Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 34 - Turnamen Beruang Perkasa 3


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Pagi hari, tepat pukul 06.54.


Terlihat dalam sebuah ruangan terbangun sosok pemuda yang tengah berada di tengah-tengah kedua sosok perempuan yang sangat cantik.


“Hari inikah... Semoga Turnamen kali ini menyenangkan.” Pemuda itu mengangkat sudut mulutnya, dia tersenyum tak sabar akan Turnamen yang dia ikuti.


Pemuda itu ialah Ryu Adam...


Ryu sekarang duduk dan bersandar di sandaran ranjang tepat di belakang dirinya.


‘Sistem, berapa sekarang uangku?’ tanya Ryu dengan penasaran, ia ingat bahwa dirinya mendapatkan uang sebelumnya. Ditambah uang yang ia ambil dari Sistem, dirinya belum menentukan jumlah uang aslinya.


[Uang : 140 Juta.]


‘Sistem, buka status...’


[Nama : Ryu Adam.]


[Umur : 19 tahun.]


[Uang : 140 Juta.]


[Kekuatan : 55.]


[Pertahanan : 50.]


[Kecepatan : 65.]


[- Keterampilan.]


[+ Memasak (Pemula.)]


[+ Menulis (Pemula.)]


[+ Raja Perang (Pemula.)]


[- Sistem Level : 2.]


‘Sistem, buka keterampilan Raja Perang.’


[- Raja Perang (Pemula.)]


[Poin Level : 1/10]


[Poin Naik : 10 Juta.]


Ryu akhirnya mengetahui bahwa harga menaikkan setiap keterampilan selalu sama.


Ryu tidak menaikkan keterampilan Raja Perang terlebih dahulu, ia lebih mementingkan fisiknya terlebih dahulu.


‘Sistem, beli peningkatan pertahanan dan kekuatan.’


[- 5x pertahanan : 40 Juta.]


[- 5x kekuatan : 50 Juta.]

__ADS_1


[Pembelian selesai.]


Ryu merasakan tubuhnya memanas, ia menggerakkan tubuhnya dan melihat ada jejak bau keringat.


Ryu tidak bisa untuk tidak mengerutkan keningnya, ia dengan ringan turun dari ranjang dan berjalan menuju ke arah kamar mandi.


Memasuki kamar mandi, Ryu mulai menghilangkan bau yang tidak enak tersebut. Namun, saat ia melihat ke bawah cairan berwarna hitam hanyut di bawa oleh air.


“Apakah cairan hitam itu... Kotoran dalam tubuhku?” Ryu tidak bisa tidak bingung, sampai akhirnya suara sistem muncul menjelaskan kejadian tersebut.


[Itu benar, Tuan.]


[Cairan hitam itu ialah kotoran dalam tubuh, Tuan.]


Ryu tersenyum, kemudian dia menatap ke arah cermin. Terlihat tubuhnya sedikit membentuk garis otot-otot di perutnya.


Ryu tahu bahwa masih ada sisa-sisa kotoran kembali di tubuhnya. Jika, dia terus meningkatkan kekuatan. Maka, tubuhnya akan mengeluarkan banyak kotoran dalam dirinya.


Klik...


Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan dua sosok perempuan cantik tengah memasuki kamar mandi tersebut.


“Sayang, apakah kamu ada di dalam?” salah satu perempuan yang tak lain Risa, istri pertama Ryu bertanya selepas masuk ke dalam kamar mandi.


“Aku berada di sini.” Ryu memberitahu mereka, bahwa dirinya berada di kamar mandi. Risa dengan satu perempuan lain yang tak lain Yuna, Istri kedua Ryu, matanya cerah dan berjalan menuju ke tempat mandi.


Risa dan Yuna sedikit terkejut ketika melihat suaminya tengah berdiri dengan tubuh yang terlihat sedikit besar dan terdapat garis otot-otot, meskipun itu terlihat kecil. Namun, masih terlihat dengan jelas.


“Sayang, tubuhmu..” Risa linglung, ia menatap Suaminya dengan mata panas. Yuna juga, ia tidak pernah melihat tubuh yang hampir sempurna tersebut.


“Oh, aku berolahraga tadi. Jadi, mungkin berubah.” Ryu menjelaskan dengan bingung. Dirinya tidak terbiasa menjelaskan akan keanehannya sendiri.


“Kita bermain, tapi tak lama...”


***


Beberapa menit kemudian, Ryu, Risa, dan Yuna keluar dari kamar mandi. Ryu keluar dengan segar, sementara Risa dan Yuna sedikit merasakan nyeri di antara kakinya.


“Sayang, Nagamu menjadi lebih besar dari sebelumnya.” Risa berkata dengan canggung. Bagaimanapun juga, ia merasakan kenikmatan dan ingin melakukan hal itu kembali.


“Apa yang diucapkan Saudari Risa itu benar. Nagamu menjadi lebih besar...” Tambah Yuna mendukung perkataan dari Risa sebelumnya.


Ryu sendiri hanya tersenyum, kemudian menatap ke arah jam dinding. Dia melihat bahwa waktu sudah menunjukkan jam 07.45. Dia ada 15 menit untuk bersama kedua istrinya.


Ryu memeluk kedua istrinya dan berkata, “Selepas ini, kita akan bermain sepuasnya. Mari ke ruang makan, aku belum makan sama sekali.”


