Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 125 - Kembali


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Gurun tanpa akhir.


Lubang besar yang terbentuk akibat pertempuran kuat antara Ryu dan Naga Merah, perlahan-lahan mulai tertutup oleh aliran pasir yang datang dengan cepat.


Seratus meter lebih dari lubang tersebut. Terlihat pasir yang mulai perlahan-lahan berubah menjadi merah. Detik demi detik pasir semakin cerah dan akhirnya meledak dengan kuat.


Boom!


Debu pasir menutupi area ledakan, namun di tengah area ledakan sosok bayangan besarnya muncul dan terbang menuju ke langit. Sosok itu perlahan-lahan mulai terlihat.


Sosok itu ialah Naga Merah yang telah keluar dari lubang pasir. Luka di tubuhnya telah menghilang, meninggalkan bekas yang menambahkan kesan betapa ganasnya dirinya.


Di punggung Naga Merah, terlihat sosok orang tengah duduk dengan tenang dan raut mukanya sangat senang. Hal ini terlihat dari senyuman orang tersebut.


Sosok itu ialah Ryu, dia akhirnya dapat menaklukkan Naga Merah yang dirinya inginkan.


Naga Merah melesat dengan cepat, pergi menjauh dari area pertempuran sebelumnya. Tak butuh waktu lama, dia tiba di padang pasir yang cukup luas dengan bebatuan curam di beberapa sisi.


Naga Merah turun ke bawah, kemudian dia mendarat dengan mulus. Ryu yang berada di punggungnya, mulai melompat turun ke tanah.


Ryu memandang sekitar penuh dengan rasa penasaran. Sejak awal, dirinya belum pernah melihat adanya langit yang hitam pekat seperti tempat yang dirinya tempati sekarang.


“Menurutmu, kita berada di mana Naga Merah?” tanya Ryu kepada partnernya. Akan tetapi, Naga Merah menggelengkan kepalanya tanda bahwa dirinya tidak tahu sama sekali.


Ryu memegang dagunya, mencoba untuk berpikir di manakah dirinya sekarang berada. Namun, belum sempat berpikir selama dua menit. Lubang hitam muncul di depannya.


Ryu semakin waspada, Naga Merah juga mulai waspada. Keduanya menatap ke arah lubang hitam dengan tajam, sampai akhirnya sosok laki-laki melangkah keluar dari sana.


“Ryu apakah kam—“ belum sempat suara itu menyelesaikan kalimatnya, dia segera berteriak, “Ryu, awas di belakangmu!”


Pemilik suara itu ialah Rio, dia kelihatan terkejut melihat Naga Merah yang berada di belakang Ryu. Namun, hal yang paling mengejutkannya adalah Naga Merah tidak menyerang Ryu sama sekali.


‘Apakah ada sesuatu yang baru saja kulewatkan?’ pikir Rio dengan penuh antisipasi jika Naga Merah menyerang keponakannya.


“Huff... Kukira siapa, ternyata kamu paman.” Ryu menghela nafas lega, dia benar-benar tidak tahu tempatnya sekarang. Jika, dalam sekejap ada penghuni asli dari Gurun. Entah apakah dirinya bisa menghentikan atau tidak.

__ADS_1


Rio masih waspada ketika menatap ke arah Naga Merah. Dia juga segera berkata dengan pelan. “Ryu, datanglah kemari secara perlahan-lahan.”


Ryu yang masih memikirkan penghuni gurun, seketika tersadar melihat Rio yang menyuruhnya datang ke arahnya dengan ucapan pelan.


Ryu kemudian memandang ke arah Naga Merah, begitu juga sebaliknya. Keduanya memiringkan kepalanya tanda tanya besar terlihat di atas kepala mereka berdua.


Rio yang melihat Naga Merah menatap Ryu seketika terkejut, dia ingin segera meluncurkan serangan. Namun, melihat reaksi Naga Merah dan Ryu yang aneh. Membuatnya mengerutkan keningnya.


“Ryu, mengapa Naga Merah tidak menyerangmu?”


Ryu yang mendengar pertanyaan pamannya seketika paham mengapa pamannya begitu khawatir. Ryu tidak bisa untuk tidak tersenyum memikirkan ekspresi sebelumnya.


“Yah, aku dan Red sudah terhubung. Kami berdua adalah partner,” jelas Ryu sambil memandang ke arah Naga Merah yang kali ini berubah nama menjadi Red.


Rio yang mendengar penjelasan singkat Ryu seketika menatap keponakannya dengan bodoh. Menjinakkan? Memang hal itu mungkin, namun menjinakkan seekor naga adalah hal lain.


