
Silakan Dibaca.
Satu Jam telah berlalu...
Ryu berjalan memasuki Arena Penyisihan, ia melihat sekeliling ruangan di mana tidak ada sama sekali orang yang berada di sana. Ryu berjalan masuk diikuti oleh kedua istrinya dan kedua penjaganya.
“Peserta, Ryu Adam telah memasuki ruang istirahat. Di ruang itu, peserta dapat membawa beberapa orangnya dan mereka akan menonton dari ruangan yang di sediakan itu.”
Ryu yang mendengar itu memiringkan kepalanya. Entah kenapa, mirip seperti dengan Turnamen Beruang Perkasa sebelumnya. Orang yang bersamanya akan berada di ruang istirahat peserta.
“Untuk Jadwal, silakan dilihat.” Kelima orang itu penasaran, Ryu memandang jadwal dan melihat bahwa ia akan mengalami sekali pertandingan, begitu juga yang lainnya.
“Sekali pertandingan penyisihan, kemudian melawan semuanya.” Ryu sedikit mengangguk ia paham maksud dari melawan semuanya.
Diambil lima peserta, kemudian bertarung satu persatu. Namun, lawannya adalah semua peserta, kecuali dirinya sendiri. Hasil akhir, ialah yang memiliki banyak kemenangan.
Ryu sedikit setuju akan pengaturan seperti itu. Baginya, Grup hanya terbatas sepuluh, jika ada enam belas. Pasti cukup langsung dalam Penyisihan.
‘Seharusnya, Turnamen ini membuka enam belas Grup. Huff, manajemen pertandingan benar-benar kurang ahli.’ Ryu menggelengkan kepalanya.
“Baiklah, Pertarungan Penyisihan Pertama...”
“Ryu Adam Vs Vander Lade.”
“Silakan kedua peserta memasuki Arena pertandingan.”
Ryu tertegun, ia tidak menyangka akan menjadi orang yang pertama memasuki Arena pertandingan. Namun, ia segera sadar dan memandang ke arah dua istri dan dua penjaganya.
“Aku berangkat.” Risa dan Yuna mengangguk, kemudian keduanya mendekat dan mencium pipi Ryu dengan mesra.
“Hati-hati dan menangkan pertarunganmu.”
Ryu mengangguk, kemudian ia berbalik dan berjalan menuju ke Lapangan Pertempuran Arshna.
***
Lapangan Pertempuran Arshna...
Berbagai sorakan penonton yang berada di bangku benar-benar meriah. Mata mereka tertuju ke arah tengah lapangan Pertempuran Arshna.
“Ryu...”
“Ryu...”
Ryu yang mendengar sorakan para penonton hanya bisa melambaikan tangannya sambil tersenyum tenang. Pandangannya hanya melihat sekilas keantusiasan para penonton, kemudian tatapannya jatuh ke arah depan.
Terlihat seorang laki-laki dengan pakaian hitam ketat, celana tentara dengan warna hitam dan abu-abu. Laki-laki itu, memiliki bekas luka lurus tepat di mata kanannya.
Pandangan Laki-laki itu terus menatap ke arah Ryu, seolah-olah ia harus serius untuk melawan orang di depannya itu.
Ryu tiba di tengah lapangan Arena, Lade sudah berada di tengah lapangan semenjak 20 menit yang lalu. Ia tidak lelah, hanya untuk menunggu musuh yang layak untuk dirinya.
Robot yang bertugas menjadi wasit muncul dari lantai dan berdiri di tengah-tengah kedua peserta. Ia memandang ke kanan dan kiri, memastikan bahwa kedua peserta sudah siap.
Ryu dan Lade yang diperhatikan oleh Robot, keduanya mengangguk dengan ringan. Mereka berdua saling memandang dan tatapan mereka mulai menjadi serius.
“Pertarungan Babak Penyisihan, mari kita undur dari angka 5.” Robot berkata dengan datar, ia mengangkat tangannya lurus ke atas.
“5..” Ryu dan Lade mengatur nafas mereka masing-masing. Keduanya memejamkan matanya sebentar, merasakan udara yang berada di sekitarnya.
“4...” Aura keduanya perlahan-lahan mengembun, tertahan di tubuh mereka masing-masing.
“3...” Kaki dan tangan keduanya mulai bergerak, membentuk posisi bertarung yang mereka miliki.
“2...” Mata keduanya terbuka, siluet cahaya melintas tepat di iris mata mereka berdua.
“1...” Aura keduanya mulai terlepas membuat lantai di bawahnya retak.
“Mulai!!!”
