Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 06 : Preman mulai bergerak.


__ADS_3

[Chapter 06.]


[Preman mulai bergerak.]


[Silahkan Dibaca.]


Toko Handphone Sinar Dunia.


Berbagai orang tengah berkumpul melihat adegan yang menarik perhatian mereka, adegan itu adalah seorang pelayan berteriak dan mengungkapkan bahwa seorang laki-laki adalah orang miskin.


Ryu yang disangka orang miskin hanya tersenyum, ia memandang seorang pelayan ceria yang tak lain Elli. Dirinya berkata, “Ambil saja dan akan kubayar.”


Ryu menghiraukan sekitar bahkan mengabaikan pelayan riasan tebal tersebut. Para penonton yang melihat itu sebagian tertarik dan sebagian menghina.


“Bocah, itu menarik.”


“Cih, bocah miskin yang bergaya seperti orang kaya.”


Berbagai komentar publik diabaikan oleh Ryu, dia tidak peduli karena ia memiliki prinsip ‘bungkam penghinaan dengan kekuatan.’


Elli sedikit ragu, tetapi ia tahu bahwa pelanggan adalah Raja. Dengan cepat dia pergi menuju ke tempat Hp yang termahal berada.


“Elli, apakah kau tidak mendengarkan—“ sebelum pelayan itu menyelesaikan kalimatnya, Ryu menampar dengan sangat keras.


“Plakkk...” pelayan merasakan tamparan itu, ia tersungkur dan pipinya memerah panas. Banyak penonton terkejut akan tindakan tersebut.


“Diamlah, kau benar-benar membuang waktuku saja.” Ryu berkata dengan dingin, pelayan yang memiliki riasan tebal gemetar. Dirinya tidak berani menatap mata Ryu yang begitu ganas.


Banyak kerumunan berteriak dengan heboh, mereka benar-benar senang dengan tindakan yang dilakukan oleh Ryu tersebut.


“Sungguh tidak terduga, kawan-kawan.”


“Yah, dia menamparnya dengan keras. Lihat ada tanda merah yang sangat jelas.”


“Apa-apaan, berani menampar seorang perempuan. Mana martabatmu sebagai laki-laki.”


Komentar penonton terus terdengar, Ryu mengabaikan para penonton tersebut. Dia memandang ke arah tempat Elli sebelumnya.


Akibat teriakan para penonton, terlihat seorang pemuda masuk ke dalam toko tersebut. Hal itu membuat berbagai mata para penonton melebar.


“Apa yang terjadi di sini?” Pemuda itu bertanya dengan nada penasaran, ia melihat ke arah pelayan yang tersungkur dengan pipi yang merah.


Pemuda itu kemudian menatap ke arah Ryu yang sedang menatap ke arah ruangan tempat Hp terkenal. Pemuda itu sedikit mendapatkan gambaran kasarnya sekarang.


“Tuan, apakah Anda ingin membeli Hp terbaik milik kami?” Ryu yang mendengar itu, ia berbalik dan menatap ke arah pemuda itu.


Terlihat seorang pemuda dengan wajah tampan, iris mata berwarna emas, dengan rambut pendek berwarna merah kehitaman.


Ryu, melihat pemuda itu sebentar, kemudian ia menjawab, “Iya, aku ingin membeli Hp terbaik di sini.”


Pemuda itu mengangguk, ia paham sekarang situasi aslinya. Dia kemudian mendengar suara pelayan riasan tebal.

__ADS_1


“Tuan, orang miskin ini berani menampar seorang pelayan, tolong usir ia, Tuan!” Pelayan itu memohon dengan wajah sedih, tetapi Pemuda itu menatapnya dengan dingin.


“Diam!” perintah Pemuda tersebut kepada pelayan riasan tebal. Seketika pelayan tersebut diam, ia gemetar dan menggertakkan giginya.


Tak butuh waktu lama, Elli keluar dengan Hp merk Zera 9A. Kemudian, ia terkejut ketika melihat Pemilik Toko berada di tempat.


“Eh, Tuan--” sebelum Elli melanjutkan ucapannya, tangan Pemilik melambai ringan tanda ‘segera layani, pelayan’ Ia mengangguk, kemudian menatap ke arah Ryu dan berkata, “Ini, Tuan. Hp yang terbaru dan terbaik.”


Ryu mengangguk dan bertanya, “Berapa harganya?” Elli mendengar itu, dengan senyum ramah menjawab ringan.


“Dua ratus Rupiah, Tuan.” Ryu mengangguk dan mengeluarkan uang miliknya. Banyak orang menatap dengan tak percaya, terutama orang yang meremehkan Ryu sebelumnya.


Pemilik Toko menyadari bahwa Ryu pasti akan bisa membayar. Dia dengan ringan menatap ke arah pelayan riasan tebal dan berkata, “Ambil barangmu dan keluarlah, kamu kupecat!”


Pelayan riasan tebal terkejut, ia tidak menyangka bahwa sudah kehilangan pelanggan yang berharga, juga kehilangan pekerjaan sekaligus.


“Karena sikapmu yang terus merendahkan pelanggan, membuat toko ini rugi besar.” Pemilik Toko berkata dengan nada tinggi, ia benar-benar marah.


Ryu mengecek hp tersebut, kemudian ia melihat berbagai aplikasi yang asing. Dia mengecek satu persatu aplikasi yang berada di hp tersebut.


Ryu tidak mengetahui bahwa kerumunan orang yang berkumpul sudah bubar melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


Pemilik Toko kemudian menatap ke arah Ryu, lalu ia sedikit membungkuk. “Maaf atas tindakan pelayanku sebelumnya.”


