Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 120 - Alice Vs Ikan Kelinci


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Lautan lepas.


Di sisi Alice sendiri, dia sama sekali tidak mengetahui kalau dua saudarinya telah menyelesaikan target mereka masing-masing. Dia tidak tahu akan hal itu, karena sekarang dirinya sangatlah fokus melawan monster ikan lucu di depannya.


Ikan tersebut memiliki bulu seputih salju, dia mirip seperti kelinci putih yang hidup dalam musim dingin. Taringnya tajam, namun tidak sepanjang Ikan Harimau.


Ikan Kelinci sendiri lebih kuat dibandingkan Ikan Harimau. Meski mereka berdua diklarifikasikan setingkat, namun kekuatan Ikan Kelinci sangatlah besar dan melebihi dari Ikan Harimau sendiri.


Bukan hanya kekuatan, namun kecerdasan Ikan Kelinci sangatlah tinggi. Ikan itu dapat membuat jebakan, menirukan gerakan seseorang, dan ahli dalam strategi.


Konon katanya, Ikan Kelinci adalah perwujudan dari Hewan Kecerdasan tingkat tinggi. Bagi orang yang memakan Ikan Kelinci, maka kecerdasan tersebut akan dipindahkan.


Legenda tetaplah legenda. Hal itu sama sekali tidak benar, karena para peneliti sudah mencoba mengidentifikasi bagaimana bisa kecerdasan meningkat hanya karena Ikan Kelinci tersebut.


Namun, karena Legenda tersebut. Berbagai orang yang mempercayai akan legenda itu, mulai memburu Ikan Kelinci. Mereka semua mengincar daging Ikan Kelinci tersebut, akan tetapi mereka tidak tahu bahwa Ikan Kelinci sangatlah kuat.


Sekarang, Alice memandang Ikan Kelinci di depannya. Dia tidak bisa menganggap monster di depannya lucu kembali. Hal ini karena, serangan Ikan Kelinci sangatlah kejam dan berbahaya.


“Dibalik kelucuan darinya, benar-benar menyembunyikan sosok monster nyata.” Alice menghela nafas sebentar, kemudian sinyal bahaya seketika menyala.


Alice menghindar ke samping kanan, dia melihat Ikan Kelinci menyerang dirinya dengan berbagai tetesan air. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, tetesan air itu sangat padat dan keras.


Alice beruntung menghindarinya, namun dia juga tidak terima karena di serang secara dadakan seperti itu. Kemudian, Alice mengeluarkan benda berbentuk persegi. Dia menekan tombol di tengah benda tersebut, dan berubah menjadi senjata api yang mirip dengan Meriam.


Alice menyalakan senjata tersebut, kemudian nyala biru muncul di senjata itu. Alice dengan cepat mengarahkan senjatanya ke arah Ikan Kelinci berada. Detik berikutnya, cahaya biru mulai berkumpul dan seberkas cahaya biru lurus melesat menuju Ikan Kelinci.


Sing!


Ikan Kelinci menatap sinar cahaya biru tersebut dengan mata melebar. Ekor Ikan Kelinci bergerak-gerak, kemudian Ikan Kelinci mengayunkan ekornya ke arah sinar cahaya biru tersebut.


Boom!


Sinar cahaya biru meledak, Ikan Kelinci mundur beberapa meter. Namun, ekornya sama sekali tidak terluka. Hal ini karena, ekornya lebih keras dibandingkan dengan tubuh lainnya.


Ikan Kelinci yang diserang mulai bertindak agresif, dia menampar lautan dan air laut naik ke atas. Kemudian, di bawah mata dingin Ikan Kelinci. Air laut mulai mengembun, memadat dan mengeras.

__ADS_1


Alice menyusutkan matanya melihat tindakan dari Ikan Kelinci tersebut. Dia merasakan bahaya yang sangat kuat di dalam tindakan Ikan Kelinci itu.


Air laut selesai dipadatkan, Ikan Kelinci menampar air laut yang memadat dengan keras. Air laut yang memadat tersebut, melesat menuju ke arah Alice.


Sou!


Alice segera melakukan gerakan menghindari dua serangan tersebut. Namun, saat dirinya menghindar, dia tetaplah terkena serangan dari Ikan Kelinci itu.


“Serangan ini..” Alice mengecilkan pupil matanya dan melihat bahwa serangan Ikan Kelinci tersebut, mempengaruhi suhu yang berada di jalur lintasan serangan tersebut.


“Tidak ada waktu lagi.” Alice mengeluarkan auranya dan aura tersebut berkumpul di tangan kanannya. Senjata meriam miliknya, masuk ke dalam sakunya kembali.


Aura emas berkumpul dan memadat di tangan Alice. Kemudian, muncullah senapan laras panjang dengan garis-garis berwarna emas.


