Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 42 - Berhasil?


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Rumah sakit Arshna...


Ryu terbang tak berdaya di sana, ia mengingat pertempuran dirinya dengan Shinkawa. Pertempuran tersebut benar-benar membuat ia tidak bisa tidak depresi.


‘Sial, kekuatanku masih kurang. Bagaimana caraku mengatasi kekurangan kekuatanku tersebut...’


‘Jika aku tidak bisa meningkatkan kekuatan sesegera mungkin, aku takut... Ada yang akan melukai keluargaku dan orang-orang terdekatku.’


Ryu seketika menjadi murung, ia kemudian memandang ke arah pintu bangsal. Di mana pintu tersebut perlahan-lahan terbuka dan menampilkan suster dengan dua perempuan yang tak lain istrinya sendiri.


“Sayang!” Risa dan Yuna melesat ke arah Ryu, keduanya memeriksa tubuh Ryu. Bagaimanapun juga, mereka benar-benar khawatir akan Suaminya tersebut.


“Tenang, aku tak apa... Hanya saja, tenagaku habis.” Risa dan Yuna mendengar hal itu, keduanya menghela nafas lega. Kemudian, kedua orang tersebut memandang ke arah Ryu dan memeluknya.


Suster yang melihat hal itu hanya tersenyum, kemudian menunduk dan pergi dari ruang rawat tersebut.


Ryu membelai punggung kedua istrinya, kemudian ia teringat tentang Orang berjubah sebelumnya.


“Tenang... Aku ingin bertanya? Apakah pertandingan sudah selesai?”


Risa dan Yuna yang memeluk Suaminya mengangguk. Kemudian, Risa melepaskan pelukan terlebih dahulu dan memandang ke arah Ryu.


“Pertandingan itu benar-benar...”


***


Arena pertandingan Arshna...


“Majulah, jika kau bisa membuat diriku mengakuimu... Keluarkan seluruh kekuatanmu!”


Bryan menatap Texas dengan semangat, ia mengepalkan tangannya dengan erat. Otot-otot dalam tangannya tersebut terus berkontraksi.


Bryan melesat dan mengayunkan pukulannya tepat dada milik Texas.


Bukkk...


Pukulan Bryan benar-benar tidak terpengaruh oleh tubuh Texas tersebut. Bryan tidak berkecil hati, ia terus memukul tubuh Texas dengan seluruh kekuatannya.


Bukk... Bukk... Buk...


Pukulan bertubi-tubi menyerang Texas dengan ganas. Texas hanya diam, ia hanya memandang Bryan dengan biasa.


Bryan benar-benar tak menyangka dengan kekuatan pertahanan Texas tersebut. Dirinya terkejut dan menambah kekuatan miliknya ke tingkat yang lebih tinggi.


Texas menyipitkan matanya, ia merasakan bahwa pukulan Bryan semakin terasa. Namun, Texas hanya merasakan pukulan tersebut mirip bulu yang lewat.


Bryan melompat mundur dan terengah-engah sambil memandang ke arah Texas yang masih berdiri tegak dengan utuh tanpa ada luka maupun sobekan dalam pakaiannya.


Seluruh Arena hening, mereka menahan nafas mereka cukup lama ketika melihat kejadian tersebut.


Risa dan Yuna sudah menduga hal itu. Namun, tetap saja sosok Texas membuat mereka sedikit takut.


Bryan memandang ke arah Texas, ia benar-benar sudah mengerahkan seluruh kekuatan miliknya. Serangan yang begitu kuat, sama sekali tidak menggores bahkan mengurangi pakaian pria yang berada tepat di depannya tersebut.


“Cih... Mana mungkin, pukulanku tidak bisa menyobek bahkan melukai tubuhmu!”


Bryan dengan adrenalin tinggi, melesat ke arah Texas dengan cepat. Tangan kanannya terkepal dengan erat, ia melakukan posisi menyerang.


Texas masih menatap Bryan, ia sedikit tertarik dengan kekuatan yang Bryan tunjukkan kali ini.


Texas hanya diam, ia ingin merasakan kekuatan tersebut.

__ADS_1


Bryan tiba di depan Texas, ia mengayunkan pukulannya dengan cepat dan kuat. Pukulan tersebut mengarah tepat di perut Texas.


Bughhh...


Suara pukulan terdengar. Namun, Bryan menatap ke arah pukulannya dan tercengang melihat ke depan.


Texas tidak bergeming sama sekali, ia bagaikan dinding yang kuat dan kokoh. Pukulan yang Bryan lancarkan sama sekali tidak berefek kepadanya.


Texas memandang ke Bryan, ia kemudian berkata dengan suara berat. “Bocah, apakah kau sedang bermain-main denganku?”


“Sejak awal sudah kubilang, keluarkan semua kekuatanmu. Namun, kau mengeluarkan setengah-setengah.”


Texas muram, ia benar-benar merasa dihina oleh pemuda di depannya tersebut.


Aura penekanan yang kuat, keluar dari tubuh Texas. “Bocah, apakah kau tahu arti dari Texas?”


