
Silakan Dibaca.
Masalah yang terjadi di Sandar Foran telah usai, dengan kemenangan pihak Ryu. Namun, kerusakan yang ditimbulkan tidaklah kecil untuk masalah kali ini.
Di antara lain ialah pulau Sandar Foran yang menghilang dari peta, pecahnya pulau mengakibatkan area hutan semakin menjauh dari lokasi aslinya.
Area yang hancur yaitu ialah area gurun. Panas yang terik kini mulai mengenai lautan, sehingga membuat lautan tersebut mendidih. Namun, hanya lautan yang berada tepat di tempat area gurun berada.
Kemenangan kali ini membuahkan hasil, mulai dari mendapatkan peliharaan baru yaitu kalajengking gurun, yang berakhir dinamai Riot oleh Ryu.
Kedua ialah mendapatkan pasukan monster utara, hal ini secara khusus Ryu yang meminta kepada kakeknya agar dirinya dapat mendapatkan pulau secepatnya. Tujuan meminta pulau itu ialah sebagai tinggal para monster.
Roa sendiri setuju, ketika mendengar bahwa Ryu dapat berbicara dengan para monster. Sangat jarang ada manusia yang cocok untuk berbicara dengan monster.
Hal ini karena, manusia berkekuatan pendengar relatif berubah menjadi gila. Mengapa mereka menjadi gila? Hal ini karena indra pendengaran mereka dapat mendengar semua pembicaraan orang, baik itu jauh maupun dekat.
Dengan banyaknya suara masuk, otak seketika membeku dan berakhir menjadi gila.
Hal inilah yang membuat Roa menghargai keputusan Ryu, bukan hanya karena Ryu dapat berkomunikasi dengan hewan. Melainkan, hal ini sepenuhnya karena hubungan kakek dan cucu.
Dan keuntungan yang terakhir, ialah Ryu mendapatkan kekuatan yang berupa penyerapan. Ia mendapatkan kekuatan tersebut selepas membunuh Zalan.
Perjalanan pulang kali ini relatif nyaman, di punggung Red sendiri terdapat enam orang yang tengah bersantai di sana. Ada yang berbaring tidur dan ada yang duduk sambil merasakan angin yang berhembus melewati tubuh mereka.
"Selepas ini apa yang akan kamu lakukan, Ryu?" Siana yang berada di dekat Rio, memandang ke arah Ryu sambil menanyakan kegiatan selanjutnya.
Siana menanyakan hal tersebut karena dirinya mengingat, Ryu yang meminta hadiah pulau secepatnya. Siana sendiri sedikit terkejut dan mulai tahu bahwa pulau tersebut akan digunakan tempat tinggal para monster.
"Pergi ke pulau tempatku tinggal, aku ingin melihatnya dan mulai merubah pulau tersebut!" Ryu menjawab dengan ringan, ia sendiri sudah memutuskan tujuan selanjutnya.
'Memiliki kemampuan penyerapan, sebaiknya mendirikan sebuah organisasi terlebih dahulu. Tarik semua preman yang sudah Tera rekrut, ternyata masih banyak tugas yang belum aku tuntaskan.'
Ryu menghela nafas dalam hatinya, ia memejamkan mata dan mulai memikirkan cara apa saja yang akan dirinya lakukan nanti.
Ryu sendiri mengingat perkataan Roa sebelumnya. 'Oh, pulau yang kamu minta itu bertepatan dengan batas wilayah selatan. Di sana para kaum barbar masih hidup dan sering menginvasi ke Red Star.'
__ADS_1
'Adapun mengapa aku menaruh kamu di sana, karena kaum barbar tersebut bukanlah sesuatu yang normal. Kau akan menyadarinya ketika bertemu, aku sendiri sebelumnya sudah bertindak. Namun, hasilnya adalah nihil.'
Ryu merenungkan perkataan Roa, terutama kaum barbar yang dapat membuat kakeknya tersebut sedikit tertekan. Apakah ada orang yang dapat menekan kakeknya? Hal inilah yang menjadi pertanyaan di benak Ryu.
'Mengapa kakek begitu tertekan dengan kaum barbar. Bukannya ia tidak bisa ditekan siapapun orang di planet ini? Apakah itu hanya lelucon atau ... Kakek ingin mengujiku?'
Ryu tenggelam dalam pikirannya, hal ini diketahui oleh ketiga istrinya. Mereka jelas merasakan perasaan rumit Ryu, ketiganya bingung harus memberikan solusi bagaimana.
Namun, Yuna yang lebih tua dari keduanya mendekat ke arah Ryu dan mulai duduk di dekatnya. Tangan cantiknya mulai membelai rambut Ryu, kemudian ia berkata dengan jelas.
"Sayang, apakah kamu baik-baik saja?"
Ryu sama sekali tidak merespons, akan tetapi hatinya sendiri segera bangkit dari perasaan tenggelam. Ryu perlahan-lahan membuka matanya, hanya saja pandangan pertama kali ialah wajah dari istrinya, Yuna.
Risa dan Alice tidaklah lambat, mereka tahu maksud Yuna mendekat ke arah Ryu. Keduanya juga bertindak, mereka mendekat ke arah Ryu.