Risa dan Yuna memerah, keduanya mengangguk setuju mendengar kalimat ajakan dari Ryu tersebut. Mereka belum puas sama sekali, ketika bermain di kamar mandi.


Ketiganya berjalan bersama menuju tempat makan. Di sana sudah ada robot yang menyediakan makanan untuk ketiganya. Ryu sendiri sudah tidak terkejut akan Robot tersebut. Dirinya sudah terbiasa hidup di Dunia paralel tersebut.


Ryu, Risa, dan Yuna duduk di kursi makan. Ketiganya memandang ke arah makanan yang disajikan, selepas itu mengambil sendok dan garpu. Mereka mulai makan dengan tenang dan lahap.


Sepuluh menit kemudian, Ryu menemani kedua istrinya duduk di sofa ruang tamu sambil menatap ke arah layar lebar di depannya.


Robot juga ada di sana, dia akan menjadi teman bicara bagi keluarga peserta yang ikut Turnamen Beruang Perkasa tersebut.


Ryu sendiri mengecup kening kedua istrinya, kemudian dia berjalan ke arah lingkaran teleportasi menuju ke ruang bagi peserta Turnamen Beruang Perkasa tersebut.

__ADS_1


“Hati-hati, Sayang. Juga, menangkan Turnamen ini.” Risa dan Yuna memberi semangat kepada suaminya tersebut.


Ryu mengangguk dan berdiri di lingkaran teleportasi, dia tersenyum menatap ke arah kedua istrinya. Kemudian, perlahan-lahan dia di selimuti oleh partikel cahaya dan menghilang dari lingkaran teleportasi tersebut.


Risa dan Yuna menatap kepergian suaminya, kemudian menatap ke arah robot dan Risa berkata dengan nada lembut. “Lin, duduklah di sini. Kita saling berbicara satu sama lain.”


Robot tersebut seketika berubah wujud menjadi sosok perempuan cantik, kemudian duduk di antara Yuna dan Risa tersebut.


“Lama tidak bertemu, Yuna, Risa.”


Risa dan Yuna tersenyum, kemudian Yuna bertanya, “Jadi, Robot Lin... Apakah ada sesuatu tentang Turnamen ini? Tidak biasanya terdapat Turnamen Beruang Perkasa.”


Risa juga mengangguk, dia dan Yuna bingung kenapa ada Turnamen yang mereka tidak ketahui. Hal itu benar-benar membuat mereka berdua curiga dan hal itu juga yang membuat mereka khawatir akan keselamatan Ryu.


“Sebenarnya, Turnamen ini diselenggarakan seseorang yang spesial. Orang itu ingin melakukan ekspedisi Dragon nantinya. Namun, personal yang ikut memiliki tugas masing-masing.”


Risa dan Yuna melebarkan matanya, mereka mengetahui Binatang yang bernama Dragon tersebut. Meskipun, bukan terkait binatang langka. Dragon sendiri hampir bisa dikatakan akan punah, tanpa ada yang tahu penyebabnya.


“Dragon! Binatang terkuat kedua dalam level satu itu. Jadi, begitu... Ekspedisi ini ingin melihat apa penyebab sebenarnya yang terjadi terhadap Dragon yang membuat mereka hampir punah tersebut.” Risa langsung menangkap maksud dari tujuan Turnamen tersebut.


“Itu benar, kamu selalu bisa menebak dengan tepat, Putri Ri—“ ucapan Robot Lin seketika dipotong oleh Risa dengan cepat.


“Jangan panggil aku dengan sebutan itu! Aku tidak akan pernah memakai nama itu, sampai Ayah baj*ingan itu sadar!”


Yuna sendiri tersenyum melihat tingkah Risa yang manja tersebut. Kemudian, dia ingat akan sesuatu dan menatap ke arah Robot Lin.


“Nah, Robot Lin... Ekspedisi ini besar. Bisakah kamu beritahu, siapa yang mengadakan hal itu?”


Robot Lin tetap datar, Risa dan Yuna sudah terbiasa akan sikap dari Robot Lin, bagaimanapun juga Robot tetaplah Robot. Jadi, tidak mungkin bisa tersenyum kecuali diprogram untuk tersenyum.


“Putri Yu—Data hilang.”


“Sesuai seperti biasa, Yuna yang paling tidak melewatkan detail sekecil apapun.”


“Itu benar, orang yang mengadakan Turnamen dan acara Ekspedisi sendiri bukan orang biasa...”


“Mereka adalah seorang peneliti dan petarung terkenal di seluruh Dunia...”


“Rock Champbell dan Emma Madam...”


***


Colloseum Arshna, sebuah bangunan yang memiliki bentuk bulat dengan sebuah Arena lebar di tengahnya. Di sisi Arena tersendiri terdapat berbagai tempat duduk yang ditunjukkan untuk para peserta sendiri.


Berbagai cahaya muncul di tempat duduk tersebut, perlahan satu-persatu orang mulai muncul di tempat duduk tersebut. Ada sekitar 32 peserta yang ikut dan hanya akan dipilih 8 peserta untuk pertandingan akhir sebelum memulai melawan Beruang Perkasa.


Berbagai bentuk manusia terdapat di sana, mulai dari kecil, kurus, besar, berotot, ganas, buas, semuanya ada di sana.


Terlihat Ryu berhasil tiba di tempat duduk miliknya, dia melihat ke kanan dan kiri dan senyum menyeringai miliknya benar-benar muncul.


“Akhirnya, pertandingan dimulai.”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2