
Silakan Dibaca.
Dua hari berlalu.
Kapal laut yang berlayar dari pelabuhan, kini tiba di pulau yang dituju. Pulau itu ialah, Pulau Beruang Perkasa.
Pulau itu penuh akan hutan dan sisi pulau dibuat dinding tebal berwarna putih, yang memiliki tinggi sekitar 20 Meter.
Ryu yang akan menjadi penantang kali ini, tidak akan ada orang yang lain. Hanya dirinya seorang yang akan melawan beruang perkasa.
Ada total 142 Beruang Perkasa yang dilepaskan di pulau tersebut. Ryu harus mengalahkan seluruhnya, agar misi dari Turnamen tersebut selesai.
“Ada 142 Beruang Perkasa. Ingat, Beruang Perkasa sangatlah kuat. Dibutuhkan Level lima dan enam untuk mengatasinya.” Jelas Rock kepada Ryu.
Risa, Yuna, dan Alice tidak terlalu khawatir akan Ryu. Mereka percaya bahwa Ryu pasti akan menang.
Sanda sendiri bersedekap. Ia menantikan keberhasilan Ryu, hal itu karena, Ryu adalah orang yang paling dirinya percayai, dan juga orang yang akan membantu Clara menyelesaikan masalahnya.
Clara sendiri melirik Ryu dan hanya tersenyum, ia masih memeluk tangan Sanda. Kemudian, kapal mulai berlabuh di pulau.
Seorang prajurit mendekat, pakaiannya gaya khas angkatan darat, memakai Helm hijau, dengan senjata api berada di tangannya. Senjata itu ialah Ak47.
“Lapor, Hutan Pulau siap untuk digunakan.” Prajurit tersebut berkata dengan tegas. Rio maju dan mengangguk, kemudian ia membalas dengan tegas.
“Pimpin jalannya!” Perintah Rio, prajurit mengangguk. Kemudian ia berbalik dan berjalan terlebih dahulu, rombongan Ryu mulai mengikuti prajurit tersebut dengan tenang.
Tak lama kemudian, mereka tiba di pintu gerbang menuju ke hutan pulau. Prajurit membuka pintu gerbang, ia melangkah masuk dan diikuti oleh rombongan Ryu.
Mereka semua melewati lorong yang begitu panjang. Semakin mereka masuk, semakin mereka mendengar raungan berbagai hewan di hutan.
Meskipun itu hutan Beruang Perkasa, tetap ada monster lain yang memiliki kekuatan sama dengan Beruang Perkasa.
Ryu benar-benar sedikit terkejut dengan suara raungan tersebut, namun rasa terkejutnya hilang ketika merasakan dua pelukan tangan dari istrinya.
Ryu memandang ke samping kanan dan kiri, ia menemukan Risa dan Yuna memeluknya sambil tersenyum ke arahnya.
“Jangan gugup, kami percaya kamu bisa menyelesaikannya.” Ucap Risa, ia sepenuhnya yakin akan kemenangan Ryu.
“Itu benar, sayang. Kamu pasti bisa menyelesaikannya.” Tambah Yuna dengan senyum manisnya.
Ryu sendiri tersenyum tak berdaya, bukan karena ia gugup. Melainkan, ia terlalu semangat untuk melawan berbagai Monster tersebut.
Ryu kemudian mencondongkan tubuhnya sedikit dan mencapai ke telinga kedua perempuan itu.
“Aku tidak gugup, hanya saja terlalu semangat. Juga, selepas ini selesai. Kalian harus memberiku hadiah.” Bisik Ryu, membuat kedua perempuan itu memerah.
__ADS_1
Keduanya menyadari apa yang diinginkan oleh Ryu tersebut, mereka tidak masalah dan menganggukkan kepalanya.
Semua orang kecuali prajurit tentu saja mendengar bisikan itu. Bagaimana tidak, kekuatan mereka dan indra mereka lebih tajam dibandingkan orang normal.
Para laki-laki masih tetap santai, mereka tidak peduli. Namun, berbeda dengan perempuan. Mereka memerah dan tersipu.
Alice sendiri tahu kekuatan Ryu dalam hal bermain. Dua perempuan saja tidak cukup, ia ingin ikut namun dirinya urungkan sejenak.
Clara benar-benar menantikan hari selepas turnamen, ia sedikit kurang sabar, alhasil pelukan tangannya ke Sanda sedikit mengerat.
Sanda merasakan hal itu, ia sedikit melirik ke arah Clara. Dirinya paham bahwa Clara kambuh ketika mendengar kalimat Ryu sebelumnya.
Sanda menghela nafas, kemudian ia menggunakan sedikit auranya untuk menenangkan diri Clara yang terbakar.
***
Beberapa menit berlalu.
Ryu dan rombongan tiba di sisi lain dinding. Kemudian, Ryu memandang ke depan. Berbagai pohon tumbuh dengan liar, Ryu benar-benar terkejut. Namun, yang paling membuat dirinya bersemangat adalah raungan para monster.
