Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 44 - Masalah Perusahaan Kosmetik


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Pagi hari, Ryu dan kedua istrinya kembali pulang ke rumah. Ketiganya tidak pergi kembali ke tempat Pertandingan Beruang Perkasa.


Hal itu karena, Ryu akan menerima surat khusus di mana, ia akan diberikan lokasi area pertandingannya dengan Beruang Perkasa sendiri.


Risa dan Yuna mengetahui hal itu. Mereka juga, mengetahui bahwa pertandingan Ryu terkait Beruang Perkasa akan di selenggarakan selesai Turnamen Jalanan nantinya.


Masih ada empat hari sebelum Turnamen Jalanan di mulai.


Ryu, Risa, Yuna tiba di rumah. Sebuah bangunan yang besar, luas, dan mewah terlihat di depan mata mereka.


Ketiganya masuk ke dalam rumah, Ryu sendiri memilih untuk duduk di sofa untuk menenangkan pikirannya sekarang. Ia mengambil ponsel miliknya, kemudian melihat-lihat berita terbaru.


Risa dan Yuna sendiri masuk ke dalam dapur. Keduanya ingin membuat sebuah camilan untuk dinikmati bersama.


Ryu memperhatikan beberapa berita yang menarik, sampai akhirnya terdapat berita terkait dengan Novel miliknya yang laris di pasaran.


Ryu menyunggingkan senyum miliknya, kemudian sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya tersebut. Ryu mengerutkan keningnya ketika melihat, nomor yang tidak dikenal tersebut.


Ryu sedikit penasaran dan membuka pesan tersebut.


{Tuan, ini saya Tera. Ada kendala terkait perusahaan kosmetik yang berada diambang kebangkrutan.


Mereka belum memiliki produk yang akan dijual untuk perusahaan nantinya.}


Ryu yang membaca pesan tersebut, sedikit mengangguk paham. Namun, ia sendiri tidak mengetahui terkait Kosmetik.


Ryu memikirkan terkait masalah tersebut, ia bersandar sambil meletakkan ponsel di meja tepat depannya tersebut. Di saat Ryu sedang berpikir, sebuah suara mekanik beserta sebuah panel muncul di depannya.


[Mulailah berlatih untuk menjadi kuat.]


[Misi : lakukan lari kecil mengelilingi halaman rumah selama 5x]


[Hadiah : kotak biasa.]


[Misi khusus dipicu.]


[Pengembangan perusahaan Kosmetik.]


[Misi : Beri Nama Perusahaan.]


[Hadiah : Kotak biasa.]


[Misi kedua : Temukan penyebab perusahaan bangkrut.]


[Hadiah : Kotak biasa 2x.]


[Misi ketiga : Mulai Produk pertama.]


[Hadiah : Kotak biasa 3x.]


Ryu tertegun, ia tidak menyangka akan mendapatkan misi di saat, ia masih bingung harus melakukan apa...

__ADS_1


Risa dan Yuna yang tengah menyelesaikan membuat makanan ringan, mereka keluar dari dapur dan berjalan ke arah Ryu berada.


Keduanya tiba dan duduk di masing-masing sisi Ryu, kemudian menghidangkan makanan ringan yang baru saja mereka berdua buat.


“Kalian membuat ini?” Ryu bertanya sambil mengambil satu makanan ringan dan mulai memakannya.


“Ya, saudari Yuna yang memiliki ide membuat ini. Makanan ini lebih enak dibandingkan yang lainnya.” Risa mengambil makanan ringan sambil memakannya.


“Semuanya berdasarkan resep yang kamu berikan sebelumnya, sayang.” Yuna juga ikut mengambil makanan tersebut.


Ketiganya menikmati makanan, sambil bercanda bersama. Sampai akhirnya Risa bertanya terkait pesan sebelumnya.


“Siapa yang mengirim pesan? Apakah ada masalah?” Ryu mendengar pertanyaan Risa sedikit tertegun, kemudian ia sadar dan tersenyum.


“Tera, ia memberitahu bahwa perusahaan kosmetik tengah mengalami kebangkrutan. Ia membelinya dan bingung harus mengembangkannya.”


Risa mendengar hal itu, berpikir sebentar. Namun, Yuna bertanya kepada Ryu. “Kenapa tidak diubah saja? Kosmetik sama sekali bukan hal mudah, banyak perempuan harus memakai riasan agar efek kosmetik yang buruk tertutupi.”


Ryu sedikit terkejut dengan pernyataan dari Yuna. Risa sendiri mengangguk setuju dengan Yuna, Kosmetik di Dunia Paralel hanya berguna untuk mempercantik sementara saja.


“Bukankah Riasan dan Kosmetik sama?”


Risa menggelengkan kepalanya, ia kemudian menjawab, “Riasan itu mempercantik diri beberapa jam kemudian, sementara Kosmetik untuk mengubah wajah dan kecantikan.”


