
Selepas konferensi pers pasca pertandingan, Reza dan Pelatih Bima pergi menuju Training Ground, lagipula laga ini berakhir sekitar pukul 22.00.
Masih ada waktu untuk pembahasan hasil evaluasi yang memang harus dikemukakan oleh sang pelatih. Apapun hasil evaluasi itu, mereka harus terus meningkatkan kemampuan permainan hingga ke level tertinggi.
Semua dimulai dari bawah, pengalaman lah yang berbicara saat ini. Semakin merevisi hasil sebelumnya, maka ke depannya kalian akan bisa mendaki puncak karir dengan lebih mudah. Untuk beberapa alasan, solusi ini juga terkadang tak berhasil.
“Oke, permainan tadi agak … Menurun saya lihat. Australia, kalian tahu, kan? Mereka itu cukup kuat, tetapi masih lebih kuat Jepang untuk saat ini.
Persiapan, jika kalian menang menghadapi Australia, lawan selanjutnya adalah Jepang ataupun Iran. Saya rasa Jepang yang akan maju ke final!”
Pelatih Bima memberi arahan dengan jelas tanpa ada yang harus dikurangi. Apapun yang dijelaskannya adalah suatu hal sangat penting untuk saat ini dan ke depannya.
Masa depan pesepakbolaan Indonesia bisa saja ada di tangan para pemain muda ini. Kemungkinan besar tim ini akan bertemu di Timnas Senior 1 hingga 3 tahun ke depan terbuka lebar.
Di usia yang sedini ini, sekarang mereka akan membuktikan siapa yang berhak melangkahkan kaki menjadi yang terbaik di muka dunia. Ya, itu adalah langkah besar yang harus didahului oleh langkah kecil terlebih dahulu.
Langkah kecil saat ini sedang berlangsung, yaitu memperkenalkan kemampuan Indonesia U-17 di muka Asia, yang kemudian Asia akan memperkenalkan ke seluruh dunia. Negara penantang baru dalam panggung dunia kelak.
“Ayo, ayo! Kita harus tetap fokus! Baiklah, kalian pulang dan … Istirahatlah!
Kita mempunyai waktu tiga hari penuh untuk berlatih lagi. 17 Mei nanti adalah semifinal kita!”
Semua pemain pun bubar, mereka secara berkelompok menuju bus yang memang telah tersedia untuk sebuah tim. Menaikinya, mereka pulang menuju hotel untuk beristirahat sejenak semalaman ini.
Di kamar hotel, Reza bersama Nabil dan juga Iqbal masuk bersamaan di kamar. Memang, untuk sebuah kamar yang memiliki tiga kasur nomor tiga sangatlah cocok ditempati oleh tiga orang juga.
“Kalian tidur aja dulu, saya masih mau buka hape,” tutur Reza seusai memakai kaus oblong miliknya dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur.
“Selamat tidur!” seru serentak Nabil dan Iqbal.
Reza yang menatap kedua rekannya itu pun tersenyum. Kembali fokus ke layar smartphone miliknya, dibukanya akun Instabooknya.
“Wah … Sudah ada dua ratus ribu lebih pengikut,” gumam Reza.
“Nah … Posting cerita deh.”
Reza memasuki fitur stories, dia pun memposting sebuah cerita tentang perjuangannya di Piala Asia AFC U-17 2023 dan berterima kasih atas dukungan penuh kepada rakyat Indonesia telah mendukung dirinya pribadi dan juga rekan setimnya.
Selepas melakukan itu semua, Reza pun sedikit bingung, ada sebuah komentar aneh yang tiba-tiba muncul.
Semangat, semoga benda itu membuatmu menaiki tangga karir yang saya tak bisa capai sebab suatu hal!
Mau dibalas juga agak bingung, Reza pun tak mengacuhkannya dan menganggap bahwa itu hanya penggemarnya. Dia cuma meresponnya dengan memberi tanda suka atas komentar.
__ADS_1
“Yaa … saya … ngantuk,” gumamnya.
***
Hari demi hari, Reza dan rekan setimnya terus berlatih secara penuh. Apapun arahan dari Pelatih Bima terus dikerjakan oleh mereka demi tercapainya kemampuan tertinggi tim.
Satu hal yang pasti, arahan dari Pelatih Bima terbilang berhasil. Nyaris seluruh para pemain muda ini menjadi semakin terbakar api semangat, dan melakukan latihan yang sungguh-sungguh.
Disela-sela latihan, tim pelatih tak jarang memberi arahan untuk tetap fokus. Beberapa dari tim pelatih juga tak jarang mendekati para pemain yang kelelahan dan memberikannya minum.
Betapa sayangnya tim pelatih, mereka dengan tegas sekaligus sabar dalam mendidik pemain muda ini demi masa depan tim Indonesia kelak.
“Ayo, terus bergerak! Jangan malas, jangan lebih lambat dari siput!”
Di tengah latihan mereka, beberapa jurnalis dan awak media datang untuk sekedar merekam atau bahkan hingga meliput seorang pemain jika memang mereka diizinkan.
