Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 89 - Keluar dari Rumah Sakit


__ADS_3

Silakan Dibaca.


“Oh, kemarin..” Ryu mulai menjelaskan tentang apa yang terjadi terhadap dokter Alice tersebut. Mulai dari awal bertemu sampai akhir masalah.


Tak butuh waktu lama, Risa dan Yuna memahami situasi yang terjadi terhadap Dokter Alice. Mereka tidak menyangka dokter yang baik akan berada di situasi kesulitan.


“Jadi, kemarin kamu pergi berlatih selepas kita bermain?” tanya Risa, kemudian Ryu mengangguk dengan ringan.


“Aku memang berlatih, selepas bermain aku duduk sebentar di sini. Kemudian, pergi menuju ke taman untuk melakukan pelatihan.” Jawab Ryu sambil tersenyum.


Risa dan Yuna menghela nafas panjang, mereka benar-benar tidak menyangka dengan kekuatan Ryu. Selepas bermain, memang mereka merasa ada berbagai kekuatan masuk.


Namun, karena kebanyakan kekuatan mereka harus istirahat sepuluh menit untuk mencerna, namun Ryu tidak memberikan mereka waktu untuk mencerna.


Sampai akhirnya mereka tak berdaya dan terus melakukan permainan, lalu berakhir pingsan dan tidur dengan nyenyak.


“Kenapa kamu begitu agresif kemarin, sayang?” tanya Risa, ia sedikit mengeluh. Dirinya benar-benar tak berdaya kemarin malam.


“Bukankah kamu senang, bahkan kamu berteriak kemarin.. bukankah kamu melihat wajahmu sendiri kemarin saat bermain?” tanya Ryu sambil tersenyum dan menatap ke Risa dan Yuna dengan polos.


Risa dan Yuna menutup wajahnya dan pergi menuju ke kamar mandi. Mereka benar-benar malu ketika melihat ekspresi penuh kebahagiaan.


Ryu mengangkat bahunya dan duduk kembali di sofa, ia melirik sebentar ke arah dokter Alice yang tidur di ranjang.


Namun, tak butuh waktu lama. Dokter tersebut perlahan-lahan terbangun dan mulai membuka matanya.


Ketika ia duduk, dokter tersebut meregangkan kedua tangannya ke atas. Ia benar-benar merasa bahwa beban kurang tidurnya berkurang dan tubuhnya menjadi bugar kembali.


Alice seketika sadar dan ia ingat bahwa ini bukan kamarnya. Kemudian, ia menemukan Ryu yang tengah duduk di sofa sambil memandang dirinya.


“Kamu... Dan juga ini di mana?” tanya Alice kepada Ryu, kemudian ia memandang sekeliling dengan cermat dan akhirnya mengetahui tempatnya.


“Ini rumah sakit, ruang tempatku menginap.” Jawab Ryu, kemudian ia mengabaikan Alice dan mulai makan makanan yang dirinya ambil dari lemari es.


Alice tertegun, adegan kemarin masih tersimpan di dalam pikirannya. Ia tidak menyangka akan ada seseorang yang berani memukul Eden, tuan muda dari keluarga terkaya kelima seluruh dunia.


Alice tidak tahu harus berkata apa, ia sebenarnya merasa bersalah. Namun, melihat Ryu yang santai bahkan tidak menganggap seseorang berbahaya sama sekali, entah kenapa ia merasa aman dan nyaman.


Kemudian, Alice turun dari tempat tidur. Ia berjalan menuju ke arah tempat duduk di sebalah Ryu.


Tiba di sana, ia duduk dan bingung harus melakukan apa. Ryu sendiri yang merasakan kehadiran Alice di dekatnya, ia diam dan menikmati makanannya.


Kemudian, Ryu mendengar suara Alice yang rendah. “Te.. Terima kasih, jika tidak ada dirimu. Aku pasti akan dalam masalah.”

__ADS_1


Alice mengungkapkan isi hatinya, ia benar-benar merasa bersyukur ketika Ryu menyelamatkan dirinya semalam. Ia benar-benar takut, dengan kehadiran Eden tersebut.


Ryu sendiri masih memakan makanannya. Ia sebenarnya sedikit tertegun ketika mendengar ucapan terima kasih dari Alice.


Ryu menyelesaikan makanannya, kemudian ia berkata, “Tidak masalah.. bukankah kemarin sudah kuberitahu, bahwa aku hanya ingin memukul orang yang merendahkan diriku.”


Alice menunduk dirinya tahu akan hal itu. Namun, dalam hatinya, Ryu sangatlah membantu dan ia sendiri masih memiliki bayangan masa lalu.


Ruangan itu sunyi selepas Ryu mengungkapkan niatnya. Sampai akhirnya, pintu kamar mandi terbuka menampilkan Risa dan Yuna yang sudah mengenakan pakaian santai.


