Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 151 - Kubah Kegelapan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Sandar Foran, reruntuhan kuno...


Ryu melesat ke arah Zalan dengan cepat, kaki kanannya menguat dan menendang secara vertikal.


Zalan yang melihat hal itu, tidak tinggal diam. Dia mengangkat tangan kirinya untuk menahan tendangan Ryu tersebut.


Tendangan melesat dengan cepat dan bertemu dengan tangan kiri Zalan.


Boom!


Zalan melebarkan matanya, dia benar-benar terkejut dengan momentum yang dihasilkan dari tendangan tersebut. Awalnya dia mengira dapat menghilangkan rasa sakit, akan tetapi dia akhirnya menyadari bahwa kekuatannya kini tidak berfungsi melawan Ryu.


Zalan sedikit tenggelam ke tanah. Tangan kanannya terkepal erat dan berayun ke arah perut Ryu.


Namun, Ryu sudah menyadari serangan tersebut. Dia tidak khawatir, melainkan dia berputar di udara dan mengayunkan kepalan tangannya untuk berhadapan dengan pukulan Zalan tersebut.


Booom!


Tanah di bawah keduanya seketika terkikis, membentuk cekungan kawah yang sedikit lebih lebar.


Ryu tidak berhenti begitu saja, dia mengepalkan tangan kirinya. Dua kepalan tangan segera melesat ke arah Zalan secara beruntun.


Zalan tidak ada waktu, kecepatan dirinya tidak bisa mengimbangi kecepatan Ryu. Dia hanya bisa menyilangkan kedua tangannya. Namun, dirinya segera memerintahkan sepuluh Obor menyerang Ryu.


Sepuluh Obor mendekat, mereka saling bertumpu tangan melawan Ryu.


Melihat hal itu, Ryu segera melompat dan berputar ke belakang. Dia melihat dua tendangan melaju ke tempat sebelumnya dia berada.


Tendangan lepas landas dan menyerang lurus mengenai Zalan. Namun, saat tendangan akan mencapai tubuh Zalan. Kaki bayangan melebur sama sekali tidak mengenai Zalan.


Ryu tidak banyak bereaksi melihat hal itu, dia segera mendarat. Namun, Zalan segera mengangkat tangan kanannya dan jari-jarinya terbuka lebar.


"Tarikan!"


Mendengar suara rendah Zalan, Ryu seketika merasakan tubuhnya ditarik dengan kuat. Dia sedikit mengerutkan keningnya dan melihat empat sosok bayangan Obor melayangkan tendangan ke arahnya.


Ryu tidak bisa menghindar, dia mendecak ringan. Berikutnya, kedua tangan terkepal dan aura hitam membungkus kembali tangannya tersebut.

__ADS_1


Ryu mengayunkan kedua tangannya secara beruntun. Dua serangan saling bersentuhan satu sama lain.


Boom! Boom!


Namun, akibat tarikan Zalan. Kaki Obor hancur seketika. Ryu menatap lekat ke arah Zalan, kakinya terbungkus kembali oleh aura hitam keunguan.


Zalan mengayunkan kepalan tangan kanannya diikuti dengan ayunan kaki Ryu. Dua serangan saling bertemu satu sama lain.


Boom!


Ledakan keras terjadi, kepulan asap naik ke atas langit menutupi medan pertempuran Ryu dan Zalan.


Rio dan yang lainnya menatap ke arah asap tersebut. Para perempuan sama sekali tidak melihat adanya pergerakan di dalam, akan tetapi Rio jelas melihatnya.


Ryu dan Zalan terpental ke belakang, mereka berdua keluar dari area berasap tersebut. Keduanya tidak bisa mengendalikan pendaratan mereka dan berakhir membentur reruntuhan dan pohon.


Asap menghilang, bertepatan dengan bangunnya Ryu dan Zalan. Keduanya saling memandang, nafas mereka sedikit berantakan. Sudut mulut keduanya mengeluarkan darah segar.


Namun, ekspresi keduanya senang dan mereka menyeringai bersama.


"Zahahaha," tawa Zalan, dua tangan mengeluarkan kabut hitam. Berikutnya, kabut hitam menyebar ke segala arah dengan radius satu kilometer.


Ryu jatuh ke dalam kabut hitam tersebut, dia memandang ke sekelilingnya dan mengetahui bahwa seluruh tempat yang dirinya lihat hanyalah kegelapan.


"Kau sudah masuk ke dalam domain kegelapanku, maka rasakanlah perasaan putus asa!"


