Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 49 - Melawan Preman 2 Akhir


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Yuna melesat ke arah orang yang memakai tongkat kayu lurus. Senyum di wajahnya terangkat dan tendangan mengarah tepat leher Preman11 tersebut.


Bugh!


Tongkat yang berada di tangan Preman11 terlepas, Yuna dengan cepat mengambil tongkat itu dan mengayunkan dengan cepat ke arah kanan.


Dugh!


Tongkat mengenai tepat alat kejut listrik yang berada di tangan Preman12. Yuna menggunakan keterampilan tongkatnya, mengarahkan alat kejut listrik tepat ke arah Preman12.


Bzzt!


Preman12 terkejut, ia tersentak dan bergetar terus menerus karena aliran listrik itu.


Yuna tidak diam saja, ia memandang sekilas. Ada tiga alat kejut listrik dan sekarang tumbang satu sisa dua.


Preman13, Preman14 terkejut melihat Yuna mengembalikan keadaan. Namun, mereka dengan cepat melesat ke arah Yuna dan mengarahkan alat listrik ke depan, di mana Yuna berada.


Yuna merasakan bahaya di depannya. Namun, ia relatif tenang. Meskipun, ia melihat bahwa kedua Preman di depannya melesat dengan cepat. Ia sama sekali tidak takut.


Yuna memutar tongkatnya, kemudian melesat ke arah dua preman itu. Tiba di dekat preman, Yuna meluncurkan serangan tepat perut Preman13.


Bak!


Preman13 terhuyung mundur, Preman14 hampir menyentuh Yuna. Ia sebenarnya menyeringai, sebelum sengatan listrik membuat dirinya tersentak.


“Ahhhh!!” Preman14 terkejut, ia terhuyung-huyung mundur dan sedikit melirik ke arah pusat sengatan berada. Ia melebarkan matanya ketika melihat Alat Kejut Listrik Preman13 mengenai dirinya.


Yuna sendiri mundur sebentar, kemudian mengayunkan tongkatnya tepat Alat Kejut Listrik Preman14.


Dugh!


Preman13 dan Preman14 saling bertukar setrum, keduanya berteriak dengan keras. Sampai akhirnya, Yuna memukul kedua leher mereka.


Bugh! Bugh!


Yuna kemudian menendang kedua Alat Kejut Listrik ke tempat lain, begitu juga dengan Alat Kejut Listrik lainnya.


Selepas itu, Yuna memandang ke arah Preman sisanya, ia menyeringai dan mulai melesat menghancurkan Preman15 sampai Preman20.


Preman15 tahu bahwa dirinya kini diincar, begitu Preman16, Preman17, Preman18, Preman19, dan Preman20. Mereka merasakan bahaya mendekat.


Keenam Preman ingin melawan. Namun, gerakan Yuna begitu lincah dan licin. Ia selalu menghindar dengan mudah dan memukul berbagai area yang membuat keenam Preman kesakitan.


***


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


Yuna menatap ke arah berbagai Preman yang ia kalahkan. Kemudian, ia menatap ke arah Suaminya dan Saudarinya yang sudah selesai mengalahkan para preman tersebut.


Yuna kemudian memandang ke arah belakang Preman sebelumnya. Di sana berdiri Bos Preman dengan dua orang yang ia kenal.


“Oh, jadi petinggi busuk itu yang menyewa mereka.” Yuna berkata dengan nada dingin. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa petinggi perusahaan sebelumnya begitu busuk.


“Sebaiknya bergabung dengan yang lainnya dulu...”


***


Ryu memandang ke arah preman yang terkapar entah mati atau hidup. Ia kemudian memandang ke arah Bos Preman yang masih berdiri di antara dua mantan petinggi perusahaan miliknya.


“Oh, menarik... Jadi, kalian yang berada di balik semua ini.” Ryu berkata dengan nada mengejek.


Dua mantan petinggi gemetar ketika melihat preman-preman yang ia sewa sama sekali tidak berkutik. Namun, mereka kembali menjadi tenang, ketika melihat Bos Preman yang begitu tenang.


“Itu benar, karena kalianlah. Kami dimarahi Organisasi kami.” Mantan Petinggi kurus menjawab dengan nada menghina.


Ryu tidak terlalu memikirkan keduanya, ia merasakan bahwa kedua istrinya sudah datang dan tepat berdiri di sampingnya.


“Kalian sudah selesai? Apakah ada luka?” Ryu bertanya dua kali, membuat Risa dan Yuna yang baru sampai tersenyum.


“Kami selesai dan tidak ada sama sekali.” Risa dan Yuna berkata secara bersamaan, keduanya memang kompak untuk urusan ini.


Detik berikutnya, Bos Preman memandang ke arah Ryu dan kedua istrinya. Ia sebenarnya tertarik untuk kedua istrinya. Namun, melihat kekuatan Ryu, ia sama sekali tidak memiliki minat kembali.


