Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 136 - Ryu Vs Raja Kalajengking Gurun


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ryu kini menatap ke arah raja kalajengking gurun di depannya. Ukuran monster tersebut lebih besar dibandingkan kalajengking gurun lainnya. Hal inilah yang membuat monster tersebut dapat menyandang gelar raja.


“Aku tidak menyangka monster ini lebih keras dari Naga Merah.” Ryu memandang kagum ke arah raja kalajengking gurun. Hal ini karena daya tahan dari monster tersebut sangatlah kokoh.


Raja kalajengking gurun menatap Ryu dengan tajam, selanjutnya dia memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Berbagai butiran putih jatuh ke tanah dan pemandangan tersebut tidak lepas dari mata Ryu.


Melihat dan merasakan sesuatu yang berbahaya, Ryu mulai melakukan langkah mundur. Dia tidak gegabah karena lawannya berbeda dari kalajengking gurun biasa.


Butiran putih tersebut perlahan-lahan mengembang dan mulai meledak satu persatu. Berikutnya dari dalam butiran tersebut muncul sosok kalajengking gurun kecil.


Ryu menyusutkan matanya, menatap tajam kalajengking gurun tersebut. Namun, detik berikutnya kalajengking gurun melesat cepat ke arah dirinya.


Ryu terkejut dengan kecepatan kalajengking gurun kecil. Meski di dalam visi miliknya hanya terlihat seperti berlari namun dalam kenyataan langkah kecepatan kalajengking gurun kecil bagaikan roket yang melesat.


Ryu bergerak dan mengimbangi kecepatan pihak lain. Dia ingin melihat apa yang dapat diperbuat oleh si kecil-kecil tersebut. Meski terbilang berbahaya, Ryu sama sekali tidak takut. Justru dirinya sangat tertarik akan lawannya itu.


Kalajengking gurun kecil melesat dan sinar dingin melintas di matanya. Jarak antar keduanya perlahan-lahan mulai mengecil.


Kalajengking gurun merasa bahwa jarak sudah tepat dan akhirnya dirinya meledak dengan keras. Hal ini sudah diketahui oleh Ryu karena dia melihat keanehan dalam diri si kecil tersebut.


“Benar saja, itu ledakan... Namun, sepertinya ada racun di dalam ledakan tersebut.” Visi Ryu benar-benar tajam, seluruh indranya diperkuat sampai batas dapat melihat racun.


Sesuai dugaan Ryu, asap putih keluar selepas ledakan dan itu bukanlah asap normal melainkan asap beracun.


Ryu memandang sekilas, kemudian sudut mulutnya naik membentuk senyuman. Jelas dirinya sangat tertarik dengan racun tersebut, sehingga dia mengambil batu di dekatnya dan melempar ke arah Kalajengking gurun kecil lainnya.


Adegan tersebut tidak luput dari mata raja kalajengking gurun, dia tidak hanya diam melainkan mengayunkan capitnya ke arah Ryu. Bilah tebasan melesat dengan cepat dan pasir di bawah terpotong menjadi dua jalur.


Ryu merasakan serangan tersebut, dia mengepalkan tangan kirinya dan melayangkan dengan cepat ke arah bilah tebasan lawan.


Boom!

__ADS_1


Ledakan sedikit keras dan pasir di bawah kaki Ryu naik membentuk debu, kemudian di bawa oleh angin pergi.


Batu yang diterbangkan Ryu, mengenai tepat kalajengking gurun kecil. Selanjutnya, kalajengking gurun tersebut meledak dan berubah menjadi asap putih yang begitu tebal.


Ryu memandang asap putih tersebut, kemudian dia menghentakkan kakinya dengan keras dan pasir seketika naik ke atas.


Ryu tidak memerlukan banyak waktu lagi, aura menyelimuti kakinya. Detik berikutnya, kaki melayang ke arah pasir membuat pasir tersebut melesat ke arah asap putih.


Pasir yang terkena tendangan Ryu, mulai berubah menjadi angin topan ringan. Asap racun menyatu dengan topan tersebut dan melesat ke arah raja kalajengking gurun.


Ini adalah strategi yang tepat, biarkan dirimu merasakan seranganmu sendiri. Seperti pepatah, Senjata makan Tuan.


