
Silakan Dibaca.
Ryu dan yang lainnya mulai tiba di rerumputan perbatasan antara reruntuhan dengan Sandar Foran bagian hutan. Ryu yang berada di kepala Ancia, memandang ke arah lain. Di mana dirinya melihat adanya beberapa orang tengah duduk berkumpul.
Ryu menyusutkan matanya dan sudut mulutnya terangkat ke atas. Rio dan yang lainnya, juga mengetahui keberadaan kelompok orang tersebut. Arah mereka bergerak seketika berubah menuju ke arah perkumpulan orang tersebut.
“Ordolf ...! Elli ...!” Ryu berteriak dengan keras, membuat kelompok yang tengah duduk di padang rumput tersebut tergerak. Mereka semua memandang ke arah asal suara tersebut dan sosok pria besar melambaikan tangannya.
Itu benar, kelompok tersebut ialah kelompok Ordolf yang tengah beristirahat selepas pertarungan sebelumnya. Tak butuh waktu lama, untuk kelompok Ryu tiba di dekat kelompok Ordolf.
Ryu turun dari tubuh Ancia dan memandang ke arah Elli yang tengah berbicara dengan dua perempuan asing yang mana keduanya memandang Elli berbinar-binar. Ryu sedikit mengerutkan keningnya karena tidak mengenali kedua perempuan tersebut.
Rio, Siana, Risa, Yuna dan Alice turun dari tubuh Ancia. Mereka juga melihat Elli yang akrab dengan dua perempuan asing tersebut. Namun, Rio dan Siana sedikit mengerut karena mereka merasa pernah bertemu dengan kedua perempuan tersebut.
Rio dan Siana tanpa sadar menatap ke arah Ordolf. Keduanya penasaran dengan dua perempuan asing yang sangat akrab di mata mereka tersebut. Ordolf yang ditatap keduanya, tersenyum tak berdaya. Bagaimanapun juga awalnya dia sama seperti Rio dan Siana tersebut.
“Mereka berdua ialah adik angkat Elli. Mana dan Hana, kalian seharusnya sudah mengenalnya bukan. Misi pemberantasan organ!” Ordolf berkata dengan tenang, akan tetapi cahaya dingin melintas di matanya. Seakan-akan dia membenci misi tersebut.
Rio dan Siana menyusutkan matanya sebentar, kemudian keduanya mengingat di mana Elli menerima dua perempuan kecil yang sangat ketakutan. Namun, selepas Elli merawat keduanya. Elli diberikan tugas yang sangat berat, itu ialah misi luar negeri.
Hal inilah yang membuat Elli kehilangan kedua perempuan tersebut. Juga karena misi itulah yang membuat Elli meninggalkan pangkalan dan tidak pernah mengambil misi apa pun. Bahkan meski dirinya dipanggil untuk misi, dia tidak akan hadir.
__ADS_1
Rio dan Siana sedikit terkejut ketika mendengar bahwa kedua perempuan tersebut ialah adik angkat dari Elli. Keduanya mulai memikirkan apa yang terjadi, akan tetapi Ordolf segera memberitahu keduanya tentang identitas kedua perempuan tersebut.
“Mereka berdua ialah anggota organisasi yang berencana membangkitkan Vortex. Kisahnya ialah di awali ketika Elli mengambil misi. Di mana saat itu, keduanya diculik oleh bos dari organisasi tersebut.” Ordolf berkata dengan nada suara dingin.
Dia membenci bos organisasi pembangkit Vortex tersebut. Hal ini karena bos tersebutlah yang membuat istrinya benar-benar tenggelam ke dalam kegelapan. Beruntung, saat itu dirinya berada di dekat Elli. Jika tidak, Elli akan meninggal dengan penuh rasa bersalah.
Ryu yang berada di dekat Ordolf, jelas mendengar penjelasan tersebut. Hal ini membuatnya seketika mengeluarkan aura membunuh yang sangat kental. Jari jemarinya bergerak, mengeluarkan suara retakan tulang.
Namun, seketika aura membunuh menghilang ketika merasakan enam tangan tengah memeluknya dengan erat. Ryu mengetahui pemilik tangan tersebut, sudut mulutnya terangkat dan tangan kanannya terulur memegang keenam tangan tersebut.