Alice sendiri juga berubah, matanya berubah emas. Aura yang dibawa Alice sangatlah kuat, mirip seperti aura Risa dan Yuna sebelumnya.


Ikan Kelinci tidak peduli akan perubahan dari Alice, dia menampar air laut berkali-kali. Kemudian, memadatkan air laut dan melesatkan air laut itu ke arah Alice.


Alice bergerak sangat cepat, dia terlihat berlari di udara. Bukan lagi terbang, melainkan seperti orang yang tengah berjalan di permukaan. Namun, dia tidak berjalan di permukaan yang padat melainkan berjalan di permukaan yang tidak dapat diinjak sama sekali.


Gerakan Alice sangatlah lincah, dia juga meluncurkan berbagai tembakan ke arah Ikan Kelinci. Tembakan itu sangatlah kuat, laut di bawah garis tembakan mulai menguap dan membentuk jalur lurus menuju ke arah Ikan Kelinci.


Ikan Kelinci yang melihat tembakan itu, ingin menghindarinya. Namun terlambat, tembakan tiba di dekat tubuhnya.


Boom!


“Hang!” teriakan kesakitan Ikan Kelinci terdengar semua orang. Mereka semua melihat Ikan Kelinci tersebut dan terlihat tubuh Ikan Kelinci yang terdapat tanda hitam di samping.


Mata para prajurit melebar, mereka jelas tahu kekerasan dari tubuh Ikan Kelinci. Kekerasannya sama dengan Ikan Harimau. Sementara, ekornya sendiri melebihi dari kerasnya Ikan Harimau.


Ikan Kelinci merasakan sakit ketika berada di laut. Air garam yang mengenai dagingnya membuat rasa sakit yang dirinya derita menjadi lebih parah.


Alice sama sekali tidak peduli, dia terus bergerak dan melancarkan serangan terus-menerus ke arah Ikan Kelinci. Berbagai cahaya emas melintas dan mengenai tubuh Ikan Kelinci.


Boom! Boom!


“Hang!” Ikan Kelinci kesakitan, dia ingin melarikan diri lewat jalur laut. Namun, rasa sakit yang dia rasakan sangatlah kuat. Dia tidak punya pilihan lain lagi.

__ADS_1


Di tengah kebingungannya, seberkas cahaya emas melintas dan mengenai kepalanya. Ikan Kelinci tidak bereaksi dan perlahan-lahan runtuh, lalu mengambang di air laut.


Ikan Kelinci mati, Alice menghela nafas lega dan dia mengangkat sudut mulutnya. Kemudian, dia menatap ke arah saudari lainnya dan akhirnya tahu bahwa kedua saudarinya telah selesai mengalahkan target mereka masing-masing.


Alice yang lengah, seketika merasakan bahaya di belakangnya. Dia benar-benar melupakan tempatnya sekarang.


Risa, Siana, dan Clara melebarkan matanya, ketika melihat semburan api melesat ke arah Alice. Mereka segera berteriak dengan keras. “Alice, menghindar!”


Namun, suara mereka terhalang oleh suara medan pertempuran dan air laut. Alice sendiri berbalik dan menatap ke arah semburan api yang tengah bergerak ke arahnya.


Alice terkejut, dia tidak bisa menghindar dan merespons sama sekali. Tubuhnya tidak dapat bergerak, dia hanya bisa menutup matanya dan mengutuk atas kelengahannya tersebut.


Boom!


Risa, Siana, dan Clara melebarkan matanya dan kedua tangan menutup mulutnya masing-masing. Air mata tanpa sadar keluar dari kedua mata mereka.


“Alice..” Risa berkata sangat pelan, dia seakan-akan tidak rela kehilangan saudarinya tersebut. Siana sendiri menyusutkan matanya, dia ingin melihat apakah Alice benar-benar tertelan oleh api.


Clara sendiri sudah mengetahui kondisi Alice, dia tersenyum dan dengan cepat bergerak ke arah Risa untuk menenangkannya.


***


Di sisi Alice sendiri, dia merasakan tubuhnya memanas dan tahu bahwa dirinya sudah ditelan oleh semburan api tersebut. Namun, anehnya panas yang dia rasakan sama dengan ketika dipeluk oleh seseorang.


“Dasar.. sudah kubilang jangan lengah ketika berada di medan perang.” Suara yang sangat akrab terdengar di telinganya, dia mengangkat kepalanya dan membuka matanya.


Terlihat sosok yang dirinya kenal tengah memeluknya sambil menatap ke arah asal semburan api tersebut. Alice menangis dan memeluk sosok orang itu dengan erat.


“Ryu..”


To be Continued.


Note : Nama Monster seperti itu saja, aku tidak pandai memberi nama.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2