Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 35 - Ryu Vs Silver


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Koloseum Arshna, terlihat berbagai orang tengah duduk di kursi dekat dengan ring arena yang berada di pusat Koloseum tersebut. Di ring arena sendiri, berdiri sebuah robot yang akan menjadi wasit dalam pertandingan tersebut.


Ryu memandang sekitar, ia melihat berbagai orang, baik itu tinggi, besar, berotot, kekar, kurus, dan masih banyak lagi. Dirinya benar-benar tak menyangka akan sebesar itu.


Ryu kemudian mengalihkan perhatian sepenuhnya ke arah robot, ia kemudian mendengar suara robot tersebut.


“Aturan sesuai dengan yang disampaikan sebelumnya. Waktu untuk persiapan, sudah selesai.”


“Pertandingan ini terdapat 32 peserta. Sifat dari pertandingan ini, ialah Eliminasi.”


“Bagi siapa yang kalah, tidak ada kesempatan kembali, sampai event diadakan kembali.”


Para peserta mengangguk mereka memahami persyaratan tersebut, hal itu karena mereka kecuali Ryu sudah pernah memasuki pertandingan yang sama.


“Baiklah...”


“Peserta yang akan bertanding.”


“Haichi vs Bald.”


Selepas suara robot terdengar, dua partikel cahaya muncul di atas ring arena. Dua orang memiliki otot tubuh kekar dan besar, seketika muncul dan saling berhadapan satu sama lain.


“Mulai...”


***


Ryu menatap ke arah pertarungan tersebut, ia hanya menatap bosan dan menutup matanya untuk suatu alasan bahwa dirinya tidak terlalu peduli dengan orang di depannya.


Ryu memusatkan dirinya kepada pelatihan dalam tubuh, ia perlu bermeditasi untuk meningkatkan ketenangannya.


Ryu juga menatap ke arah layar sistem, tetapi ia tidak berniat untuk menaikkan status apapun. Bagaimanapun juga, ia ingin poin uang hanya untuk kartu trufnya sekarang.


Ryu kemudian mendengar beberapa peserta yang dipanggil, kemudian mendengar siapa saja yang masuk ke babak selanjutnya. Sejujurnya, Ryu sedikit kurang cocok jika harus melakukan satu lawan satu. Lebih baik, naikkan semua peserta dan bertarunglah sampai selesai.


‘Aku tidak menyangka bahwa, menunggu akan sangat membosankan.’ Ryu berkata dalam hati dengan nada lelah. Dia sendiri tidak terlalu suka menunggu, apalagi lama.


“Ryu Vs Silver.”


Ryu membuka matanya, kemudian ia merasa berpindah tempat di atas ring sekarang. Ryu tidak bingung, melainkan sedikit tertarik dengan lawan yang dipanggil Silver tersebut.


Tepat di depan Ryu, terlihat seorang pemuda dengan rambut perak berdiri dengan tegak. Tubuh yang keras, bisa dilihat dari berapa kerasnya musuh di depannya tersebut.


“Apakah ada pertanyaan sebelum pertandingan dimulai?”


Ryu dan Silver saling memandang, mereka menajamkan penglihatan dan menatap dengan jejak binatang buas. Robot yang tidak mendapatkan respons, sungguh kasihan...


“Diam kalian kuanggap sudah...,_”


“Maka dari... Pertandingan dimulai.”

__ADS_1


Ryu melesat dengan cepat ke arah Silver, begitu juga sebaliknya. Keduanya terlihat mengepalkan tinju, kemudian tepat di depan masing-masing. Keduanya saling mengayunkan tangan kanannya


Boomm..


Ledakan di arena terjadi dengan hebat, keduanya saling memandang. Selepas itu, kedua tangan mereka saling mengepal dan mengayunkan pukulan terus menerus.


Lantai Ring tepat di bawah Ryu dan Silver seketika membentuk retakan. Perlahan-lahan, retakan menjadi lebih besar dan akhirnya membentuk sebuah kawah yang besar.


Boom...


Para peserta yang melihat pertarungan tersebut, benar-benar menjadi fokus dan konsentrasi tingkat tinggi. Mereka yang sebelumnya bertarung merasa malu.


***


Ryu melihat Silver mengayunkan tangannya menggunakan teknik hook. Ryu dengan cepat menghindar ke kanan,


Silver mengerutkan keningnya ketika melihat Nyu menghindari serangan tersebut dengan cepat. Silver sendiri yakin bahwa hooknya dapat membuat Ryu tak sadarkan diri.


Namun, apa yang didapatinya Sekarang, ialah Ryu dapat menghindar dengan cepat. Silver dengan cepat merasakan bahaya tepat samping kanan kepalanya.


Silver segera menunduk, kemudian terlihat tendangan Ryu melewati tempat kepala Silver sebelumnya berada. Ryu tidak terlalu terkejut, ia menjadi lebih serius dan mengayunkan tendangan dengan kaki lain.


Silver dengan cepat menyilangkan tangannya di depan, ia menahan tendangan tersebut dan terlempar beberapa meter dari tempatnya berada.


“Berat..” Silver bergumam pelan, ia juga merasakan tangannya mati rasa sekarang. Namun, ia hanya mengibaskan tangannya beberapa kali dan tangannya kembali normal.


