Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 62 - Turnamen Jalanan Dimulai


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Pagi hari...


Ryu bangun dari tidurnya, ia duduk dan mengedipkan matanya sebentar sebelum menatap ke arah kanan dan kiri, yang terdapat dua istrinya yang cantik tengah tidur tanpa busana.


Ryu mengingat kejadian kemarin, kedua istrinya memarahi dirinya. Namun, Ryu segera memberi keduanya kepuasan yang begitu tinggi.


“Mereka benar-benar mengerikan ketika marah,” gumam Ryu sambil mengelus surai rambut kedua istrinya itu.


Merasa ada yang mengganggu tidurnya, Risa dan Yuna perlahan-lahan membuka matanya. Keduanya menatap ke arah Ryu yang tengah mengelus rambut mereka.


“Pagi, Sayang.” Risa dan Yuna menyapa sambil meregangkan kedua tangannya ke atas. Ryu hanya membalas dengan anggukan, kemudian ia turun dari tempat tidur.


“Ayo mandi, hari ini Turnamen Jalanan akan diselenggarakan.” Mata Risa dan Yuna langsung cerah ketika mendengar kata Turnamen Jalanan.


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, mereka bertiga masuk ke dalam kamar mandi secara bersamaan.


Tak butuh waktu lama, mereka keluar dengan handuk melilit di tubuh. Kemudian, ketiganya berjalan menuju ke lemari pakaian dan mengambil setel pakaian formal.


Ryu sendiri memakai pakaian santai, pakaian polos hitam tanpa ada lambang atau tulisan apapun. Risa dan Yuna memakai pakaian putih dan hitam, mereka terlihat cantik dan tidak akan mencolok nantinya.


Ketiganya keluar dari kamar, memesan lima makanan. Kemudian, berangkat menuju ke Lapangan pertarungan Arshna.


Mereka bertiga berangkat seperti biasa bersama dengan Tera dan Selina. Risa juga membagikan makanan kepada kedua orang itu.


***


Lapangan Pertempuran Arshna...


Sebuah tempat yang sangat luas dengan bentuk persegi panjang. Ujung dari tempat itu, berdiri berbagai bangku penonton melingkari area tempat itu.


Di tengah lapangan terdapat delapan Ring Arena, di mana masing-masing peserta akan dikelompokkan menjadi beberapa grup.


Sorakan-sorakan antusias penonton membuat Lapangan Pertempuran itu sangat hidup. Di tempat pendaftaran sendiri, berbagai orang tengah berbaris siap untuk mengikuti Pertarungan.


***


Beberapa menit kemudian...


Mobil Hitam CR-V Black Edition melintas di jalan dekat Lapangan Pertempuran Arshna. Mobil itu seketika berhenti tepat di tempat parkir mobil berada.


Pintu terbuka, keluar lima orang yang tak lain, Ryu, Risa, Yuna, Tera, dan Selina. Mereka berlima tengah menatap keramaian Lapangan Pertempuran tersebut.


“Ramai, sangat ramai.” Risa sangat terkejut, ia dulu selalu di Hotel. Baginya melihat pemandangan keramaian orang baru kali ini.


“Ini normal,” ucap Tera dengan ringan, ia sudah bekerja menjadi Preman sejak lama. Melihat pertandingan adalah hal normal baginya.


“Aku akan ikut dalam barisan untuk mendaftar. Kalian pergilah ke bangku penonton.” Ryu berkata dengan santai.


“Hati-hati dan Semangat, kalahkan semua kontestan.” Ryu mendengar hal itu mengangguk, ia menepuk kepala kedua istrinya dan mencium tepat kening mereka.


“Baiklah, mari kita pergi ke bangku penonton.” Tera memandang ke Ryu yang sudah pergi menuju ke barisan, ia kemudian mengajak semuanya untuk pergi ke bangku penonton.


Ketiga perempuan mengangguk, mereka berempat berjalan menuju ke bangku penonton. Selain itu, mereka juga membeli beberapa makanan ringan.


***


Ryu tiba di barisan, ia melihat bahwa barisan sudah berkurang banyak dan ia tidak perlu menunggu terlalu lama.


“Oh, Ryu... Kau mendaftar.” Ryu mendengar panggilan dirinya dari belakang, ia berbalik dan menatap ke arah belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya.