“Eh, Dokter kamu sudah bangun?” tanya Risa, ia sedikit terkejut melihat Alice duduk di dekat Ryu. Ia sedikit curiga, namun hal itu dirinya abaikan.


Yuna yang sudah dianggap dewasa, melangkah maju dan duduk di sebelah dokter, kemudian bertanya dengan lembut.


“Bagaimana perasaanmu?” tanya Yuna, Risa sendiri mendekat dan duduk di sebelah Yuna, ia memandang ke arah Alice dengan penasaran.


“Terima kasih, Nona Risa dan Nona Yuna. Aku baik-baik saja, juga bebanku sedikit terangkat.” Jawab Alice untuk kedua pertanyaan sebelumnya.


Ryu kemudian berdiri dan menatap ke arah Risa dan Yuna. “Kalian berdua temani dia, aku mandi terlebih dahulu.”


Risa dan Yuna mengangguk, dan mulai mengobrol ringan dengan Alice. Sementara Ryu sendiri pergi menuju ke kamar mandi.


***


Mobil putih tiba di depan rumah sakit, kemudian keluar seorang perempuan yang cantik dengan pakaian sedikit terbuka.


Perempuan itu kemudian memandang sekitar dan banyak orang menatapnya dengan rasa ingin memeluk dan membawanya untuk permainan.


Namun, saat melihat mobil putih yang begitu antik. Mereka mengurungkan niatnya dan tahu bahwa perempuan itu ialah orang kaya.


Perempuan yang tak lain Isana memandang ke arah taman tepat di depan rumah sakit. Ia menyipitkan matanya dan melihat ada berbagai orang tengah mengangkat seseorang.


Isana dengan cepat menghilang dari tempat dan muncul di dekat orang yang diangkat tersebut.


Orang-orang yang melihat ada seorang perempuan tiba-tiba muncul, mereka terkejut dan melepaskan pegangan kepada orang yang mereka bawa.


Isana melihat orang yang diangkat tersebut, pupil matanya melebar ketika melihat sosok orang yang tak lain Eden.


Ia benar-benar rusak, hampir semua tulangnya hancur. Ia kemudian memegang tubuh dari Eden agar tidak terjatuh.


Isana mengabaikan tatapan seluruh orang, ia meletakkan Eden di susunan teleportasi. Kemudian, menekan tujuan menuju ke rumah sakit keluarga Arkan.


Isana tidak menekan rumah sakit Arshna karena, ia tahu bahwa dokter yang dikejar oleh Eden berada di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


Namun, lokasi jatuhnya Eden tetap disampaikan terhadap Arlan dan keempat pilar lainnya.


Beberapa menit kemudian.


“Isana cari Alice dan temukan orang yang menghancurkan Eden. Jangan bunuh dia, bawa ia ke hadapanku dalam keadaan babak belur.” Perintah Arlan dalam panggilan.


Kemudian, panggilan ditutup dan Isana menatap ke arah rumah sakit Arshna. Lalu, ia berjalan menuju pintu masuk rumah sakit Arshna.


Namun, saat akan tiba di dekat pintu. Isana melihat Alice dengan tiga orang tengah keluar dari rumah sakit Arshna.


Dua perempuan satu laki-laki, Isana seketika tersenyum misterius dan tahu siapa ketiga orang itu.


“Lama tidak bertemu, Alice...”


***


Beberapa menit sebelumnya.


Ryu selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian santai yang berwarna hitam. Risa, Yuna, dan Alice menghentikan pembicaraan.


Ryu menatap ketiganya, entah kenapa ia merasa bahwa ketiganya sangat akrab dalam sekejap. Kemudian, ia mengangkat bahunya benar-benar tidak peduli akan perempuan.


“Selepas ini kita akan turun, juga Alice.. kamu akan ikut dengan kami, keluarga yang kamu maksudkan itu, pasti akan mengincarmu.” Kata Ryu.


Alice sedikit terkejut dan entah kenapa merasa tidak enak dengan Ryu. Namun, Risa dan Yuna menguatkan dirinya untuk tidak menolak ajakan Ryu.


“Baik, aku akan ikut denganmu.” Jawab Alice, ia kemudian memandang ke arah Risa dan Yuna. Kedua perempuan yang dipandang itu tersenyum, kemudian mereka bertiga berpelukan.


Ryu hanya tersenyum dan mulai mengemasi beberapa pakaian miliknya.


Beberapa menit kemudian, keempat orang itu keluar dari kamar inap. Alice sendiri sudah mengundurkan diri dari rumah sakit Arshna.


Para dokter lain terkejut, namun saat melihat Alice bersama dengan seorang pria dan dua perempuan. Mereka akhirnya paham, dan semua dokter memasang wajah senyum.


Selesai berpamitan, keempat orang itu keluar dari rumah sakit Arshna. Namun, ketika melangkah keluar, sebuah suara memanggil Alice dari depan.


“Lama tidak bertemu, Alice..”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2