Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 38 - Ryu Vs Shinkawa 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena pertandingan Arshna.


Ryu memandang ke sekeliling tempat, ia menatap satu persatu penonton yang tengah bersorak untuk pertandingan tersebut.


“Pertandingan pertama akan segera dimulai. Dimohon Peserta Ryu dan Peserta Shinkawa, segera memasuki Ring Arena pertandingan.”


Ryu menstabilkan nafasnya, ia mulai menghilang dari tempat peserta dan muncul di atas Arena pertandingan.


Ryu memandang ke arah depan, di mana seorang pria dengan tampilan garang dan kokoh terlihat. Pria tersebut memakai pakaian bela diri putih dengan sabuk hitam dengan lambang Naga memanjang memenuhi sabuk tersebut.


Ryu sendiri merasakan tekanan dari lawan, ia bisa mengerti bahwa musuhnya kali ini, sedikit di atas darinya. Namun, itu dalam hal kekuatan bukan keterampilan.


Menurut Ryu sendiri, keterampilan orang di depannya lebih mengerikan. Bagaimanapun juga, orang yang memiliki Seni Bela Diri tidak akan menyerang secara sembarangan.


Ryu mulai waspada dan serius, ia berjalan mendekat dan tiba di depan pria tersebut. Tatapan keduanya saling memandang dengan tajam.


Robot yang berada di tengah-tengah mereka, mulai berbicara kembali. “Kedua peserta sudah menaiki Ring Arena, hitungan mundur sebelum pertandingan dimulai...”


“5...” Ryu dan Shinkawa mundur, keduanya diam dan tidak saling berbicara satu sama lain.


“4...” keduanya berhenti dan memandang satu sama lain.


“3...” Shinkawa menunduk dengan tangan menyatu terkepal, tindakan tersebut ialah salam dari seorang yang terjun dalam Seni Bela Diri.


“2...” Ryu tertegun, ia juga melakukan salam balasan. Meskipun, ia tidak ikut dalam Seniman Bela Diri. Dirinya menghargai salam tersebut.


“1...” Keduanya selesai melakukan salam, mereka berdua mulai posisi persiapan masing-masing.


Tangan kanan Robot naik lurus ke atas, kemudian tangan robot tersebut turun secara vertikal dan berkata dengan keras.


“Mulai!”


Robot menghilang dari tempat. Ryu dan Shinkawa tidak melancarkan serangan masing-masing, keduanya saling mengamati lawan.


Keduanya bergerak secara melingkar, satu langkah, dua langkah, berbagai langkah penuh dengan kewaspadaan dan keseriusan tinggi.


Siluet cahaya melintas di iris mata mereka berdua, kemudian keduanya melesat maju dengan cepat.


Shinkawa tiba di tengah, begitu juga Ryu. Shinkawa dengan cepat mengayunkan kaki kanannya menendang ke arah kepala Ryu.


Serangan Shinkawa cepat, Ryu dapat melihat serangan tersebut. Dia menundukkan kepalanya, tetapi sebuah lutut kaki melayang dari arah depannya.


Ryu dengan cepat menahan lutut tersebut dengan kedua tangannya, ia terdorong ke belakang. Selepas itu, ia merasakan ada serangan dari depan kembali.


Ryu menatap dan melebarkan matanya sedikit ketika melihat sebuah pukulan yang sangat cepat menuju ke arah dadanya.


Ryu menajam, ia menepis pukulan tersebut dengan tangan kanannya, kemudian ia merasakan sebuah tendangan kembali di arahkan ke kepalanya.

__ADS_1


Ryu membalas, ia mengayunkan kaki kanannya secara cepat menuju ke arah kepala dari Shinkawa. Kedua kaki saling berbenturan satu sama lain.


Bughh...


Kekuatan kaki Ryu dan Shinkawa imbang, keduanya tidak berhenti begitu saja. Shinkawa terus menggunakan kakinya, begitu juga Ryu.


Bugh... Bugh... Bugh... Bugh...


Keduanya terus beradu serangan kaki masing-masing. Sampai, akhirnya Shinkawa menggunakan kaki kirinya menyerang ke arah bawah.


Ryu menekuk kaki kanannya, kaki kiri Shinkawa bertemu dengan kaki kanan Ryu tersebut.


Bugh...


Shinkawa melompat dan melakukan tendangan melayang. Tendangan tersebut mengarah tepat ke arah tengah-tengah dada dari Ryu.


Melihat serangan tersebut, Ryu menyatukan dua tangannya dan menahan serangan tendangan melayang tersebut.


Bugh... Bush...


Ryu terdorong ke belakang, ia merasakan tangannya mati rasa sekarang. Namun, sebelum Ryu bisa meredakan rasa sakit di tangannya.


Sebuah serangan kaki menyerang tepat perut dari Ryu tersebut. Ryu tidak bisa merespons dan terkena tendangan tersebut.