Belum sempat Ryu menjawab, Risa tersenyum penuh arti dan berkata, "masalah apapun yang kamu hadapi, kami bertiga akan selalu ada disisimu. Bahkan jika kamu menghadapi orang kuat pun, kami tetap akan bersamamu."
Ryu terkejut dalam hatinya, tetapi ia segera sadar dan hatinya menghangat seketika. Ryu memandang ketiga istrinya, ia tahu bahwa pemikiran yang berlarut tidak baik untuk dirinya dan tiga perempuan lainnya.
"Kalian benar ... Juga, aku sudah lama tidak bertemu Sean? Bagaimana kabarnya, ya?" Ryu mengalihkan topik seketika, ia mengingat Sean putra angkatnya tersebut.
Ryu sendiri mengetahui pemikiran Yuna, ia tersenyum dan memandang ke arah Risa dan Alice. Risa memahami sementara Alice memiringkan kepalanya tanda bahwa dirinya bingung.
"Sean? Siapa dia?"
Yuna tersadar dan ia memandang ke arah Alice, dirinya ingat bahwa Sean di bawa sebelum Alice masuk menjadi harem dari Ryu.
Yuna menghela nafas dan mulai berkata dengan nada rendah. "Sean ialah putraku, sebelumnya aku telah bercerai dengan seseorang dan pria itu tidak mau memiliki putraku tersebut, alhasil aku harus berjuang untuk menghidupi kebutuhannya."
"Namun, beberapa tahun kemudian. Ketika aku sudah berumur 62 tahun, Sean sudah menginjak usia untuk sekolah. Aku membutuhkan uang lebih untuk biaya sekolahnya tersebut."
Yuna menjeda ceritanya sebentar, kemudian memandang ke arah Risa dan Ryu. Kenangan pertama kali bertemu muncul kembali dalam benaknya.
"Saat itu, Risa menikahi Ryu dan membuka sebuah restoran. Aku ditawari oleh Risa untuk bekerja bersamanya, beruntungnya aku menerima. Jika tidak, mungkin aku sudah di jalanan dan Sean mungkin kelaparan."
__ADS_1
Yuna sedikit menitikkan air mata, akan tetapi tangan besar menghilangkan air mata tersebut. "Sama sekali tidak cocok untukmu menangis, Yuna."
Yuna tersenyum tipis melihat Ryu membelai pipinya. Semenjak melihat Sean yang sangat akrab dengan Ryu, ia terkejut. Bagaimanapun juga, tidak banyak laki-laki yang menyukai bermain dengan anak-anak.
Selepas melihat kebaikan Ryu, ia berujung akhirnya luluh. Namun, dia tidak menyangka bahwa pria di depannya sebenarnya serigala berkulit manusia. Setiap pertempuran di tempat tidur, ia sama sekali tidak bisa mengalahkan pria tersebut.
Ryu selesai membelai pipi Yuna, berikutnya dia duduk dan memeluk ketiga istrinya tersebut. Risa, Yuna dan Alice tentu tidak menolak, mereka bertiga juga membalas pelukan Ryu.
Empat orang lainnya juga menikmati waktu bersama pasangan mereka masing-masing. Suasana di atas punggung Red begitu harmonis, tetapi tidak untuk Red sendiri.
Dia benar-benar menjadi patung terbang melihat kemesraan tuan dan teman-temannya tersebut. Hal ini membuat Red cemburu dan saat ia kembali nanti perlu mencari istri, agar dapat bermesraan seperti tuannya tersebut.
Ryu sendiri mengetahui isi pikiran Red, ia sedikit terkekeh dalam hatinya. Kemudian, dirinya menggelengkan kepalanya dan mulai membelai rambut ketiga istrinya.
"Mari kita temui Sean terlebih dahulu."
***
Sekolah Raskan, ialah sekolah yang mendidik anak-anak yang sudah memiliki umur di atas enam tahun. Sekolah ini termasuk sekolah elit dan paling bergengsi.
Banyak orang kuat yang berasal dari sekolah tersebut. Hal inilah yang membuat orang-orang tahu bahwa Sekolah Raskan sangatlah hebat.
Di sudut sekolah, terlihat satu orang berjubah hitam dan satu lainnya berseragam layaknya guru. Salah satu dari mereka sedang memegang karung putih besar.
"Apakah ini beneran dia?" Orang berjubah hitam memandang ke arah guru di depannya.
"Ya, mana mungkin aku menipu dirimu. Anak kecil ini yang bernama Sean. Bos memerintahkan kita untuk mengambilnya dan menjualnya ke pelelangan bawah tanah."
"Aku tahu, kalau begitu aku pergi dulu. Tidak baik untuk berlama-lama di tempat ini."
Guru tersebut mengangguk dan pria berjubah hitam memasuki mobilnya, kemudian sopir di depannya segera mengangguk, lalu menjalankan mobilnya.
Pria berjubah hitam tersebut, membuka karungnya dan terlihat seorang anak kecil tengah tertidur pulas. Senyum menyeringai terpampang jelas di wajahnya.
'Aku tidak menyangka, Yuna meletakkan anak ini di sekolahan. Dengan begini, aku akan mendapatkan uang banyak dari anak ini.' Senyum semakin lebar dari pria berjubah hitam tersebut.
__ADS_1
'Hehehe, Sean bermanfaatlah untuk ayahmu ini!'
To be Continued.