Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 143 - Ancia dan Formiana


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Sandar Foran bagian hutan.


Menatap semuanya yang sudah hadir, Ryu menganggukkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan Siana terkait rencana yang dirinya tengah pikirkan tersebut.


“Sebenarnya sederhana saja, apakah Paman Ordolf sudah mengetahuinya?” tanya Ryu sambil memandang ke arah Siana dan Rio. Hanya kedua orang itu yang dapat menghubungi Ordolf dan Elli.


Siana mengangguk karena dia langsung menyuruh suaminya untuk memberitahu Ordolf dan Elli terlebih dahulu sebelum melakukan penyelidikan lebih lanjut.


Ryu menghela nafas lega, kemudian dia mulai menatap ke arah Riot. “Apakah kamu mengetahui lokasi dari Vortex ini berada? Lebih tepatnya, lokasi monster itu tersegel.”


“Jejak reruntuhan, bagian dalam. Namun banyak jebakan yang terpasang di tempat itu. Jadi, hati-hati dalam memasuki reruntuhan tersebut.”


Ryu sedikit menaikkan alisnya, akan tetapi tidak banyak bicara. Dia memegang dagunya dan mulai berpikir dengan jelas, tentang langkah apa yang akan dirinya dan tim ambil.


“Mengapa tidak terobos saja, bukankah lebih baik begitu?” Rio memberikan saran yang sangat mudah. Hal ini membuat Siana mengedutkan keningnya, akan tetapi yang saran Rio sedikit benar.


Ryu sendiri tidak ada rencana yang cocok. Darahnya sendiri ialah darah petarung, jika terdapat penjelajahan. Dirinya akan masuk saja dan hadapi dengan berani.


“Ini memang cocok sih, darahku juga seorang petarung. Jadi rencanaku akan seperti Paman Rio.” Ryu memandang ke seluruh tim dan menjelaskan rencananya tersebut.


Siana menghela nafas, kemudian bahunya ditepuk oleh ketiga istri Ryu. Siana menatap ketiganya yang tengah menggelengkan kepalanya.


“Oh, ada satu hal juga. Riot, aku akan memberikan tugas untuk datang ke tempat para klan semut, katakan bahwa kita akan melawan Vortex bersama.” Ryu berkata dengan nada serius.


Sebelum Riot menjawab, sebuah suara dalam dari tanah terdengar oleh semuanya.


“Tidak perlu, kami sudah mendengarkan rencana kalian.” Setelah suara itu, tanah mulai naik dan menampilkan dua sosok semut raksasa yang memiliki tinggi melebihi dari Kera Hitam.


Kejadian tersebut membuat semuanya terkejut, akan tetapi mereka dengan cepat tenang ketika melihat dua semut tersebut.

__ADS_1


Salah satu semut memiliki kulit yang terlihat halus merah dan sayap tebal di punggungnya. Kedua tangan semut tersebut terlihat sangat tajam layaknya pisau yang sudah diasah berkali-kali.


Semut lainnya memiliki kulit yang terlihat kasar dengan warna yang sangat gelap. Sayap miliknya lebih tebal dan transparan dibandingkan semut lainnya.


Kedua semut memandang ke arah Ryu, mata mereka menyipit dan merasakan adanya sesuatu yang misterius di dalam tubuh manusia itu.


Semut ialah makhluk yang terkenal akan psikisnya, kemampuan yang dapat menentukan apakah lawan memiliki kekuatan lebih atau tidak.


Juga, kemampuan lainnya ialah penggerak suatu hal menggunakan pikirannya. Inilah yang menjadi hal yang paling ditakuti binatang psikis.


Ryu yang dipandang seperti itu, entah mengapa sedikit kurang nyaman. Namun, melihat ketinggian dan gerakan dua semut tersebut. Dirinya dapat mengatakan bahwa monster di depannya sama sekali tidak bergerak untuk bertarung.


“Kalau kalian sudah muncul, maka baguslah.” Ryu berkata dengan nada ringan, dia menghela nafas lega karena tidak perlu menyeret kedua monster itu keluar.


“Karena ini adalah pertama kalinya bertemu, maka perkenalkan ... Namaku adalah Ancia, Raja dari para semut Sandar Foran.”


Semut yang memiliki warna gelap memperkenalkan dirinya.


