
Silakan Dibaca.
Tiga hari kemudian.
Ryu telah melakukan pelatihan selama tiga hari. Dia sekarang sudah melangkah seperempat dari menuju ke Level Lima. Ryu mengecek statusnya kali ini.
[Status.]
[Nama : Ryu Adam.]
[Umur : 19 tahun.]
[Uang : 1 Triliun.]
[Koin : 1.711.000.]
[Kekuatan : 400.]
[Pertahanan : 400.]
[Kecepatan : 400.]
[- Keterampilan.]
[+ Memasak (Sangat Baik.)]
[+ Menulis (Sangat Baik.)]
[+ Raja Perang (Sangat Baik.)]
[+ Melatih (Level 1.)]
[+ Mengemudi (Sangat Baik.)]
[+ Melukis (Rendah.)]
[- Keterampilan Khusus.]
[+ Manipulasi Kekuatan Otot (Level 2.)]
[+ Mata Malam (Level 1.)]
[+ Penguatan Tubuh (Level 1.)]
[+ Waktu (Level 1.)]
[+ Raja Pencuri (Level 1.)]
[- Sistem Level : 4.]
[- Penyimpanan.]
[+ Ramuan Pertahanan.]
[+ Telur.]
__ADS_1
[+ Tiket Peningkatan Kemampuan Khusus.]
[+ Tiket Peningkatan Kemampuan.]
[+ Minuman Penyembuhan.]
[+ Bom Waktu 4x.]
[+ Kotak Sangat Baik 3x.]
Ryu kemudian melihat tempat pembelian.
[5x Kekuatan : 1.000.000 Koin.]
[5x Pertahanan : 1.000.000 Koin.]
[5x Kecepatan : 1.000.000 Koin.]
Ryu tidak bisa untuk mati rasa melihat jumlah Koin yang dibutuhkan untuk meningkatkan kekuatannya kembali. Dia hanya bisa menghela nafas panjang dan menguatkan tekadnya kembali bahwa kali ini, jalannya masih panjang.
Tiga hari sendiri, sudah memuaskan bagi Ryu. Dia meningkat sangat tajam kali ini, begitu juga dengan Risa, Yuna, Alice, Siana, Tea, dan Ivan. Mereka juga meningkat sangat tajam, pelatihan yang dirinya berikan benar-benar bermanfaat untuk semuanya.
Sekarang hari sabtu, di mana saat Ryu ingin memulai pelatihan kembali. Terdapat panggilan dari nomor yang tidak dikenal, namun saat Ryu mengangkat panggilan tersebut. Ternyata yang memanggilnya adalah Roa.
Ryu dan keenam orang lainnya, di minta untuk pergi ke pelabuhan. Kali ini mereka memiliki tugas, yaitu membunuh para monster liar yang datang dari Utara.
Sesuai dugaan seluruh orang, bahwa utara tengah terdapat masalah. Banyak Monster yang tidak seharusnya berada di tempat mereka. Hal ini, membuat monster yang berada di selatan mengamuk dan akhirnya kedua monster berbeda wilayah saling bertarung satu sama lain.
Monster Utara jelas kuat, mereka berhasil memukul mundur para monster wilayah selatan. Monster Utara tidak puas, mereka mulai mengamuk dan bergerak secara gerombolan menuju ke perbatasan Negara Red Star.
“Aku tidak menyangka, monster Wilayah Utara akan benar-benar mengamuk.” Ryu berkata dengan serius, dia memperhatikan keenam orang yang berada di belakangnya tersebut.
“Utara, sebenarnya apa yang terjadi di sana?” tanya Siana, dia penasaran. Ini bukan lagi, masalah biasa melainkan masalah bencana. Seluruh monster utara mulai menginvasi menuju ke Selatan. Hal ini bukanlah mudah untuk ditangani.
“Aku kurang tahu, namun menurut kakek. Wilayah Utara tengah terjadi pemanasan yang ekstrem. Hal inilah yang membuat para monster tidak kuat dan mulai berpindah wilayah.” Ryu menjelaskan apa yang dibilang oleh kakeknya.
Tea dan Ivan gugup, mereka baru kali ini pergi berperang. Namun, keduanya segera menjadi rileks, ketika Tera dan Selina menepuk bahu mereka berdua.
“Tenanglah, apapun yang terjadi. Kalian tetap akan selamat.” Tera berkata dengan tegas, dirinya yakin bahwa tuannya tidak akan membiarkan seseorang yang berada di bawah bimbingannya mati dalam sekejap.
Penguatan Tera berhasil, mereka berdua mengangguk dan mulai menjadi lebih percaya diri dibandingkan sebelumnya.
Mobil Jeep tempur melesat menuju ke pelabuhan. Tak butuh waktu lama, mereka tiba di pelabuhan. Di sana ada berbagai barisan pasukan yang siap untuk terjun berperang.
Para orang-orang militer menatap ke arah Jeep yang dikendarai oleh Ryu dan yang lainnya. Mata mereka menunjukkan penuh ejekan ketika melihat di sana terdapat Ivan dan Tea.
