Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 139 - Perjalanan Menuju Area Hutan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Sandar Foran.


Di sebuah padang pasir yang luas terlihat sosok kalajengking melintas dengan cepat. Kalajengking tersebut sangatlah besar dan setiap kali melintas, pasir akan menyingkir dan membentuk sebuah jalan lurus.


Di atas kalajengking besar itu, terdapat empat sosok yang tengah duduk sambil memakan makanan ringan. Keempat sosok itu ialah Ryu, Risa, Yuna, dan Alice.


Tujuan mereka kali ini ialah tempat tinggal Kera Hitam, salah satu spesies monster yang hidup di Sandar Foran bagian hutan.


Ryu sendiri akhirnya memahami terkait Sandar Foran. Ternyata daratan tersebut memiliki tiga tempat. Gurun, Hutan, dan bawah tanah.


Dua area yaitu gurun dan hutan telah ditemukan oleh semuanya, akan tetapi untuk area bawah tanah sangatlah tersembunyi. Jalan menuju bawah tanah sangatlah ketat dan tidak semua jenis bisa masuk.


Penghuni di sana ialah monster sejenis cacing dan semut. Namun monster tersebut bukanlah monster biasa, melainkan monster yang berada di atas Ular Kebesaran.


Ryu sendiri baru memahami hal itu dari kalajengking gurun. Dia tidak menyangka bahwa daratan Sandar Foran sangatlah luas dan penuh akan persembunyian.


“Tempat ini benar-benar luas ....” Ryu tidak bisa untuk tidak kagum, dia sangatlah ingin menjelajah ke tempat lain. Dirinya berharap bahwa wilayah lain pasti memiliki tempat yang sangat luas bahkan melebihi daratan Sandar Foran sendiri.


Ryu sedikit tidak sabar, hal ini karena keinginannya untuk melihat seluruh hal yang ada di dunia tempatnya berada. Apalagi selepas mendengar kakeknya bahwa ada dimensi lain selain tempatnya berada, hal inilah yang membuat dirinya benar-benar ingin menjelajah.


Risa, Yuna, dan Alice tentu memahami keinginan suaminya. Mereka sendiri juga ingin mengikuti perjalanan suaminya tersebut, meski area tersebut bahaya maupun mematikan, mereka siap untuk dan tidak takut sama sekali.


“Riot, apakah temanmu tidak akan bertemu dengan orang-orangku?” tanya Ryu, dia akhirnya mengingat tentang Rio dan Siana yang menjelajah ke area hutan Sandar Foran.


Riot menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak tahu!”

__ADS_1


Ryu mengangguk dalam-dalam, dia berharap semoga Rio dan Siana tidak bertarung dengan Kera Hitam. Jika tidak, selanjutnya akan semakin merepotkan.


Juga, Ryu sudah memberikan nama kepada Raja Kalajengking Gurun, yaitu Riot. Nama ini diambil acak oleh Ryu dan dia ingat bahwa Riot hampir mirip seperti senjata dan transportasi darat yang perkasa.


Raja kalajengking gurun yang diberikan namanya, dia senang dan bangga dengan nama Riot. Red sendiri juga memuji juniornya tersebut. Meski dikatakan Junior, keduanya sangatlah cepat akrab tanpa ada permusuhan sama sekali.


“Red, apakah Ordolf dan Elli berada di reruntuhan?” tanya Ryu terhadap Red yang berada di pangkuannya.


“Itu benar, Tuan.” Red mengangguk dan mulai makan makanan ringan kembali, sambil memberikan makanan ke arah Riot.


Ryu berpikir sebentar, kemudian terganggu oleh sebuah suara panggilan dari ransel yang di bawa oleh Risa. Ryu dan ketiga istrinya segera menatap ke arah ransel tersebut, kemudian Risa mengambil ponsel yang berdering keras.


“Dari Rio.” Risa berkata sambil menatap ke arah Ryu.


“Angkat!” Ryu menjawab dengan ringan dan Risa mengangguk. Kemudian Risa mengangkat panggilan tersebut dan terdengarlah suara Siana dari balik ponsel.


“Ryu, Risa, Yuna, Alice, apakah kalian baik-baik saja?” Siana bertanya dengan cemas, dia benar-benar khawatir ketika melihat api yang membumbung tinggi di sertai dengan ledakan.