Rio tidak bisa untuk tenang kali ini. Dia terkejut, wajahnya benar-benar penuh keringat ketika mendengar penjelasan Ryu yang sebegitu mudahnya.


“Kamu bilang bahwa Naga ini jinak dan mengikutimu?”


Ryu mengangguk dengan ringan, dia memandang ke arah Red dan mengulurkan tangannya sambil mengepalkannya.


Rio mati rasa kali ini. Dia tidak tahu harus senang atau sedih melihat keponakannya bergaul dengan Naga yang menjadi ancaman sebelumnya.


Dirinya senang karena keponakannya mendapatkan tambahan kekuatan. Sedihnya, kenapa bukan dia yang mendapatkan Naga itu.


Rio dengan cepat menstabilkan emosinya, setelah itu dia menatap ke arah keponakannya. “Ayo kita kembali, juga untuk Naga ini bisakah mengecilkan tubuhnya?”


Ryu mendengar pertanyaan Rio memandang ke arah Red. Sementara Red yang dipandang menganggukkan kepalanya, kemudian perlahan-lahan mulai mengecil dan hinggap di pundak Ryu.


Rio memandang sekilas, kemudian memimpin untuk masuk ke dalam lubang hitam yang dirinya buat sebelumnya.


“Paman, apa nama tempat ini?”


Rio yang mendengar pertanyaan keponakannya, segera berbalik dan menatap ke arah Ryu. Kemudian, dia mengalihkan perhatian ke arah Gurun yang luas itu.


“Sand Plana.. sebuah planet yang jauh dari tempat kita berada, seluruh tempat ini dipenuhi dengan pasir. Monster yang berada di sini, sebenarnya lebih mengerikan dibandingkan di tempat kita.”

__ADS_1


Ryu melebarkan matanya ketika mendengar nama dan tempat sekarang dirinya berada. Dia tidak menyangka bahwa, kali ini dirinya berada di luar angkasa. Pantas langit berwarna gelap dengan bintik-bintik cahaya.


“Tunggu... Jika benar monster di sini sangatlah kuat. Lantas kenapa kamu mengirimku ke sini?” tanya Ryu, dia benar-benar tidak menyangka pamannya akan membawa dirinya ke dalam ladang monster yang mengerikan.


Rio mengangkat sudut mulutnya dan berbalik berjalan menuju ke lubang hitam. “Monster di sini tengah bermigrasi ke belahan Dunia ini. Jadi di sekitar sini tidak akan ada monster kembali.”


Ryu memandang pamannya sebentar, kemudian mengangguk. Keduanya tiba di depan lubang hitam, lalu mereka memasukinya dengan cepat.


Pelabuhan Arshna, di sana berbagai prajurit tengah menanti kehadiran Ryu dan Rio. Sementara untuk, komandan lainnya. Tidak perlu dipertanyakan kembali, mereka membunuh sekumpulan Naga dengan mudah.


Tak lama kemudian, muncul lubang hitam di pelabuhan. Para prajurit dengan cepat beralih menatap ke arah lubang hitam itu, lalu perlahan-lahan keluarlah dua orang. Di mana salah satu orang itu membawa Naga di pundaknya.


Naga?


Seluruh prajurit bahkan para komandan terkejut melihat Naga yang tengah hinggap di pundak Ryu. Para prajurit mulai ketakutan, namun para komandan segera mengerutkan keningnya.


Rio yang melihat reaksi para prajurit dan para komandan, tidak bisa untuk tidak tersenyum. “Kami pulang.”


“Selamat datang kembali, juga Ryu mengapa Naga itu berada di bahumu?” Sanda menyapa keduanya dan segera mengajukan pertanyaan kepada Ryu.


“Ini...” Ryu memandang ke arah Red. Kemudian dia beralih ke arah Sanda. “Ini adalah Partner baruku, Red.”


Seluruh prajurit seketika melebarkan matanya. Mereka terkejut bukan karena manusia dapat memelihara monster melainkan mereka terkejut mendengar bahwa Naga dapat dijadikan hewan peliharaan.


Sanda sendiri terkejut, namun keterkejutannya tidak tampak di luar. Dia tidak menyangka bahwa cucu temannya benar-benar dapat memberikan kejutan baru lagi.


‘Anak ini sebenarnya berapa banyak keberuntungan yang dia miliki... Sampai-sampai Naga saja mau menjadi peliharaannya,' batin Sanda sambil memandang Ryu penuh kekaguman.


Ryu tidak tahu harus bilang apa, namun Red segera terbang dan hinggap di kepala tuannya tersebut. Insting predator miliknya dalam sekejap menangkap ada eksistensi yang sangat berbahaya tengah melaju ke arahnya.


“Sayang!!”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2