Jeep berhenti, Ryu dan yang lainnya keluar. Para pemimpin pasukan lainnya juga menatap ke arah kedatangan Ryu dan yang lainnya tersebut.
Fokus para pemimpin ke arah Ryu, namun ketika mereka menatap Ryu dalam-dalam. Mereka segera menarik pandangan dalam sekejap. Tubuh mereka penuh dengan keringat dingin yang begitu deras.
Ryu sendiri tidak peduli, dia sama sekali tidak menyembunyikan auranya dan mengeluarkan auranya yang mengamuk tersebut. Banyak orang-orang militer tertekan oleh aura dari Ryu.
“Ivan, Tea, ingat apa kataku.. kuat adalah segalanya, jika kamu kuat, kamu dapat membungkam mereka sepenuhnya.” Ryu berkata dengan penuh ketegasan.
Ivan dan Tea mengangguk dalam-dalam, mereka sangat menghormati Ryu. Mereka memang awalnya mengabaikan tatapan menghina tersebut, namun selepas mendengar kalimat instruktur mereka.
__ADS_1
Ivan dan Tea mulai mengukir jauh di dalam hatinya, jangan menahan kekuatanmu ketika dihina. Lepaskan dan buat mereka ketakutan dengan auramu. Kuat adalah benar, dan kuat ialah segalanya.
Kata-kata Ryu, satu persatu terukir di hati mereka berdua.
“Ryu, hilangkan auramu. Kita tidak bertarung dengan sesama manusia. Kali ini lawan kita adalah monster dari utara.” Suara tegas terdengar oleh Ryu dan yang lainnya.
Ryu memandang ke arah asal suara tersebut, dia melihat seorang pria tua yang dulunya pernah bertarung dengan dirinya.
“Pak Tua, ternyata kamu sudah keluar dari rumah sakit.” Ryu berkata sambil bercanda kepada Pria Tua tersebut, yang tak lain ialah Sebastian.
“Nak, sepertinya pertarungan sebelumnya belum kelar. Bagaimana kalau selesai mengatasi monster-monster Utara, kita melakukan sparring ringan.” Sebastian menatap tajam ke arah Ryu.
Ryu menyeringai dan berkata dengan nada penuh akan keberanian. “Ayo, siapa takut.”
“Baiklah, kalian berdua berhenti bermain seperti anak-anak.” Sebuah suara muncul kembali di dekat mereka berdua. Pemilik suara tersebut ialah Walikota Arshna, Sanda.
Ryu memalingkan wajahnya ke arah laut lepas. Sebastian juga melakukan hal sama dengan Ryu. Sanda yang melihat keduanya seperti itu, hanya bisa menghela nafas tak berdaya.
“Apakah itu instruktur baru di militer?” tanya prajurit A.
“Ya, memang dirinya. Aku tidak menyangka bahwa Instruktur sangatlah muda.” Prajurit B menyahut dengan cepat.
Berbagai prajurit, mulai berbisik-bisik kepada rekannya yang berada di sebelahnya tersebut. Ryu dan para pemimpin lainnya mengabaikan bisikan para prajurit.
Ivan dan Tea berdiri di belakang Ryu, mereka berdua diminta Siana untuk berada di bawah perlindungan Ryu. Begitu juga, Risa, Yuna, dan Alice.
Ada juga prajurit yang ingin menggoda Risa, Yuna, dan Alice. Namun, apa yang mereka dapatkan adalah sebuah tamparan yang keras, alhasil membuat orang tersebut kehilangan separuh giginya dan pingsan di tempat.
“Datang, segera bersiaplah kalian.” Rio berkata dengan nada serius. Bayangan-bayangan hitam besar mulai muncul satu persatu di kejauhan lautan lepas.
Ryu kemudian mengangkat tangan kirinya, Ivan yang berada di sebelah kiri Ryu memahami apa yang harus dirinya lakukan.
Ivan maju di depan seluruh pemimpin dan prajurit. Dia berdiri di ujung pelabuhan, sikapnya tegas dan begitu juga keinginan bertarungnya lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
“Apa yang dilakukan peringkat bawah sendiri itu.”
“Apa dirinya ingin mati terlebih dahulu, dasar sampah tetaplah sampah.”
Berbagai cacian dan makian terdengar halus. Para pemimpin prajurit merasa kasihan dengan Ivan. Namun, mereka penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Ivan tersebut.
Di bawah cacian dan makian seluruh prajurit, Ivan menyatukan kedua tangannya dan berteriak dengan keras.
“Dinding Pohon Seribu tahun!” teriakan Ivan jelas, para prajurit yang menertawakan Ivan segera mereka berhenti. Kemudian, terdengar suara retakan di dalam tanah.
Boom! Boom! Boom!
Berbagai prajurit terkejut melihat Ivan melakukan hal tersebut. Namun, sebuah suara terdengar dalam kepala mereka
“Waktunya berperang.”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.