Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 56 - Mulai Rencana


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Kapal Pesiar B.


Sanda, Shiku, Tera, dan Selina keluar dari kamar Ryu. Mereka saling memandang dan menatap ke arah mayat yang terbaring di lantai kabin.


“Semua ini, pelakunya adalah Kapten kapal. Bagaimana dengan Kapal Pesiar lainnya?” Sanda memandang ke arah Tera, ia tahu bahwa Tera adalah informan Ryu yang hebat.


Tera mengangguk, ia tidak terlalu masalah untuk mengungkapkan informasi terkait kapal pesiar. “Hanya Kapal Pesiar B. Namun, aku tidak bisa menjamin Kapal Pesiar lainnya. Hal itu karena, aku tidak mengetahui apakah mereka akan memasang Bom atau tidak...”


Sanda sedikit menggelap, ia benar-benar tidak menyangka kasus Event hilangnya putri keluarga terkenal, akan membuat insiden yang begitu besar.


“Shiku, aku memiliki perintah untukmu... Lacak, apakah ada bom di Kapal Pesiar lainnya. Juga, aku belum tahu alasanmu datang ke sini?”


Sanda sedikit mengerutkan keningnya, ketika selesai memberikan perintah kepada Shiku. Ia tahu bahwa Shiku bukan orang yang suka memasuki Event yang tidak jelas. Jika, ia memasuki pasti ada sesuatu yang salah.


“Huff, aku mengejar Joran. Namun, aku tidak menyangka akan ada insiden seperti ini di kapal pesiar.” Shiku sedikit tak berdaya, ia sendiri juga lupa memberitahu akan tujuannya di Kapal Pesiar.


Tera tidak peduli akan pembicaraan keduanya, ia memandang ke arah Selina. “Sayang, bisakah aku meminjam ponselmu?”


Selina menatap ke arah Tera, ia mengangguk dan mengambil ponselnya, kemudian diserahkan kepada Tera.


Tera menerima ponsel tersebut, ia dengan cepat menghubungi beberapa pihaknya. Selepas itu, menyuruh mereka untuk membajak Kapal Pesiar B.


Sanda sendiri sedikit terkejut ketika mendengar perintah Tera. Ia tidak menyangka bahwa Tera memiliki pasukan sendiri.


‘Sepertinya, identitas Ryu sangat dalam.’ Sanda berpikir dengan cermat, ia sebenarnya sudah menebak bahwa Ryu memiliki pasukannya sendiri.


“Terima kasih.” Tera mengembalikan ponsel ke Selina. Istrinya tersebut, segera menerimanya dan mengangguk sambil tersenyum manis.


***


Kamar Ryu...


Ryu yang selesai diobati menatap ke arah Risa dan Yuna yang sedang berpelukan. Ia ceroboh, selalu membuat kedua istrinya khawatir terus-menerus.


‘Huff, betapa cerobohnya diriku. Lain kali, aku tidak boleh terluka seperti ini. Meskipun ini luka ringan, mereka akan terus khawatir dan hal itu membuatku lebih menyakitkan.’


Ryu berdiri, ia berjalan santai menuju ke arah keduanya. Tiba di dekat keduanya, ia memeluk dengan erat dan berkata, “Aku berjanji, tidak akan ceroboh kembali.”


Risa dan Yuna sedikit terkejut ketika di peluk oleh Ryu, mereka merasakan kehangatan ketika Ryu berjanji seperti itu.

__ADS_1


“Tidak... Ini bukan salahmu. Kami juga salah, kami masih lemah dan tidak bisa bertarung bersamamu.”


Ryu mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Yuna. Ia melepaskan pelukannya sedikit dan menatap ke arah Risa dan Yuna.


“Sebenarnya kalian tidak lemah, aku terluka kali ini, karena tempat pertarungan sangat sempit dan itu membuatku susah bergerak.”


Risa dan Yuna seketika mengingat jalan lorong kabin. Ia tahu bahwa tempat itu sangat sempit, bahkan orang lewat hanya muat tiga kalau bersamaan.


Namun, Risa dan Yuna menggelengkan kepalanya. Ia tidak setuju dengan ucapan Ryu, mereka tidak setuju ketika diberitahu bahwa mereka kuat.


“Kami lemah dan kami akan berlatih kembali. Juga, kekuatan kami dapat bertambah dengan melakukan hubungan badan.”


“Apa yang dibilang Saudari Risa benar. Kami lemah dan kami perlu berlatih kembali.” Yuna menambahi perkataan Risa.


Ryu hanya bisa menghela nafas tak berdaya. Ia mengangguk dan berkata, “Aku akan membantu kalian nantinya selepas kita pulang dari Event sialan ini.”


