Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 72 - One Hit


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Arena Pertandingan, Robot telah selesai memperbaiki lantai yang telah hancur tanpa sisa. Meski itu ialah Lantai Emas, pertempuran Jack dan Iko benar-benar besar.


Robot menyelesaikan perbaikan dengan cepat. Ia kemudian, mulai berkata dengan nada datar.


"Pertandingan Putaran Selanjutnya."


"Sebastian Konma melawan Amer Bram.."


"Kedua peserta, silakan memasuki Arena Pertandingan."


Robot mengakhiri pengumumannya, ia menunggu dengan tenang di tengah-tengah Arena Pertandingan.


Para penonton melebarkan matanya ketika mendengar nama Sebastian Konma. Mereka paling tidak bisa melupakan nama Mantan Jendral yang paling terkenal.


"Mantan Jendral Sebastian, apakah bercanda? Ia akan bermain kali ini."


"Di tahun-tahun sebelumnya, Ia sama sekali tidak mengikuti Turnamen seperti ini."


Para penonton benar-benar terkejut akan berita tentang Sebastian Konma mengikuti Turnamen Jalanan. Sebagian dari mereka ada yang mengetahui, tentang keikutsertaan Sebastian Konma.


***


Sebastian melangkah dengan santai menuju ke Arena. Ia memandang ke arah ujung dari lorong tempat ia sekarang berada.


Ia hanya memakai pakaian hitam ketat, kemudian celana khas seorang Angkatan Darat.


(Note : celana yang memiliki motif mirip awan-awan berwarna hijau cerah dan gelap.)


Sebastian tiba di ujung lorong, ia melihat bahwa lawannya telah tiba di tengah Arena. Ia mengerutkan keningnya, ketika melihat lawannya.


Bukan karena Sebastian takut melainkan, lawannya terlalu... Lemah.


Ia menggelengkan kepalanya dan tiba di tengah Arena Pertandingan. Tatapannya datar, sementara lawannya menatap dirinya dengan tajam.


Robot yang berada di tengah-tengah mereka berdua, mulai menegakkan kepalanya. Sinar hijau terlihat di matanya dan tangan kanan Robot naik ke atas.


"Pertandingan Putaran keempat..."


"Dimulai!"


Robot menghilang dari tempat, sementara Bram mulai mengayunkan tendangannya dengan cepat dan kuat ke arah leher Sebastian.


Bam!


Bram menatap dengan tajam, namun saat melihat tendangannya sama sekali tidak mempengaruhi Sebastian, ia melebarkan matanya.


Bram memandang dengan tidak percaya ketika melihat serangannya sama sekali tidak berpengaruh terhadap Sebastian.


Bram dengan cepat, ia mengayunkan pukulannya terus-menerus tepat ke arah perut Sebastian. Namun, pukulannya sama sekali tidak membuat Sebastian mundur.


Bam! Bam! Bam!


Tak butuh waktu lama, Bram berhenti memukuli Sebastian. Ia kelelahan dan memandang ke arah Sebastian, namun saat melihat wajahnya, Bram tampak horor dan mundur tanpa sadar.

__ADS_1


"Ti-tidak mungkin, bagaimana bisa?" Bram benar-benar ketakutan.


Sebastian melirik Bram dengan tenang, sementara para penonton tidak terkejut sama sekali. Mereka lebih mengetahui, bahwa Sebastian kuat.


Sebastian sama sekali tidak bergerak, ia hanya menumpang kedua tangannya tepat di atas perutnya.


"Apakah ini kekuatan penuhmu? Kukira lebih kuat, melihat kau level tiga." Ucap Sebastian sambil menggelengkan kepalanya.


Sebastian kemudian mengangkat satu kaki kanannya, namun detik berikutnya. Ia muncul segera tepat di depan Bram.


Boom!


Bram terbang dan menabrak bangku penonton yang kosong dengan keras. Sebastian hanya menggunakan sedikit kekuatannya, namun meski sedikit itu sudah cukup untuk menerbangkan seseorang yang memiliki Level tiga.


Para penonton bersorak dengan keras melihat kekuatan Sebastian. Bagi penonton, kekuatan seorang Jendral haruslah kuat.


Sebastian sendiri berbalik dan mulai pergi dari Arena Pertandingan, Robot sendiri keluar dari lantai dan mengumumkan pemenang putaran keempat.


***


Ryu yang melihat kekuatan Sebastian, ia sedikit muram. Kekuatan yang Mantan Jendral itu benar-benar sangat kuat, membuat Ryu sedikit terguncang.


Risa dan Yuna juga terkejut akan kekuatan yang dimiliki oleh mantan Jendral itu. Mereka mengira pertandingan akan lama, seperti pada umumnya.


Namun, kenyataannya berbeda. Sebastian hanya sekali menendang dan lawan terbang tak terkendali keluar dari Arena Pertandingan.


