Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 65 - Sebelum Pertandingan Penyisihan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena Pertandingan...


Terlihat berbagai Grup kecuali Grup B mulai melakukan pertempuran Battle Royale. Banyak penonton yang menyukai akan pertempuran itu, berbagai petarung di adu jadi satu. Metode yang begitu curang dan cepat.


Metode ini curang, karena akan ada orang yang berjuang berkelompok. Meski begitu, akan ada orang yang berkhianat dalam kelompoknya.


Sementara untuk cepat, metode Battle Royale lebih efisien dan cepat. Sama sekali tidak membutuhkan waktu banyak untuk melakukan seleksi satu persatu.


Bagi siapa yang bertahan sampai akhir, maka ialah yang menjadi pemenang.


***


Grup A...


Terlihat seorang laki-laki dengan tubuh yang besar tengah menghancurkan lawannya yang berada di depan, ia memakai sarung tinju. Namun, sarung tinju miliknya berduri tajam.


Bam!


“Arh!!” teriakan peserta yang kesakitan ketika terkena pukulan dari laki-laki itu.


Banyak peserta yang terkena pukulan dari laki-laki itu, meskipun mereka berkelompok. Mereka tetap saja kalah di bawah pukulan laki-laki tersebut.


“Sampah, Sampah seperti kalian... Tidak layak untuk ikut Turnamen ini!”


Boom!


Ledakan pukulan laki-laki itu benar-benar keras, berbagai peserta yang ingin melawannya pergi dari jalurnya. Mereka benar-benar ketakutan ketika melihat betapa kuat dan menakutkan pukulan laki-laki itu.


“Wah, ternyata ada orang kuat di Grup A...”


Seorang laki-laki bertubuh ramping tengah berjalan menuju ke arah laki-laki yang memakai sarung tinju. Laki-laki bertubuh ramping, meretakkan lehernya ke kanan dan kiri.


“Ayo, hibur aku... Raja Sampah.”


Laki-laki yang memakai sarung tinju seketika melintas ke arah Laki-laki bertubuh ramping. Ayunan tinjunya melintas dengan cepat ke arah Laki-laki bertubuh ramping itu.


Bam!


Tinju laki-laki itu dihentikan oleh kaki laki-laki bertubuh ramping dengan mudahnya. Laki-laki bertubuh ramping memutar tubuhnya dan menendang kembali tangan kanan laki-laki bersarung tinju.


Bam!


Tendangan Laki-laki ramping sangatlah kuat, membuat Laki-laki bersarung tinju terpental ke belakang dan menabrak berbagai peserta lainnya.


“Cih, benar-benar sampah...” Laki-laki ramping menatap ke sekelilingnya dan matanya bersinar ketika melihat sosok pemuda yang menghancurkan berbagai peserta yang berkelompok.


“Menarik.”


***


Grup C.


Bam! Bam!


Tinju secepat kilat dan sekeras besi melayang dan memukul tepat berbagai peserta yang berkelompok. Sosok pria yang memiliki tinju tersebut, ialah Jack Santa.


Dia memandang ke sekitar dan terus melintas menghancurkan berbagai peserta di bawah pukulan miliknya. Ada banyak peserta yang mencoba menghindari dirinya. Namun, kecepatan Jack Santa membuat mereka putus asa.


“Yehehe, sepertinya kau orang yang kuat.” Jack Santa yang mendengar suara itu, segera berbalik dan ia melihat seorang pria dengan tubuh setinggi 9 Meter.

__ADS_1


Jack Santa mengerutkan keningnya, ketika melihat pria itu. “Apakah kau ingin bertanding denganku?”


Pria itu menyeringai ketika mendengar pertanyaan dari Jack Santa. “Jika iya, kenapa?”


Jack Santa menjadi serius, otot-otot tangannya membesar dan berkontraksi dengan hebat. “Maka, mari kita mulai pertandingannya.”


Jack Santa melintas dengan cepat menuju ke arah kepala pria itu. Namun, pria itu tidak diam saja, ia langsung menyilangkan tangannya yang besar untuk menahan serangan dari Jack Santa.


Bam!


Pria itu terdorong beberapa meter dengan tangan yang menahannya mulai membiru. Pria itu menyeringai ketika merasakan rasa sakit yang belum pernah ia rasakan.


“Menarik... Menarik... Pukulanmu benar-benar memiliki arti yang dalam.” Pria itu mengibaskan tangannya berkali-kali, suara klik terus terdengar dari tangannya itu.


Tempat yang semula membiru perlahan-lahan mulai kembali normal. Jack Santa yang melihat hal itu, melebarkan matanya. Ia tidak menyangka akan ada orang yang bisa menyembuhkan diri secepat itu.


Pria itu selesai menyembuhkan tangannya. Kemudian, ia mengepalkan tangan dengan erat. Otot-otot besar miliknya berkontraksi dan seringai lebar terpatri jelas di wajahnya.


“Terima tinjuku, Jack Santa!”


Tangan Pria itu melayang melesat dengan cepat menuju ke arah depan, di mana Jack Santa berada.


Jack sendiri mendengus ringan, ia kemudian mengayunkan tangannya dengan keras menahan serangan dari pria itu.


Booom!


Ledakan keras terjadi, Arena Grup C bergetar dengan hebat. Berbagai peserta yang berada di dekat konfrontasi tersebut, terdorong dengan keras ke belakang.


Debu yang membumbung tinggi perlahan-lahan mulai menghilang, terlihat Jack Santa memukuli Pria raksasa dengan keras.


Jack Santa selesai memukul Pria raksasa itu. Darah di keningnya masih mengalir akibat serangan kejut dari pria raksasa di depannya itu.


“Cih, sial... Aku lengah menghadapi orang ini.”