Ryu mendengar suara Zalan yang bergema di kegelapan tersebut. Dia menjadi semakin waspada, entah mengapa perasaan bahaya muncul di mana pun tempatnya.


Tepat dengan apa yang dipikirkan Ryu, berbagai kabut hitam di dekatnya mulai naik. Bergerak menyatu dan mengembun, seketika berubah wujud menjadi prajurit serta Obor.


Jumlah prajurit hampir sekitar empat puluhan, sedangkan Obor sendiri ada sekitar puluhan.


Ryu menyapu sekitarnya, tatapan matanya menajam seolah-olah telah membangunkan insting para binatang buas. Ryu segera mengalirkan sejumlah aura ke arah lengannya.


Lengan yang semula keunguan hitam, mulai sepenuhnya hitam. Sinar cahaya dingin melintas di mata para prajurit, mereka bergerak cepat diiringi suara kabut hitam.


Ryu yang merasakan pendekatan itu, dia memutar tubuhnya dan pukulan yang sudah dilapisi aura melayang ke arah prajurit tersebut.


Buff!

__ADS_1


Prajurit hancur menjadi butiran bayangan, akan tetapi detik berikutnya ... Prajurit mulai bangkit kembali.


Ryu mengerutkan keningnya, dia benar-benar terjebak dalam kegelapan lawan. Pikirannya sedikit mulai kacau, fisik sama sekali tidak bisa mengatasi, dia perlu mencari celah untuk keluar dari kabut hitam tersebut.


Sementara itu, Rio dan perempuan lain memandang kubah kegelapan di depannya. Mereka juga melihat adanya Zalan di luar kubah tersebut sambil menyeringai.


Risa, Yuna dan Alice, merapatkan kedua tangannya. Perasaan khawatir sudah tidak bisa ditekan. Mereka ingin segera datang dan masuk ke dalam kubah kegelapan.


"Jangan bertindak bodoh, lawan kita kali ini bukanlah sembarangan orang!"


Ketegasan Siana membuat ketiganya menunduk, meski mereka sekarang kuat. Namun, tetap saja masih belum cukup. Perasaan putus asa itu, mereka benar-benar tidak ingin kembali.


"Apakah tidak ada cara untuk mengatasi kubah itu?"


Risa memandang ke arah Siana, tatapannya sangat menyakitkan. Air mata terbendung di sudut matanya itu, serasa hanya satu getaran lagi. Air mata itu akan keluar, membasahi pipinya.


"Tenanglah, Ryu pasti akan segera keluar. Kubah ini benar-benar kemampuan yang bagus untuk pelatihan." Rio berkata dengan serius.


Dia sama sekali tidak memandang Risa, hanya fokus ke arah kubah dan sesekali memandang Zalan yang berada di luar. Dia sedikit tertarik dengan keluarga Zoid tersebut, mungkin selepas pulang, dirinya akan menyelidiki kasus Zoid kembali.


Kekuatan yang dimiliki keluarga Zoid sangatlah kuat. Kegelapan, itu adalah kemampuan yang sulit untuk diatasi. Hanya kemampuan suci yang dapat mengalahkannya.


Namun, di Dunia sama sekali belum pernah ada seseorang yang membangkitkan kemampuan suci. Karena itulah orang yang berkemampuan suci sangatlah langka.


'Keluarga Zoid, kemampuan kegelapan yang mereka miliki, dapatkah diambil?' Rio menarik sudut mulutnya naik ke atas.


Dia membayangkan dirinya menggunakan kemampuan kegelapan diikuti dengan kemampuan ruang. Dua kemampuan atas bergerak menjadi satu.


Rio semangat, namun dirinya tidak ingin menambahkan kekuatan gelap. Meski terlihat keren maupun kuat. Rio masihlah memikirkan sisi negatifnya.


Sementara Rio bergulat dengan pikirannya, Siana memandang ke arah kubah hitam. Senyum di wajahnya merekah, dia kemudian berkata dengan nada lembut.


"Ryu akan keluar!"


Kalimat itu membuat Rio, Risa, Yuna dan Alice segera memandang ke arah kubah kembali. Apa yang mereka lihat, sesuatu yang sangat cerah kemerahan.


Layaknya api yang siap melahap apapun yang berada di dekatnya.


Rio yang melihat cahaya tersebut, benar-benar terkejut. Dia akhirnya memahami apa yang dilakukan oleh Ryu tersebut.

__ADS_1


"Jadi, begitu ... Sebentar lagi, dia akan keluar. Solusi yang sangat langka dan tidak pernah disadari oleh kebanyakan orang."


To be Continued.


__ADS_2