Meminta izin kepada Pelatih Bima dan tim pelatih lainnya, setelah mendapatkan izin, lantas mereka langsung mengerumuni Reza yang saat itu hendak melompat untuk menangkap bola.
“Haa~ Pelatih licik,” celetuk Reza.
Pelatih kiper, Markus yang saat itu mendengarnya hanya tertawa. Dia tak habis pikir juga bahwa rekannya Bima itu mengizinkan media untuk meliput seorang pemain, biasanya rekannya itu sering mengusir media agar para pemain bisa lebih fokus –Sekedar kebiasaan fiksi, bukan nyata kebiasaan dari Pelatih Bima sendiri.
Menggeser tubuhnya, Markus meninggalkan Reza dan juga Andrika yang saat itu dikerumuni beberapa awak media dan jurnalis.
“Bagaimana dengan waktu bermain kamu Andrika?”
“Apakah kamu tidak iri?”
“Bagaimana …”
“…”
Hujan pertanyaan untuk Andrika. Disatu sisi, ternyata awak media yang berdatangan ini dari Indonesia.
“Intinya … Saya senang! Saya senang bahwa saya masih bisa masuk skuad timnas ini meski tak masuk starting line-up.
Iri? Ayolah, saya iri, tetapi iri dalam konteks positif. Dengan perasaan ini, saya akan mencoba yang terbaik demi mendekati kemampuan Reza sendiri, atau mungkin … sekuat yang saya bisa!”
Pernyataan Andrika pun ditanggapi dengan hening oleh para media.
“Maaf … Kami adalah rekan, jangan membuat kami saling merasa canggung hanya karena posisi kami di skuad. Media jangan mencoba melakukan pemutarbalikan fakta.”
Pernyataan dari Reza malah lebih membuat mereka hening. Sungguh menohok hingga tak mampu berkata-kata. Satu hal yang mereka tanamkan baik-baik pada hati mereka, yaitu jangan mencoba melakukan sindiran kepada Reza.
__ADS_1
Bisa saja Reza akan menyindirmu lebih tinggi dan lebih menyakitkan lagi.
“Ciri khas Reza,” ucap Pelatih Bima kepada Markus yang mendekatinya saat itu.
Mereka berdua hanya melihat dengan senyuman jahilnya.
Alhasil, para media pun pulang antara mendapatkan hasil atau tidak sama sekali. Tergantung bagaimana pusat menerima kabar mereka.
“Mari kita melangkah maju hingga saya mencetak gol lagi,” ucap Reza.
***
“Gooool!”
Sebuah gol cantik dari Reza dalam tendangan bebas. Tendangannya yang membuat bola nyaris tak memiliki rotasi, kemudian cenderung melayang bagai daun jatuh, posisinya tak menentu.
Hal itu membuat kiper, Jacob Ryan, menjadi terkecoh hingga hanya bisa berdiri dan menatap bola di sisi kanannya yang masuk dengan bebasnya.
“Tendangan yang ajaib ditunjukkan oleh Reza! Kalian tahu? Kiper ini telah mencetak hattrick lewat tendangan bebas gila!!!”
Skor Indonesia menghadapi Australia adalah secara mengejutkan dengan skor yang sangat mencolok, 4-0.
Tiga gol dari Reza dalam skema tendangan bebas, kemudian sebuah gol cantik dari Riski yang memanfaatkan umpan silang membuatnya mencoba mencetak tendangan salto dan itu berhasil.
Menit pertandingan sudah menyentuh angka 80. Sebuah menit yang menunjukkan dominasinya dari Indonesia kepada Australia.
Pertandingan ini adalah semifinal yang terasa mudah. Pemikiran itulah yang ada pada nyaris seluruh pendukung yang hadir di stadion dan juga puluhan ribu hingga ratusan ribu penonton di seluruh dunia terkhusus rakyat Indonesia.
Pertandingan ini adalah hanya sebuah awal dari pertandingan panjang penuh kelelahan fisik dan mental.
Pertarungan terakhir di Piala Asia AFC U-17 2023 telah datang. Jepang yang berstatus sebagai tim tuan rumah harus menjamu dengan baik Indonesia di depan penggemar sendiri.
Akhir dari Piala Asia AFC U-17 2023 pun datang, penentuan siapa yang juara Asia tahun ini pada jenjang usia muda.
Apakah Indonesia U-17 akan mengikuti keberhasilan kakak mereka, Timnas Indonesia U-20 yang memenangi Piala Asia AFC U-20 2023 Uzbekistan.
Kembali ke lapangan, saat ini Reza dan rekan-rekannya masih terus gencar dalam melakukan serangan. Perubahan drastis benar-benar terlihat sejak fase grup.
Saat itu tim Indonesia U-17 masih terlihat lemah dalam pandangan orang awam, sekarang mereka telah memutarbalikkan pendapat orang banyak.
Betapa kuatnya Indonesia muda sekarang, tentunya orang-orang mulai berangan-angan kelak di masa depan, para pemain muda inilah yang mengangkat piala dunia.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, semua penonton bersorak senang. Lawan Jepang di final telah ditentukan, Indonesia akan menghadapi tim tuan rumah.
__ADS_1
“Yeee! Mantap! Piala Asia U-17 di depan mata!” seru Reza.