
Silakan Dibaca.
Arena pertandingan Arshna, terlihat getaran terus-menerus terjadi di tempat arena tersebut.
Sosok besar dan sosok kecil saling tukar pukulan satu sama lain, mereka imbang. Namun, senyum di wajah mereka tetap tidak pudar sama sekali.
Sosok besar yang tak lain Kalan menatap sosok kecil di depannya dengan keras, ia terus mengikuti kecepatan sosok kecil tersebut. Meskipun dia kalah cepat, ia unggul dalam tenaga serangan.
Sosok kecil yang tak lain Ryu terus melancarkan pukulan ke arah Kalan, ia paham bahwa serangannya di tahan bahkan hanya membuat Kalan sedikit merasakan rasa sakit.
‘dua pukulanku dapat menghadapi satu pukulan Kalan.’ Ryu berpikir dengan cepat, ia paham bahwa hanya kecepatan miliknya yang bisa diandalkan untuk sekarang.
Kalan sedikit muak, terus-menerus mendapatkan rasa sakit yang menggelitik dirinya. Dengan ringan, ia melompat dan terjun dengan keras di lantai arena.
Boom...
Ryu sedikit terkejut, ia kehilangan keseimbangan miliknya. Lalu, ia merasakan bahaya dari depan. Ryu dengan cepat menyilangkan tangannya ke depan dan merasakan pukulan telapak tangan yang kuat.
Bughh..
Ryu terpental ke belakang, ia melakukan backflip menstabilkan langkahnya. Tatapan miliknya menjadi buas ketika, ia mendarat dan menatap ke arah Kalan.
“Ayo, Ryu Adam tunjukkan kekuatanmu!” Kalan merundukkan tubuhnya, tangan mengambang di lantai dan sorot matanya menjadi lebih tajam.
Ryu paham posisi itu, ia menenangkan dirinya dan mulai melesat dengan cepat ke arah Kalan.
Melihat Ryu bergegas ke arahnya, Kalan tidak tinggal diam. Dia kemudian melesat ke arah Ryu dengan mengandalkan tubuh miliknya yang besar menjadi perisai.
Kalan berencana untuk saling bertabrakan dengan Ryu, tubuh dan tenaga miliknya lebih kuat daripada Ryu sendiri.
Ryu sudah menyadari, ia melompat ketika hampir dekat dengan Kalan. Kaki miliknya berputar, ia menggunakan tendangan sabit tepat ke arah leher Kalan.
Bughh...
Kalan sedikit tersentak, tetapi rasa sakit yang dia derita hanya sementara. Kalan dengan cepat meraih kaki Ryu, kemudian membantingnya ke tanah.
Brakkk...
Ryu sedikit terkejut ketika merasakan rasa sakit di punggung, ia menatap ke arah Kalan yang sudah siap melancarkan pukulan telapak tangannya.
Ryu dengan cepat berguling ke kanan. Kalan melancarkan serangannya dan menghancurkan tempat Ryu sebelumnya.
Kalan segera menatap ke arah Ryu yang berada tepat di sebelah kanan miliknya. Ryu sendiri melakukan backflip sedikit menjauh dari Kalan tersebut.
Kalan berdiri tegak, kemudian ia sedikit menekuk kakinya ke bawah. Tangan miliknya berpangku terhadap lekuk kakinya tersebut.
Ryu menatap Kalan dengan sedikit terkejut, ia samar-samar melihat siluet iblis perang perkasa di belakang Kalan tersebut.
Iblis perang perkasa, sebuah legenda mengatakan bahwa Iblis tersebut terlihat seperti duduk seperti patung, ia menerima berbagai luka. Namun, tubuhnya tetap berdiri kokoh tanpa ada gerakan sama sekali.
“Ryu Adam, ayo kita mulai lagi!”
__ADS_1
Suara Kalan begitu menggelegar, ia benar-benar sudah di rasuki oleh iblis perang perkasa tersebut. Tangan besar miliknya menepuk dua kali, kemudian ia melompat dan terjun dengan keras.
Booomm...
Ryu benar-benar kehilangan keseimbangan, ia melihat sosok Kalan melintas dengan cepat dan tiba tepat di depannya.
Ryu tidak bisa tidak serius sekarang, ia mengencangkan otot-otot miliknya. Selepas itu, dengan kedipan mata ia menghilang di saat Kalan melancarkan pukulan telapak tangannya.
Ryu muncul kembali beberapa meter dari Kalan. Tatapannya menjadi serius, ia tidak bisa meremehkan Kalan tersebut sekarang.
Kalan melihat ekspresi Ryu yang serius, ia tersenyum senang. Kalan sejak awal memang belum melihat Ryu serius sama sekali, ia tidak bisa tidak marah. Tidak serius berarti lawan meremehkan dirinya.
Menunjukkan kekuatan penuh, Kalan kembali menggunakan postur iblis perang perkasa dengan lebih kuat.
