Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 26 - Shiku Vs Joran


__ADS_3

Silahkan Dibaca.


Ryu memandang dengan tatapan kejutan, dia kemudian memandang ke arah Pria yang bertopi Cowboy yang tak lain Shiku. Kemudian, tatapannya beralih ke arah orang yang memakai pakaian serba putih, yang tak lain Joran.


Shiku menatap ke arah Joran dengan tajam, kemudian dia mengambil pistol di pinggangnya dan menembaknya dengan sangat cepat.


Ryu menatap pistol tersebut dengan mata melebar, dia mengenal pistol tersebut. “Colt Revolver Sheriff, senjata yang dulu membunuh Billy the Kid.”


Peluru besi keluar dan melesat ke arah Joran yang terlihat sangat tenang. Kemudian, Joran melemparkan pisaunya dengan putaran yang sangat cepat.


Tring Tring Tring Tring.


Pisau terus mengenai peluru yang ditembakkan oleh Shiku. Peluru sudah habis, begitu juga pisau hancur seketika. Joran sendiri menggunakan pisau yang panjang khusus untuk memotong Ikan.


Shiku sendiri menggunakan katananya. Kedua orang tersebut melesat maju dengan cepat. Tiba di tengah keduanya saling mengayunkan pedangnya.


Joran yang berada di udara melakukan backflip ke belakang untuk menstabilkan pendaratan. Shiku sendiri mundur beberapa langkah dan memfokuskan katananya lurus ke depan.


Keduanya melesat kembali dan hanya tampak siluet percikan api saja di mata Ryu. Bagaimanapun juga, keduanya memiliki kekuatan yang berada di atas Ryu.


Melihat pertempuran tersebut, Ryu melebarkan matanya. Dia tidak menyangka kecepatan kedua orang sangat cepat, bahkan matanya tidak bisa mengikuti sama sekali.


‘Level apa mereka berdua? Bagaimana bisa sejauh itu?’ batin Ryu, dia benar-benar tidak menyangka akan melihat seseorang yang lebih kuat darinya.


“Paman Cowboy itu, tadi sepertinya menahan kekuatannya agar aku tidak terluka... Sial!” Ryu meninju tanpa kekuatan ke tanah. Dia benar-benar tak berdaya untuk sekarang.


Shiku sedikit melirik Ryu, kemudian dia berteriak dengan keras. “Bocah, pergilah dari sini! Apakah kau tidak mendengarkan apa perintahku tadi, Hah!”


Joran menyusutkan matanya, dia sedikit melirik ke arah Ryu yang masih tertegun. Sudut mulutnya seketika naik dan berkata dengan misterius.


“Eh... Ternyata ada seorang laki-laki lemah di sini.” Shiku yang mendengar perkataan Joran, seketika mengerutkan keningnya.


Ryu segera sadar, dia bukan orang yang depresi. Dia menggertakkan giginya dan menatap tajam ke arah Joran, kemudian melihat ada Pisau melesat ke arahnya.


Ryu tidak panik, dia juga mendengar Shiku yang berteriak sebelumnya. Ryu masih menatap pisau terbang tersebut, kemudian berkata dalam hati.


‘Tingkatkan Kecepatan.’

__ADS_1


[Tingkatan ditingkatkan.]


[60 Juta terpotong.]


[Sisa: 10 Juta.]


[Kecepatan : 60 -> 65.]


Ryu seketika merasakan bahwa visi melihatnya sedikit melambat, kemudian dengan cepat menghindar ke sisi kanan.


Pisau melewati tempat Ryu sebelumnya dan meledakkan pagar pekarangan rumah tersebut.


Joran dan Shiku sedikit terkejut, ketika melihat Ryu yang bisa menghindari kecepatan tersebut. Joran benar-benar mengerutkan keningnya dan berpikir dengan cepat.


‘Pemuda ini, sepertinya perlu di awasi untuk selanjutnya.’ Shiku tidak tahu apa yang dipikirkan Joran, dia hanya mengayunkan pedangnya dan saling bertarung pedang satu sama lain dengan Joran.


Shiku dan Joran terus-menerus saling menyerang. Shiku lebih menekan Joran, hal itu membuat Joran tidak bisa meluncurkan serangan ke arah Ryu.


***


“Apa yang terjadi sebenarnya? Fluktasi kekuatan itu, jelas-jelas level dua sedang bertarung satu sama lain. Pemuda tadi, juga tidak mungkin level dua, dari kekuatannya hanya level satu.”


Sopir Taksi seketika melompat dan duduk di pagar yang berada di dekat pintu masuk. Dia melihat pertarungan seorang Cowboy dan Seorang berbaju serba putih.


