Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 152 - Kekalahan Zalan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Beberapa menit yang lalu...


Di dalam kubah hitam yang penuh akan kegelapan, Ryu bertarung dengan para pasukan dan monster bayangan.


Dia mengayunkan entah tangan maupun kaki ke arah lawannya itu. Ryu sangat memahami pengepungan dirinya tersebut. Dirinya sudah mencoba untuk berlari ke ujung kubah, akan tetapi gerakannya seolah-olah berbelok, sehingga terlihat seperti orang yang berputar-putar di kubah.


Ryu memutar otaknya, berbagai pikiran tentang cara mengalahkan bayangan tersebut, terus bermunculan di dalam pikirannya itu.


Namun, tak ada satupun cara yang cocok untuk melawan para bayangan. Dia ingat bahwa kegelapan akan hilang jika terdapat sinar cahaya suci.


Ryu yang terus memikirkan cara mengalahkan para bayangan. Tanpa sadar menatap ke arah kaki dan tangannya, kemudian dia menemukan kunci untuk menghancurkan kubah hitam tersebut.


"Jika ini adalah kegelapan, maka cahaya adalah lawannya. Meski aku tidak memiliki cahaya suci, akan tetapi cahaya lain tetaplah dapat menekan!"


Ryu merasa tercerahkan, senyum diwajahnya merekah. Kecepatan kakinya menjadi semakin cepat, dia menghindari serangan satu persatu bayangan tersebut.


Intensitas kecepatan, ditambah gerakan kaki yang singkat. Api emas muncul dari kekosongan dan melapisi kaki Ryu dengan cepat.


Melihat api muncul, para bayangan berhenti bergerak. Kabut hitam yang berada di bawah kaki Ryu, seketika menjauh.


Ryu tersenyum ringan, dia menambahkan kecepatannya dan mulai menyerang secara berputar di kubah hitam tersebut.


Tak butuh waktu lama, kubah hitam segera bergetar hebat. Suara retakan terus terdengar di berbagai tempat, bahkan getaran kubah terasa di luar.


Zalan yang menyeringai seketika membeku, tatapannya melebar dan dia benar-benar tercengang dengan apa yang dirinya lihat.


"Kubah hitam tidak mungkin dapat dihancurkan!" Zalan berkata dengan nada terkejut.


Dia sendiri sangat mengenal kekuatan kegelapannya. Hanya ada satu lawan yang cocok untuk mengalahkan kegelapan dan juga kekuatan itu sudah lama punah.


Zalan segera sadar, dia menyusutkan kembali matanya dan melihat terdapat cahaya di dalam kubahnya. Namun, cahaya itu bukan berasal dari kekuatan. Melainkan api yang dihasilkan dari gesekan kuat.


Rio yang melihat kekacauan di dalam kubah hitam, hanya bisa tersenyum. Mengapresiasi kepintaran keponakannya tersebut.


Risa, Yuna dan Alice berbinar melihat cahaya api di dalam kubah hitam. Mereka tahu bahwa suaminya telah menemukan ide untuk keluar dari kubah hitam tersebut.


"Apakah Ryu akan keluar?"

__ADS_1


"Semoga saja!"


Siana sendiri memandang cahaya api sambil tersenyum, dia merasa perlu memberikan Ryu hadiah yang bagus nantinya.


Zalan yang melihat cahaya api tersebut, wajahnya seketika jelek dan hitam. Dia paling tidak menyukai ada seseorang yang menjadi penghalang dirinya.


"Kamu harus mati, Bajing*an!"


Kegelapan dalam kubah menjadi lebih intens, panas dan cahaya api yang dihasilkan oleh Ryu mulai terlahap sedikit demi sedikit.


Hal ini membuat Ryu yang berada di dalam kubah, mengerutkan keningnya. Dia tidak menyangka bahwa kegelapan akan semakin meningkat.


Ombak kegelapan terus menyapu ke arah Ryu. Akan tetapi pemuda itu sama sekali tidak menampakkan rasa takut. Hanya senyum kecil yang nampak diwajahnya.


"Kalau begitu ...," kata Ryu berhenti sejenak, kakinya semakin menguat bahkan otot-otot miliknya mulai berkembang.


"... Mari kita tambah serangan!" Ryu melesat dengan cepat, kecepatan yang melebihi dari sebelumnya, dia tampilkan segera.


Api emas berkobar dengan liar, kaki Ryu terus bergerak seakan-akan dirinya menari senang.


