Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 85 - Kekuatan Ayah Ryu


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Rumah sakit Arshna.


“Ayahmu, ialah seorang laki-laki yang tak kenal akan takut. Banyak orang tertarik akan Ayahmu tersebut...” Ucap Roa.


“Apakah kamu tahu, saat orang memiliki level 5, kekuatan mereka akan bangkit..” lanjut Roa sambil memandang ke arah Ryu yang bingung.


Ryu sendiri terkejut, level 5 adalah level di mana kemampuan bangkit. Hal itu, benar-benar baru bagi Ryu sendiri.


“Aku belum tahu, apakah itu rahasia publik?” tanya Ryu, ia mengingat ketika dirinya mengeluarkan kemampuan otot, banyak orang tidak mengetahui apa itu.


“Itu bukan rahasia sebenarnya, namun orang-orang lebih memilih peduli akan pertandingan dibandingkan dengan kekuatan mereka masing-masing.” Jawab Roa.


“Mereka semua menonton, karena mereka bukanlah orang-orang yang memiliki kemampuan. Hanya ada beberapa orang yang memilikinya.” Lanjut Roa.


Ryu mengangguk paham, ia juga tidak tahu akan kemampuan khusus, jika tidak melihat hal yang diberikan oleh sistem sendiri.


“Meski tidak ada kemampuan, mereka tetap bisa melewati Level 5. Jadi, fisik dan mental mereka lebih terjaga meskipun mereka adalah orang yang sudah tua.”


“Nah, kita kembali ke Ayahmu.. di saat ia membangkitkan kemampuannya, ia tidak bisa mengontrol kemampuannya sama sekali.”


“Ia sering menghilang secara tak wajah, kemudian muncul di tempat yang tak jelas, dan sering juga muncul di sekitar orang tanpa pemberitahuan.”


Ryu melebarkan matanya, ia sudah menebak apa kemampuan ayahnya tersebut. Roa tersenyum ketika melihat, Ryu sudah memiliki tebakan.


“Sesuai dengan tebakanmu..”


“Ayahmu memiliki kemampuan ruang dan waktu..”


“Ia bisa melintas dan muncul di dunia lain, namun ia tidak bisa melintas ke masa lalu maupun masa depan.” Jelas Roa, membuat Ryu menghela nafas panjang.


Ryu sudah menduga akan hal itu, orang yang menghilang seketika dan muncul tiba-tiba. Hanya kemampuan ruang dan waktu saja yang bisa melakukan hal itu.


Apalagi kemampuan tersebut tidak terkendali dengan baik, akan membuat pengguna kemampuan tersebut terlempar ke dimensi lain tanpa tahu cara pulang.


“Lalu, sekarang apakah ia sudah bisa menguasai kemampuan itu?” tanya Ryu, ia sama sekali tidak terlalu khawatir akan ayahnya.

__ADS_1


Roa tersenyum mendengar pertanyaan tersebut, ia mengangguk dan menjawab, “Yah, ia sudah bisa mengendalikannya.”


“Namun, sekarang ia entah berada di mana? Saat kamu bayi, ia tiba-tiba datang dan memintaku untuk merawatmu.” Jelas Roa.


Ryu memegang dagunya, ia jelas tidak tahu akan saat kecil. Bagaimana bisa ia tahu, karena setiap orang. Pikirannya akan terbuka ketika mencapai umur dua tahun.


Kecuali, orang itu ialah reinkarnasi dari seseorang. Hal itu sangatlah mungkin, karena Ryu selalu membaca novel dan komik tentang reinkarnasi.


‘Tunggu, entah kenapa aku merasa ada yang janggal..’ batin Ryu, ia entah kenapa saat memikirkan reinkarnasi, ada sesuatu yang mengganjal di otaknya.


Namun, pemikirannya hilang ketika mendengar suara dari Roa yang berada di sebelahnya.


“Kamu tak apa, Ryu?” tanya Roa dengan khawatir, ia benar-benar khawatir ketika melihat Ryu yang terdiam.


“Aku tak apa, Kakek. Jadi, apa yang terjadi selanjutnya? Dan juga, siapa nama ayahku itu?” tanya Ryu balik, ia segera mengubah topiknya.


Roa tertegun, ia baru saja sadar bahwa belum mengungkapkan nama ayah dari cucunya tersebut.


“Yah, namanya adalah...” namun, sebelum mengungkapkan namanya, suster memasuki kamar milik Ryu.


“Mohon maaf, diharapkan untuk orang selain pasien di mohon untuk keluar. Pasien perlu istirahat.” Ucap suster dengan lembut.


Roa memandang ke arah Rock, sementara Rock yang dipandang mengangguk. Kemudian, ia maju dan menyerahkan sebuah lembaran kertas.