“Aku sudah tenang ...,” kata Ryu dengan pelan. Namun, ketiga orang yang memeluknya jelas mendengar perkataan Ryu tersebut. Mereka bertiga melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah depan Ryu, kemudian berbalik sambil tersenyum manis.
Ketiga orang itu ialah Risa, Yuna dan Alice. Mereka jelas merasakan suasana buruk Ryu sebelumnya. Ketiganya juga melihat niat membunuh yang sangat kuat terpancar dari tubuh suaminya. Entah itu apa penyebabnya, mereka sebagai istri yang baik, wajib menenangkannya.
Elli, Mana dan Hana telah menyelesaikan pembicaraan mereka. Meski Mana dan Hana kurang puas. Namun, saat mendengar bahwa Elli akan berbicara kembali selepas misi di Sandar Foran telah selesai.
Mana dan Hana tentu saja senang, kembali tinggal bersama dengan kakak angkat mereka sangatlah nyaman. Berikutnya, Mana dan Hana mulai mengenalkan diri mereka masing-masing kepada Ryu dan yang lainnya.
“Jadi, bisakah kamu memberitahu kami. Apa yang diinginkan bosmu dengan membangkitkan Vortex tersebut?” tanya Rio, dia benar-benar penasaran dengan tujuan dan maksud dari bos organisasi tersebut.
“Sebelumnya, kami akan menjelaskan singkat terkait organisasi yang didirikan bos tersebut.”
__ADS_1
“Nama organisasi kami ialah World Of Dark. Sebuah organisasi yang bergerak di kegelapan dunia. Bertindak sesuai dengan aturan berbanding terbalik dengan aturan yang terdapat di seluruh dunia.” Mana menjelaskan secara singkat.
“Tujuan dari kebangkitan Vortex ialah sebagai penghancur wilayah Red Star terutama kota Arshna. Entah mengapa, bos sepertinya memiliki dendam terkait dengan kota Arshna tersebut.” Mana mengakhiri penjelasannya.
Ryu, Rio, Siana, Risa, Yuna dan Alice seketika menggelap. Kota Arshna, jelas hal ini membuat mereka tersinggung. Tempat mereka tinggal menjadi target kehancuran seseorang, bagaimana mereka bisa terima akan hal itu.
Ryu dan Rio saling memandang satu sama lain, mereka berdua mengangguk bersama dan berjalan ke arah reruntuhan. Ordolf dan Elli menyadari suasana hati buruk Ryu dan Rio tersebut. Meski dia tidak tahu apakah Ryu kuat namun melihat Rio yang marah. Elli jelas tahu bahwa kali ini Sandar Foran akan tinggal nama saja.
“Ordolf ....” Elli ingin meminta suaminya untuk menenangkan keduanya, akan tetapi Ordolf menggelengkan kepalanya tanda bahwa dirinya sama sekali tidak bisa menghentikan keduanya.
Ordolf jelas sangat tahu kekuatan Rio dan Ryu. Meski Ryu sendiri masih Level empat, akan tetapi level hanya pajangan saja. Sementara kekuatannya di atas dirinya sendiri. Ordolf sendiri pernah melihat tayangan ulang pertandingan Ryu, dia melihat monster yang paling mengerikan yang tengah mendiami tubuh Ryu tersebut.
Siana, Risa, Yuna dan Alice juga bergerak. Mereka tidak menghentikan suaminya masing-masing. Hal ini karena mereka juga marah ketika seseorang ingin menghancurkan tempat mereka selama ini tinggal.
Mana dan Hana terkejut dengan momentum yang dikeluarkan oleh Ryu, Rio, Siana, Risa, Yuna dan Alice. Tanpa sadar mereka menelan ludahnya masing-masing, serta keringat dingin terus bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.
Mana dan Hana bersyukur karena telah bertemu dengan Elli. Jika tidak, keduanya akan dihancurkan oleh Ryu dan Rio tanpa ampun.
Tanah reruntuhan seketika bergetar. Hal ini bukan karena momentum Ryu dan Rio. Melainkan karena Vortex juga sudah lepas dari segelnya.
Ryu dan Rio menyeringai lebar ketika merasakan getaran tersebut. Mereka sama sekali tidak takut, melainkan aura membunuh mereka menyebar dengan cepat.
__ADS_1
“Waktunya menutup wilayah Sandar Foran!”
To be Continued.