Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 88 - Kemarahan Arlan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Taman.


Alice memandang ke arah Ryu cukup lama, kemudian ia segera sadar dan paham bahwa kali ini laki-laki di depannya akan menghadapi masalah karenanya.


Alice mengingat berbagai orang yang tengah menolongnya, semuanya berakhir mati. Hal itulah, yang membuat dirinya tidak berdaya sama sekali.


Ryu memandang ke arah Eden, kemudian suara dering ponsel terdengar tak jauh dari tempatnya berdiri.


Ryu mengambil dan memandang ke arah Alice, ia melihat bahwa perempuan itu menggelengkan kepalanya tanda jangan diangkat.


Ryu menyeringai dan menekan tombol angkat. Kemudian, sebuah suara terdengar jelas di balik ponsel tersebut.


“Eden kamu berada di mana?” tanya suara dari balik ponsel, Alice melebarkan matanya dan jantungnya benar-benar berdebar.


Suara yang begitu dalam dan arogan, bagaimana Alice tidak mengingatnya. Suara itu ialah suara seseorang yang menjebaknya dulu.


Arlan, Ayah dari Eden.


“Eden? Di mana kamu, Nak?” tanya Arlan dari balik ponsel. Nada suaranya sedikit ada rasa khawatir.


“Halo, apakah ini ayah dari Eden?” Ryu menjawab dengan pertanyaan, ia benar-benar memiliki keberanian ganda.


Siapa Arlan, banyak orang yang tahu nama Arlan. Salah satu orang terkaya di seluruh Dunia, ia menempati posisi kelima dalam hal kekayaan.


Itu benar, keluarga kaya di dunia. Posisi kelima, ialah keluarga Arkan.


Selain menjadi keluarga terkaya, mereka juga memegang posisi kesepuluh dari kekuatan seluruh dunia.


“Siapa ini? Di mana Eden?” tanya Arlan dengan keras. Ia benar-benar mengkhawatirkan putranya kali ini.


“Yah, dia berbaring.. entah mati atau hidup. Mungkin, jika dibiarkan berlama-lama. Ia akan mati segera.” Jawab Ryu tanpa ada rasa bersalah sama sekali.


Pyar!


Terdengar suara barang pecah dari balik ponsel tersebut. Ryu sama sekali tidak peduli, ia menutup panggilan dengan santai dan membuangnya di dekat Eden.


Alice yang melihat dan mendengar ucapan Ryu, benar-benar tidak menyangka. Ia sendiri tahu bahwa selepas ini akan mendapati masalah, namun yang lebih parah adalah Ryu akan mati karena dirinya.


“Habislah sudah..” air mata Alice keluar, ia merasa benar-benar tidak berdaya kali ini. Seseorang akan mati karena dirinya lagi.


Ryu menatap ke arah Alice, kemudian ia mendekat dan mengangkat Alice untuk berdiri. Namun, Alice sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk berdiri.


“Kenapa.. kenapa kamu memukulnya, kenapa kamu tidak pergi sebelumnya..” banyak pertanyaan dari Alice sambil menatap ke arah Ryu.


Bohong jika Ryu tidak sakit hati melihat air mata perempuan di depannya. Ia hanya tersenyum dan diam, sambil mengangkat dan menggendongnya layaknya putri.

__ADS_1


Alice terkejut, namun ia masih rumit. Dirinya tahu akan ada masalah, namun ketika dirinya berada di dekat Ryu, perasaannya sangat nyaman dan aman.


Sampai akhirnya ia perlahan-lahan mulai memejamkan matanya dan tertidur dalam gendongan Ryu.


Melihat hal itu, Ryu menggelengkan kepalanya dan berjalan pergi menuju ke rumah sakit.


***


Sementara itu, di suatu tempat.


Terlihat rumah yang begitu besar dan megah, memiliki luas yang hampir sama dengan satu kota kecil. Rumah itu mirip dengan istana, dengan lima pilar berbentuk spiral di masing-masing ujung tempat tersebut.


Di tengah-tengah rumah, terdapat satu ruangan yang berada di puncak sendiri. Ruangan itu ialah ruangan milik penguasa rumah tersebut.


Trang!


Sosok pria tengah mengamuk dan menghancurkan berbagai barang yang di ruangan tersebut. Wajahnya memerah karena marah, tangannya yang besar dan berotot memukul ke arah dinding yang memiliki ketebalan delapan meter.


Booom!


Dinding hancur seketika, pria itu memandang ke arah luar. Ia menyusutkan matanya dan berkata dengan rendah.


“Baji*ngan bocah Eden..” pria itu mengunci lokasi tempat tertentu, kemudian ia meraung dengan keras.


