Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 130 - Berangkat Menuju Ke Wilayah Utara


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Tiga hari telah berlalu...


Kali ini Ryu telah menyelesaikan peningkatan miliknya. Meski meningkat, Ryu sama sekali tidak meningkat terlalu tajam.


[Status.]


[Nama : Ryu Adam.]


[Umur : 19 tahun.]


[Uang :  1 Triliun.]


[Koin : 1.000.000.]


[Kekuatan : 480.]


[Pertahanan : 480.]


[Kecepatan : 480.]


[- Keterampilan.]


[+ Memasak (Max.)]


[+ Menulis (Max.)]


[+ Melatih (Max.)]


[+ Mengemudi (Level 1.)]


[+ Melukis (Level 1.)]


[+ Ahli Senjata (Level 2.)]


[+ Pelacakan (Max.)]


[- Keterampilan Khusus.]


[+ Raja Perang (Level 1.)]


[+ Manipulasi Kekuatan Otot (Level 3.)]


[+ Mata Malam (Level 1.)]


[+ Penguatan Tubuh (Level 1.)]


[+ Waktu (Level 1.)]


[+ Raja Pencuri (Level 1.)]


[- Sistem Level : 4.]


[- Penyimpanan.]


[+ Ramuan Pertahanan.]


[+ Telur.]


[+ Bom Waktu 4x.]


[+ Kotak Sangat Baik 12x.]

__ADS_1


[+ Kotak Menarik 6x.]


Sementara untuk pembelian sendiri.


[5x Kekuatan : 70.000.000 Koin.]


[5x Pertahanan : 70.000.000 Koin.]


[5x Kecepatan : 70.000.000 Koin.]


Hanya tersisa 120 lagi untuk mencapai Level 5. Namun, Ryu masih tenang. Dia sama sekali tidak terburu-buru untuk meningkatkan terlalu cepat.


Sebelum Ryu berangkat menuju ke utara bersama rekannya, dia mulai melakukan peregangan sebentar. Tingginya meningkat menjadi 210 Cm. Sementara beratnya kini melebihi 100 Kg.


Berat Ryu sama sekali bukan karena lemak. Melainkan ototnya kini mengembang sedikit membengkak menjadi lebih besar. Namun, Ryu dapat mengecilkan ototnya sementara berat dan tinggi, dia tidak bisa mengubahnya.


Tiga istrinya juga mulai meningkat. Mereka tetap di Level 7 namun kekuatan mereka berbeda dari sebelumnya. Kini ketiganya dapat mengontrol kekuatan sepenuhnya.


Siana sendiri selepas berhubungan se*ks dengan Ryu, mulai merasakan perbedaan dan dirinya meningkat kembali.


Tea dan Ivan juga sama, kini mereka berada di Level 7 awal. Kekuatan mereka sudah diperkuat dan dipastikan keduanya dapat mengontrol sepenuhnya.


Hanya butuh 3 hari, semuanya meningkat sangat tajam. Hal ini karena terkait kemampuan melatih Ryu yang telah mencapai Level Max kembali.


Sekarang, Ryu dan keenam lainnya kini sudah bersiap. Mereka belum berangkat karena menunggu rekan lainnya tiba di kediaman Ryu.


Red, Naga Merah yang ditaklukkan sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Dia dapat menumbuhkan empat sayap dan tangannya kembali.


“Apakah mereka sudah tiba?” tanya Ryu kepada Siana sambil melakukan beberapa pelatihan ringan.


“Sebentar lagi mereka akan tiba,” jawab Siana sambil memandang lekat tubuh Ryu, kemudian berbalik menatap ke arah pintu masuk karena merasakan adanya seseorang di sana.


Pintu gerbang secara otomatis terbuka, menampilkan Rio, Ordolf, dan satu orang perempuan yang sangat cantik dengan rambut berwarna merah.


“Instruktur muda!” teriak Ordolf ketika melihat Ryu yang tengah berlatih.


Ryu yang mendengar suara tersebut, mengakhiri sesi pelatihannya dan memandang ke arah Ordolf. Kemudian, senyum mengambang di wajahnya.


“Paman Ordolf!” Ryu membalas sapaan Ordolf.


Rio sendiri tidak menyapa, dia melangkah ke arah Siana dan mereka berdua berpelukan seperti biasa. Ordolf dan perempuan berambut merah mendekati Ryu.


“Instruktur muda, perkenalkan ini istriku, Elli.” Ordolf berkata sambil menunjuk ke arah perempuan berambut merah.


“Elli,” ucap Elli sambil mengamati Ryu secara dalam. Namun, ketika matanya bertemu dengan Ryu. Elli seketika menyusutkan matanya.


“Namaku Ryu, salam kenal.” Ryu berkata dengan ringan, dia tidak terlalu peduli dengan tatapan Elli. Meski dirinya sedikit kurang nyaman.


Elli segera sadar dan mengangguk, kemudian menemukan tiga perempuan yang tengah bersama dengan seekor Naga Merah besar. Elli seketika tertarik dengan mereka.


“Apakah salah satu dari mereka adalah istrimu?” tanya Elli kepada Ryu, namun Ryu menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan santai.