__ADS_1
Ryu dan Lade menghilang dari tempat, keduanya muncul tepat di tengah Arena sambil mengayunkan kepalan tangan mereka masing-masing.
Boom!
Ledakan terjadi, lantai yang berada di bawah konfrontasi mereka berdua, berubah menjadi kawah yang sedikit lebih luas.
Lade merasakan tangannya benar-benar seperti menyerang besi yang sangat kokoh dan kuat. Ia kemudian melakukan backflip ke belakang untuk menjaga jarak dengan Ryu.
Namun, Ryu tidak membiarkan Lade menstabilkan pendaratannya. Ia dengan cepat menghilang dari tempat dan muncul tepat di samping Lade.
Kaki panjang penuh akan kekuatan menyapu ke arah perut kanan Lade dengan keras, membuat Lade meluncur ke arah samping dengan keras dan jatuh di pinggiran arena.
Ryu menghilang kembali dan muncul di dekat Lade sambil mengangkat kaki kanannya lurus ke atas, kemudian meluncur menyerang secara vertikal ke bawah.
Lade merasakan bahaya dari atas, ia mengetuk lantai dengan kakinya dan melesat maju ke depan. Serangan Ryu lurus dan menghancurkan tempat Lade sebelumnya.
Boom!
Lade berguling, lalu memulai posisi kuda-kuda, miliknya. Kewaspadaan dan keseriusan Lade langsung berada di tingkat tertinggi. Ia memandang ke arah Ryu, sebelum ia melihat Ryu menghilang dari tempat.
Lade segera menyadari dan alarm bahaya muncul tepat di depannya. Ia dengan cepat menyatukan kedua tangannya untuk menahan serangan yang akan datang.
Ryu seketika muncul dengan tangan kiri terkepal erat diikuti otot-otot miliknya yang berkontraksi. Ryu mengayunkan tangannya dengan keras ke depan.
Bam!
Lade sedikit terkejut akan serangan yang begitu berat. Ia terdorong mundur dua langkah dari tempatnya berada. Namun, sebelum ia merasa lega, alarm bahaya terus-menerus, ia rasakan dari depan.
Bam! Bam! Bam!
Lade terus terpukul oleh serangan Ryu yang begitu kuat. Ia mundur dua langkah, terus-menerus. Lade sedikit jelek, ia dengan cepat membalas dengan mengayunkan kaki kanannya ke arah kepala Ryu.
Namun, Ryu menyadari serangan Lade. Ia sama sekali tidak menghindar. Melainkan, ia mengayunkan tangan kanannya dengan keras ke arah kaki kanan Lade itu.
Bam!
Ryu sendiri masih menatap ke arah Lade. Ia tidak menyerang dan meretakkan lehernya ke kanan dan kiri. Kemudian, ia menghilang kembali dan muncul tepat di depan Lade yang memegang kakinya.
“Apakah ini tingkatanmu?” Pertanyaan Ryu membuat Lade sedikit tersinggung. Ia memandang ke arah Ryu dengan marah, kemudian ia berdiri dengan stabil meski kaki kanannya sakit.
Lade memandang ke arah Ryu dengan tatapan tajam. “Kau meremehkanku!”
Lade mengambil kain panjang di tangan kanannya. Selepas itu, ia mengikat kain itu tepat di kepalanya sendiri.
Ryu mengerutkan keningnya ketika melihat Lade yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Entah kenapa, Ryu merasa bahwa Lade mengalami perubahan yang aneh untuk kali ini.
Lade memandang ke arah Ryu. Tatapan kosong tanpa ada nyawa di tubuh Lade terlihat. Mata yang sepenuhnya putih, tubuhnya terhuyung-huyung seperti orang mabuk.
Ryu merasa sedikit bahaya ketika melihat sosok Lade yang berbeda dari sebelumnya. Ia menaikkan kewaspadaan dan keseriusan miliknya ke tingkat yang lebih tinggi.
Lade kemudian menghilang dari tempat, kemudian muncul di depan Ryu sambil mengayunkan Pukulan berat tempat ke arah Ryu.
Boom!
Ryu menahan serangan dari Lade, ia sedikit tidak menyangka kekuatan Lade yang sangat besar dan kemampuan di balik lengannya.
Satu serangan di tahan, Lade menghilang kembali dan mulai menyerang Ryu dari segala arah dengan kecepatan yang mengerikan.
Bam! Bam! Bam!
Ryu menahan keseluruhan serangan dari Lade. Ia benar-benar sedikit tertekan dengan serangan yang berasal dari segala arah. Baginya, hal itu baru awal pertama kali menahan serangan yang berasal dari segala arah.