“Armin, Owen, Rascal, Manma, Isana, datanglah kemari!” raungan keras bergema ke seluruh tempat Istana tersebut.


Kelima sosok hitam muncul di depan pria itu, mereka tidak berlutut. Melainkan, memandang ke arah pria di depannya.


“Eden dihancurkan oleh seseorang, dan misi kalian adalah temukan Eden. Bawa dia kembali, selidiki siapa orang yang menyerang Eden. Kemudian, lenyapkan orang itu beserta orang-orang yang berhubungan dengannya.” Perintah tegas dari pria itu yang tak lain Arlan Arkan.


“Hah.. Eden di serang, apakah orang ini begitu berani?” tanya salah satu orang di depan Arlan.


“Sungguh tidak terduga ada seseorang yang berani melawan kita.” Ucap orang lainnya dengan kagum.


Mereka berenam saling memandang satu sama lain, wajah mereka penuh akan kejutan. Kemudian, mereka menghilang dan mulai menjalankan misi.


Namun, dalam pikiran mereka hanya ada rasa penasaran dan kekaguman dengan orang yang menyerang Eden tersebut.


‘Aku ingin bertemu dengannya.’


Keenam orang itu menyebar segera, namun salah satu dari mereka berhenti dan duduk di pintu masuk menuju kawasan rumah.


“Dengan kepribadian Eden, hanya ada satu tempat yang selalu ia kunjungi. Kemungkinan besar ini terkait dengan dokter perempuan itu.” Ucap salah satu orang tersebut, yang tak lain Isana.


Ia sama sekali tidak peduli akan keluarga yang dirinya tempati. Ia sendiri sudah benar-benar muak dengan keluarga Arkan.


Namun, ia harus tetap melayani keluarga Arkan. Hal itu karena, seluruh keluarganya asli memiliki hutang yang begitu besar terhadap keluarga Arkan.

__ADS_1


Bukan hanya dirinya, kelima orang lainnya juga sama. Ketika mereka dikenali publik, keluarga Arkan mulai menerkam mereka dengan jaminan hutang keluarga mereka sendiri.


Hutang itu tidak kecil, hutang itu benar-benar besar. Satu orang ada sekitar 200 Milyar, mereka yang berasal dari kalangan biasa. Benar-benar berat, meskipun mengikuti Turnamen.


Hal itulah yang membuat mereka terpaksa untuk menjadi petarung keluarga besar.


Isana menggelengkan kepalanya, kemudian ia menatap tajam ke arah satu bangunan yang lumayan jauh. Tatapannya terkunci ke arah rumah sakit tempat Alice berada.


Meski terhalang oleh berbagai hal dan jarak antara tempatnya berada dengan rumah sakit tersebut begitu jauh. Ia tetap bisa melihat, meski melewati beberapa kota.


“Terkunci, dibutuhkan beberapa jam sampai di sana dengan berlari. Lebih baik, meminta sopir untuk mengantarkanku ke sana.” Ucap Isana, kemudian ia turun dan menghampiri sopir keluarga.


***


Rumah sakit.


Ryu menempatkan Alice di tempat ia dirawat, yaitu ruang VVIP yang dirinya pesan. Ia meletakkan Alice di ranjang yang berada di sebelah ranjang tempatnya berada.


Selepas itu, Ryu kembali duduk di sofa. Ia mengambil ponsel miliknya dan melihat bahwa ada beberapa pesan masuk dari Tera.


Ryu segera membalasnya, ia tidak lama untuk bermain ponsel. Kemudian, tertidur di sofa yang dirinya tempati tersebut.


***


Pagi hari.


Ryu terbangun, ketika mendengar suara seorang perempuan tengah memanggil dirinya. Bukan hanya satu, ia merasakan ada perempuan lain juga memanggil dirinya.


Ryu perlahan-lahan membuka matanya dan melihat Risa dan Yuna tengah membangunkannya dari tidur.


“Pagi.” Ucap Ryu meregangkan kedua tangannya dan memandang ke arah Risa dan Yuna dengan tatapan bingung.


Risa dan Yuna memiliki ekspresi wajah datar ketika melihat Ryu terbangun, keduanya kemudian menunjuk ke arah ranjang yang kosong sebelumnya.


“Kenapa dokter itu tidur di sini?” tanya Risa, ia penasaran. Dirinya tidak terlalu cemburu dengan Ryu mengambil gadis lain.


Namun, ia semakin cemas dan dalam hatinya selalu berpikir bahwa akan dibuang, hal itu juga menjadi pikiran Yuna.


“Oh, kemarin..”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2