Ryu sedikit bingung, ia hanya mengangguk memahami saja. Kemudian, Risa berkata kembali. “Baguslah, kalau begitu kita ke perusahaan Kosmetik itu hari ini.”


Ryu tersedak, mendengar hal itu. Yuna yang cepat, ia mengambil air minum dan Ryu meminum air minum itu dengan cepat.


“Sayang, kamu kenapa?” Ryu menggelengkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan dari Risa, ia hanya sedikit terkejut saat makan.


“Tidak... Hanya saja, aku belum memutuskan untuk pergi.” Ryu langsung menjelaskan, ia sedikit tak berdaya melihat istrinya cemberut.


Yuna sendiri tersenyum, ia menikmati hal itu dengan makan makanan ringan.


Risa yang mendengar penjelasan Ryu mengangguk, ia senang ketika melihat Suaminya terlihat sedikit panik saat menghadapinya.


“Kalau kita ke sana sekarang, itu pun tidak masalah. Lokasinya ada di dekat pelabuhan.” Ryu mengambil ponsel dan melihat lokasi tempat perusahaan kosmetik berada.


Risa dan Yuna penasaran, mereka berdua melihat arah menuju perusahaan kosmetik yang dibeli oleh Tera sebelumnya.


“Ini memang dekat dengan pelabuhan. Juga, kemarin aku mengecek bahwa ada event yang berlangsung di lokasi tersebut.”


Yuna mengingat ada sesuatu hal yang berada di pelabuhan itu. Ryu dan Risa memiringkan kepalanya dengan bingung.


Risa sendiri dengan cepat mengambil ponselnya dan melihat event yang terjadi di tempat tersebut. Ryu sedikit tertarik, tetapi ia lebih peduli dengan perusahaan kosmetiknya terlebih dahulu.


Risa membaca beberapa event yang diselenggarakan di pelabuhan dekat perusahaan kosmetik milik suaminya itu. Risa sangat semangat, begitu juga Yuna.


Ryu mengambil makanan ringan terakhir, kemudian memakannya. “Kalau begitu, kita pergi bersama. Aku sedikit ingin cepat mengatasi perusahaan itu. Selepas itu, pergi ke event.”


Risa dan Yuna senang, mereka berdiri dan berjalan pergi menuju ke kamar tidur. Namun, langkah mereka terhenti ketika mendengar suara dari suaminya.


“Kalian ke mana? Kita akan berangkat langsung saja.” Risa dan Yuna tertegun, kemudian Risa menjawab dengan ringan.

__ADS_1


“Kami ingin berkemas pakaian.” Risa dan Yuna masuk ke dalam kamar. Ryu sendiri menggelengkan kepalanya dan beranjak pergi keluar dari rumah.


***


Ryu yang berada di halaman rumah, ia melepaskan pakaiannya dan mulai melakukan peregangan sebentar, selepas itu ia berlari kecil mengelilingi halaman.


Tak butuh waktu lama, Ryu selesai melakukan lima putaran di halaman miliknya. Ia tidak menyangka bahwa halamannya sangat luas, bahkan ia sampai mengeluarkan keringat deras ketika melakukan lari kecil tersebut.


[Ding!]


[Misi harian pertama, selesai.]


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan kotak biasa.]


[Apakah Tuan Rumah ingin membuka kotak biasa?]


Ryu meluruskan kakinya, kemudian ia menjawab, “Ya, buka kotak biasa.”


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Uang 100 Juta.]


Ryu terkejut, ia tidak menyangka bahwa akan mendapatkan uang dari kotak biasa sistem. Ryu kemudian berpikir ulang kembali dan bertanya kepada sistem.


“Sistem, apa saja tingkat kotak?”


[Level kotak.]


[Kotak biasa.]


[Kotak bagus.]


[Kotak sempurna.]


[Kotak misterius.]


[Belum terbuka.]


“Lalu, hadiah apa yang akan didapatkan?”


[Hadiah yang didapat acak Tuan.]


Ryu paham bahwa sistem tidak akan memberitahunya isi dari hadiah nantinya. Ryu tidak masalah, ia kemudian berdiri dan berjalan masuk ke dalam rumah untuk mandi.


Risa dan Yuna yang masih mengemas pakaian, mereka sedikit terkejut ketika melihat Ryu masuk dengan tubuh yang basah oleh keringat.


Ryu memandang ke arah kedua istrinya, ia tersenyum dan berkata, “Aku akan mandi terlebih dahulu. Jika, kalian ingin ikut, ayo masuk bersama.”


Risa dan Yuna tersadar, jujur keduanya terpesona ketika melihat Ryu yang basah oleh keringat. Di saat mendengar ajakan dari Ryu, mereka tidak bisa menolak dan berjalan bersama menuju kamar mandi.


[To be Continued.]


Silakan Like Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2