Terlihat seorang pemuda tanpa pakaian dan hanya memakai celana olahraga hitam dengan sepatu lancip yang mengkilap.

__ADS_1


“Ito...” Ryu tersenyum, ia sudah lama tidak bertemu dengan Ito, seorang pemuda yang pernah ia lawan saat di taman sebelumnya.


“Kukira, kau tidak akan mengingatku.” Ito tersenyum, ia mengayunkan kakinya dengan keras ke arah Ryu. Kecepatan Ito sangat cepat dan melintas seperti bayangan.


Bugh!


Ryu menahan tendangan Ito dengan tendangan miliknya. Ia tersenyum, karena serangan tendangan adalah sapaan untuk keduanya.


Ryu merasakan ada sosok melintas dengan sangat cepat menuju ke arahnya, gerakan sosok itu terlihat seperti petinju profesional.


Ryu melepaskan tendangannya, kemudian ia mengepalkan tangannya dengan ringan dan mengayunkan pukulan tepat ke arah sosok itu berada.


Bam!


“Kau sudah berkembang, Bocah Ryu.” Sosok tinggi perlahan-lahan mulai tampak. Ryu sendiri tidak akan lupa dengan sosok tersebut.


Sosok yang ia lawan saat pertama kali memasuki dunia paralel. Sosok yang ingin ia kalahkan sejak awal, sosok itu ialah Tinju Besi, Jack Santa.


“Sudah lama tidak bertemu, Paman Santa.” Ryu semakin bersemangat ketika melihat musuh-musuhnya dulu berkumpul dalam satu pertandingan.


Jack tersenyum, ia kemudian kembali ke postur tegaknya kembali. Ito yang melihat Jack benar-benar terkejut, ia tidak menyangka petinju terkenal akan mengenal Rivalnya.


“Yah, aku hanya ingin menyapa saja. Ingat, Turnamen ini ada berbagai macam orang dan hewan yang ikut bertanding.” Jack melambai dan mulai berjalan masuk ke dalam.


Ryu memiringkan kepalanya, ia masih bingung akan perkataan Jack sebelumnya. “Binatang? Kenapa Binatang juga ikut dalam Arena?”


Ito memandang ke arah Ryu dengan aneh. “Apakah kau tidak mengetahuinya? Binatang memang akan selalu ikut dalam Turnamen seperti ini.”


Ito kemudian memandang sekitar dan menunjuk ke arah sosok Beruang Besar yang tengah memakan madu dengan senang.


“Di sana, Beruang itu juga peserta dalam pertandingan ini.” Ryu mengikuti arah penunjuk jari Ito, ia benar-benar terkejut ketika melihat ada Beruang Besar di Turnamen.


“Ini, apakah tidak berbahaya?” Ryu bertanya dengan rumit. Ito sendiri menggelengkan kepalanya, kemudian ia menjawab dengan jelas.


Ryu terkejut, pengembangan otak hewan menuju ke manusia. Hal itu, sama sekali tidak ia sangka. Dengan adanya hewan yang memiliki fungsional otak manusia, bukankah itu terlalu dilebih-lebihkan.


“Artinya ia bisa berbicara dengan kita?” Ryu bertanya dengan kejutan wajahnya yang belum menghilang.


Ito mengangguk, kemudian berkata, “Yah, hanya beberapa hewan saja yang berhasil ditingkatkan. Untuk semut sendiri, memakai gelombang untuk berkomunikasi.”


Ryu mengangguk paham, ia kemudian memandang ke sekitar dan ada beberapa Binatang yang ikut berpartisipasi ke dalam Turnamen. Juga, ada berbagai orang yang aneh.


‘Entah kenapa Dunia ini semakin misterius, hampir mirip seperti Bola Naga,' batin Ryu dengan penuh semangat. Ia sangat ingin keluar dan melakukan berbagai pertarungan dengan berbagai makhluk kuat itu.


“Selanjutnya...” Ryu yang mendengar panggilan dari staf. Ia dengan cepat berbalik dan mulai mendaftarkan diri sebagai peserta Pertandingan.


“Baiklah, kamu berada di Grup B.” Staf itu memberikan nomor kepada Ryu, kemudian menunjuk ke arah pintu. “Di sana lokasi untukmu.”


Ryu mengangguk, ia mengucapkan terima kasih dan berjalan menuju ke ruang yang ia tempati. Namun, sebelum ia melangkah, ia melambai ke arah Ito.


