Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 39 - Ryu Vs Shinkawa 2


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena pertandingan Arshna.


Ryu memandang ke arah Shinkawa, postur tubuh kedua petarung tersebut benar-benar kokoh dan kuat.


Ryu mulai melesat ke arah Shinkawa, ia melayangkan pukulan ke arah kepala Shinkawa.


Namun, Shinkawa merespons hal itu, ia dengan cepat menggunakan tangan kirinya menangkis pukulan tersebut.


Ryu tersenyum kecil, kemudian dirinya menghentikan pukulannya dan tangan yang terkepal mulai melebar dan menampar angin ke kanan.


Shinkawa sedikit tertegun, tangan kiri yang seharusnya menahan pukulan tergelincir dan tangan kiri Shinkawa melayang lurus tanpa ada yang menghalanginya.


Shinkawa tidak seimbang dalam sekejap, ia baru kali ini ada orang yang menggunakan trik tidak terduga.


Ryu memutar tubuhnya dan mengayunkan tendangan dengan kaki kanan miliknya ke arah kepala Shinkawa.


Shinkawa dengan cepat mengayunkan pukulan tangan miliknya ke arah tendangan Ryu tersebut.


Bugh..


Kaki Ryu tertahan, tapi tidak ditangkap oleh Shinkawa. Ryu kembali memutar tubuhnya ke kanan dan tangan kanan miliknya yang mengepal dengan erat melayang ke arah kepala Shinkawa.


Bugh...


Shinkawa terkejut dan mundur beberapa langkah, ia sedikit terkejut ketika melihat betapa kuatnya pukulan tersebut.


Ryu yang melihat Shinkawa lengah, ia dengan cepat mendekat. Kemudian, ia mengayunkan kakinya ke arah pelipis kiri Shinkawa.


Shinkawa menyadari hal itu, ia memundurkan kepala dan tubuhnya ke belakang, kemudian Shinkawa meraih kaki Ryu dan meraihnya dengan kuat.


Ryu sedikit terkejut ketika dirinya tertarik menuju ke arah Shinkawa. Namun, ia dengan cepat sadar ketika sebuah pukulan tangan melesat ke arah kepalanya dengan cepat.


Bughhh...


Ryu terpental ke belakang, ia berguling-guling di lantai Arena, sampai akhirnya dirinya berhenti dan memegang wajahnya.


Ryu benar-benar merasakan rasa sakit yang begitu menyakitkan, matanya sedikit kabur dan bingung dengan keadaan sekitarnya.


Shinkawa melesat ke arah Ryu, ia tiba di dekat Ryu dan mengayunkan kaki kanannya ke atas lurus.


Ryu merasakan firasat buruk, jika tidak segera menghindar dari tempatnya berada. Tepat saat kaki kanan Shinkawa berayun secara vertikal menuju ke bawah.


Ryu dengan cepat berguling ke kanan, lalu pandangannya perlahan-lahan mulai membaik dan ia mendengar suara keras di depannya.


Brukk...


Shinkawa memandang ke arah Ryu, ia tidak menyangka bahwa Ryu bisa menghindari serangannya tersebut. Sudut mulutnya naik sebentar, kemudian kaki yang digunakan menyerang, ia tekan dan melesat ke arah Ryu.


Shinkawa meluruskan kakinya kembali, bahkan jari-jari dari kakinya juga ikut lurus. Ryu dalam sekejap merasakan bahaya tepat di depannya, ia tidak bisa menghindar dan terpaksa menyatukan kedua tangannya di depan.


Brukkk...

__ADS_1


Kaki Shinkawa masuk ke celah penyatuan tangan Ryu, ia memiringkan kakinya dan mendorong kedua tangan tersebut terbuka lebar.


Ryu terkejut dengan rasa sakit di tangannya, ia kehilangan kekuatan dan tangannya terbuka dengan lebar. Pandangannya kembali menjadi membaik. Namun, sebuah tendangan menyapu tubuh kirinya.


Bughhh...


Ryu tersentak, ia terpental ke kanan. Namun, Ryu menahan rasa sakit dan melakukan backflip untuk menstabilkan pendaratannya.


Namun, dirinya gagal mendarat dengan stabil ketika merasakan rasa sakit di tubuh kirinya tersebut.


Ryu berlutut dengan satu kaki, tangan kanannya menyentuh tubuh kirinya, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa ketika menyentuhnya.


Shinkawa melihat hal itu, ia hanya berdiri tanpa bergerak maju untuk membantu Ryu tersebut.


Ryu menatap ke arah Shinkawa, ia sedikit mengerutkan keningnya dan berpikir, bagaimana mengalahkan pria di depannya tersebut...


Shinkawa sendiri masih kokoh, berdiri dengan kuda-kuda sebelumnya. Dirinya siap untuk bertukaran pukulan untuk putaran kedua.


“Ryu Adam, apakah kau sudah menyerah?”


Shinkawa memprovokasi Ryu, tindakan tersebut membuat dirinya sendiri sedikit terkejut dalam hati.


‘Biasanya aku tidak suka memprovokasi seseorang, tapi entah kenapa untuk Anak ini, sedikit berbeda.’