“Ughh...” Ryu terdorong ke samping, ia kemudian melakukan Backflip dan mendarat sedikit jauh dari Shinkawa.


“Menyerahlah, Nak... Kau tidak bisa mengalahkanku!” Tegas Shinkawa, ia menyuruh Ryu menyerah, karena ia tidak ingin lawannya kali ini menerima konsekuensi bertarung dengannya.


Ryu memandang ke arah Shinkawa, ia tidak terlalu peduli dengan ucapan dari Shinkawa. Tatapannya menjadi sengit, ia memandang dengan acuh tak acuh.


“Menyerah? Maaf, aku tidak akan menyerah untuk orang sepertimu...” Ryu tidak hanya berkata normal, ia juga memprovokasi Shinkawa tersebut.


Namun, Shinkawa tidak terlalu terpengaruh. Mentalitas seorang Seniman Bela Diri, tidak akan marah hanya karena sebuah provokasi, maupun cacian makian, hinaan, dan lain-lainnya.


Mereka akan marah, ketika seseorang yang mereka sayangi dihina, diserang, dibunuh... Maka, waktu itulah mereka marah.


Marah mereka bukan menyerang secara brutal dan sembarangan, marah mereka lebih ditujukan ke dalam kekuatan. Pikiran mereka sendiri tetap dingin dan terjaga.


Ryu menyunggingkan senyum miliknya, inilah Seniman Bela Diri nyata. Dirinya benar-benar beruntung, bertarung dengan Seniman nyata.


Ryu mengangkat tangannya, ia melakukan Kuda-kuda yang berbeda dari sebelumnya. Shinkawa entah kenapa, merasa kuda-kuda tersebut memberinya sedikit tekanan.


Kuda-kuda yang Ryu pakai ialah, kuda-kuda Bela Diri dari Militer. Dirinya mendapatkan pengetahuan Raja Perang, maka dari itu ia dapat mengeluarkan Bela Diri tersebut.


Para penonton sedikit terkejut, mereka juga merasakan tekanan dari kuda-kuda tersebut. Mereka tidak tahu, apa kuda-kuda yang dilakukan Ryu tersebut.


***


Jack dan Emma sedikit terkejut, mereka tahu kuda-kuda yang dipakai Ryu. Namun, kuda-kuda Ryu lebih kuat dibandingkan apa yang mereka ketahui tersebut.

__ADS_1


“Kuda-kuda Militer...”


“Itu benar, tetapi ini lebih kuat dibandingkan kuda-kuda Militer di tempat kita...”


Jack dan Emma menjadi serius, mereka benar-benar tertarik dengan kuda-kuda tersebut.


***


Shinkawa memandang ke arah Ryu, ia mengatur nafasnya sebentar. Kemudian, tatapan menindas terlihat melintas di matanya.


Shinkawa mengeluarkan kuda-kuda khas Bela Diri miliknya, kuda-kuda tersebut mirip dengan kuda-kuda yang diperagakan Ryu sebelumnya.


(Note : Kuda-kuda Son G*oku.)


Aura yang dikeluarkan Shinkawa meluas, penuh ketegasan dan penekanan yang melebihi dari Ryu sendiri.


Ryu tidak goyah, meskipun kekuatan Shinkawa lebih besar darinya, ia tetap kokoh. Namun, jejak keringat muncul di pelipis kepalanya.


Shinkawa sedikit terkejut melihat tekanan setengah miliknya dapat ditahan oleh Ryu, ia benar-benar tak menyangka menemukan seseorang yang memiliki keteguhan hati yang kuat.


‘Anak ini akan menjadi orang yang mempengaruhi Dunia.’ Shinkawa berkata dalam hatinya dengan senyum tipis terukir sebentar di wajahnya.


Ryu dapat melihat senyum tersebut. Namun, ia tidak peduli sekarang. Fokusnya sekarang, ialah menerapkan Ilmu Raja Perang yang masih tahap pemula.


***


Ruang monitor, Rock dan Emma terkejut ketika melihat Aura dari Shinkawa tersebut. Keduanya tidak menyangka akan hal itu.


“Level 3 menengah, orang ini... Mirip seperti pria berjubah itu.”


“Ryu bisa menahan aura tersebut, ia benar-benar menarik.”


Rock sendiri mengerutkan keningnya, ketika mendengar perkataan Emma tersebut. Dirinya merasa ada yang janggal dari Aura Shinkawa tersebut.


“Sepertinya orang itu menahan kekuatannya... Jika, penilaianku benar... Pria bernama Shinkawa kekuatannya setara denganku.”


Emma terkejut, kekuatan suaminya sendiri berada di Level 3 akhir. Hal itu, membuat dirinya terkejut.


“Jika, begitu maka...” Emma memandang ke arah Ryu. Rock melanjutkan apa yang ingin diucapkan oleh Emma.


“Itu benar, Ryu pasti akan kalah melawannya.”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2