Ryu yang mendengar itu, mematikan hp dan menatap ke arah Pemilik Toko. Dia tersenyum dan berkata, “Tidak masalah, juga handphonenya cocok.”


Pemilik Toko ingin memberikan kompensasi, tetapi Ryu berkata sambil menunjuk ke arah Elli. “Berikan saja kompensasi itu kepadanya, ia berhak menerimanya. Bagaimanapun juga, berkat dirinya Toko ini juga masih berdiri.”


***


Tiba di depan kedai ramen, Ryu menatap ke arah kedai tersebut. Dia tersenyum dan masuk ke dalam kedai itu.


Ryu sedikit terkejut ketika melihat banyak pelanggan yang tengah memenuhi tempat duduk di kedai tersebut.


Ryu mencari tempat yang kosong dan akhirnya menemukan tempat tersebut, ia kemudian duduk dan melihat ada sebuah layar di depannya.


“Jadi, aku harus menentukan apa ramen yang ingin kumakan.” Ryu berkata kepada dirinya sendiri ketika melihat layar di depannya.


Ryu menekan beberapa ramen, kemudian ia menunggu pesanan tersebut tiba di mejanya. Dirinya menunggu sambil bermain hp barunya tersebut.


Ryu perlu mengecek satu persatu fungsi aplikasi dari hp tersebut. Ada satu aplikasi yang membuatnya benar-benar tertarik, yaitu Area Pelatihan.


Ryu menekan aplikasi tersebut, ia melihat beberapa pilihan ditampilkan di layar tersebut. Dirinya mencoba menekan salah satu dari pilihan tersebut. Ia menekan pilihan, Gunung Api Emas.


Ryu kemudian melihat berbagai berita terkait Gunung Api Emas tersebut. Dia benar-benar tertarik dan melihat beberapa berita.


“Sebanyak inikah berita yang berada di Gunung Api Emas ini... Lahar yang digunakan untuk membuat ramuan, buah yang sangat enak.” Ryu terus melihat isi dari berita tersebut.


Namun, rata-rata berita hanya menampilkan area baru, makanan lezat, dan ramuan untuk kesehatan. Ryu sedikit bingung, kemudian ia melihat ada berbagai jenis makanan, ramuan, dan tempat yang baru.


“Hmm, benar-benar kaya akan bahan makanan. Namun, hanya setingkat ini orang yang bisa memasak makanan tersebut.” Ryu tersenyum tipis.

__ADS_1


Di Bumi, bahkan masakan yang paling enak melebihi dari tempat di Dunia Ryu sekarang berada.


Ryu terus melihat-lihat, ia benar-benar tertarik dengan kuliner. Entah kenapa, fisik yang semakin kuat, rasa lapar akan semakin besar.


Pesanan tiba, seorang pelayan perempuan tengah memberikan ramen kepada Ryu. “Ini, Tuan. Ramen yang Anda pesan.”


Ryu mengangguk dan menerima ramen tersebut, kemudian ia berkata, “Terima kasih.”


Pelayan mengangguk dan pergi ke dapur kembali, Ryu mulai makan ramen yang sudah berada di depannya tersebut.


***


Beberapa menit kemudian, Ryu menghabiskan makanan miliknya dan membayar sebesar seratus rupiah. Kedai yang ditempatinya itu, kedai terbaik di Kota Arshna. Maka, wajar kalau mahal.


Ryu keluar, tujuannya untuk sekarang tidak ada. Dia hanya menatap ke kanan dan kiri, di tepi jalan yang ramai, ia bingung harus melakukan apa.


“Hmm, sepertinya perlu membeli rumah. Tujuan pertama adalah tempat tinggal, membuat sebuah organisasi sendiri.” Ryu mengangguk, ia akhirnya tahu tujuan selanjutnya.


Ryu sekarang berjalan menuju ke tempat daerah yang di jual. “Waktunya membeli Rumah.”


***


Di sisi lain, di sebuah rumah yang memiliki dua lantai. Atas pintu terlihat ada tanda nama rumah tersebut.


“Preman Kodok.” Itu adalah nama yang berada di tanda ruma tersebut. Di dalam rumah itu terdapat berbagai orang tengah minum-minum.


Di saat mereka tengah senang minum, pintu seketika terbuka. Seluruhnya menatap ke arah pintu dan terkejut melihat siapa yang berada di sana.


“Simon, ada apa denganmu?” salah satu preman berteriak, preman itu dengan cepat bergerak ke arah preman yang tengah terluka di kedua kakinya.


“Simon..” berbagai preman membantu Preman yang bernama Simon tersebut. Selepas mendudukkan Simon di sofa, salah satu perempuan mulai mengobati lukanya.


“Apa yang terjadi?” Preman yang terlihat besar dan kuat muncul dari tangga. Dia turun ke bawah ketika mendengar suara keributan.


“Boss, ada yang menantang kita.” Simon melaporkan kejadian dirinya di hancurkan oleh seorang pemuda yang bernama Ryu Adam.


Bos dari Preman, seketika memunculkan urat-urat di dahinya, tangannya juga sama. Kemudian, ia berteriak dengan keras.


“Semuanya, mari kita bunuh orang itu!” Perintah Bos Preman dengan keras. Para preman sudah memegang besi bahkan pedang juga.


“Ouuu.” Teriakan serempak para preman, kemudian mereka semua pergi keluar menyisakan Simon yang tengah di rawat oleh banyak perempuan.


Preman bergerak, apa yang akan dilakukan Ryu terhadap mereka? Nantikan kelanjutannya.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2