Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 133 - Kalajengking Gurun


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Pertempuran Ordolf, Elli, dan Red melawan tiga Raja Elang berakhir dengan kemenangan. Mereka bertiga mengumpulkan tiga burung elang jadi satu.,


Kemudian, Ordolf menyimpannya dalam cincin ruang yang dirinya miliki. Selepas itu, Ordolf dan Elli mulai naik ke punggung Red.


Kali ini mereka ingin melanjutkan perjalanan kembali menuju ke perbatasan yang berada di antara dua area tersebut.


“Butuh beberapa menit untuk sampai ke perbatasan.” Ordolf menepuk Red dan memberitahu akan berapa lama perjalanan nantinya. Red sendiri memahami dan dia mengangguk dengan ringan. Baginya jarak dekat adalah hal mudah, tidak perlu memakan waktu yang lama.


Semua persiapan sudah selesai, Red mulai mengepakkan sayapnya dan perlahan-lahan naik ke atas langit. Dengan satu kepakkan kuat-kuat, Red melesat dengan cepat ke arah depan. Kecepatan Red sangatlah tinggi, hampir setara dengan mobil sport.


Di sisi lain...


Ryu, Risa, Yuna dan Alice kini masih dalam perjalanan menuju ke batu gurun. Dalam perjalanan mereka kali ini, mereka masing-masing berlatih dengan keras. Tiga perempuan itu mulai beradaptasi dengan lingkungan di sekitar.


Ryu sendiri sudah terbiasa, dia sendiri sudah mulai berlatih lebih tinggi dibandingkan ketiga istrinya. Selepas beradaptasi dengan lingkungan, Ryu mulai memanfaatkan panas yang panas tersebut.


“Kita akan beristirahat di depan. Terlihat sudah hampir dekat dengan bebatuan gurun.” Ryu memandang ke depan dan melihat bayangan hitam yang menandakan terdapat sesuatu yang tinggi berada di depannya tersebut.


Ketiga perempuan segera menatap ke depan, mereka juga melihat bayangan tersebut dan sudut mulut mereka naik membentuk senyuman.


Tak butuh waktu lama bagi keempat orang itu tiba di bebatuan. Jarak mereka dengan lokasi batu gurun hampir dekat. Keempatnya kini beristirahat dengan tenang sambil mengatur nafas sebelum melanjutnya kembali perjalanan.


“Tempat ini...” Ryu mengerutkan keningnya, firasatnya mengatakan bahwa sesuatu yang besar akan muncul secara tiba-tiba. Bukan hanya Ryu, tiga istrinya juga merasakan hal itu. Kali ini mereka berempat menjadi serius dan tajam.


Beruntung, keempatnya sudah meminum air energi. Di mana air tersebut dapat membuat energi mereka yang sudah hilang mulai terisi sampai penuh.


Kekuatan ketiga perempuan meningkat dan dapat dipastikan mereka dapat mengatasi level 9 meski sekarang mereka berada di Level 7.


Ryu, Risa, Yuna dan Alice menyusutkan matanya dan mereka berkata bersamaan. “Muncul!”

__ADS_1


Kemudian empat reptil kuat muncul dari kedalaman pasir. Mereka muncul sambil memandang ke arah Ryu dan tiga istrinya berada.


“Kalajengking gurun...” apa yang diucapkan Ryu adalah benar. Empat monster di depannya adalah Kalajengking gurun. Sosok hewan dengan ekor dan capit kalajengking, namun tubuhnya mirip seperti Singa.


Monster yang dihadapi Ryu dan tiga istrinya tidaklah mudah. Hal ini karena monster di depannya sama sekali tidak memiliki kelemahan. Baik itu fisik maupun elemen, semua kebal untuknya. Dia dapat dikalahkan jika lawannya lebih tinggi dari dirinya.


“Hati-hati, meskipun mereka kuat. Pasti kita akan menang,” kata Ryu, dia yakin bahwa lawan Kalajengking gurun dapat menahan mereka saat berada di level sebelumnya. Namun, untuk sekarang monster itu sudah kalah sepenuhnya.


Ryu mengambil alih kalajengking gurun yang terbesar. Sementara tiga lainnya, dia serahkan kepada tiga istrinya tersebut. Ryu sama sekali tidak khawatir karena dia tahu batasan tiga istrinya.


