Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 115 - Akhir Perampokan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Bank Arshna.


Ryu melesat menuju ke dalam bank, para sandera yang melihat Ryu, mereka terkejut dan melebarkan matanya.


“Kalian semua segera keluar!” Tegas Ryu, membuat para sandera segera bangkit dan melarikan diri dengan cepat keluar dari Bank Arshna.


Ryu sendiri dengan cepat menuju ke tempat bom pertama, dia segera memindahkan bom ke dalam ruang penyimpanan sistem. Ide tersebut berhasil, membuat Ryu menghela nafas lega.


Dia dengan cepat melesat mengambil tiga bom lainnya yang masih tersebar di Bank Arshna tersebut. Beruntung dirinya memakai mata malam yang membuatnya dapat mengetahui lokasi bom-bom tersebut.


Tak butuh waktu lama, Ryu telah selesai mengumpulkan keempat bom tersebut. Para satuan militer juga masuk ke dalam, mereka menemukan Ryu yang tengah berjalan ke arah mereka.


Para satuan militer mengangkat senjata ke arah Ryu. Namun, ketua dari satuan militer tersebut melambaikan tangannya tanda bahwa untuk menurunkan senjata mereka.


Selepas senjata diturunkan, ketua satuan militer melakukan gerakan sopan dan memberi isyarat hormat kepada Ryu. Hal ini membuat satuan militer lainnya terkejut.


“Bertemu dengan Instruktur Ryu!” ketua satuan militer menyapa dengan nada tegas. Ryu mengangguk dan ketua satuan militer kembali seperti sebelumnya.


“Instruktur Ryu, beruntung Anda berada di sini. Jika tidak, kami akan kesusahan melawan mereka.” Ryu tersenyum dan membalas dengan ringan.


“Kebetulan aku selesai melakukan pertemuan dengan atasan. Lalu saat pulang, aku melewati tempat ini dan melihat kalian kesusahan.” Ketua satuan militer tersebut mengangguk dalam-dalam.


Memang hari ini ada rapat, namun rapat tersebut hanya khusus untuk instruktur baru yang dipilih oleh Atasan tertinggi dan atasan kota. Hal ini membuat dirinya yakin, bahwa Ryu adalah instruktur nyata.


Ketua satuan militer mengambil benda sebelumnya dan menyerahkan kembali kepada Ryu. Mata seluruh satuan militer melebar melihat benda tersebut.


Jangan dilihat benda itu kecil, namun isinya adalah sesuatu yang sangat berarti bagi setiap militer. Serta, melihat warna dan lambang di benda tersebut, mereka tahu orang di depan mereka tersebut adalah atasan dalam militer.


“Bom sudah kuurus. Aku segera masuk ke dalam, karena bom ini adalah bom waktu, bukan bom pemicu seperti orang itu katakan.” Ketua satuan militer mengangguk, mereka sudah tahu akan hal itu ketika melihat perampok menekan tombol bom dan bom sama sekali tidak meledak.


“Sisanya kuserahkan padamu.” Ryu berkata dengan nada biasa. Kemudian berjalan keluar dari bank Arshna. Semua satuan militer melakukan penghormatan kepada Ryu.


Selepas Ryu keluar, para satuan militer mulai bergerak untuk menindaklanjuti insiden perampokan tersebut. Mereka mulai mengaktifkan kembali sistem keamanan dan menaikkan sistem keamanan tersebut.

__ADS_1


Ryu menjadi sorot media, namun dia dengan cepat menghilang dari tempat. Dirinya menggunakan kemampuan waktu miliknya. Ryu membekukan waktu selama 3 detik. Itu adalah batas dari penggunaannya.


Ryu sudah mengatasi kemampuan waktunya tersebut, dia dapat membekukan waktu selama 3 detik, memundurkan waktu satu menit yang lalu. Saat berada di kapal, dia menggunakan kekuatan waktu tanpa terkendali, sehingga dirinya mengulang waktu terlalu jauh.


Hal ini mirip dengan tindakan ayahnya, awal kebangkitan kemampuan ruang. Ayahnya menghilang entah ke dunia asing.


Sekarang, Ryu memasuki mobil dan menyalakan mobilnya, lalu tiga detik telah berlalu. Para wartawan terkejut melihat orang yang mereka ingin wawancarai telah pergi dari tempat.


Ryu sudah mengemudi mobilnya, dia melaju dengan cepat menuju ke arah rumahnya. Dia ingin berhenti di minimarket, namun dirinya seketika ingat bahwa di rumah sudah ada pemesanan secara instan.


***


Beberapa menit kemudian.


Ryu tiba di rumah, dia memarkirkan mobilnya ke dalam garasi. Kemudian dirinya keluar dari mobil, lalu melangkah menuju ke mesin pengiriman instan.


