Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 63 - Ryu Vs Grup B


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena pertandingan Grup B...


Berbagai penonton bersorak dengan heboh ketika melihat peraturan di Arena Grub B berubah menjadi Battle Royale, di mana seluruh peserta B akan naik ke atas panggung dan bertarung secara langsung.


Para peserta yang memiliki jumlah sekitar lima puluh, mulai menatap ke arah seorang pemuda yang tengah melakukan pemanasan. Mereka benar-benar tidak sabar ingin menghancurkan pemuda itu sampai tak bersisa.


Pemuda yang tak lain Ryu, melakukan peregangan otot dengan santai. Ia sendiri tidak perlu mengerahkan seluruh kekuatannya melawan para peserta yang berada di depannya itu.


Selepas kejadian hancurnya ruang tunggu Grup B, nama Ryu menjadi terkenal dengan sebutan, Pembuat Masalah Grup B.


Banyak orang mencemooh Ryu, terlalu arogan dan melebih-lebihkan kekuatannya dengan menghancurkan dinding ruang tunggu.


“Apakah menurutmu, ia akan baik-baik saja?”


“Kesanku terhadap peserta yang bernama Ryu adalah arogan dan melebih-lebihkan kekuatannya.”


“Itu benar, Ryu kemungkinan besar kelelahan ketika menghancurkan dinding ruang tunggu itu...”


Banyak diskusi di bangku penonton, ada yang mengejek tentang keberanian Ryu. Ada juga orang yang sangat senang akan aksi Ryu. Ada juga yang menyeringai dan menantikan Ryu membungkam seluruh peserta Grup B.


Di Grup lainnya, pertandingan belum di mulai. Mereka akan memulai selepas pertunjukan dari Grup B selesai. Mereka ingin melihat bagaimana Ryu mengatasi para peserta di grupnya.


***


Tak butuh waktu lama...


Para peserta sudah menaiki Arena pertandingan. Robot juga sudah muncul di tengah-tengah arena, ia menatap ke sekeliling arena dan pelindung tipis menutupi keseluruhan arena tersebut.


“Baiklah, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pertandingan di Grup B, dengan mode pertandingan Battle Royale...”


“Siapakah yang akan bertahan sampai akhir...”


“Mari kita hitung mundur dari 5 untuk memulai pertandingan...”


Para penonton bersorak dengan keras ketika mendengar hal itu. Robot sendiri menunjukkan ekspresi seperti penyiar pertandingan, serta seorang wasit di Arena.


“Lima...”


Para peserta di grup B saling memandang satu sama lain. Mereka seperti terlihat mengisyaratkan sesuatu yang menarik.


“Empat...”


Para peserta yang berada di dekat Ryu sedikit menjauh dari Ryu. Mereka tahu bahwa penyebab keseluruhan pertandingan adalah Ryu.


“Tiga...”


Ryu hanya menatap ringan terhadap para peserta lainnya, ia melihat seluruh pasang mata peserta Grup B tertuju ke arah dirinya.


“Dua...”


Melihat keseluruhan hal itu, Ryu menyeringai dengan senang. Tangan miliknya terkepal, otot di tangannya mulai terlihat mengeras.


“Satu...”


Ryu mengayunkan pukulannya ke lantai dengan keras, bertepatan dengan seluruh peserta Grup B melesat ke arahnya.


“Mulai...”


Boom!


Ledakan keras terjadi di Arena, para peserta yang melesat ke arah Ryu terpental ke belakang satu persatu. Kemudian, perhatian seluruh orang tertuju ke arah Ryu yang mulai melesat ke arah peserta lainnya.


“Ayo kita menari, Sampah!” Ryu meraung dengan keras. Nyala api emosi para peserta Grup B muncul seketika, mereka meraung marah dan melesat dengan cepat ke arah Ryu.


Di bawah sorakan para penonton yang meriah, Ryu melesat dengan cepat dan menghancurkan berbagai peserta yang berada tepat di depannya.

__ADS_1


Bam! Crash!


“Arh!” Teriakan para peserta satu persatu mulai terdengar, entah ada yang kaki mereka putus, tangan mereka putus, terlempar keras ke belakang, masih banyak hal lainnya.