“Ini adalah peta nantinya, jadwal dan semua informasi ada di kertas itu. Cap yang di sana hanya khusus untukmu.” Jelas Rock, sementara Ryu mengangguk dengan linglung.


“Kami pergi dulu, juga kalian berdua jaga suami kalian.” Kata Roa, berbalik dan pergi dari tempat diikuti oleh Sanda, Rock, dan Emma.


Suster sendiri memandang ke arah Risa dan Yuna, ia mengangguk tanda tidak masalah, karena peraturan menyatakan hanya istri maupun suami yang boleh berada di dekat pasien.


Tak lama kemudian, Dokter memasuki kamar milik Ryu. Dokter itu sangat cantik, rambut panjang pirang membuat seseorang tidak akan memalingkan wajahnya dari dokter tersebut.


“Maaf sedikit terlambat, apakah ada sesuatu yang dikeluhkan, pasien Ryu?” tanya dokter tersebut dengan ramah dan lembut.


Risa dan Yuna tidak terlalu peduli, mereka duduk di dekat Ryu dan melirik Ryu sebentar. Keduanya benar-benar tidak menyangka, Ryu sama sekali tidak terpikat dengan kecantikan tersebut.


“Tidak ada keluhan, Dokter. Hanya saja kapan aku bisa kembali?” tanya Ryu, ia sebenarnya sedikit tak berdaya, karena suster sebelumnya benar-benar membuatnya tidak mengetahui nama ayahnya sendiri.

__ADS_1


Ryu juga bertanya kepada Risa dan Yuna sebelumnya, namun keduanya sama sekali tidak tahu. Informasi tentang ayah Ryu benar-benar sangat rahasia.


Hal itulah yang membuat Risa dan Yuna tidak bisa mengetahui informasi terkait ayah Ryu.


“Untuk kembali pulang, malam ini atau besok bisa. Pengobatan VVIP berbeda dengan hal normal, alat pengobatan sangat kuat. Luka dalam bisa diobati segera, namun harga dari tempat ini mahal.” Jelas dokter cantik tersebut.


“Karena tidak ada keluhan sama sekali, aku pergi dulu pasien Ryu. Masih ada pasien lain yang belum kukunjungi.” Ucap dokter cantik berbalik dan melambaikan tangannya.


Ryu mengangguk dan melambaikan tangannya, ia kemudian memandang ke arah Risa dan Yuna, lalu sudut mulutnya naik membentuk senyuman.


“Kalian, naiklah ke sini. Aku ingin memeluk kalian berdua.” Kata Ryu dengan manja, Risa dan Yuna hanya bisa menghela nafas, dan memerah ketika mendengar kalimat Ryu.


Namun, keduanya tetap naik ke dalam ranjang dan memeluk Ryu. Keduanya tidak merasakan adanya hal berbeda, kecuali tubuh Ryu yang menjadi lebih keras dan panas dari sebelumnya.


“Nah sayang, apakah ruang dan waktu itu begitu menakutkan? Tadi kulihat kamu benar-benar mengerti tentang hal itu, juga seingatku ruang dan waktu hanya berguna seperti teleportasi saja.”


Risa bertanya sambil mengingat kegunaan dari ruang dan waktu dalam keseharian, namun sama sekali tidak mengetahui kegunaan dalam pertandingan.


Ryu yang mendengar pertanyaan Risa, ia tersenyum dan kemudian berkata, “Ruang dan waktu, bisa di bilang kuat. Tidak hanya kuat, ungkapan yang tepat adalah sangat kuat.”


“Bayangkan saja, meteor yang melaju ke bumi, yang memiliki waktu terjun lama, seketika tiba di daratan.”


“Juga, bayangkan dunia kita yang memiliki wujud dan dimundurkan waktu sampai nol, bukankah semua manusia akan mati.”


“Beruntung, kekuatan waktu yang dimiliki ayahku tidak sekuat itu. Jika, dilihat dari segi kekuatan. Ayahku hanya bisa mengembalikan waktu paling lama sepuluh menit.”


“Juga, kekuatan ruang itu sendiri melengkapi. Ia kebal akan serangan langsung, karena serangan tersebut akan dipindahkan ke ruang lainnya.”


“Rumit untuk dijelaskan, namun begitulah. Semua tergantung orang yang menggunakan.” Jelas Ryu, membuat Risa dan Yuna terkejut.


Keduanya tidak menyangka kekuatan ruang dan waktu akan sekuat itu, bagaimana kalau meteor dipindahkan tepat di kepala.. keduanya membayangkan hal itu, seketika bergidik ngeri.


(Note : Saran kekuatan ruang dan waktu, aku hanya tahu itu saja.)


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2