Bryan bercucuran keringat dingin sekarang, ia benar-benar salah sejak awal untuk tidak menggunakan kekuatan penuh. Sekarang, ia harus menerima akibatnya.


“Ak-aku, Tid-Tidak ---“


Aura Texas semakin membesar, tangan kanannya yang besar berayun ke belakang. Kemudian, ia mengepalkan tangannya dengan keras.


“Texas adalah Texas... Texas ialah kejujuran!”


Tangan Texas melesat dengan cepat dan menghantam ke arah perut Bryan dengan keras.


Boomm...


Bryan terkejut, ia benar-benar bereaksi terlambat. Bryan terbang dengan keras dan menabrak penghalang Arena sampai hancur. Kemudian, tertanam di dinding Arena.


Dinding Arena terlihat berbagai retakan-retakan yang terus menjalar menjadi lebar. Retakan tersebut dalam sekejap berhenti di tengah-tengah bangku penonton.


Berbagai penonton beruntung berada di belakang Texas, mereka tidak menyangka satu serangan Texas hampir menghancurkan sebagian Arena.


***


Keheningan, Ryu terkejut dengan hal tersebut. Bukan, tentang kekuatan Texas melainkan nama asli orang tersebut.


“Rio Adam...” Ryu berpikir dengan keras, ia mencoba mengingat tentang siapa orang tersebut. Namun, sekeras dirinya berpikir, ia sama sekali tidak menemukan apapun.


“Aku tidak tahu... Sebenarnya, aku sedikit terkejut akan namanya tersebut. Aku tidak ingat, tentang keluarga dan kerabatku sendiri.”


Ryu tidak ingat pernah bertemu dengan nama belakang Adam. Baginya nama itu, hanya ada satu yaitu dirinya.


Namun, ketika mendengar ada yang memiliki marga yang sama dengannya, ia tidak bisa tidak terkejut.


Ryu memikirkan hal itu, belakangan terlebih dahulu, ia menatap ke arah Risa dan Yuna. Terlihat kedua perempuan tersebut sangat lelah.


Ryu memahami istrinya lebih dari siapa pun. Ryu kemudian, mengulurkan tangannya dan mengangkat Risa ke dalam ranjang rumah sakit.


Risa terkejut, tetapi ketika dirinya berbaring di tempat yang nyaman, ia tidak bisa tidak menutup matanya dan tertidur.


Ryu juga melakukan hal sama kepada Yuna, ia mengangkat dan membaringkan di ranjang rumah sakit tersebut.


Ryu sendiri berbaring di tengah keduanya, ranjang lebar ukuran hampir sama dengan King Size.


Selepas ia berbaring di tengah-tengah, Ryu ingin memejamkan matanya. Namun, sebuah suara membangunkan dirinya.


[Ding!]


[Selamat, Tuan Rumah menyelesaikan misi untuk pertama kalinya.]


[Hadiah : Keterampilan acak.]

__ADS_1


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan keterampilan Melatih (Rendah.)]


Ryu terkejut, misinya hanya memenangkan Turnamen Beruang Perkasa. Namun, ia belum melawan orang yang bernama Texas.


Ryu sedikit bingung dengan sistem tersebut. Namun, berbagai informasi terkait melatih masuk ke dalam otaknya.


Ryu terkejut, ketika merasakan informasi masuk. Melatih Tentara dan Melatih Siswa, membuat Ryu sedikit memahami kenapa Guru paling di cari di Dunia Paralel...


‘Apakah akan waktunya berganti profesi?’


[Misi Harian aktif.]


[Misi akan diberikan setiap hari, misi ini sangat ringan dan tidak ada hukuman.]


[Misi khusus aktif.]


[Misi akan diberikan kepada Tuan Rumah, ketika mengalami kejadian khusus.]


Ryu memahami hal tersebut, kemudian ia memandang ke arah layar sistem dan bertanya dalam hati.


‘Nah, Sistem... Bukankah aku belum menyelesaikan misinya?’


[Misi Turnamen Beruang Perkasa sudah selesai, Texas atau Rio Adam tidak dianggap dalam sistem.]


[Hal itu karena, tingkat level lawan tidak sesuai dengan kriteria aturan dari pertandingan.]


Ryu akhirnya paham, kemudian ia bertanya kembali.


‘Sistem, tunjukkan tingkatan Level dan jelaskan masing-masing...’


[Dimengerti...]


[Harap menunggu..]


[Level Dunia Paralel.]


[Level 1.]


[Level 1 memiliki kekuatan antara 10-50]


[Level 2.]


[Level 2 memiliki kekuatan antara 50-150.]


[Level 3.]


[Level 3 memiliki kekuatan antara 151-300.]


[Level 4.]


[Level 4 memiliki kekuatan antara 301-600.]


[Level 5.]


[Level 5 memiliki kekuatan antara 601-1000.]


[Selanjutnya masih terkunci. Harap tingkatkan kekuatan dan keuangan Anda, Tuan Rumah.]


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2