Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 82 - Ryu Vs Sebastian 4 Akhir


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Tanah Tandus Bukit Arham.


Ryu memandang dengan terkejut dengan perubahan Sebastian kali ini. Ia mengalirkan seluruh otot-otot miliknya ke semua tubuhnya.


Angin berembus kencang mengibarkan rambut keduanya, kemudian Ryu yang mengalirkan seluruh otot-otot miliknya ke dalam tubuhnya, mendapatkan fisik dan berbagai indranya meningkat.


Penciuman, Pendengaran, Penglihatan, Respons, semuanya meningkat dua kali lipat. Namun, saat Ryu melihat Sebastian yang memulai serangan, pupilnya melebar.


“Cepat.” Kata Ryu, ketika melihat Sebastian dalam sekejap muncul di depannya dengan kepalan tangan sudah tepat berada di wajahnya.


Booom!


Ledakan keras terjadi, Ryu terpental dengan kuat ke belakang. Ia merasakan rasa sakit di kepalanya. Rasa sakit tersebut sangatlah kuat, bahkan melebihi dari rasa sakit lainnya.


“Arhh!” teriak Ryu kesakitan, kemudian ia menabrak dinding batu di belakangnya. Ryu melebarkan matanya, ketika merasakan rasa sakit di punggungnya.


‘Sial! Kekuatannya benar-benar di luar kekuatanku!’ batin Ryu, ia kemudian merasakan bahaya tepat di sampingnya. Namun, tubuhnya tidak bisa mengimbangi perasaannya.


Boom!


Ryu terkena tendangan tepat di samping perutnya, ia terpental kembali ke samping dengan kuat.


Ryu tidak bisa menahan rasa sakit, entah kepalanya maupun perutnya. Keduanya benar-benar membuatnya merasakan kematian dalam sekejap.


Boom!


Ryu menabrak ke dinding batu kembali, ia terbaring di sana. Sementara Sebastian memandang ke arah Ryu, ia tidak menyerangnya kembali.


“Sepertinya, tahap ini saja kekuatanmu.” Ucap Sebastian, kemudian ia berjalan santai menuju ke arah Ryu.


Namun, saat setengah jalan.. Sebastian berhenti dan menatap ke arah Ryu yang tengah berjuang untuk berdiri di tempat.


Nafas Ryu benar-benar kasar, ia juga terbatuk penuh akan darah. Wajahnya benar-benar mengeluarkan darah mulai dari kening, hitung, dan pipinya.


“Uhuk.. Uhuk.. Hah.. Hah.. tidak aku sangka, akan menjadi seperti ini.” Ucap Ryu dengan senyum seringai.


Sebastian mengerutkan keningnya, namun ia tetap menunggu apa yang ingin dilakukan oleh Ryu. Ia ingin melihat perjuangan terakhir dari Ryu.


Terlihat Ryu menstabilkan nafasnya, tubuhnya gemetar karena kekuatannya sudah mencapai batasnya.


Namun, apakah Ryu benar-benar berhenti begitu saja. Tentu saja, ia tidak akan menyerah begitu saja.


‘Sistem, tingkatkan kekuatan.’


[5x Kekuatan : 2 Poin.]


Arus hangat menerpa Ryu kembali. Luka yang dirinya dapatkan mulai membaik, namun tidak untuk luka yang sedikit merusak.


Sebastian tertegun, ia tidak menyangka bahwa Ryu akan memulihkan kondisinya kembali. Namun, ia tahu bahwa Ryu hanya memulihkan luka kecilnya.


‘Pemulihannya benar-benar sudah mencapai batasnya.’ Batin Sebastian. Ia kemudian mengepalkan tangannya dengan erat-erat.


“Ryu, kerahkan seluruh kekuatanmu. Kita akan mengakhiri dengan satu serangan.” Teriak Sebastian dengan keras.

__ADS_1


Percikan-percikan api muncul di dekat tangan kanan Sebastian, setiap percikan mengeluarkan ledakan kecil-kecil.


Ryu tidak menjawab, ia menaikkan kembali kekuatannya kali ini.


[5x Kekuatan : 3 Koin.]


Arus hangat muncul kembali menerpa tubuh Ryu, kali ini luka-luka yang belum disembuhkan mulai disembuhkan dengan cepat.


[5x Kekuatan : 4 Koin.]


Arus hangat kuat menerpa Ryu lagi, kali ini kekuatannya meningkat tajam. Tangannya terkepal erat-erat, berbagai kekuatan terkumpul di tangannya.


[5x Kekuatan : 5 Koin.]


[5x Pertahanan : 1 Koin.]


[Selamat, Tuan Rumah dapat menambahkan Otot sebanyak 20x.]


Arus panas menyerang Ryu seketika, kekuatan yang sangat kuat terkumpul di tangannya. Angin yang berembus di dekat Ryu mulai menguap.


Sebastian tidak peduli akan perubahan dari Ryu, ia sudah tahu keabnormalan tubuh dari Ryu, jadi ia tidak peduli sama sekali.


Fokusnya kali ini mengumpulkan kekuatan di tangan kanannya. Begitu juga dengan Ryu.