Ryu menatap ke arah depan, ia melihat sosok peserta raksasa yang siap menghadang dirinya.


“Semut rendahan, Terimalah pukulan dariku!”


Kepalan tangan raksasa terlihat berayun ke belakang. Siluet cahaya melintas di mata Raksasa itu. Bayangan hitam, diiringi deru angin yang bertabrakan, membuat Ryu menjadi lebih semangat.


“Majulah, Raksasa sampah!” Ryu menyeringai, ia menghentikan laju larinya. Tangan miliknya terkepal, otot-otot miliknya mulai berkontraksi dengan hebat.


Di bawah tatapan keseluruhan penonton, Dua kepalan melesat menuju ke arah depan dengan cepat. Kedua kepalan tangan yang tidak sabar untuk bertemu, akhirnya bertabrakan.


Booom!


“Arh!” beberapa peserta yang berada di dekat konfrontasi dua kepalan tangan terbang ke belakang dengan keras.


Debu beterbangan, terlihat sosok kecil melompat menuju ke sosok besar. Kemudian, sosok kecil memukul keras tepat wajah dari sosok besar.


Bam!


Suara pukulan nyaring terdengar di telinga seluruh orang. Kemudian dari balik debu, terlihat sosok besar yang menghalangi Ryu melesat bagaikan peluru menuju ke pelindung arena.


Boom!


Tatapan semua orang ngeri, mereka melebarkan matanya ketika melihat aksi Ryu itu. Orang yang menghina Ryu sebelumnya menelan ludahnya sendiri sekarang.


Debu menghilang, memperlihatkan Ryu yang berdiri sambil menatap ke arah peserta yang tersisa. Ia terlihat senang ketika melihat peserta yang masih banyak.


“Maju, Serang, Dia tidak memiliki kekuatan lagi!” teriakan peserta yang tak tahu malu bergema di Arena. Banyak sorot mata peserta bercahaya sebentar dan melesat kembali ke arah Ryu.


“Itu benar, Dia pasti sudah kelelahan!”


“Hahaha, karena kamu sombong, makan umpan kesombonganmu sendiri!”


“Majulah kalian, para sampah!” Raungan dan Aura Ryu dirasakan oleh berbagai orang dan para peserta lainnya.


Hening, berbagai peserta yang melesat ke arah Ryu, perlahan-lahan melambat. Wajah mereka mulai memutih pucat ketika merasakan tekanan aura dari Ryu.


Para penonton membeku, mereka menatap ke arah Ryu dengan ngeri. Namun, dalam hati mereka benar-benar ada api yang menyala, yaitu api semangat yang membara.


“Maju, Ryu!”


“Ayo kalahkan semuanya!”


Sorakan dari bangku penonton mulai terdengar dengan keras, mereka semua baru kali ini melihat pertandingan yang begitu meriah dan menguji adrenalin mereka semuanya.


Ryu menyeringai, tatapannya menajam dan melesat ke arah peserta lainnya. Tak butuh waktu lama, cukup beberapa detik, Ryu berhasil menghancurkan tiga puluh peserta dalam sekejap.


Setiap Ryu tiba di depan peserta, ia akan mengayunkan tangannya ke arah bahu peserta lainnya. Para peserta yang terkena serangan Ryu, seluruh tulang tangan mereka patah dalam sekejap.


Ryu sendiri tidak peduli, ia menikmati menghancurkan para peserta Grup B itu. Baginya menghancurkan lebih menyenangkan dibandingkan membunuh.


Tak butuh waktu lama kembali, Ryu menghancurkan lima belas peserta. Tatapannya sekarang tertuju ke arah lima peserta lainnya yang terlihat berbeda dari peserta yang ia hancurkan.


Apa yang Ryu sisakan di arena adalah lima peserta yang memiliki emosi berbeda dari peserta lainnya. Kelima orang itu benar-benar ahli dalam mengontrol diri mereka.


Ryu mengetahui hal itu, hanya orang kuat dan memiliki kekuatan yang dapat mengontrol emosinya sendiri.


Ryu tidak banyak bicara, ia menyeringai dan berkedip menghilang dari tempat. Kemudian, ia muncul di depan salah satu dari kelima peserta itu.