“Peserta Ryu, kami akan mengawasi dari atas dinding. Kamu akan menggunakan gelang ini untuk melihat berapa Beruang yang telah dibunuh.”
Ryu mengangguk dan mengambil gelang yang diberikan oleh Rock, kemudian ia menatap ke arah yang lainnya.
Risa, Yuna, dan Alice tersenyum. Ketiganya mengangguk, menyemangati Ryu dalam diam.
Rock mengangguk, kemudian ia berjalan naik menuju ke atas dinding meninggalkan Ryu yang sekarang tengah berjalan menuju ke arah hutan pulau.
***
Hutan Pulau.
Hutan rimba yang begitu luas hampir memenuhi seluruh pulau, hutan itu dikatakan adalah hutan untuk pelatihan para tentara angkatan darat.
Hutan ini memiliki berbagai spesies monster yang kuat. Ada banyak tanaman beracun bahkan, tanaman pemakan manusia pun ada.
Pulau hutan sendiri ditemukan oleh orang-orang Red Star, namun semuanya berakhir meninggal. Alhasil, menunggu beberapa waktu, kebangkitan kekuatan membuat para orang-orang Red Star dapat menstabilkan Hutan Pulau tersebut.
Mereka menggunakan kekuatan pulau tersebut untuk hal militer, para prajurit akan ditempatkan di pulau hutan untuk perjuangan hidup dan mati di hutan.
Sekarang, Ryu berjalan dengan ringan di hutan. Ia mendengar instruksi di jalan lorong sebelumnya. Bahwa ada berbagai monster yang sedikit spesial, jika ia dapat mengalahkan satu. Maka, dirinya akan lolos.
“Monster Spesial, apakah monster yang bisa mengeluarkan kemampuan?” gumam Ryu, ia hanya mengangguk sebelumnya.
Namun, beberapa menit kemudian. Ryu merasa ada yang aneh di sekitarnya. Langkahnya berhenti, ia melirik di sekitar tempatnya.
__ADS_1
Ada gerakan samar dan tempat dirinya berada sunyi. Raungan monster sama sekali tidak terdengar. Ryu semakin mengerutkan keningnya, ketika melihat sosok bayangan hitam melesat memutari dirinya dari semak-semak.
Ryu mengalirkan otot-otot miliknya tepat kaki kanan, detik berikutnya visi miliknya berubah dan ia melihat seekor Macan Hitam dengan tanduk di tengah, melesat ke arah dirinya.
Ryu tidak mengendur, ia melayangkan kaki kanannya dengan cepat ke arah macan tersebut.
Boom!
Macan terkena serangan Ryu, namun ia hanya terdorong beberapa meter dari tempat Ryu.
“Grr..” geram Macan terdengar penuh akan kebencian. Macan itu benar-benar tidak menyangka, manusia di depannya bergerak cepat.
Ryu sedikit terkejut melihat tendangan normalnya hanya mendorong monster di depannya.
Macan masih bergerak, ia bergerak melingkar mencari celah untuk melesatkan serangannya kepada Ryu yang berada di tengah.
Ryu terus mengamati Macan tersebut, ototnya kembali ia manipulasikan ke dalam kaki kanan. Namun, kali ini otot Ryu bertambah dari serangan sebelumnya.
Macan hitam kembali menyerangnya, Ryu melayangkan serangannya kembali. Namun, detik berikutnya Ryu terkejut ketika mendengar suara raungan dari Macan Hitam.
Roaar!
Kekuatan tendangan Ryu berkurang sedikit, alhasil masih sama dengan tendangan sebelumnya. Ryu terkejut, ia kemudian menyipitkan matanya ke arah Macan Hitam.
“Jangan bilang..” sebelum Ryu menyelesaikan ucapannya, Macan Hitam kembali menyerangnya.
Ryu sama sekali tidak mengendurkan kewaspadaannya, ia mengepalkan tangannya kali ini. Namun, berbeda dari sebelumnya.
Tangannya menjadi sedikit cerah. Kemudian, saat macan hitam sudah melompat tepat di depannya. Ryu mengayunkan pukulannya dengan keras.
Macan hitam terbang ke belakang, namun hal selanjutnya ia melakukan backflip dengan halus.
Ryu terkejut, bukan karena backflip dari Macan hitam itu. Namun, efek ledakan miliknya hilang. Sehingga hanya menyisakan serangan biasa.
Ryu memandang ke arah Macan Hitam dengan curiga, ia belum memiliki kemampuan yang bisa memberi gambaran tentang lawannya.
Namun, melihat serangannya sama sekali tidak memiliki efek dan suara apapun. Ryu sudah menebak, monster macan hitam apa yang dirinya lawan.
“Macan ini, benar-benar memiliki kemampuan pengendalian suara..”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.