Risa dan Yuna tersenyum, keduanya memeluk Ryu dengan erat. Ryu sendiri membalas pelukan kedua istrinya tersebut.


“Selepas ini, aku akan berada di sini. Prioritasku sekarang melindungi kalian berdua, sisanya biarkan diatasi Tera, Paman Sanda, dan Paman Shiku.”


Risa dan Yuna mengangguk. Selepas itu, ponsel Ryu berdering. Ryu mengambil ponselnya sambil duduk di tepi ranjang. Risa dan Yuna duduk di pangkuan kaki Ryu sambil bersandar di tubuhnya yang kekar tersebut.


“Ada apa, Tera?” Ryu bertanya dengan penasaran, ketika melihat Tera menghubungi dirinya.


Ryu memahami rencana tersebut dengan cepat, Risa dan Yuna mendengarkan rencana itu tidak menemukan celah sama sekali.


“Sayang, apakah kamu ingin bertarung dengan Kapten kapal?” Risa bertanya sambil menatap ke arah Ryu, ia tahu bahwa Suaminya ingin bertarung.


Yuna memandang ke arah Ryu, ia juga mengetahui keinginan dalam hati Ryu. Bagaimanapun juga, ia sekarang istri Ryu. Jadi, ia dapat merasakan perasaan Ryu.


Mendengar pertanyaan Risa, Ryu mengangguk tanpa ragu. Risa melihat hal itu menghela nafas dan turun dari pangkuan Ryu.


“Kalau begitu, majulah. Kami akan ikut denganmu menonton pertandinganmu.” Ryu tertegun. Ia tersenyum kemudian menarik Risa dan menciumnya dengan panas.


Selesai itu, Ryu menarik Yuna dan menciumnya juga. Kemudian, ia memeluk keduanya dan berkata, “Yah, tonton saja dan siapkan ranjang panas ketika pulang nanti.”


Risa dan Yuna memerah, keduanya benar-benar malu ketika Ryu mengucapkan niatnya saat kembali nanti. Meski mereka berdua terlihat malu, mereka tetap mengangguk.


Ryu menyeringai, kemudian ia melepaskan pelukannya. “Ayo kita pergi keluar.”


***

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


Berbagai orang memakai Speed Boat tengah mengepung Kapal Pesiar B. Kapten kapal yang melihat adanya pengepungan sedikit terkejut. Mereka tidak menyangka akan berurusan dengan hal rumit sekarang.


“Tidak baik... Aku tidak tahu, siapa orang-orang ini. Beraninya mereka menghentikan rencanaku...” Kapten kapal terlihat menahan amarahnya. Ia kemudian mengambil ponsel miliknya dan menghubungi anggotanya.


“Bawa seluruh Sandera ke salah satu kamar yang luas. Taruh mereka di sana dan jaga pintu. Sisanya kita akan berperang dengan organisasi yang mencoba membajak kita.”


“Dimengerti, Kapten.” Suara dari balik ponsel terdengar patuh. Kapten kapal menyeringai dan menutup panggilannya.


***


Tera menyuruh Selina bersama dengan Tuannya. Hal itu karena, Tera akan melakukan hal berbahaya dan tidak bisa melibatkan Istrinya.


Sekarang, Tera melihat berbagai penumpang sebelumnya mulai berpindah tempat dengan wajah ketakutan. Tera juga melihat ada sepuluh orang berpakaian Staff dengan Senjata api di tangan mereka.


Tera juga mengirimkan gambar kepada Ryu, ia akan melaporkan setiap kejadian yang dilakukan oleh para Staff tersebut.


Tera mengikuti perjalanan Staff dan berbagai penumpang. Ia mengikuti sampai akhirnya tiba di ruangan yang luas. Tera mengangguk, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ryu, selepas itu kembali.


***


Sanda sendiri berada di belakang kemudi kapal yang dikemudikan oleh Kapten Kapal. Sanda benar-benar menghitam untuk sekarang.


“Ryu, maaf aku mengambil mangsamu.” Sanda berkata sambil menghubungi temannya.


“Yah, tidak masalah... hati-hati, Paman!” Sanda menutup ponselnya dan memandang ke arah Kapten Kapal.


Aura level miliknya keluar membuat Kapten Kapal terkejut dan bergetar hebat. Ia sebenarnya takut akan kekuatan Sanda tersebut.


Kapten Kapal segera berbalik, ia melihat pria tua yang tidak asing baginya. Kapten Kapal mengerutkan keningnya, ia kemudian mengenali identitas di depannya.


“Pak Walikota...”


 


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2