Ryu masuk ke dalam rumah, namun di sana terdapat Siana yang tengah mengambil minuman satu botol penuh dari dapur.


Siana yang tengah keluar dari dapur, terkejut akan kehadiran Ryu tersebut. Minuman botol terlempar ke atas dan dengan refleks cepat, Ryu menangkap minuman tersebut.


“Hati-hati.” Ryu berkata dengan wajah tak berdaya. Kemudian, dia menatap ke arah botol minuman. Selepas itu membuka tutup botol tersebut.


“Bagaimana kencanmu?” tanya Siana, dia kembali ke dapur untuk melakukan pembelian instan.


“Normal, dia sudah kuberikan buku untuk mencegah kemampuannya tak terkendali kembali.” Ryu menutup botol minuman kosong tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.


“Pesankan aku makanan ringan yang banyak, kita bawa sekalian ke ruang latihan.” Siana menganggukkan kepalanya, meski sebelumnya minumannya telah dicuri, dia tidak terlalu keberatan.


Dirinya belum pernah menggunakan pemesanan instan tiba sebanyak sekarang. Hal ini karena, dia selalu berhemat, apalagi suaminya jarang mengisi uang ke dalam alat tersebut.


Melihat saldo Ryu di dalam mesin tersebut, dia dengan senang hati menghabiskan saldo Ryu. Bagaimanapun juga, makanan ringan dan minuman botol adalah kesukaannya.


Ryu sendiri mengabaikan tingkah Siana, dia berjalan keluar dari ruangan. Selepas itu, pergi menuju ke tempat pelatihan.


Ryu melewati Tea dan Ivan yang tengah mengembangkan kemampuannya dan fisik tubuh mereka berdua. Dia melihat daun milik Tea dapat meninggalkan jejak kerusakan dalam pohon yang besar.

__ADS_1


Sedangkan untuk Ivan, dia melihat bahwa laki-laki itu dapat mengendalikan kayu yang kokoh tanpa ada kerapuhan sama sekali. Namun, kayu tersebut masih terbilang kecil.


Ryu mengangguk puas dan mulai melanjutkan perjalanan menuju ke ruang latihan. Tiba di sana, dia membuka ruangan tersebut dan melihat tiga istrinya yang tengah berlatih di dalam gravitasi 25 kali.


Dia sedikit terkejut melihat tiga istrinya sudah mulai terbiasa dengan gravitasi 25 kali tersebut.


“Kalian sudah mencapai gravitasi 25 kali?” tanya Ryu kepada mereka bertiga. Dia ingin melihat apakah mereka benar-benar sudah terbiasa dengan gravitasi tersebut.


Risa, Yuna, dan Alice terkejut dengan kehadiran suaminya. Mereka tanpa sadar berteriak bersama-sama. “Sayang!”


“Ya, ini aku.. ada apa?” tanya Ryu sambil memiringkan kepalanya. Risa, Yuna, dan Alice menstabilkan nafasnya karena terkejut.


“Kamu mengejutkan kami saat latihan. Juga, untuk gravitasi.. kami sudah terbiasa dengan 25 kali.” Risa berkata dengan nada senang ketika menjawab pertanyaan tentang gravitasi.


“Lari kalian berapa kali?” tanya Ryu kembali.


“100 kali, kemudian sit up dan push up 100 kali. Intinya semuanya 100 kali.” Yuna menjawab dengan detail. Dirinya juga menunjukkan ke arah monitor yang digunakan untuk mengukur kinerja mereka.


Ryu mengangguk dalam-dalam, dia benar-benar terkejut melihat ketiga istrinya dapat menahan gravitasi 25 kali. Di sisi lain, dirinya senang karena peningkatan ketiga istrinya sangatlah tajam.


“Kalau begitu, lanjutkan. Juga, aku meminta Kak Siana untuk membawakan makanan ringan. Kalian bisa mengambilnya nanti.”


Ketiga perempuan itu tersenyum cerah, mereka sangat menyukai makanan ringan, sama dengan Siana tersebut.


“Aku akan ke ruangan sebelah, aku perlu meningkatkan kekuatanku kembali.” Ryu berkata sambil berbalik pergi dari tempat latihan ketiga istrinya. Namun, sebelum itu.. dia mencium kening istrinya masing-masing dan mengucapkan semangat kepada ketiganya.


Risa, Yuna, dan Alice mengangguk dengan penuh semangat. Mereka senang atas perhatian suaminya tersebut. Melihat Ryu sudah pergi ke ruang latihan sebelah, mereka memulai pelatihan kembali.


***


Ryu yang berada di ruangan latihan, juga mulai berlatih dengan gravitasi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dia tidak bisa mengendurkan pelatihannya, dua bulan sudah cukup baginya untuk naik ke level lima bahkan di atasnya.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2