Peserta yang didekati Ryu seketika waspada. Ia tahu bahwa Ryu memiliki kekuatan yang melebihi dari dirinya. Namun, rasa takut sama sekali tidak ia miliki.


Ryu mengepalkan tangannya dan mengayunkannya dengan cepat ke arah peserta di depannya.


Peserta itu merasakan serangan Ryu, ia menyilangkan kedua tangannya dan menerima serangan dari Ryu.

__ADS_1


Bam!


Peserta itu mundur dengan keras beberapa meter. Ia merasakan tangannya retak dan rasa sakit menyerang dirinya.


Keempat peserta lainnya tidak peduli, mereka menatap ke arah Ryu dengan tajam. Peserta binatang Singa yang berdiri melesat ke arah Ryu dengan cepat.


“Oh, ada Singa.” Ryu sedikit tertarik dengan kekuatan Singa. Ia berbalik dan menatap ke arah Singa yang melesat ke arahnya.


Tangan Ryu terkepal dengan erat, ototnya mulai berkontraksi kembali. Ryu mengayunkan dengan keras ke arah depan, tepat ke arah kepalan tangan Singa melayang ke arahnya.


Dua kepalan tangan yang begitu kuat saling bertemu, banyak penonton menahan nafas mereka ketika melihat hal itu.


Boom!


Peserta yang terbaring kesakitan di lantai terlempar keras menabrak dinding pelindung arena.


Singa beberapa langkah mundur, ia terdorong oleh pukulan dari Ryu. Meski begitu, semangat binatang Singa sangat tinggi. Arogansi dan kesombongan miliknya membuat ia berani bertarung dengan Ryu.


Melihat Singa yang diam dan terlihat mengisyaratkan dirinya untuk maju, Ryu menyeringai. Ia mengepalkan tangannya kembali, lalu melesat ke arah Singa.


Kedua peserta itu saling mengayunkan kepalan tangan satu sama lain dengan keras. Berbagai peserta yang terbaring di dekat konfrontasi mereka berdua, terlempar keras ke dinding arena.


Boom! Boom! Boom!


Tak butuh waktu lama, terlihat Singa terlempar dengan keras ke belakang dan menabrak dinding pelindung. Tatapan Ryu menyapu ke seluruh Arena, kemudian tatapannya terkunci ke arah tiga peserta yang berkumpul menjadi satu.


Tiga peserta itu terlihat memakai pakaian bela diri sama, mereka memandang Ryu layaknya melihat sampah yang tidak layak dipandang.


Ryu tahu pikiran ketiganya, ia menyeringai dan melangkah dengan santai ke arah tiga peserta itu.


“Menyerahlah, Ryu...”


“Kau kira bisa mengatasi kami bertiga...”


“Apa yang dibicarakan Senior benar, Menyerahlah, Ryu...”


Ryu sama sekali tidak berhenti, ia melangkah dengan ringan dan melihat ketiga peserta itu seperti melihat badut yang menari di depannya.


Ketiganya muram, mereka merasa malu dan marah ketika melihat Ryu sama sekali tidak menanggapi mereka.


Aura ketiganya pecah, kemudian ketiga peserta itu menatap dengan tajam ke arah Ryu.


“Baji*ngan! Aku sudah memperingatimu. Namun, kau memilih menantang...”


“Maka...” Sebelum peserta itu menyelesaikan kalimatnya, Ryu menghilang dari tempat dan muncul tepat di depannya sambil mengayunkan pukulannya.


Boom!


Peserta yang berada di tengah dua peserta lainnya melesat bagaikan peluru menuju ke arah dinding pelindung arena.


Dua peserta lainnya terkejut, mereka melebarkan matanya ketika melihat peserta tengah dipukul keras menuju ke belakang.


Mereka ingin memukul Ryu. Namun, sebuah tendangan keras menyapu ke duanya tepat di wajah mereka berdua.


Boom! Boom!


Ryu menyeringai ketika menghancurkan ketiga peserta itu, ia kemudian berkata dengan nada menghina.


“Kau mau bertarung atau Pidato!”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2