
Silakan Dibaca.
Api sudah mendekat.. Ryu, Sanda, Rio, Rock, Ordolf, dan Yuref mulai melayangkan pukulan mereka kuat-kuat ke arah semburan api yang sudah tepat di depan mata mereka.
Kedua serangan bertemu.. ledakan keras terjadi, laut mulai membentuk cekungan. Air naik dari kanan ke kiri, menampilkan tanah di lautan.
Awan menghitam sepenuhnya ledakan petir tidak berhenti dan semakin mengeras dari waktu ke waktu.
Angin kencang mulai membentuk tornado dan bergerak menuju ke segala arah. Para prajurit yang berada di pelabuhan terkejut, pemandangan di lautan kini benar-benar berubah menjadi bayangan mengerikan.
Tornado yang bergerak ke arah pelabuhan, mulai tertahan oleh Clara, Siana, dan Emma. Tatapan tegas ketiga perempuan, membuat para prajurit mulai menghilangkan rasa takut mereka masing-masing.
Perlahan suasana lautan mulai tenang. Hal ini karena, enam Naga dan enam orang menghilang dari lautan. Clara, Siana, dan Emma memahami situasi kali ini.
“Rio, melakukan perpindahan.” Siana mengangguk ketika mendengar pernyataan dari Clara. Dia tahu akan kemampuan ruang milik suaminya itu.
“Kemampuan ruang, Komandan Rio benar-benar sudah meningkat.” Emma jelas mengetahui tingkatan dari kemampuan-kemampuan khusus, terutama kemampuan ruang.
Baginya menghafal seluruh kemampuan dan beberapa materi lainnya sangatlah mudah. Dia sendiri memiliki kemampuan khusus pengetahuan. Di mana, dia akan hafal dalam sekali lihat.
“Itu benar, namun sudah lama Rio berada di level kemampuan ruang itu.”
Emma mengangguk, dia sedikit terkejut ketika menyadari bahwa Rio telah meningkatkan level ruangnya. Clara sendiri hanya diam, dia tidak terlalu tertarik dengan pengetahuan yang didiskusikan kedua perempuan di sebelahnya.
***
Gurun.
Ryu dan Naga Merah terkejut, ketika melihat diri mereka berada di gurun yang sangat luas. Ryu memandang ke sekitar dan melihat bahwa langit berbeda dari Dunia Paralel.
Langit hitam dengan bintik-bintik cahaya putih dan kuning. Ryu mengerutkan keningnya, lalu memperhatikan sekitarnya kembali dan menemukan bahwa lingkungan sedikit berbeda dari tempatnya.
“Aku berada di mana?” Ryu bertanya-tanya dalam dirinya sendiri. Dia sama sekali tidak mengetahui tempat yang dia injak sekarang.
Naga Merah juga mengalami kebingungan. Lima Naga lainnya tidak ada dan dia berada di tempat asing bersama dengan lawannya.
Ryu memikirkan sejenak, kemudian kilasan ingatan kecil muncul di pikirannya. Dia akhirnya tahu, bahwa dirinya telah mengalami perpindahan ruang.
“Paman Rio.. pasti ini ulahmu.” Ryu tersenyum masam. Namun, segera menjadi serius ketika sosok lintasan cakar menyerang ke arahnya tepat dari depan.
__ADS_1
Ryu bergerak ke samping, dia menghindari cakar tajam yang melintas di tempat sebelumnya berdiri. Mata Ryu tertuju ke arah Naga Merah yang tengah memiliki mata merah.
Melihat perubahan dari Naga Merah. Ryu sama sekali tidak takut. Dia mengepalkan tangannya, otot-otot miliknya berkontraksi sebentar dan lengannya menjadi cerah.
“Karena kamu menyerang terlebih dahulu, kali ini giliranku.” Jejak siluet muncul di mata Ryu. Dalam sekejap, dia menghilang dari tempat meninggalkan debu yang naik ke atas secara melingkar.
Naga Merah seketika berbalik, ketika merasakan bahaya di belakangnya. Namun, dia terlambat dan kepalan tangan Ryu tepat di wajahnya kali ini.
Ledakan terjadi dan Naga Merah terlempar puluhan meter dari tempat dia berada sebelumnya. Ryu memandang sekilas, kemudian menghilang kembali dari tempat.
Naga Merah yang terbang mundur, mulai mengepakkan sayapnya dan melakukan backflip sekali. Kontrol pendaratannya sangatlah akurat, hal ini membuatnya berdiri dengan tegak kembali.
Namun, ketika Naga Merah mengangkat kepalanya lurus ke arah Ryu berada. Sebuah pukulan keras melayang tepat di depan matanya.
