Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 134 - Cermin Yuna


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Yuna menatap ke arah kalajengking gurun. Kemudian, dia melambaikan tangannya dengan lembut. Dalam sekejap dua belas cermin bulat muncul di berbagai tempat mengelilingi kalajengking gurun.


Apa yang digunakan Yuna kali ini adalah pantulan, dia mengarahkan cahaya ke satu cermin menuju ke cermin lain. Target dirinya adalah mata dari kalajengking gurun. Tanpa mata, makhluk apapun akan kehilangan kontrol pertarungan.


“Sinar buta!” Yuna meneriakkan nama tekniknya dengan keras. Dalam sekejap lintasan sinar mulai terbentuk dan menyorot ke arah mata kalajengking gurun. Hal ini membuat kalajengking gurun terkejut dengan cahaya yang menyilaukan di matanya.


Dia meronta kesakitan matanya terus tertutup, darah ungu mengalir di matanya tersebut. Yuna kemudian mulai mengalirkan cahaya ke tubuh kalajengking gurun. Namun, sayangnya cahaya memantul kembali ke arah cermin.


Yuna menyusutkan matanya dan dia tenggelam dalam sekejap. Cermin yang terkena dua cahaya hancur dalam sekejap. Hal ini terdengar di telinga kalajengking gurun. Meski penglihatannya kabur namun indra lainnya masihlah berfungsi.


Shh!


Desisan kalajengking gurun semakin keras menandakan bahwa dirinya sedang dalam keadaan marah. Tak butuh waktu lama lagi, kalajengking gurun mulai memainkan capitnya dan menancapkannya di dalam pasir.


Entah apa yang dilakukan kalajengking gurun, di mata Yuna itu adalah hal aneh. Namun, di hatinya sendiri dia menjadi serius karena merasakan bahaya perlahan-lahan merayap ke arahnya.


“Bahaya!” pupil mata Yuna menyusut. Dia dengan cepat menghindar ke samping dan berikutnya pasir memadat dan duri panjang naik menusuk udara tempat Yuna sebelumnya berada. Hal ini membuat Yuna mengeluarkan keringat dingin.


“Beruntung tepat waktu, kalajengking gurun benar-benar berbeda dari monster yang melakukan invasi sebelumnya.” Yuna segera menilai kekuatan dari kalajengking gurun. Bisa dikatakan level kalajengking gurun sangatlah tinggi.


Yuna memandang ke arah kalajengking gurun dan merasakan perasaan bahaya kembali. Dia sudah mengetahui trik dari kalajengking gurun sehingga dia bergegas lari melingkari kalajengking gurun.


Berbagai duri melesat naik ke atas tempat Yuna sebelumnya berada. Duri terus mengikuti Yuna sehingga tempat pertempuran Yuna dan kalajengking gurun mulai di penuhi dengan pasir dan penghalang yang terbuat dari duri tersebut.


Yuna mengulurkan kedua tangannya ke bawah dan cermin muncul di kedua tangannya. Yuna melemparkan cermin ke arah kalajengking gurun. Cermin berbentuk persegi panjang berputar dengan cepat sehingga menghasilkan api yang kuat.

__ADS_1


Kalajengking gurun merasakan bahaya dari depan. Capitnya yang tertancap ke tanah seketika naik dan mencoba menghalau serangan cermin tersebut. Dua capit melebar dan cermin tiba di dekat capit. Selanjutnya capit memegang cermin, akan tetapi cermin terus berputar membuat kalajengking gurun mundur ke belakang tanpa sadar.


Sringg!


Desiran angin kuat mencoba untuk memotong capit kalajengking gurun menjadi dua. Namun, kekuatan capit bukanlah hal normal. Capit mengeras kembali dan cermin seketika hancur berkeping-keping.


Namun, ekspresi Yuna yang melihat cerminnya hancur. Sama sekali tidak sedih, melainkan dia menaikkan sudut mulutnya membentuk seringai. “Menghancurkan cermin? Ternyata monster tetaplah monster. Kekuatan saja kuat namun sirkuit otaknya dangkal!”


Yuna mengejek dengan santai, kemudian tangannya melambai ke kanan dan kiri. Kemudian, cermin yang pecah mulai memerah dan sinar cahaya kecil mulai terhubung dan semuanya mengarah ke perut kalajengking gurun.