Ryu yang mendengar provokasi Shinkawa mengerutkan keningnya, ia sedikit kesal ketika mendengar provokasi tersebut.


Ryu menenangkan dirinya, ia berdiri dan memandang ke arah Shinkawa dengan tatapan tajam, berbagai informasi terkait teknik dan kemampuan Raja Perang muncul dalam benaknya.


Momentum kekuatan yang kuat meletus, kekuatan tersebut muncul dalam diri Ryu tersebut. Dia sekarang mulai serius dan tidak menahan kekuatannya kembali.


Shinkawa menjadi serius, inilah yang ingin dirinya nantikan. Bertarung melawan seseorang yang memiliki Seni Bela Diri lain dengan serius.


Kedua orang melakukan kuda-kuda kembali, beberapa detik kemudian, Ryu melesat dengan cepat ke arah Shinkawa. Dirinya dengan cepat tiba di dekat Shinkawa.


Dalam sekejap, Ryu mengayunkan pukulannya tanpa menahan sama sekali. Shinkawa merasakan bahaya dari serangan tersebut, ia tidak bisa menyerang balik dan memilih menyatukan kedua tangannya.


Boom...


Ledakan kecil terjadi ketika Ryu menyerang Shinkawa. Serangan Ryu tersebut membuat Shinkawa terdorong sepuluh meter dari tempatnya berdiri.


Shinkawa merasakan tangannya mati rasa, ia sedikit mengerutkan keningnya. Namun, segera menjadi serius kembali ketika melihat Ryu melesat dengan cepat ke arahnya.


Ryu berbalik dan mengayunkan tendangan miliknya lurus ke arah kepala Shinkawa. Dirinya sangat cepat, tetapi Shinkawa berhasil menahannya dan sedikit terdorong ke atas.


Shinkawa melakukan backflip dua kali dan mulai menekuk kakinya, kemudian dirinya melesat dengan cepat ke arah Ryu sambil mengeraskan kepalan tangannya.


Shinkawa tiba di depan Ryu dengan cepat, ia mengayunkan pukulannya dengan cepat ke arah Ryu.


Ryu telat merespons, ia sendiri menyadari bahwa Shinkawa menambah kekuatannya kembali. Ryu dalam sekejap terpukul tepat perutnya dan dia terpental ke belakang dengan cepat.


Ryu merasakan perutnya sakit, tetapi ia mengabaikannya dan membalikkan tubuhnya dan mendarat dengan cepat. Dirinya menyusutkan matanya ketika melihat Shinkawa berada di depannya dengan kaki yang siap menyerang.


Alarm bahaya berbunyi, Ryu dengan cepat merunduk serendah mungkin. Kemudian, terlihat Shinkawa menendang secara horizontal.

__ADS_1


Wush...


Shinkawa hanya menendang angin, Ryu memanfaatkan hal itu, ia membalik tubuhnya dari belakang dan naik menendang ke arah depan.


Shinkawa merasakan bahaya dari tendangan vertikal bawah dari Ryu tersebut. Dirinya menyilangkan tangannya dan terdorong mundur beberapa langkah.


Ryu tidak berhenti begitu saja, dirinya melakukan backflip ke depan dan mengayunkan kakinya secara vertikal dengan cepat ketika tiba di dekat Shinkawa.


Merasakan bahaya dari atas, Shinkawa membuat postur berlindung dari serangan atas.


Boomm..


Shinkawa terkejut dengan kekuatan Ryu yang meningkat tersebut. Dirinya terdorong ke bawah, siluet cahaya melintas di matanya dalam sekejap.


Shinkawa yang akan jatuh, menyatukan tangannya ke tanah dan mengangkat kakinya ke atas. Ryu merasakan serangan dari Shinkawa tersebut, ia melakukan putaran samping dan menendang kaki Shinkawa tersebut.


Boomm.


Kedua serangan membuat keduanya terpental ke belakang mereka masing-masing. Ryu berputar di udara dan mendarat dengan stabil di arena.


Sementara Shinkawa berguling dan berbaring telentang, kemudian mengayunkan kakinya dan ia berdiri dengan tegak kembali.


Keduanya memiliki sorot mata yang tajam, mengambil nafas untuk menenangkan detak jantung mereka, begitu juga memulihkan kekuatan mereka masing-masing.


***


Para penonton terkejut dengan pertempuran tersebut, karena seluruh serangan keduanya sangat kuat, bahkan lantai arena terdapat kawah-kawah kecil.


***


Rock dan Emma terkejut melihat hal itu, keduanya tidak menyangka bahwa Ryu dapat mengimbangi Shinkawa.


“Sepertinya, Ryu tidak sesederhana yang kita kira...”


Emma mengangguk, menyetujui perkataan dari Suaminya tersebut. Kemudian, keduanya menatap ke layar dengan penuh keseriusan.


***


Di tempat peserta, orang yang memakai jubah menyeringai ketika melihat pertarungan di depannya tersebut.


***


Ryu dan Shinkawa mengatur nafas mereka, kemudian keduanya membuka kuda-kuda tahap kedua.


“Mari mulai kembali...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2