Bos Preman sebenarnya mengeluarkan keringat dingin di punggungnya ketika melihat anak buahnya dikalahkan dalam sekejap.


Selepas berpikir, ia akhirnya menentukan pilihannya. Bos Preman menghirup nafas dalam-dalam, kemudian siluet cahaya melintas di matanya.


Ryu merasakan bahwa atmosfer yang berada di sekitar Bos Preman itu, berubah menjadi lebih kuat. Ia sedikit mengerutkan keningnya dan berpikir dengan cepat.


‘Level duakah... Sepertinya seru.’ Ryu kemudian maju dan memberi isyarat bahwa dua mantan petinggi diserahkan kepada dua istrinya.


Risa dan Yuna mendapatkan sinyal Ryu, keduanya menyeringai dan mengangguk paham akan pengaturan Ryu tersebut.


“Aku tidak menyangka, akan melawan seorang Level dua kembali.” Ryu berkata dengan nada ringan, ia melepaskan pakaiannya dan meretakkan lehernya ke kanan dan kiri.


Krak! Krak!


Aura Ryu dalam sekejap berubah menjadi mengerikan, bayangan hitam dengan mata elang dan bekas tebasan pedang di mata kanan terlihat oleh Bos Preman.


Bos Preman terkejut, ia benar-benar tertekan dengan aura yang dikeluarkan oleh Ryu. Ia ingin menekan ketakutannya, tetapi melihat bayangan hitam mengerikan, ia sama sekali tidak bisa menekan ketakutannya.


‘Bayangan hitam... Jika, bayangan itu keluar berarti Orang ini...’ Sebelum Bos Preman melanjutkan ucapannya, aura Ryu perlahan-lahan mulai masuk ke tubuh.


Ryu merasakan sensasi baru, ia menatap ke arah Bos Preman dengan ringan. Detik berikutnya, ia muncul tepat di depan Bos Preman.


“Kau lengah.”

__ADS_1


Bughh!


Ryu memukul dengan keras wajah dari Bos Preman itu. Ia mengeluarkan sedikit kekuatannya. Namun, meski sedikit itu cukup untuk meretakkan beberapa tulang tengkorak Bos Preman.


Bos Preman terkejut, ia merasakan rasa sakit di wajahnya. Ia terdorong mundur beberapa meter. Namun, ia merasakan rasa sakit kembali tepatnya kaki miliknya.


Krak!


“Arhhh...” Bos Preman berteriak dengan keras, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Ryu bukan orang biasa. Ia sebelumnya percaya diri, karena memiliki Level 2.


Namun, kenyataannya sekarang. Ia di hancurkan oleh seorang pemuda yang memiliki Level 2.


Ryu kemudian menendang dengan keras, kaki lainnya dari Bos Preman.


Krak!


“Arhh...” Bos Preman berteriak, kemudian berlutut sambil memegang kedua kakinya yang patah. Ia terus meringis kesakitan...


“Di mana arogansimu tadi...” Ryu berkata dengan nada dingin. Kemudian, tangannya terkepal kembali dan ia bertanya kembali ke arah Bos Preman.


“Adakah kata-kata terakhir?”


Bos Preman melebarkan matanya, ia akrab dan kata-kata yang diucapkan oleh Ryu tersebut. Ia berkeringat deras dan berteriak dengan sekuat tenaga.


“Tolong jadikan aku bawahanmu!”


Hanya kalimat itu yang terlintas di pikirannya sekarang, ia menutup matanya dan menunggu rasa sakit yang akan ia terima nantinya.


Namun, rasa sakit yang ia bayangkan sama sekali tidak muncul. Kemudian, Bos Preman membuka matanya dan melihat bahwa Ryu masih di depannya.


“Kau ingin jadi bawahanku? Kau tahu, menjadi bawahanku tidak mudah, loh? Apakah kau yakin?”


Ryu sedikit memberikan keringanan, ia bukannya naif. Melainkan, ia sekarang membutuhkan banyak orang untuk membuat organisasi miliknya menjadi lebih kuat nantinya.


“Sa-Saya sanggup, Tuan...”


Ryu tidak mengendurkan kewaspadaannya, ia mengambil ponsel dan menghubungi Tera. Kemudian, ia menutup ponsel selepas menghubungi Tera dan memandang ke arah Bos Preman.


“Kita akan menunggu seseorang terlebih dahulu, sebelum kau mau masuk menjadi bawahanku.”


Bos Preman mengangguk cepat, ia tidak ada peduli. Ia melakukan hal ini demi seseorang yang berada di rumah.


Ryu kemudian memandang ke arah Risa dan Yuna yang telah membunuh kedua mantan petinggi dengan tragis.


“Baiklah, tugas selesai...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan, tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2