Namun, raja kalajengking gurun sama sekali tidak peduli dengan topan racun tersebut. Kilasan cahaya dingin melintas di matanya, capit memukul pasir dan capit lainnya mengendalikan pasir membentuk tornado.


Topan racun berhadapan dengan tornado. Sekilas ini mirip seperti anak bertemu dengan ayahnya, akan tetapi jelas keduanya saling menatap dengan dingin.


Namun, tornado tetaplah tornado, sebuah angin yang paling besar dibandingkan topan racun. Sehingga saat keduanya berbenturan, sudah jelas siapa yang menang.


Boom!


Ryu memandang ke arah ledakan tersebut, dia dapat melihat bahwa topan racun miliknya menghilang digantikan tornado yang bergerak ke arahnya.


Tornado semakin berputar dengan kencang namun Ryu sama sekali tidak takut dengan serangan tersebut.


Ryu memandang dengan tatapan tertarik, kemudian kaki terlapisi aura kembali dan menghentakkan ke pasir dengan keras.


Pasir naik ke atas, kemudian kilatan cahaya melintas di mata Ryu. Berikutnya, dia melakukan putaran dan kaki yang terlapisi aura berayun ke arah depan.


Ruang seketika berhenti dalam satu detik, berikutnya pasir yang berada di tanah mulai membentuk pusaran yang sangat besar. Pusaran perlahan-lahan bergerak dan dalam sekejap muncul tornado yang melebihi lawan.


Gerakan tornado terlihat lambat, akan tetapi jika dilihat dari dekat. Gerakan tornado sangatlah cepat bahkan pasir yang berada di kejauhan naik mengikutinya.


Tatapan raja kalajengking gurun menajam, kemudian dia melihat dua tornado saling berbenturan satu sama lain. Raungan keras benturan terus terdengar bahkan langit perlahan-lahan mulai menghitam.

__ADS_1


Risa, Yuna, dan Alice yang melihat kejadian tersebut, melebarkan matanya. Mereka semua terkejut dan merasa menggigil dalam sekejap. Pemandangan di depannya tersebut melebihi serangan dari monster sebelumnya.


Gemuruh dan petir terus menyambar di tempat. Awan hitam menutupi medan pertempuran Ryu dan raja kalajengking gurun.


Selanjutnya, di bawah tatapan banyak orang tornado meledak dengan keras dan angin kencang menerpa ke segala arah. Hujan lebat juga mulai terlihat, sehingga air dan debu menyatu dengan angin yang tengah menyebar.


Ryu tidak berlindung, dia sama sekali tidak peduli dengan terpaan angin maupun air yang terbawa tersebut. Ryu memfokuskan pandangannya ke arah raja kalajengking gurun, kemudian kaki kanannya terangkat.


Raja kalajengking gurun merasakan bahaya ketika melihat Ryu mengangkat kakinya. Ekornya yang mengandung racun seketika maju ke depan dan mulut raja kalajengking gurun terbuka.


Kedua capitnya terangkat, kemudian berbagai energi terkumpul di depan mulutnya.


Ryu juga tidak mengalah, ketika kaki terangkat. Otot-otot miliknya mulai berkontraksi dengan hebat. Aura hitam keunguan mulai terlapis di kakinya yang perlahan membesar.


Awan hitam yang menutup mulai menghilang, terik panas matahari mulai bersinar. Pasir yang berada dalam kondisi basah seketika mengering.


Berikutnya, tekanan dan aura samar keluar mengangkat pasir naik ke atas. Pasir di sekitar Ryu menebal, begitu juga pasir yang berada di tempat raja kalajengking gurun.


Raja kalajengking gurun telah selesai memadatkan bola di depan mulutnya. Bola itu berwarna putih dengan ketinggian hampir satu meter.


Ryu juga sudah selesai menyiapkan serangan di kakinya. Kali ini tatapannya sengit ke arah raja kalajengking gurun.


Detik berikutnya, bola putih raja kalajengking gurun melesat ke arah Ryu dan Ryu sendiri mengayunkan kaki kanannya dengan kuat ke arah depan.


Wush!


Dua serangan melesat bersamaan dan pasir seketika tersingkir membentuk jalur lurus yang sangat lebar dan panjang.


Kedua serangan saling bertemu. Kemudian, dalam pandangannya semuanya. Kedua serangan tersebut menyatu dan meledak dengan keras.


Booom!


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2