“Shiku si Detektif, juga Joran si Chef yang melakukan kejahatan pencurian...” Sopir Taksi terkejut melihat hal itu. Dia kemudian menatap ke arah Ryu dan bergumam pelan. “Namun, kenapa anak ini bisa mengetahui keberadaan keduanya?”


***


Ryu melihat pagar sudah terbuka, dia dengan cepat keluar dari pekarangan rumah tersebut. Namun, dia tidak kabur melainkan mengambil pisau yang dilempar oleh Joran sebelumnya.


“Aku tidak memiliki Teknik berpedang, bagaimana aku membantu detektif itu?” Ryu memikirkan dengan cepat. Namun, sebelum dia bereaksi. Jordan sudah melakukan backflip dan berkata dengan dalam.


“Waktunya bertarung selesai, Detektif. Maka dari itu, aku pergi terlebih dahulu...” Joran menatap ke arah Ryu, seringai kemudian terlihat. “Adios..”


Joran berubah menjadi asap dan pergi dari pekarangan rumah tersebut. Shiku menatap kepergian Joran, dia benar-benar kesal karena Joran lolos darinya kembali.


“Sial, dia lari kembali..” Kesal Shiku, kemudian dia menatap ke arah Ryu. Tatapannya menjadi tajam. Namun, sebelum dia berteriak memarahi Ryu. Shiku mendengar suara yang sangat dia kenal.

__ADS_1


“Shiku, apakah Joran berhasil kabur kembali?” Shiku yang mendengar suara tersebut, segera menatap ke arah asal suara itu. Apa yang dilihat adalah seorang Sopir Taksi yang bersandar di pagar pekarangan rumah.


Shiku melebarkan matanya, dia benar-benar terkejut dengan orang yang memakai pakaian Sopir Taksi tersebut. Dia terkejut karena identitas asli dari Sopir Taksi tersebut.


“P-Pak Wal—“ Tatapan Sopir Taksi menajam, membuat Shiku berhenti melanjutkan perkataannya. Shiku tahu bahwa Sopir Taksi tidak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya di sini.


“Paman, kenapa kau masuk ke dalam? Juga, apakah kau mengenal Pria ini?” Shiku ingin sekali menyiksa Ryu karena bicara dengan tidak sopan dengan sosok Sopir Taksi tersebut.


“Oh, Dia... Dia adalah pelangganku dulu, juga aku masuk ke sini karena mengkhawatirkanmu, Bocah.”


“Sejak tadi, kulihat kau belum keluar-keluar sama sekali. Jadi, aku penasaran akhirnya masuk.”


Ryu sendiri mengangguk, dia juga bukan orang bodoh. Ryu tahu bahwa identitas Sopir Taksi tersebut sangat rahasia. Bahkan seorang Detektif harus tunduk terhadap Sopir Taksi.


“Nak, ayo kita pergi... Selepas ini, aku harus pergi menuju ke sebuah tempat.” Ryu tersenyum tipis dan mengangguk.


“Baiklah, Paman... Ayo kita kembali, antar saja ke Jalan xx.” Sopir Taksi mengangguk, kemudian berjalan keluar dari pekarangan terlebih dahulu.


Ryu kemudian memberikan pisau yang digunakan oleh Joran kepada Shiku. “Maaf, sebelumnya mengganggu tugasmu, Pak. Yah, aku sendiri ingin pergi melihat si Joran itu, tetapi tidak menyangka bahwa akan seperti ini jadinya.”


Shiku ingin memarahi Ryu, tetapi dia lebih memilih menghela nafas. Dia sedikit terkejut ketika melihat Sopir Taksi yang begitu akrab dengan Ryu, jadi menurutnya Ryu adalah seseorang yang penting.


“Tak apa, lain kali cari informasi terlebih dahulu. Juga, jangan sembrono memasuki wilayah orang asing.” Shiku hanya memberikan peringatan saja, Ryu mengangguk paham.


Shiku menerima pisau Jordan, kemudian Ryu pergi menuju ke tempat Taksi di parkirkan. Shiku masih menatap kepergian Ryu tersebut, sampai akhirnya menghilang dari pandangannya.


“Sebenarnya siapa Pemuda itu... Kenapa Pak Walikota sendiri begitu akrab? Sepertinya, akan ada sesuatu yang terjadi nantinya.”


Shiku kemudian melompat pagar rumah dan memasuki mobilnya, kemudian melesat dengan cepat menuju ke Departemen Kepolisian untuk melapor kembali.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2