Zalan yang telah memperkuat kegelapan di dalam kubah, seketika tercengang kembali. Butiran keringat dingin terus keluar dan menetes jatuh ke bawah.


"Tidak mungkin ...!" Baginya apa yang terlihat di dalam sangatlah mustahil. Dia tidak percaya bahwa kubah yang dirinya ciptakan akan dihancurkan oleh seseorang nantinya.


Kubah hitam yang telah dipecahkan seketika masuk ke dalam tubuh Zalan. Namun, apa yang tidak diketahui semuanya ialah, efek samping kehancuran kubah hitam tersebut.


"Arhhhh!" Zalan berteriak dengan keras, rasa sakit yang kini dia alami benar-benar mirip seperti ditabrak benda yang sangat keras.


Kubah hitam sepenuhnya menghilang, Ryu berlutut di tanah dan terengah-engah. Dia sudah menggunakan seluruh kekuatannya, sehingga dirinya tidak dapat untuk berdiri sementara waktu.


Zalan yang terkena efek balik penggunaan kubah hitam, terbaring di tanah. Entah dirinya masih hidup atau sudah mati.


Obor yang sudah ditelan seketika keluar dari tubuh Zalan, dia marah. Diperbudak oleh manusia adalah hal yang paling tidak dirinya sukai.


Tubuhnya bergetar hebat, tangan kanan terangkat ke atas. Silauan cahaya matahari semakin memanas, target cahaya itu ialah Zalan Zoid.


Rio yang melihat hal itu segera turun tangan. Risa dan kedua saudarinya menghampiri Ryu, terlihat raut muka mereka yang penuh akan rasa khawatir.


Siana sendiri pergi bersama dengan Rio. Mereka berdua akan mengatasi Obor yang sedang marah tak terkendali tersebut.

__ADS_1


Ryu yang sedang duduk, melihat papan panelnya. Dia tersenyum melihat bahwa misi awalnya telah selesai, kali ini dirinya bisa membuka misi kedua.


[- Selamatkan Obor dari Amukannya.]


Ryu melebarkan matanya. Melihat perintah sistem tersebut, dia tanpa sadar memandang ke arah Obor.


[- Tuan Rumah telah menyelesaikan misi pertama.]


[- Selamat Tuan Rumah mulai dipulihkan.]


[- Pulihan telah selesai.]


Ryu merasakan bahwa tubuhnya kini tidak lelah kembali, juga kekuatannya semakin menambah. Meski tak terlihat di status, dia sendiri dapat merasakannya.


"Sayang!"


Ryu yang bangkit kembali, segera berbalik menatap ke arah suara tiga perempuan yang tengah memanggilnya.


"Kalian," belum juga Ryu selesai berbicara, ketiga istrinya mulai melompat dan memeluknya. Beruntung Ryu siap sedia, jika tidak. Ketiganya akan jatuh.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Yuna terlebih dahulu melepaskan pelukannya dan mengamati lekat-lekat suaminya tersebut.


Ryu tersenyum dan mengangguk, kemudian pandangannya teralihkan ke arah Obor yang tengah bertempur dengan Rio dan Siana.


Ryu sedikit mengerutkan keningnya, akan tetapi tatapan matanya segera beralih ke arah Zalan yang tengah terbaring di tanah.


"Kalian bertiga, sedikit menjauh... Juga, aku ingin pergi ke arah pria itu!"


Risa, Yuna dan Alice segera memandang ke arah pandangan suaminya. Ketiganya melihat Zalan yang terbaring tanpa ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.


Ketiganya bingung, akan tetapi mereka segera terangkat oleh Ryu dan bergegas menuju ke arah Zalan.


Tak butuh waktu lama, keempat orang itu tiba di dekat Zalan. Ryu menurunkan ketiga istrinya terlebih dahulu. Kemudian, berjalan santai ke arah Zalan.


Dia berjongkok ringan ke arah Zalan dan entah mengapa, Ryu merasa bahwa Zalan adalah lawan terberatnya. Terutama kekuatan kegelapan itu.


Seperti seorang kesatria, Ryu melakukan penghormatan kepada lawannya yang telah kalah dan mati di medan perang.


Tangan kanan Ryu menyentuh tubuh dingin Zalan. Namun, Ryu tidak bisa memindahkan tangannya sama sekali karena, panel sistem muncul di depannya.

__ADS_1


[Apakah Tuan ingin menyerap kemampuan kegelapan?"]


To be Continued.


__ADS_2