Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 24 - Perusahaan Penerbit Kobayashi


__ADS_3

Silahkan Dibaca.


Perusahaan penerbit Kobayashi, sebuah perusahaan yang terletak di pinggir kota Arshna. Perusahaan ini akan terancam bangkrut karena tidak ada sesuatu yang benar-benar menjadi pemasukan untuk perusahaan tersebut.


Seorang perempuan cantik, rambut panjang merah gelap dibuat ekor kuda, iris mata berwarna hitam cerah, dengan setelan jas kantor memakai kacamata, tengah duduk bersandar di kursi tempat kantornya berada.


“Perusahaan ini dibeli, tetapi aku tidak ingin perusahaan ini diubah...” Perempuan itu benar-benar tak berdaya untuk sekarang, dia ingin perusahaan tetap jalan dan tidak diubah. Namun, kemampuannya tidak bagus sama sekali.


“Sebentar lagi, orang yang membeli perusahaan ini akan tiba... Apakah aku akan diusir, begitu juga yang lainnya...” Tatapan perempuan itu kosong, seolah-olah semuanya sudah tidak ada harapan sama sekali.


Perempuan itu kemudian menatap ke arah luar jendela dan menemukan sebuah mobil CR-V Black Edition tengah berhenti di depan perusahaan.


“Apakah itu orang yang membeli perusahaan ini... Aku harus turun dan menuntunnya ke sini.” Perempuan itu berdiri dan berjalan dengan cepat. Jejak kepanikan terlihat di matanya.


***


Ryu dan Tera tiba di perusahaan. Ryu selama dalam perjalanan menuju ke perusahaan, dia mulai menulis berbagai bab terkait Sherlock Holmes.


Ryu menulis ke dalam laptop yang Tera beli. Dia awalnya menyuruh Tera membeli laptop yang spek tertinggi, sebelum menjemput dirinya.


Tera tak ambil pusing, dia membeli laptop yang termahal, kemudian datang menjemput Tuannya tersebut. Selepas itu keduanya berangkat menuju ke Perusahaan.


Sekarang Ryu dan Tera tengah memandang perusahaan penerbit tersebut. Tak butuh waktu lama, seorang perempuan tengah turun mendatangi keduanya.


Perempuan itu terlihat buru-buru dan berdiri tepat di depan Ryu dan Tera. Dia mengatur nafasnya terlebih dahulu dan bertanya, “Apakah Anda yang membeli perusahaan ini?”


Ryu tersenyum dan mengangguk, kemudian perempuan tersebut mengarahkan Ryu dan Tera naik menuju lantai atas perusahaan penerbitan Kobayashi tersebut.


Di saat mereka bertiga masuk, banyak pasang mata dari pegawai perusahaan tersebut menatap dengan penuh kejutan.


“Apa yang terjadi...”


“Bos memandu kedua Pria itu menuju ke atas... Apakah mereka akan menjadi Bos baru kita?”


“Itu, kemungkinan besar.”


Ryu, Tera, dan perempuan itu tidak mengetahui pikiran dan bisikan dari para pegawai kantor tersebut.

__ADS_1


Ketiganya naik ke lantai atas, kemudian berjalan menuju ke arah kantor perempuan tersebut. Ryu dan Tera masuk dan duduk di sofa, sementara perempuan itu duduk di sofa depan Ryu dan Tera.


“Aku belum mengenalmu? Namaku Ryu, sementara di sebelahku adalah Asistenku, Tera.”


“Maaf, kalau begitu namaku adalah Kobayashi Kirana. Aku adalah pemilik dari perusahaan ini.”


Ryu mengangguk, kemudian Kirana menyerahkan surat hak kepemilikan dari Perusahaan Penerbit Kobayashi tersebut.


Ryu bisa melihat bahwa tangan Kirana sangat gemetar, dia tahu bahwa perusahaan yang dibangun sendiri itu memiliki berbagai kenangan yang dalam.


“Nah, Kirana... Aku akan menandatangani ini, kemudian aku menunjukmu untuk mengurus perusahaan ini... Masalah Gaji, kau tinggal bilang saja, berapanya.”


Ryu menerima berkas yang diberikan oleh Kirana, kemudian dia menandatangani surat kepemilikan perusahaan tersebut. Selepas itu, dia mengeluarkan laptopnya.


“Tugas pertamamu adalah terbitkan buku ini,” ucap Ryu yang membuat Kirana linglung sesaat, kemudian dengan cepat sadar dan mulai membaca buku novel yang dibuat oleh Ryu tersebut.


