tepat di depan perusahaan kosmetik. Kemudian, mereka melihat seorang perempuan berdiri tepat di depan pintu menyambut mereka.


Ryu, Risa, dan Yuna turun dari mobil. Ketiganya berjalan menuju ke perusahaan, sedangkan Tera dan Selina pergi memarkirkan mobil di tempat seharusnya.


Perempuan yang menunggu mereka bertiga terkejut melihat perawakan Ryu yang masih terbilang muda.


“Permisi, apakah Anda Tuan Naga?” tanya perempuan dengan ragu.


“Itu benar, Anda sendiri siapa?” tanya balik Ryu, selepas ia menjawab pertanyaan perempuan di depannya.


Terlihat wajah perempuan itu terkejut mendengar bahwa Ryu adalah Tuan Naga yang tengah membeli perusahaan kosmetik.


Perempuan itu dengan cepat sadar dan menundukkan kepalanya. “Nama Saya adalah Melissa Andrea. Pemilik perusahaan kosmetik, sebelumnya.”


Ryu sedikit mengangguk, ia tidak peduli dengan status perempuan yang bernama Melissa.


Ryu mengangguk dan berkata, “Silakan.”


Melissa berjalan diikuti oleh Ryu, Risa, dan Yuna menuju ke arah ruang rapat petinggi perusahaan.


Tera dan Selina menyusul mereka dengan cepat, mereka mengikuti Ryu dan kedua istrinya layaknya pengawal.


Tiba di lantai tiga, Melissa membawa Ryu dan kelompok menuju ke ruang rapat petinggi perusahaan.


Pintu terbuka, mereka masuk ke dalam dan suasana di dalam ruangan berubah menjadi sunyi. Tidak ada yang berbicara sama sekali, ketika melihat Ryu duduk di kursi pemimpin.


Mereka terkejut melihat hal itu, pemimpin baru mereka ternyata sangat muda. Dalam hati mereka, senang dan siap mengendalikan pemimpin baru itu.


“Apakah ini sikap seorang petinggi ketika, pemimpinnya masuk?” suara dalam Ryu membuat seluruh orang yang berada di ruangan bergidik ngeri.


“Sal-Salam Pemimpin!”


Mereka tanpa sadar berteriak dengan keras, tindakan tersebut membuat Melissa terkejut.


“Satu menit... Reaksi apa-apaan ini, Hah!” aura menindas Ryu keluar dan menyerbu para petinggi dengan keras.


Keringat dingin membasahi punggung para petinggi, tubuh mereka juga bergetar hebat, dalam hati mereka benar-benar ketakutan dengan Ryu.

__ADS_1


Nyali mereka untuk mengendalikan Ryu menciut seketika. Melissa melihat dan merasakan aura Ryu benar-benar gemetar, ia benar-benar tidak menyangka, orang yang membeli perusahaannya sangat mendominasi.


Melissa tanpa sadar memerah, nafasnya tak beraturan melihat aura Ryu yang begitu mendominasi.


Siluet cahaya melintas di mata Risa dan Yuna, ketika melihat reaksi Melissa. Mereka menyunggingkan senyum bangga akan reaksi Melissa itu.


Risa dan Yuna sedikit mundur dan memegang Melissa, kemudian membawanya keluar dari ruangan. Mereka takut Melissa secara mendadak keluar di dalam ruangan dan menyebabkan kegemparan nantinya.


Tidak ada yang melihat tindakan ketiganya, kecuali Ryu sendiri. Para petinggi menunduk, mereka ketakutan dengan aura Ryu.


“Tera, keluarkan file yang kuminta kemarin!”


Tera yang mendengar perintah tuannya, dengan cepat mengambil file yang ia kumpulkan semalaman bersama dengan Selina.


“Ini, Tuan..” Tera menyerahkan file kepada Ryu, para petinggi penasaran. Namun, mereka tidak bergerak untuk melirik maupun melihat file yang berada di tangan Ryu.


File yang terpegang, perlahan dibuka oleh Ryu. Kemudian, ia letakkan tepat di depan nama orang yang berada di ruangan itu.


“Kalian tanda tangani surat itu, kemudian angkat kaki dari Perusahaan ini!” Perintah Ryu kepada para petinggi.


Para petinggi melebarkan matanya mendengar perintah Ryu, mereka menatap Ryu dan ingin melakukan protes. Namun, ketika mereka menatap mata Ryu, jurang kematian terlihat tepat di depan mereka.


“Apakah kalian ingin memberontak dan tidak menandatangani surat itu?” Para petinggi dalam sekejap ketakutan. Mereka langsung membuka surat dan menandatangani surat pengunduran diri tersebut.


Urusan petinggi telah selesai, Ryu mengangkat tangannya dan Tera bergegas mengusir para petinggi dengan kasar. Tidak ada ampun bagi seorang koruptor dan pemberontak.


Ryu bersandar di kursi pemimpin. Layar panel muncul di depannya yang membuat senyum Ryu mengambang.


[Selamat, Tuan Rumah menyelesaikan Misi Kedua.]


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan 2 kotak biasa.]


Baris pesan tersebut membuat Ryu benar-benar senang. Kemudian, ia mengingat bahwa dirinya masih berada di ruang rapat.


Ryu beranjak pergi dari ruang rapat, ia pergi ke ruang Pemimpin. Bagaimanapun juga, ia ditinggalkan sendiri di ruang rapat.


Namun, tiba di pintu ruang pemimpin. Ryu mengerutkan keningnya ketika mendengar suara teriakan perempuan yang merasa keenakan.


“Ahh...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan, tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2