Beberapa menit kemudian, Lade mengayunkan kakinya dengan cepat ke arah kepala Ryu.
Merasakan bahaya mendekat, Ryu dengan cepat menahan serangan Lade dengan pukulan miliknya.
Bam!
Lade terdorong mundur beberapa langkah, nafasnya terlihat tidak teratur. Keringat terus muncul membasahi dirinya.
__ADS_1
Ryu memandang ke arah Lade dengan ringan, ia tahu bahwa Lade berada di ambang batas miliknya. Hal itu, ia ketahui ketika gerakan Lade mulai melambat dan sekarang terlihat terengah-engah.
“Apa sudah batasnya?” Ryu sedikit tertarik sebelumnya. Namun, melihat Lade yang begitu kelelahan, ia menggelengkan kepalanya dengan ringan.
Ryu kemudian menghilang dan muncul tepat di dekat Lade, sambil mengayunkan kakinya tepat di depan kepala Lade.
Bam!
Lade terbang ke belakang dengan keras. Ia meluncur ke sisi batas arena. Ia terbaring dengan lemah dan kepala sudah akan jatuh. Namun, ditahan tubuhnya yang masih di dalam Arena.
Robot yang menjadi wasit keluar dari lantai, ia memandang ke arah Lade. Ia juga memeriksa kondisi dari Lade, sampai akhirnya tangannya terangkat.
“Pemenang Babak Penyisihan Pertama...”
“Ryu Adam.”
Penonton benar-benar tercengang, mereka tidak menyangka Ryu menang. Mereka sendiri sebelumnya yakin bahwa, Ryu tertekan dengan serangan Lade.
Namun, apa sekarang. Ryu memenangkan Turnamen dengan santai. Bagi mereka, itu adalah hal yang menakutkan.
Mereka dengan cepat bersorak dengan senang, terutama idola baru Ryu. Mereka benar-benar senang ketika melihat Ryu menang dengan ringan.
Ryu sendiri hanya melambai, ia berjalan menuju ke ruang tunggu miliknya. Di sana, ia sudah melihat Risa dan Yuna melesat ke arah dirinya dan memeluknya.
“Selamat!” Ryu menerima pelukan keduanya, tubuhnya sekarang besar. Menguburkan keduanya di dadanya sangatlah mudah.
“Terima kasih, juga ke mana Tera dan Selina?” Risa dan Yuna kemudian memeluk lengan Ryu dan berjalan bersama masuk ke dalam ruang tunggu.
“Mereka membeli minuman, serta makanan ringan.” Yuna menjawab pertanyaan Ryu dengan cepat, Risa mengangguk membenarkan jawaban Yuna.
Ryu duduk di ruang tunggu, bersama dengan kedua istrinya. Ia memandang ke arah Turnamen kedua, di mana itu adalah Ito Ma melawan seorang pria hitam dengan otot yang sangat kekar.
“Aura orang itu sangat kuat. Ito, sepertinya harus berjuang melawan orang itu.” Ryu bergumam pelan, akan tetapi kedua istrinya tahu dan memandang ke arah monitor.
Ketiganya menonton pertarungan Ito dengan pria hitam yang akan segera di mulai.
***
Arena Pertandingan...
Ito memandang ke arah pria hitam dengan pakaian hitam ketat dan memiliki lambang ular di punggungnya. Bagi siapa pun tidak ada yang akan tahu. Namun, bagi orang tertentu pasti tahu.
Organisasi Gurun Aransa...
Sebuah Organisasi yang hidup di tengah gurun yang sangat luas. Mereka layaknya bermain-main di gurun luas itu, makanan dan minuman mereka ialah kalajengking besar Viper.
Sebuah jenis monster yang sangat beracun. Namun, daging yang dimiliki sangat enak dan kaya akan protein tinggi.
Racun yang dimiliki oleh Monster itu berguna untuk menjadi minuman bertenaga, bagi mereka. Kehidupan keras dan kuat, membuat mereka benar-benar ditempa dan berani.
Sekarang, Pria itu memandang ke arah Ito. Ia bisa melihat kisaran level lawannya. Namun, ia sama sekali tidak pernah meremehkan.
“Erik Lowen...”
Ito tertegun, ia tidak menyangka bahwa musuhnya memperkenalkan diri sebelum bertarung. Ito segera sadar dan merubah posturnya.
“Ito Ma, meminta saran...”
Robot yang bertugas menjadi wasit sudah berada di tengah-tengah keduanya. Ia memandang keduanya dan mulai mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
“Pertandingan...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1