“Bukan salah satu, melainkan ketiganya adalah istriku.”


Elli melebarkan matanya ketika mendengar jawaban Ryu, dia terkejut karena satu orang laki-laki menikahi tiga perempuan sekaligus.


“Apakah kamu yakin?” tanya Elli, dia tidak percaya dengan fakta tersebut. Namun, Ryu mengangkat bahunya dan menjawab sambil menunjuk ke tiga istrinya.


“Kalau kamu tidak percaya, pergilah ke mereka bertiga dan tanyakan.”


Elli mengangguk dan berjalan ke arah tiga istri Ryu yang tengah bermain dengan Red. Ordolf yang menyaksikan kejadian itu tidak bisa untuk tidak tersenyum.


“Instruktur muda, apakah kita akan menaiki Naga untuk pergi ke Utara nantinya?” tanya Ordolf dan dijawab dengan anggukan oleh Ryu.

__ADS_1


Rio yang telah berpelukan dengan Siana, menatap ke arah Ryu dan beralih memandang Naga Merah. “Waktunya kita berangkat, lebih cepat lebih baik.”


Siana tersenyum dan mengangguk. “Kamu benar, kita perlu secepatnya tiba di Utara.”


Rio kemudian berjalan ke arah Ryu bersama dengan Siana. Tiba di dekat Ryu dan Ordolf, Rio mulai mengatakan apa yang ingin dia katakan.


“Ryu, kita akan berangkat sekarang.”


Ryu yang mendengar suara Rio, segera mengangguk. Kemudian, menepuk tangannya sekali dan Red mengangguk ketika mendengar suara tepukan Ryu.


“Paman Rio, bukankah menggunakan kemampuan ruangmu seharusnya bisa lebih cepat?” tanya Ryu, awalnya dia mengira akan menggunakan kemampuan ruang milik Rio tersebut.


Mendengar pertanyaan Ryu, Rio menjawab dengan santai. “Bisa dibilang aku perlu melihat wilayah tersebut sebelum melakukan kemampuan ruang.”


“Juga berpindah ke luar angkasa, aku sudah pernah menjelajah luar angkasa. Sementara wilayah Utara, itu belum pernah,” jelas Rio.


“Wilayah utara belum pernah, namun luar angkasa sudah!” Ryu mengerutkan keningnya ketika mendengar hal itu. Dia berpikir, mengapa wilayah utara belum, namun luar angkasa sudah.


Rio tersenyum ketika melihat raut wajah dari Ryu. “Mengapa aku belum menjelajah di Utara, hal ini karena di utara hanyalah hutan dan gurun. Jadi tidak terlalu berguna untuk menjelajah ke sana.”


Ryu tersenyum kecut ketika mendengar jawaban nyata Rio, memang berkeliaran di gurun dan hutan tidak terlalu menarik bagi pamannya tersebut. Namun, baginya pengalaman alam lebih cepat dibandingkan berlatih.


“Kalau begitu, ayo kita pergi. Kita memburu waktu kali ini.”


Rio menaiki punggung Naga terlebih dahulu, diikuti oleh Ryu dan tiga istrinya. Ordolf, Elli, dan Siana juga naik ke atas punggung Naga Merah.


“Red, waktunya berangkat. Tujuan kita adalah Utara!”


Red mengangguk, dia mengangkat kepalanya lurus ke arah utara. Sayap yang besar mulai bergerak. Kemudian, dengan raungan keras, Red akhirnya terbang melintasi awan.


Para warga yang melihat Naga, sontak terkejut. Mereka gemetar dan terduduk tanpa sadar. Beberapa orang bahkan kencing di celana mereka masing-masing.


“Naga!”


***


Wilayah Utara...


Di kedalaman hutan yang rimbun, terdapat satu lorong menuju bawah tanah. Lorong itu semakin ke bawah semakin melebar.


Di dalam lorong tersebut terdapat bayangan besar yang setiap saat akan bergerak. Di bawah kakinya, terdapat berbagai semut yang melintas.


Semut ini bukanlah semut kecil. Mereka berukuran sebesar kucing dewasa. Ada juga yang sebesar domba dan sapi. Namun, yang paling mengerikan adalah sosok bayangan tersebut.


Tubuh dari sosok bayangan itu sangatlah besar, hampir seukuran dengan gedung pencakar langit. Sosok itu ialah Raja dari para Semut, Ancia.


Di sebelah Raja Semut terdapat sosok hitam lainnya yang memiliki ukuran sama dengan Raja Semut. Namun, tubuh bagian bawahnya sangatlah besar melebihi dari Raja Semut.


Sosok hitam itu ialah Ratu para Semut, Formiana.


Ancia memandang ke arah luar lorong, matanya menyala dengan sekilas dan tubuhnya bergerak sedikit.


“Ratuku, kemungkinan Utara ini akan mengalami bencana kembali.” Ancia berkata sambil memandang ke arah Sang Ratu.


“Rajaku, apakah Makhluk itu akan terbebaskan dari segel?” tanya Formiana dengan nada cemas.


“Kemungkinan besar...”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2