Ryu melangkah terlebih dahulu, kemudian ototnya naik menjadi lima kali di kaki kanan. Dia menginjak tanah lebih kuat, kemudian menghilang dari tempat dan muncul tepat di depan kalajengking gurun terbesar.


Boom!


Kalajengking gurun terkejut dan dia terlempar ke belakang dengan kuat. Tiga kalajengking gurun memandang terbangnya pemimpin mereka, namun sebelum mereka bertindak. Masing-masing kalajengking gurun dihadang oleh tiga istri Ryu.


Sisi Alice...


Pupil mata Alice melebar melihat kecepatan dari kalajengking gurun. Namun, jika itu dirinya yang dulu, mungkin dia akan telat bereaksi. Namun, kali ini Alice berbeda karena kekuatan miliknya telah meningkat dari sebelumnya.


Alice mencondongkan tubuhnya ke belakang, kemudian dia menekuk kakinya dan terbang mundur dengan dorongan ledakan yang dirinya buat.


Alice yang berada di udara memiliki wajah yang dingin, tangannya membentuk silang kemudian berbagai peluru bulat muncul di sekelilingnya. Sinar cahaya melintas di matanya, berikutnya tangannya terentang dan mengucapkan tekniknya.


“Ratusan peluru ledak!” tepat saat suara itu jatuh, berbagai peluru melintas dengan cepat menuju ke arah kalajengking gurun. Tak butuh waktu lama untuk peluru berbenturan dengan kalajengking gurun.


Ding! Ding!


Peluru tidak dapat menembus pertahanan dari kalajengking gurun. Namun, saat peluru jatuh ke bawah. Peluru mulai bersinar dengan terang, kemudian Alice menaikkan sudut mulutnya sambil berkata dengan nada ringan. “Meledak!”


Boom! Boom! Boom!

__ADS_1


Ledakan beruntun terjadi di bawah kaki kalajengking gurun. Kemudian, debu pasir naik dan menutupi seluruh tubuh dari kalajengking gurun. Berikutnya, Alice membuka telapak tangan kanannya dan bola meriam muncul di tangannya tersebut.


“Sepertinya ledakan kecil itu masihlah kurang...” Alice tersenyum sambil menatap ke arah kalajengking gurun dengan tatapan menarik. “Waktunya serangan akhir! Meriam Ledakan!”


Alice melakukan posisi melempar, kekuatannya mulai meningkat dan pandangannya mengunci kalajengking gurun yang berada di debu pasir depannya. Sinar cahaya dingin melintas di mata Alice, bertepatan dengan dirinya melempar meriam ke arah Kalajengking gurun.


Wushh!


Lemparan Alice sangatlah kuat, sehingga bola meriam melesat sangat cepat ke arah kalajengking gurun. Sementara itu, kalajengking gurun yang merasakan bahwa nyawanya terancam seketika ingin segera melarikan diri.


Namun, belum sempat dia bergerak. Sosok bola sebesar bola basket tiba di depan matanya. Bola itu hitam dan mengandung banyak ancaman bagi kalajengking gurun. Bola mengenai tubuh kalajengking gurun dan meledak dengan keras.


Boooom!


Raungan ledakan sangatlah kuat, Alice yang berada di kejauhan mengeluarkan setetes keringat akibat panas dan mengeluarkan serangan tersebut. Namun, ekspresi wajahnya senang karena kekuatan miliknya meningkat lebih dari sebelumnya.


“Aku menang!” Alice menstabilkan emosinya dan memejamkan matanya sebentar, sebelum duduk kembali di pasir. Meski panas, namun Alice sudah terbiasa akan panas 50° celcius tersebut.


Sisi Yuna...


Di depan kalajengking gurun, Yuna mengaktifkan kemampuan dirinya yang telah berubah menjadi lebih kuat. Pupil matanya tetap berubah menjadi hijau dan bidang penglihatannya berubah dengan berbagai kaca di mana-mana.


Inilah kekuatan cermin yang nyata, sebuah kekuatan yang sangat kuat apalagi berada di area gurun. Yuna sebagai pemilik tersenyum dan memandang kalajengking gurun seolah-olah melihat mangsanya yang siap untuk dibunuh.


“Waktunya untuk bertarung...”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2