Siana yang berada di seberang tertegun, kemudian dia bertanya kembali. “Kalian akan kemari? Mengapa?”


Ryu, Risa, Yuna, dan Alice saling memandang kemudian memberitahu terkait informasi yang mereka dapatkan dari Riot. Siana yang mendengar hal itu segera menjadi serius dan mendengarkan dengan cermat.


Tak butuh waktu lama, untuk Siana mendapatkan informasi tersebut. Dia juga sudah mengeraskan suara ponsel agar Rio dapat mendengarkan informasi tersebut.


“Jadi begitu, ternyata Vortex akan bangkit. Informasi ini sangatlah berguna dan Ryu serta kalian segera datang kemari. Aku akan menunggu di dekat pintu masuk hutan Sandar Foran.” Rio mengatakan dengan jelas.


*Baik, Paman. Tunggu kami, mungkin sekitar dua jam, kami akan tiba di area hutan.” Ryu menjawab dengan serius.

__ADS_1


Kemudian panggilan keduanya terputus dan Ryu memandang ke arah depan sambil mengelus kepala Red. Dia tidak menggunakan Red untuk melintas menuju hutan karena Red masihlah lambat di bandingkan Riot.


Red sendiri khusus untuk melintas di langit, meski kecepatannya relatif sedang. Sementara Riot gerakannya sangatlah cepat di daratan dan lambat di lautan. Perbedaan keduanya sangatlah jauh dan Ryu sudah menguji sebelumnya.


Di daratan Riot lebih unggul dengan Red yang di udara. Terutama daratan yang luas tanpa adanya penghalang apapun sehingga bergerak dengan leluasa.


“Sayang, apakah kita perlu menghubungi paman Ordolf?” tanya Alice, akan tetapi Ryu menggelengkan kepalanya.


“Tidak perlu, kemungkinan besar paman Rio sudah menghubungi mereka. Juga reruntuhan yang dituju oleh paman Ordolf dan istrinya ialah tempat Vortex di segel.”


Ryu menjelaskan hal tersebut dan juga dirinya tidak perlu khawatir akan Vortex karena adanya Rio dan Ordolf. Ryu sendiri mengetahui ukuran kekuatan keduanya dan Vortex sendiri pasti di bawah keduanya.


“Sayang, apakah kamu mengetahui monster bernama Vortex?” tanya Risa kepada Ryu, dia menyusutkan matanya untuk melihat apakah suaminya mengetahui tentang Vortex.


Ryu yang mendengar pertanyaan Risa, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak tahu monster yang bernama Vortex tersebut. Namun, ketika mendengar pertanyaan tersebut, Ryu sadar bahwa Risa mengetahuinya.


“Seperti yang kuduga ... Kamu tidak mengetahuinya.” Risa menghela nafas tak berdaya. Sementara Ryu hanya menggaruk kepala belakangnya sambil tersenyum canggung.


“Memangnya apa itu Vortex?” tanya Ryu untuk memastikan lawan dia selanjutnya. Risa tidak menjawab terlebih dahulu, akan tetapi memandang ke arah Yuna dan Alice. Selepas itu mulai menceritakan tentang Vortex.


“Dahulu kala, terdapat monster yang sangat liar. Monster itu memiliki wujud manusia, akan tetapi tubuhnya sangatlah halus. Terdapat ekor panjang berwarna ungu, tidak memiliki rambut namun memiliki kulit berwarna putih bercampur hijau,” kata Risa


“Monster ini sangatlah susah untuk dilawan. Ketika bertarung, dia layaknya kingkong yang sangat berat dan mengerikan. Pukulannya kuat bahkan menggetarkan satu pulau kecil,” lanjut Risa.


Kemudian, Risa menjeda sebentar, sebelum melanjutkan kembali ceritanya.


“Monster ini bisa terbang dan mereka sebenarnya bukan hanya ada satu, melainkan ada enam jenis,” kata Risa sambil memandang ke arah Ryu, Yuna, dan Alice.

__ADS_1


“Vortex, ini hanyalah singkatan dari keenam jenis monster tersebut. Setiap monster sendiri memiliki kemampuan yang luar biasa, jadi kali ini kita akan melawan monster yang pernah menggetarkan planet ini sebelumnya!”


To be Continued.


__ADS_2