Ryu sendiri menghela nafas dalam-dalam, ia merasakan aliran nafasnya menjadi stabil dan perasaan miliknya berangsur-angsur berubah.
Ryu melompat sedikit, kemudian ia menghilang dan muncul tepat di depan Kalan tersebut.
Ryu dengan cepat memukul tubuh Kalan berkali-kali, bahkan Kalan sampai mengeluarkan darah di sudut mulutnya, ia tetap memukul terus-menerus.
“Mari aku uji, seberapa kuat pertahanan iblis perang perkasa tersebut...”
Bugh Bugh Bugh Bugh.
Pukulan demi pukulan terus di lancarkan oleh Ryu. Kalan sendiri tidak bergerak, ia juga tidak merespons ketika dipukuli oleh Ryu tersebut.
***
Ruang Monitor, terlihat Rock dan Emma terkejut ketika melihat Kalan yang begitu kuat menahan pukulan dari Ryu. Rock sendiri mengerutkan keningnya ketika melihat pukulan dari Ryu tersebut.
Emma sedikit menaikkan alisnya, ia menatap ke arah layar dan mengangguk benar dengan apa yang dikatakan Suaminya tersebut.
“Meskipun begitu, Kalan ini... Kuat. Pertahanan yang kokoh ini, jika diolah lebih, pasti akan menjadi pertahanan yang tak terkalahkan.”
Jack mengangguk paham, memang benar apa yang dikatakan istrinya tersebut. Kalan memiliki potensi dalam ketahanan terkuat.
“Masukkan dia dalam daftar...”
Emma setuju, ia mengambil dan menulis Kalan dalam daftar peserta yang akan diambil nantinya. Kemudian, ia memandang layar kembali.
***
Arena pertandingan, Ryu terus memukuli Kalan sampai terlihat berbagai tubuh Kalan mengeluarkan darah di mana-mana.
Ryu menatap ke arah Kalan, ia benar-benar tak percaya melihat Kalan yang masih sadar dan tidak merasa goyah sama sekali.
“Orang ini...”
Namun, Ryu menemukan sesuatu yang aneh. Terlihat bahwa Kalan tidak bergerak sama sekali. Ryu sedikit terkejut, kemudian robot muncul dari dalam Arena kembali.
“Pesumo Kalan, tidak sadarkan diri...”
__ADS_1
“Pemenang pertandingan ini, Ryu Adam...”
Ryu melebarkan matanya, ia menatap ke arah robot, kemudian ke arah Kalan. ‘Dia tak sadarkan diri sambil berdiri kokoh... Benar-benar inkarnasi dari iblis perang perkasa.
Ryu mendekat ke arah Kalan, kemudian ia menepuk pundak Kalan membuat tubuh Kalan menjadi melemah. Ryu kemudian membaringkan Kalan di tempat.
Robot yang menjadi wasit mendekat ke arah Ryu dan Kalan yang berbaring di dekatnya. Tiba di dekat keduanya, robot mengulurkan tangannya dan Kalan menghilang dari tempat.
“Berada di mana dia?”
Robot tersebut menatap ke arah Ryu, kemudian ia berkata, “Kalan dipindahkan ke dalam Rumah Sakit khusus...”
Ryu mengangguk, kemudian ia menghilang dari tempat dan kembali ke tempat peserta berada.
Selepas itu, berbagai pertandingan terlaksana. Pemenang selepas Ryu adalah seorang pria dengan pakaian seni bela diri. Ryu sedikit tertarik ketika melihat gaya pertarungan orang tersebut.
Pertandingan selanjutnya, juga dimenangkan oleh orang berjubah dan seorang laki-laki yang memiliki tampilan gangster.
“Pertandingan putaran ke tiga...”
“Ryu Vs Sinkawa...”
“Texas Vs Bryan...”
“Pertandingan akan dimulai dalam 30 menit kemudian, harap di ingat kembali...”
“Pertandingan akan dimulai dalam 30 menit kemudian...”
“Sekian, terima kasih...”
Ryu kembali di datangi oleh robot, ia menerima botol air energi dan penyembuhan. Ryu diberikan hal itu, karena saat ia dibanting oleh Kalan. Tulang punggung dan tulang lainnya terasa retak.
Ryu meminum air tersebut, ia merasakan tubuhnya kembali seperti semula. Kemudian, ia menatap ke arah robot berada.
Namun, robot tersebut sudah menghilang dan memberikan botol air ke peserta yang akan masuk ke putaran ketiga.
***
Tiga puluh menit kemudian, berbagai bangku penonton yang kosong sebelumnya, sekarang terisi dalam sekejap.
Ryu terkejut akan hal itu, ia mengamati satu persatu penonton dan akhirnya menemukan kedua istrinya yang tengah melambai ke arahnya.
Ryu membalas melambai, kemudian ia mendengar suara robot yang berada di atas arena.
“Keempat peserta, waktunya sudah habis...”
“Sekarang, waktunya memulai putaran ketiga...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.