Tanah di sekitar Ryu mulai naik dan hancur dalam sekejap, dua puluh otot memenuhi kembali tangan kanannya.


Kini tangan Ryu benar-benar terlihat besar, mirip seperti tangan King Kong yang besar.


Detik berikutnya, kedua melesat ke depan. Jalur yang dilalui Sebastian meleleh berubah menjadi jalan lahar. Sementara, jalur yang dilalui Ryu semuanya hancur dan lebih dalam dari sebelumnya.


Keduanya mengayunkan pukulan mereka satu sama lain.


Api membumbung tinggi membentuk jamur menembus langit. Kawah besar terbentuk di bawah, kawah itu penuh akan lahar yang menyala.


***


Para penonton melebarkan matanya, mereka terkejut dan tidak bisa berkata-kata lagi. Mereka tidak menyangka kekuatan kedua peserta akan sebesar itu.


“Pemusnah Dunia..” Hanya dua kata itu yang muncul di pikiran mereka masing-masing. Mereka tidak bersorak, mereka diam dan meneguk air ludahnya masing-masing.


***


Ruang tunggu Ryu.


Risa dan Yuna terkejut dan menampilkan wajah yang penuh akan kekhawatiran, mereka benar-benar gelisah dan panik sekarang.


Namun, kekhawatiran mereka mereda ketika suara robot terdengar di telinga keduanya.


“Tenang, kedua peserta tidak akan kehilangan nyawa.” Dengan ucapan robot tersebut, Risa dan Yuna tenang, namun dalam hati tetap mengkhawatirkan Ryu.


***


Ruang Monitor.


Roa, Sanda, Rock, dan Emma berdiri dari duduknya. Mereka tidak menyangka kekuatan keduanya akan sampai membentuk jejak nuklir.

__ADS_1


Mereka bukan terkejut akan Sebastian, mereka sendiri tahu kekuatan nyata Sebastian, mereka tahu bahwa Sebastian belum mengeluarkan keseluruhan kekuatan.


Namun, yang mereka perhatikan adalah Ryu.. seorang level tiga benar-benar memiliki kekuatan bagaikan Nuklir, hal ini benar-benar monster.


“Bocah ini, lagi-lagi menentang hukum logika.” Ucap Roa, tanpa sadar. Ia benar-benar masih terkejut, akan penampilan kekuatan dari cucunya.


“Yah, meski itu cucumu. Namun, kekuatannya benar-benar melampaui dari seluruh Generasi Keluarga Adammu.” Kata Sanda dengan keras.


Roa mengangguk, apa yang dibilang Sanda benar. Tidak ada yang memiliki kekuatan sebesar Ryu di Keluarga Adam.


Roa sendiri bertanya-tanya, apakah Ryu benar-benar cucunya. Namun, segera menghilangkan pikiran itu, karena ia yakin bahwa Ryu adalah anak dari putranya.


Anak... Roa sendiri mengingat bahwa putranya tidak membawa istrinya ketika membawa anaknya dan menyerahkan ke dalam keluarga Adam.


‘Sial, Bocah ini.. jika aku bertemu dengannya akan kuremukkan semua tulangnya. Datang memberikan anaknya, namun tidak memberitahu Ibunya.’ Batin Roa dengan penuh amarah.


Namun, ia segera menenangkan dirinya dan menatap ke arah monitor kembali, di mana ledakan jamur sudah menghilang sepenuhnya.


***


Tanah Tandus Bukit Arham.


Asap yang begitu tebal perlahan-lahan mulai menghilang, kini terlihat di masing-masing ujung terdapat sosok orang yang duduk dan berbaring.


Sosok orang yang duduk ialah Sebastian, ia benar-benar kelelahan dan terengah-engah sekarang. Meski ia tidak menggunakan kekuatan penuh, namun menahan serangan terakhir Ryu, ia perlu mengerahkan hampir seluruh kekuatannya.


Bukan karena kemampuan Ryu kuat, melainkan kemampuan Ryu terus meningkat dan tidak terkendali sama sekali. Hal itu, membuat Sebastian perlu mengontrol kekuatannya lebih kuat agar tidak membunuh dirinya dan Ryu sendiri.


Sebastian memandang ke arah sisi lain, di mana Ryu tengah berbaring. Ia kemudian bergumam satu hal.


“Anak ini, benar-benar monster.”


Sekarang, Ryu terbaring pingsan di tempat. Tubuhnya bergetar karena kekuatan yang digunakan melebihi dari batasnya.


Sistem sendiri tidak mengambil alih kali ini, karena pertarungan sudah berakhir semenjak tadi.


Robot yang mengirimkan kedua peserta tersebut, mulai muncul di lokasi pertandingan keduanya. Ia melihat sekeliling dan muncul di dekat Ryu.


Robot itu mengirimkan Ryu menuju ke rumah sakit Arshna untuk menerima pengobatan lebih cepat.


Selepas Robot mengirimkan Ryu ke rumah sakit Arshna, ia muncul di dekat Sebastian dan kembali menuju Arena Pertandingan.


***


Arena Pertandingan.


Robot dan Sebastian muncul, kemudian Robot berteriak dengan keras.


“Pemenang untuk Final adalah...”


“Aku menyerah!!”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2