“Sementara diriku ialah Formiana, Ratu dari para semut Sandar Foran.” Semut yang berwarna merah sedikit menunduk ketika memperkenalkan dirinya sendiri.


“Kalau begitu salam kenal, Ancia, Formiana. Sementara untuk namaku, Ryu Adam. Hanya seorang manusia yang suka melakukan penjelajahan di mana pun tempatnya.” Ryu memperkenalkan dirinya.


“Tiga perempuan muda di sana ialah Istriku, mulai dari kiri ialah Risa. Kemudian tengah ialah Yuna dan terakhir yang paling kanan ialah Alice.”


“Kemudian, pria yang tengah berbaring ialah Rio Adam dan di sebelahnya adalah istrinya, Siana.”


“Monster Naga Api ialah Red, sedangkan kalajengking gurun adalah Riot. Keduanya adalah monster berada di bawah asuhku.”


Ancia dan Formiana terkejut melihat dua monster yang tunduk terhadap pemuda di depannya. Keduanya tidak menemukan jejak kebohongan sama sekali di mata Ryu, yang menandakan bahwa ucapannya ialah benar.


Ancia sendiri memandang ke arah Rio yang tengah terbaring. Dia dapat melihat betapa kuatnya pria tersebut. Tanpa bantuan monster Sandar Foran pun, orang itu dapat mengatasi Vortex.

__ADS_1


‘Apakah orang-orang ini sedang melakukan pelatihan untuk pemuda ini?’ hanya ada satu pikiran tentang orang yang lebih kuat dari Vortex datang ke tempat mereka.


“Mengapa kau menatapku, semut hitam?” tanya Rio sambil bergerak untuk berdiri dari berbaringnya.


Ancia merasakan aura monster yang sangat kuat di tubuh Rio, dirinya mundur selangkah tanpa sadar karena paksaan yang begitu kuat.


“Rajaku, mengapa engkau mundur dan terlihat ketakutan?” tanya Formiana dengan cemas. Suaminya sama sekali tidak pernah takut selepas pengalaman buruk lalu.


Ancia menggelengkan kepalanya, dia memandang ke arah Rio kembali dan saat Rio berbalik. Dia akhirnya dapat jelas melihat wajah dari orang tersebut.


Ancia menyusutkan matanya dan detik berikutnya sedikit gemetar. “Apakah Anda orang yang telah menjelajah kemari, 30 tahun yang lalu?”


Rio yang mendengar itu sedikit mengerutkan keningnya. Memang dirinya pernah menjelajah ke Sandar Foran dulu, akan tetapi itu sudah 30 tahun yang lalu. Terlebih bagaimana raja semut bisa mengetahuinya.


“Memang benar, aku pernah ke mari. Apakah ada masalah?” tanya Rio memiringkan kepalanya dengan bingung. Sebenarnya dia lebih penasaran bagaimana raja semut mengetahuinya.


Namun, dia urungkan untuk bertanya lebih lanjut. Hal ini karena terlalu malas membahas saat dirinya di Sandar Foran dulu.


Ancia akhirnya mendapatkan konfirmasi, hal ini membuatnya menahan nafas dingin. Bagaimana dia bisa melupakan kejadian 30 tahun yang lalu.


Di mana dua monster Vortex tengah berperang di Sandar Foran dan dihentikan oleh seorang manusia hanya dengan sekali pukulan.


Dampak yang disebabkan orang itu sangatlah kuat, bahkan hampir membuat daratan Sandar Foran terbagi menjadi dua.


Ancia tidak akan melupakan kejadian tersebut karena kejadian itu sangatlah berkesan dalam di hati para monster yang sudah berada di Sandar Foran semenjak dulu.


“Dengan Anda di sini, Saya sama sekali tidak memiliki perasaan takut terhadap Vortex itu.” Ancia mengungkapkan pernyataannya selepas mendengar konfirmasi dari Rio.


Pernyataan Ancia membuat tempat tersebut menjadi sunyi. Rio sendiri mengerutkan keningnya tidak tahu maksud dari Ancia.


Dirinya ingat 30 tahun yang lalu pernah memukul dua monster yang sedang bertarung. Hal ini karena mengganggu dirinya makan.

__ADS_1


Selain itu tidak ada yang berkesan baginya sama sekali. Jadi itu adalah pengalaman yang paling terburuk yang pernah dirinya alami.


To be Continued.


__ADS_2