Naga Merah terkejut, namun rasa terkejut miliknya dialihkan oleh rasa sakit yang begitu tajam. Dia kembali terpental ke belakang dengan kuat.
“Roar!” Naga Merah meraung dengan keras. Matanya memerah penuh akan kemarahan. Rasa sakit di kepalanya belum benar-benar surut.
Di saat Naga Merah terbang ke belakang, dia mengambil nafas dalam-dalam dan terlihat percikan api muncul di sela-sela mulutnya.
Berikutnya, Naga Merah berbalik kembali melakukan backflip dan melayangkan sejumlah besar bola api ke arah Ryu berada.
Ryu menatap sekilas bola api Naga Merah. Dia sama sekali tidak mundur. Ryu melangkah satu kali ke depan, kemudian dia melesat dengan cepat ke arah Naga Merah.
Pasir yang berada di bawah lintasan Ryu mulai naik ke atas, kemudian berubah menjadi debu yang menutupi pandangan di sekitarnya.
Bola api Naga Merah dilewati oleh Ryu dengan mudah. Dia hanya perlu bergerak ke kiri dan kanan, memastikan waktu yang tepat untuk menghindari seluruh bola api.
Ryu yang telah melewati bola api, tiba di depan Naga Merah. Dia melompat dan mengayunkan kepalan tangannya yang telah dia tambahkan 15 otot dan penguatan 5 kali.
Kekuatan tangan Ryu sangat kuat, bahkan gesekan di udara membuat tangannya terbakar penuh api semangat.
Naga Merah melebarkan matanya, dia segera sadar dan mengarahkan kakinya untuk menahan serangan dari lawan di depannya.
Boom!
Naga Merah terpental ke belakang, namun kali ini kakinya menjadi terluka parah. Luka bakar dan tulang patah, dapat dirasakan oleh Naga Merah sendiri.
“Roar!” Naga Merah mengaum penuh akan kemarahan. Dia menatap ke arah Ryu dengan marah. Baru kali ini dirinya dilukai oleh sosok manusia.
__ADS_1
Dilukai oleh manusia adalah penghinaan baginya. Bagaimana makhluk mitos sepertinya dapat dipukul berkali-kali oleh makhluk yang paling lemah di Dunia.
Ryu sama sekali mengabaikan tatapan kemarahan dan kebencian Naga Merah. Dia sudah terbiasa mendapatkan tatapan tidak bersahabat itu.
Ryu mulai melangkah dengan santai menuju ke arah Naga Merah yang berusaha untuk berdiri. Dia sedikit kagum dengan kegigihan seekor Naga di depannya itu.
Tangan Ryu terkepal kembali. Otot-otot miliknya mulai berkontraksi. Dia menambahkan 20 otot dan 10 penguatan tubuh.
Tangannya mulai bersinar cerah, urat-urat tangannya perlahan terlihat di sekujur lengannya.
Naga Merah merasakan bahaya dari Ryu, dia meraung dengan keras. Sayapnya terus-menerus bergerak, membuat debu pasir naik ke atas menghalangi pandangan keduanya.
Ryu sama sekali tidak panik, dia mengaktifkan mata malam dan perlahan-lahan visinya dapat melihat Naga Merah yang tengah memulihkan dirinya sendiri.
Ryu menjadi serius, dia bergerak dengan cepat ke arah Naga Merah. Namun, dirinya terlambat ketika melihat lahar mulai keluar dan mengembun di pasir.
Suhu di sekitar tempat Ryu berada, perlahan-lahan mulai naik, membuat Ryu menyusutkan matanya dan kewaspadaannya meningkat dalam sekejap.
Debu perlahan-lahan memudar, Ryu memandang ke arah depan. Namun, dia merasakan bahaya tepat di depan matanya.
Tanpa berpikir panjang, Ryu mengayunkan pukulannya ke arah depan. Berikutnya pukulan Ryu bertemu dengan sosok kaki besar dipenuhi dengan lava yang mengalir.
Booom!
Ledakan keras terjadi, Ryu terpental ke belakang dan dia segera melakukan pendaratan cepat, sambil melihat efek dari benturan serangan sebelumnya.
“Benar-benar panas dan keras. Apakah ini yang dinamakan lava?” Ryu menggelengkan kepalanya, kemudian tatapannya terarah ke depan. Di mana Naga Merah yang telah berubah menjadi sosok yang mengerikan.
Ryu mengangkat sudut mulutnya ketika melihat perubahan Naga Merah. Perbedaan Naga Merah sendiri tidak terlalu banyak. Hanya tubuhnya yang memerah cerah dan lahar keluar dari sela-sela tubuhnya.
Ryu senang, dia akhirnya mengeluarkan aura miliknya dan tersenyum liar memandang ke arah Naga Merah.
“Menarik..”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.