Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 102 - Pemberian Hadiah


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Dinding Hutan Pulau : Bagian Dalam.


Ryu, Risa, Yuna, dan Alice duduk di sofa dan di depan mereka, terdapat Sanda dan Rio yang tengah duduk sambil membawa sebuah dokumen yang disegel dengan lambang Negara Red Star.


Sanda kemudian meletakkan dokumen tersebut di meja di depannya itu, begitu juga dengan Rio. Keduanya membawa dokumen yang sama, namun isinya berbeda.


“Ini adalah dokumen tentang hadiah yang telah ditetapkan ketika memenangkan Turnamen Beruang Perkasa.” Ryu menatap ke arah dokumen, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Sanda.


“Ini, dokumen tentang apa paman?” tanya Ryu, ia bingung dengan dokumen yang diberikan oleh Sanda tersebut, ia belum pernah mendengar ada pertandingan yang dihadiahi sebuah dokumen yang tersegel dengan rapat.


“Buka saja untuk mengetahuinya.” Ryu hanya mengangguk dalam-dalam ketika mendengar jawaban dari Sanda. Ia mengambil dokumen tersebut, membuka dokumen dan mengambil berkas yang berada di dalamnya tersebut.


Ryu memandang sebuah kertas yang memiliki ketebalan yang melebihi dari ketebalan sebuah buku. Ryu merasakan bahwa berat dari kertas tersebut tidak lebih dari satu gram. Namun, Ryu tidak peduli akan berat tersebut, ia membalikkan kertas dan melihat isinya.


Ryu menyusutkan matanya, kemudian ia tercengang dengan judul dari kertas tersebut. ‘Surat Kepemilikan Pulau.’ Melihat judul tersebut, Ryu benar-benar terkejut. Bukan hanya Ryu saja, melainkan kedua istrinya dan Alice terkejut melihat hal itu.


“Ini..” Ryu memandang ke arah Sanda dengan pandangan rumit. Sanda mengangguk ketika melihat Ryu menatap dirinya, ia kemudian tersenyum dan mengeluarkan sebuah bola kecil.


“Ya, hadiah pulau untuk Turnamen Beruang Perkasa tersebut. Juga, ini adalah kristal tanda pengenal tentang dirimu. Pemerintah memberikan pulau itu, bermaksud agar dikelola. Kau akan menjadi pemimpin di pulau tersebut.”


Sanda menjelaskan dengan detail, juga tujuan dari pemerintah. Ryu sendiri sedikit curiga akan pemerintahan, namun kemudian Sanda mengeluarkan bola kristal besar dan di tempatkan di meja.


“Bola ini ditransmisikan dengan luar angkasa. Kemungkinan besar, satu tahun kemudian, akan ada serangan dari Dunia Luar. Entah apa tujuan mereka, kemungkinan besar kita akan berperang dengan mereka.”


“Roa juga menaruh harapan kepada dirimu, di pulau kau mengembangkan sejauh mana, ia berharap bisa segera menaklukkan seluruh Negara atau membuat aliansi bersama, untuk mengatasi ini.” Sanda mengakhiri penjelasannya.

__ADS_1


Ia sudah memberikan segalanya, tergantung pilihan Ryu kali ini. Rio yang berada di sebelahnya, paham akan masalah yang datang dari Dunia Luar. Ia berharap bahwa Dunia Luar tersebut, datang dengan niat baik, agar tidak terjadi perang akhirnya.


Ryu berpikir dengan keras. Baru kali ini, ia menghadapi masalah yang begitu serius. Bukan karena dirinya takut, hanya saja ia terkejut dengan hal baru tersebut. Ryu memegang surat tersebut, sebuah pulau. Ia memang menginginkan, namun ia masih mempertimbangkan apakah ada konspirasi khusus atau tidak.


“Paman, sebelumnya aku boleh bertanya? Kakekku, apakah memiliki musuh dengan pemerintahan?” tanya Ryu dengan serius, ia tidak bisa menerima apa yang diberikan oleh musuh kakeknya.


Sanda mengedipkan matanya berkali-kali, ia memiringkan kepalanya bingung. Namun, kemudian ia paham maksud dari pemuda di depannya, Sanda kemudian tertawa keras mendengar pertanyaan tersebut.


“Hahaha, jadi ternyata kau waspada akan hal itu.. tenanglah, Red Star sendiri sudah berada di genggaman keluargamu. Lima pemimpin yang menjadi musuh Roa sebelumnya, ia bunuh.. yah, pokoknya, kakekmu sudah tidak memiliki lawan di dalam negeri.” Jelas Sanda.