Kirana sangat fokus, ekspresinya menjadi lebih serius dari biasanya. Sampai akhirnya, dia selesai membaca dan wajahnya menghitam karena penasaran dengan kelanjutan cerita tersebut.


“Jadi, bagaimana... Apakah bisa kau melaksanakannya?” Ryu bertanya dengan nada serius, dia tidak butuh orang yang tidak bisa cekatan.


Kirana dengan cepat kembali sadar dan mengangguk. Wajahnya benar-benar cerah sekarang, karena perusahaan miliknya tidak digusur diganti perusahaan yang lebih fokus lain.


“Juga, pecat orang yang tidak berguna. Apalagi, orang yang sombong. Lalu, periksa kembali data keuangan perusahaan. Jika, perlu rombak ulang keseluruhan orang.”


Ryu kemudian memandang ke arah Tera. Selepas itu, dia memerintahkan anak buahnya tersebut.


“Tera, kau bantu Kirana. Aku akan pergi ke suatu tempat sendiri.” Ryu berdiri dan mulai berjalan keluar. Dia tidak meminta mobil dari Tera, karena dia berencana menggunakan sopir Taksi untuk mengantarkannya.


Tera melihat Tuannya tidak meminta kunci mobil, mengangguk dalam-dalam. Dia paham bahwa Tuannya ingin pergi dengan Taksi.


Selepas melihat Tuannya sudah pergi dari ruangan, Tera memandang ke arah Kirana. Kemudian, dia berkata dengan nada serius. “Mari kita mulai, Nona Kirana.”


Kirana mengangguk, dia paham bahwa pasti akan ada banyak orang yang akan dipecat. Bagaimanapun juga, dirinya masih naif, karena menerima orang seenaknya, agar perusahaan naik. Namun, tidak menyadari kedepannya.


“Baik, Tuan Tera. Saya akan ambilkan file dan berkas terkait dengan keseluruhan orang.”


Kirana berdiri dan mulai mengambil berbagai berkas tentang pegawai yang bekerja di perusahaan penerbitan tersebut.

__ADS_1


Kedua orang itu mulai menyelidiki sendiri, Tera juga menyuruh Kirana menghubungi pengacara agar lebih lancar. Selepas ini, Perusahaan Penerbit Kobayashi akan mengalami perubahan yang akan mengguncang Red Star.


***


Ryu sudah keluar dari perusahaan, dia berjalan ke tepi jalan dan menunggu Taksi lewat. Tak butuh waktu lama, Taksi yang ditunggu akhirnya datang.


Ryu menghentikan taksi tersebut dan masuk ke dalam taksi sambil berkata, “Wilayah Gelandangan.”


Sopir Taksi sedikit menyipitkan matanya, kemudian mengangguk paham. Mobil dinyalakan kembali dan melesat menuju ke Wilayah Gelandangan.


Di sepanjang jalan, Ryu menatap ke arah luar jendela. Tak lama kemudian, dia mendengar suara dari Sopir Taksi tersebut.


“Nak, kenapa kau pergi menuju ke Wilayah Gelandangan?” Sopir Taksi itu bertanya dengan penasaran, bagaimanapun juga di Wilayah Gelandangan hanya tempat bagi orang yang tidak memiliki masa depan.


Arti dari tidak memiliki masa depan adalah Orang-orang di sana tidak memiliki semangat sama sekali. Bahkan mereka tidak memiliki semangat untuk mengejar kenyataan Dunia. Orang gelandangan selalu fokus, pada makanan sisa.


“Ada sesuatu yang harus kulakukan di sana, Pak. Aku juga awalnya berada di sana, tetapi aku tidak suka dengan keadaanku dulu. Jadi, sekarang aku mengubah diri dan akhirnya menjadi orang yang memiliki banyak penghasilan.”


Sopir Taksi terkejut dengan pernyataan Ryu tersebut. Namun, dia lebih kagum dengan kegigihan pemuda yang menjadi penumpang untuknya tersebut.


“Jadi, apakah kau ingin menyelamatkan orang-orang di tempat Gelandangan tersebut?”


Ryu yang mendengar hal itu, seketika menyeringai dan kemudian berkata dengan nada misterius.


“Entahlah... semua akan terjawab ketika waktunya tiba.”


Sopir Taksi semakin tertarik dengan pemuda tersebut, dia kemudian bertanya dengan penasaran. “Kalau begitu, siapa namamu, Nak? Aku belum pernah bertemu dengan seorang pemuda yang begitu aktif dan bersemangat.”


Ryu yang mendengar itu, senyumnya tetap mengambang dan berkata dengan jelas dan serius.


“Namaku adalah Ryu Adam...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2