“Aku pergi dulu.” Ryu berkata dengan ringan, Ito yang mendengar suara Ryu, ia juga ikut melambai dengan cepat.


Ryu kemudian berjalan dan masuk ke tempat ruang tunggu miliknya. Namun, di saat ia masuk. Ia melihat berbagai orang tengah duduk menunggu giliran.


Ketika Ryu masuk, berbagai pasang mata mengarah ke arahnya. Ryu sedikit mengernyitkan dahinya, ia tidak menyangka bahwa akan ada sambutan seperti ini.


“Oh, peserta baru lagi...”


“Namun, jika dilihat-lihat ia sama sekali tidak kuat...”


Ryu tidak peduli pembicaraan mereka. Hanya sebuah kata, untuk apa ditanggapi. Bagi Ryu, buktikan dengan kepalan tangan.


Para peserta lain juga tidak peduli akan Ryu, mereka memendam rasa tidak senang ketika cemoohan mereka tidak ditanggapi sama sekali oleh Ryu.

__ADS_1


‘Pemula yang sombong.’ Semua peserta di tempat Ryu hanya berpikir satu hal itu.


Tak lama kemudian...


Pintu menuju ke Arena pertandingan terbuka, kemudian muncul Robot yang bertugas menjadi wasit pertandingan. “Grup B, sekarang ikuti aku.”


Semua peserta di Grup B berdiri dan mulai mengikuti Robot secara berbaris. Ryu sendiri berada di belakang, ia sama sekali tidak peduli akan urutan orang yang keluar dari ruang tunggu.


Namun, peserta yang berada tepat di depan Ryu. Mengunci dirinya di ruang tunggu, Ryu mengerutkan keningnya.


“Oh, Bajing*an kecil!” Ryu mengerahkan beberapa ototnya ke dalam kaki kanannya. Ia memutar tubuhnya dan menendang pintu yang dibaliknya dijaga oleh peserta yang berada di depan sebelumnya.


Booom!


Ledakan keras benar-benar mengguncang sekitar tempat Ryu berada. Robot yang memandu Grup B berhenti, diikuti oleh berbagai peserta Grup B.


“Nah, Pak Wasit...” langkah demi langkah terdengar dari dalam ledakan sebelumnya. Banyak peserta dari Grup lainnya menatap ke arah ledakan dengan ngeri.


“Ubah aturan saja untuk Grup B menjadi...”


“Pertempuran langsung...” Ryu keluar dari ruang tunggu yang ia ledakan sebelumnya. Ia menyapu seluruh pandangannya dan terfokus ke Grup B yang tak jauh darinya.


Robot yang menjadi wasit Grup B matanya bersinar menjadi kuning, ia kemudian berkata tanpa ekspresi. “Apakah kau yakin? Apakah semuanya setuju?”


Para peserta yang berada di Grup B saling memandang, mereka mengangguk dan menatap ke arah Ryu dengan tajam seolah-olah musuh besar mereka.


“Ya, kami semua menerimanya.”


Berbagai orang yang di Grup lainnya terkejut, ada yang menatap Ryu dengan ngeri dan ada orang yang menyeringai dengan aksi Ryu sebelumnya.


“Pantas untuk Rivalku...”


“Pertandingan belum dimulai, ia sudah berulah, hahaha...”


“Kami akan menunggumu di Arena atas, Ryu Adam...”


Seluruh musuh dan teman Ryu sebelumnya menyeringai dengan liar, ada Jack, Ito, dan berbagai peserta Turnamen Beruang Perkasa sebelumnya.


***


Di tempat lain, ruang pengawasan Turnamen. Sanda, Rock, Rio, Emma, dan berbagai orang terkenal lainnya menunjukkan tatapan menarik ke arah pertunjukan Ryu sebelumnya.


“Anak itu mulai menembak...”


“Aku akan pergi, ia terlihat sangat kuat...”


“Rio Adam, pergilah...”


Rio pergi dari ruang pengawas, ia tidak sabar ingin bertarung dengan seseorang dari keluarganya sendiri.


***


“Hahaha, Mari Tunjukkan bagaimana Keluarga Adam bermain, Ryu...”


Aura Rio Adam keluar dan menghancurkan berbagai dinding yang berada di dekatnya.


Konfrontasi Turnamen Jalanan, akhirnya dimulai.


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2