***


Pertempuran yang begitu menegangkan, benar-benar membuat penonton bersorak lebih keras dari sebelumnya. Mereka benar-benar menikmati ledakan-ledakan pukulan dari para peserta yang memiliki kualifikasi bertarung.


***


Kembali ke Ryu, ia sekarang tengah berjalan dengan santai berkeliling dan membeli beberapa makanan ringan dengan senang.


Di saat ia tengah memakan makanan ringan. Terdengar teriakan perempuan memanggil dirinya. “Ryu!”


Mendengar suara itu, Ryu berbalik menatap ke arah orang yang memanggilnya. Seketika, sudut mulutnya terangkat membentuk senyuman saat melihat sosok yang memanggilnya.


“Risa, Yuna, Tera, Selina, kemarilah!” Ryu memanggil keempat orang itu. Dua istri dan Dua pengawalnya mulai mendekat ke arahnya.


Tiba di dekat Ryu, Risa dan Yuna duduk di samping Ryu dan memeluk lengannya. Tera dan Selina sendiri duduk di bangku yang lain, mereka tidak ingin mengganggu tuannya bermesraan.


“Bagaimana penampilanku sebelumnya?” Risa dan Yuna mengangguk mendengar pertanyaan dari Suaminya itu.


“Sangat bagus, aku tidak menyangka kamu akan mengajukan Battle Royale.”


“Juga, kau sudah melukai dengan berat seluruh peserta Grup B. Di antara orang-orang di Grup B, terdapat anak orang terkaya di Kota Arshna, apakah tidak masalah?”


Ryu yang mendengar hal itu, sudut mulutnya naik membentuk seringai kejam. “Kalau mereka mencari masalah, kita akan mengetuk pintu rumah mereka nantinya.”


Risa dan Yuna yang mendengar ungkapan Ryu benar-benar tak berdaya. Mereka paham maksud dari Suaminya itu. Namun, apa yang dikatakan Suaminya ada benarnya.


‘Mencari Masalah, mari kita balas dengan mengetuk pintu rumah mereka.’

__ADS_1


“Nah, Sayang... Kenapa tadi Mantan Jendral itu menyerangmu?”


Ryu yang mendengar pertanyaan Yuna, menundukkan kepalanya dan menggelengkan kepalanya. “Aku sama sekali tidak tahu, ia datang dan secara tiba-tiba menyerangku.”


“Sebelumnya, ia berkata ‘Tanggung Dosa Ayahmu, Bocah.’ Begitulah.”


Risa dan Yuna saling memandang, keduanya tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Namun, dalam pikiran mereka hanya satu.


‘Kenapa Dosa Ayah Ryu harus ditanggung Ryu?’


Namun, keduanya seketika ingat tentang sifat Ryu. Keduanya menghela nafas dan Risa kemudian bertanya, “Apakah kamu akan menanggung dosa ayahmu?”


Ryu mengangkat bahunya. “Aku sama sekali tidak tahu, konfrontasi macam apa yang dimiliki ayahku dengan jendral tua itu. Juga, aku sendiri tidak tahu siapa Ayahku.”


Risa dan Yuna ingat akan hal itu. Keduanya sebenarnya sedikit mengetahui, akan tetapi entah benar atau tidaknya. Mereka berdua tidak peduli sama sekali.


“Sebenarnya kami juga penasaran akan hal itu, Sayang. Aku sudah menyelidiki tentang Ayahmu, akan tetapi tidak ada sama sekali informasi yang kami dapatkan.”


Ryu yang mendengar pernyataan Risa sedikit mengerutkan keningnya. “Lupakan saja, aku tidak terlalu peduli dengan orang tua itu.”


Risa dan Yuna mengangguk, kemudian keduanya memeluk Ryu dengan erat dan berkata, “Kami akan selalu bersamamu.”


Ryu menaikkan sudut mulutnya sedikit dan memeluk erat keduanya. Ia sebenarnya tidak terlalu peduli dengan orang tua yang berada di Dunia Paralel.


Namun, orang tuanya terlalu terkenal, membuat dirinya selalu terkena masalah satu persatu. Beruntung ada anak buahnya dan kedua istrinya.


Ryu memandang ke arah langit, ia samar-samar menatap ke arah suatu tempat jauh dari tempatnya berada.


‘Keluarga ini adalah yang paling terbaik, aku akan melindungi mereka semuanya.’


***


Ruang pengawas...


Sanda, Rock, dan Emma memandang ke arah monitor yang menampilkan pertandingan di arena. Kemudian, terlihat pertandingan yang berada di arena sudah berakhir.


Sanda memejamkan matanya dan sudut mulutnya terangkat. “Pertarungan seleksi sudah selesai. Istirahat selama satu jam, selepas itu mulai pertarungan penyisihan.”


Rock dan Emma mengangguk dan berkata, “Baik, Pak Walikota.”


Mereka berdua kemudian berjalan pergi dari ruang monitor dan menjalankan tugas yang diberikan oleh Sanda tersebut.


Di ruang monitor tersisa Sanda seorang. Ia kemudian menepuk kedua tangannya dengan ringan. “Masuklah, ruangan ini sepi.”


Terlihat cahaya menyilaukan muncul dari tempat teleportasi ujung ruangan. Kemudian, sosok pria muda mengenakan pakaian merah dan pedang samurai muncul di tempat.


“Lama tidak bertemu, Sanda. Bagaimana kabarmu?”


Pria muda itu menyapa dengan datar sambil berjalan ke arah Sanda. Namun, tatapan pria muda itu terfokus ke arah layar monitor.


Sanda melirik sebentar ke arah Pria muda itu. Kemudian, ia memejamkan matanya dan membalas sapaan dari Pria muda itu.


“Oh, Lama tidak bertemu...”


“Roa Adam...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2