Ryu sendiri melakukan posisi menyerang, ia melesat dan tiba dengan cepat di depan Silver. Ryu mengayunkan pukulannya dengan cepat ke arah perut Silver.


Namun, kedua tangan Silver menyatu dan membentuk perisai menahan berbagai pukulan dari Ryu tersebut.


Silver membeku di tempat, ia tidak tahu mengapa tubuhnya menjadi kaku dan dalam sekejap seluruh rasa sakit di kepala terasa begitu menyakitkan.


Silver tidak bisa melakukan apapun, ia perlahan menutup matanya dan terjatuh ke lantai dengan di akhiri suara.


Gedebuk.


Para peserta menyusutkan matanya dengan serius. Mereka benar-benar fokus dengan hal itu, tetapi ia tidak menemukan jejak serangan Ryu tersebut.


Apa yang mereka lihat, ialah siluet Ryu yang awalnya berada di depan Silver dan muncul dalam sekejap di belakang Silver. Selepas itu Silver tumbang ke arah kanan yang artinya, terdapat serangan di kiri.


***


Ruang monitor, kelas VIP utama.


Rock dan Emma yang melihat hal itu, menyipitkan matanya. Mereka benar-benar bisa melihat hal itu, tetapi hanya bayangan saja dan itu sangat cepat.


“Emma, apakah orang ini termasuk dalam data yang kau selidiki?” Rock tidak bisa tidak bertanya, ketika melihat serangan Ryu tersebut.


Emma sendiri menggelengkan kepalanya, pemuda yang dilayar tidak termasuk dalam pilihannya. Hal itu, karena pemuda di layar sama sekali tidak menonjol di luar.


“Sepertinya, kau kurang dalam observasi kembali. Level kecepatan orang ini harusnya Level 2, serangannya juga seharusnya antara Level 1 dan 2.”

__ADS_1


Rock menyimpulkan level Ryu tersebut. Baginya Level 2 seharusnya sudah cukup masuk ke dalam matanya. Emma sendiri mencari file terkait dengan Ryu tersebut.


Emma mengambil file pendaftaran dan melihat tentang Ryu. Rock juga ikut melihat, ia sedikit tidak terlihat ketika Emma memeriksa di sampingnya.


Rock dengan ringan mengangkat Emma dan mendudukkan di pangkuannya. Keduanya melihat file milik Ryu tersebut.


Emma yang melihat file tersebut, mengerutkan keningnya ketika melihat nama orang tua Ryu, ia merasa ada sesuatu yang salah akan file tersebut.


“Nama orang tuanya, jelas itu palsu.” Rock berkata dengan nada serius, ia kemudian melihat bahwa Ryu dulu berasal dari daerah gelandangan.


‘Daerah gelandangan, daerah bagi orang yang tidak memiliki masa depan sama sekali.’ Rock mulai berpikir, ia merasa bahwa Ryu ini semakin misterius.


Emma sendiri masih terpaku dengan wajah dari Ryu tersebut. Ada sesuatu yang mengganggu dalam hatinya, ketika melihat nama dari file tersebut.


‘Ryu Adam... Adam... Apakah orang itu? Tetapi Legenda itu tidak mungkin, bukan... Tapi, di Dunia ini tidak ada yang memiliki nama keluarga Adam, selain orang itu.’


Rock melihat ke arah file kembali, ia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat foto dari Ryu tersebut.


Dalam sekejap sekilas ingatan muncul dalam pikirannya.


‘Rock, menjadi bebas itu menyenangkan, Gahahaha.’


‘Sekaya, sekuat apapun kau! Jika, tidak mengelilingi Dunia sendiri, kau tidak akan menemukan orang yang berada di atasmu.’


‘Rock, kutinggalkan tempat ini untukmu. Aku ingin menuju langit.’ Wajah orang berbicara tersebut tersenyum lebar.


Rock dalam sekejap gemetar, jantungnya berdebar-debar ketika mengingat hal itu. Emma yang merasakan Rock gemetar, ia menatap ke arah Suaminya tersebut.


“Ada apa, Rock?”


Rock menghela nafas panjang, ia menenangkan rasa gemetarnya. Namun, ia tidak bisa sama sekali. Sampai, akhirnya ia menepuk kakinya dengan keras.


Bughh..


Emma terkejut akan reaksi Rock tersebut. Namun, dalam sekejap ia memahami kenapa Suaminya begitu.


“Rock, jangan bilang...” Emma menatap ke arah suaminya. Namun, ia tidak mengungkapkan kalimat selanjutnya ketika melihat ekspresi wajah suaminya tersebut.


Emma sedikit terkejut, ia melihat Rock mengeluarkan air mata sambil tersenyum senang. Emma juga merasakan hal itu, ia memeluk Rock dan Rock membalas pelukan tersebut.


Mereka menenangkan satu sama lain, bagi mereka informasi tersebut begitu mengejutkan. Keaslian informasi itu seratus persen, karena itu adalah konfirmasi dari Robot tersebut sendiri.


Keduanya segera tenang, kemudian menatap ke arah layar. Rock sendiri menyeringai ketika melihat ke layar kembali.


“Nak, tunjukkan garis darahmu...”


“Garis darah dari seorang yang paling bebas dan mengerikan seluruh dunia...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2