"Kuat, sangat kuat." Ucap Risa dan Yuna secara bersamaan, Ryu hanya mengangguk, apa yang dibilang istrinya adalah kebenaran.


Lawan terakhir akan sangat kuat, melebihi dari yang Ryu bayangkan. Ia menghela nafas panjang, menerima kenyataan bahwa lawan akhirnya kuat.


'Sebastian kah? Akan kukalahkan dirinya nanti.' batin Ryu dengan senang, ia kemudian mendengar suara pemberitahuan.


"Putaran kelima, kedua peserta menyerah. Alasannya ialah jika salah satu dari mereka menang, mereka tidak ingin melawan Sebastian Konma."


"Secara otomatis Sebastian Konma memasuki final tanpa pertarungan."


"Mari kita mulai, Semi-final Pertandingan Jalanan..."


Ryu sedikit terkejut akan informasi itu. Namun, mendengar dirinya di panggil. Ia segera berdiri, kedua istrinya mengecup ringan pipi Ryu.


"Semangat dan kalahkan lawanmu."


"Hati-hati dan kembali dengan baik."


Ryu mengangguk, kemudian mencium masing-masing kening keduanya. Lalu, beranjak pergi menuju ke Arena Pertandingan.


Di Lorong menuju ke Arena, Robot muncul tepat di tengah-tengah jalan Ryu. Robot itu menghentikan Ryu terlebih dahulu.


"Dimohon untuk berhenti melangkah terlebih dahulu." Robot mengambil pil hijau, kemudian menyerahkan kepada Ryu. "Silakan di minum pil penyembuhan dan pemulihan."


Ryu sedikit terkejut dan mengangguk, ia mengambil pil hijau itu. Namun, sebelum ia meminumnya, ia hanya memandang sekilas dan langsung meminumnya.


Ryu merasakan vitalitasnya kembali seperti sebelumnya, arus hangat masih terus-menerus mengalir di tubuhnya dengan bebas.


"Kekuatanku kembali." Ryu ingin berterima kasih. Namun, melihat Robot sudah pergi dari tempatnya. Ryu hanya bisa berjalan menuju ke Arena Pertandingan.

__ADS_1


Keduanya memasuki Arena, lantai Arena sekarang berubah menjadi emas kembali. Tidak seperti sebelumnya, yang hanya memiliki lantai putih.


Ryu memandang ke arah Iko dengan serius, begitu juga Iko. Ia sama sekali tidak bisa sembarangan melawan pemuda tepat di depannya.


'Aura anak ini, tidak semudah yang kukira. Sepertinya, Dunia akan berubah dengan perkembangannya anak ini.' batin Iko ketika melihat tajam ke arah Ryu.


***


Ruang Monitor.


Rao memandang cucunya dengan penuh minat. Ia ingin melihat bagaimana cucunya berkembang.


Ia juga mengamati, apa yang disukai cucunya sekarang. Namun, melihat sorot mata Ryu membuat dirinya mengerutkan keningnya.


'Anak ini, benar-benar mengikuti kebiasaan hidup dari ayahnya.' batin Roa sambil menghela nafas panjang.


Sanda sendiri diam-diam tersenyum melihat bahwa pertandingan kali ini ialah giliran dari Ryu.


'Ayo Nak, buktikan kepadaku. Seberapa kuat, kau nantinya.' batin Sanda dengan senang, ia juga menyesap bir dalam botol, membuat dirinya menikmatinya.


***


Kembali ke Arena Pertandingan.


Ryu masih menatap ke arah Iko, keduanya menunggu Robot menurunkan tangannya untuk memulai pertandingan.


Detik demi detik, otot kedua peserta mulai berkontraksi dengan hebat. Kemudian, warna tubuh mereka berubah menjadi merah.


Para penonton terkejut melihat kejadian tersebut. Mereka bingung dengan kekuatan Ryu dan Iko.


Namun, sebagian orang penonton memahami tentang kekuatan apa yang ditunjukkan oleh Ryu. Namun, kekuatan seperti itu sangatlah sulit untuk mempelajarinya.


"Ryu Adam, seorang petarung Level 3." Iko yang mendengar ketegasan Ryu, ia dengan cepat membalas ajuan perkenalan tersebut.


"Iko Ran, seorang petarung Level 3." Ryu mengangguk, ia kemudian bersiap-siap untuk menyerang.


Keduanya memandang satu sama lain, sebelum memulai pertandingan. Mereka juga perlu mempersiapkan sesuatu secara masing-masing.


Keduanya selesai bersiap, Robot mengayunkan tangannya secara vertikal menuju ke bawah.


"Dimulai!"


Ryu dan Iko melesat satu sama lain. Mereka tiba di tengah sambil mengayunkan kedua kaki mereka dengan sangat kuat.


Booom!


Momentum yang sangat kuat dirilis oleh keduanya, apakah Ryu yang akan menang. Atau kah, Iko yang menang. Nantikan Bab selanjutnya.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2