Merasakan panas dalam sekejap, kalajengking gurun terkejut dan dia segera bergerak menghindari serangan panas tersebut. Namun, saat dia ingin melihat siapa yang menyerang dengan gelombang panas, dirinya terkejut.


Apa yang dilihatnya memang kabur namun persepsi buasnya sama sekali tidak menemukan adanya kehidupan di sana. Kalajengking gurun bingung dari mana asal serangan gelombang panas tersebut.


Yuna menyeringai ketika melihat kalajengking gurun bingung dengan apa yang dirinya lakukan. Tak butuh waktu lama, serangan gelombang panas kedua muncul dan menyerang ekor kalajengking gurun.


Shh!


Kalajengking gurun memandang ke arah Yuna, meski dia tidak melihat perempuan itu menyerangnya. Namun, entah kenapa firasat miliknya bahwa gelombang panas berasal dari perempuan yang menjadi lawannya tersebut.


Shaa!


Kalajengking gurun meraung dan dia bergerak dengan cepat menuju ke arah Yuna. Kakinya yang berjumlah delapan membuat laju kecepatannya menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Tak butuh waktu lama, dia tiba di depan Yuna.


Melihat ada empat cermin melayang di sekitar Yuna, kalajengking gurun benar-benar murka. Dia mengayunkan ekornya dengan cepat ke arah Yuna. Namun, ketika ekor mencapai beberapa meter dari Yuna. Panas yang sangat menyengat membuat kalajengking gurun melebarkan matanya.


Itu benar, sinar cahaya matahari melintas ke dalam cermin dan terpantul menuju ke arah ekor kalajengking, lebih tepatnya racun di ekor kalajengking. Racun sangatlah mudah panas ketika terkena langsung dengan api, hal ini sudah menjadi metode sejak zaman dahulu.

__ADS_1


Kalajengking gurun yang merasakan panas tersebut segera mengayunkan ekornya ke segala arah. Dia ingin menghilangkan racun yang sudah mendidih di ekornya.


Sha Sha!


Teriakan kalajengking gurun begitu menyedihkan. Namun, Yuna sama sekali tidak peduli. Tatapannya menjadi dingin dan datar, tangannya melambai ke kanan dan kiri. Dalam sekejap, berbagai cermin mulai mengelilingi kalajengking gurun.


Hal ini membuat kalajengking gurun yang berusaha menghilangkan racunnya, seketika menjadi tegang kembali. Perasaan bahaya muncul kembali dan kali ini tidak ada ruang untuk dirinya melarikan diri.


“Kamu lawan yang kuat, jika yang melawanmu adalah aku sebelumnya. Mungkin aku akan kalah, akan tetapi sayangnya lawanmu adalah aku yang sudah berlatih keras kembali ...” Yuna menggelengkan kepalanya dan tangan kanannya terangkat ke atas.


“Maaf, waktunya sudah habis.” Yuna berkata dengan dingin. Kemudian tangan miliknya mulai berayun ke bawah secara vertikal. Kalajengking gurun tidak memikirkan ekornya kembali. Kali ini yang dipikirkan adalah kehidupannya. Namun, saat suara Yuna kembali terdengar. Dia sudah tahu bahwa inilah akhirnya.


“Penghapusan Cahaya!”


Seketika cermin yang mengelilingi kalajengking gurun bersinar merah. Kemudian lintasan cahaya yang kuat dan menyilaukan melesat ke arah kalajengking gurun. Detik berikutnya tidak ada suara jeritan maupun ledakan yang keluar.


Tak lama kemudian, sinar cahaya menyilaukan menghilang dari tempat dan mulai terlihat apa yang terjadi di tempat kalajengking gurun berada.


Pasir yang menjadi pijakan menghilang digantikan abu yang begitu banyak. Hanya satu hal yang jelas bahwa kalajengking gurun telah berubah menjadi abu dalam sekejap mata.


Yuna yang melihat abu tersebut perlahan-lahan mengangkat sudut mulutnya. Dia hanya merasakan sedikit kelelahan, hanya butuh waktu istirahat sebentar. Dirinya akan pulih kembali.


“Aku sudah selesai...”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote dan Hadiahnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2