Ryu tercengang, kemudian ia mengangguk dalam-dalam. Tanda bahwa kakeknya tidak memiliki musuh di dalam negeri, namun untuk di luar negeri. Kakeknya adalah musuh bagi seluruh Negara.


Ryu sudah memiliki pemahaman kasar tentang kakeknya, kemudian ia menyetujui terkait pulau tersebut. Namun, sebelum menanda tangani surat itu, ia memperhatikan apa saja yang disediakan untuknya.


Ryu mengerutkan keningnya, ketika melihat bahwa pulau yang dirinya dapatkan adalah pulau penuh akan monster. Namun, ia tak peduli dan juga ia menerima dua puluh prajurit setiap bulan. Total yang ia dapatkan nantinya sekitar 20.000 prajurit.


“Buka saja, itu adalah hadiah dari Turnamen Jalanan.” Ryu menyimpan berkas terkait pulau, kemudian ia menyerahkan kepada istrinya terlebih dahulu. Selepas itu, ia mengambil dokumen yang diberikan oleh pamannya tersebut.


Ryu membuka dokumen dan melihat isinya, ia terkejut melihat lembaran itu. Isi dari lembaran tersebut adalah terkait pengangkatan dirinya menjadi instruktur militer. Begitu juga, ia akan mendapatkan kelompok yang memiliki nama bernama Naga.


Ryu tidak berpikir panjang, ia membaca isinya sebentar. Kemudian, ia menanda tanganinya dengan cepat. Selesai menanda tangani, Ryu memberikan dokumen tersebut kepada Rio kembali.


Rio membaca sebentar dan mengangguk, hadiah sudah diterima. Sanda dan Rio berdiri dan beranjak pergi dari ruangan tersebut. “Nikmati saja dulu, nanti dua jam kemudian. Kita akan kembali ke kota Arshna, selepas itu kamu persiapan menuju ke pulaumu.”


“Aku mengerti, Paman.” Sanda mengangguk, ia tahu bahwa Ryu dapat diandalkan. Selepas itu, ia keluar dari ruangan bersama dengan Rio. Mereka berjalan menuju ke tempat ular kebesaran diangkut bersama.


Ryu yang berada di dalam ruangan menghela nafas kelelahan, bukan karena tenaganya habis, melainkan pikirannya benar-benar terkuras oleh dokumen-dokumen sebelumnya.

__ADS_1


Ryu kemudian memandang ke arah kedua istrinya, lalu ia bertanya, “Apakah keputusanku salah?”


Risa dan Yuna memeluk Ryu, keduanya tahu bahwa Ryu menanda tangani dokumen besar tersebut tanpa persetujuan mereka. Namun, keduanya sama sekali tidak peduli akan hal itu, yang mereka pedulikan adalah Ryu seorang.


“Aku tidak masalah, bukankah lebih nyaman dengan memiliki pulau sendiri. Juga, bukankah kamu akan melatih aku nantinya, maka pulau itu layak untuk kita dapatkan.” Risa berkata dengan jelas, Yuna mengangguk setuju dengan saudarinya.


Namun, meskipun mereka tidak memiliki pulau pun. Risa dan Yuna tetap akan berlatih bersama Ryu, mereka berdua tahu bahaya dunia dan mereka tahu bahwa suami mereka bukan orang yang senang menetap tanpa melawan bahaya.


“Bolehkah aku mengikuti pelatihan juga?” tanya Alice secara tiba-tiba, Ryu dan kedua istrinya memandang ke arah Alice. Mereka tersenyum dan mengangguk.


“Tentu saja, kamu kan salah satu saudari kami,” jawab Risa, kemudian ia mendekat ke arah Alice dan membawa Alice mendekat ke arah Ryu. Kemudian, ia membuat Alice duduk di tengah.


Alice memerah malu, ia tidak pernah melakukan pose memalukan seperti itu, Yuna sendiri tersenyum dengan tingkah Risa yang sembarangan mendekatkan perempuan kepada Ryu. Namun, ia sendiri tidak menolak, justru mendukung apa yang dilakukan Risa tersebut.


Ryu sendiri memandang Risa sambil menghela nafas tak berdaya, namun ia sama sekali tidak menolak dengan apa yang dilakukan Risa. “Alice, semuanya terserahmu. Aku sendiri tidak masalah dengan menambah satu istri maupun dua istri.”


“Terpenting adalah perempuan itu mau dan tidak saja..” jelas Ryu, ia bukan orang yang suka memaksa perempuan untuk menikah dengannya. Baginya Risa dan Yuna sudah cukup, namun kalau Alice ingin ikut, ia sama sekali tidak keberatan.


Alice berpikir dengan keras, ia kemudian menatap ke arah Ryu dengan wajah memerah. “Aku..”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2