Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 116 - Pengguna Sistem Lain


__ADS_3

Pertandingan pertama antara Indonesia dan Iran pun selesai dengan kemenangan tipis bagi Indonesia.


Meski begitu, kedua tim saling menganggap bahwa tidak ada yang kalah di sini, semuanya pemenang dan keberuntungan lah yang berbicara.


Kemampuan kedua tim untuk saat ini nyaris seimbang, berbeda dengan lima hingga sepuluh tahun lalu yang mana Iran beberapa kali mampu membantai Indonesia di beberapa ajang turnamen.


Meninggalkan ruang konferensi pers bersama Asnawi, Reza agak terkejut, karena beberapa hal dari para jurnalis memfokuskan pada dirinya.


“Begitulah kalau mulai terkenal, bentar lagi ada merek terkenal yang …” Asnawi menatap sarung tangan yang ditenteng Reza, “Wah! Sudah ada, ya!” lanjutnya sedikit canggung.


“Ouh … Heheh~ Ya, begitulah, Kak Asnawi.”


Keduanya sedikit berbincang yang langsung dipisahkan oleh Pelatih Shin.


“Sudah, kalian beristirahat lah! Besok adalah latihan selanjutnya,” jelas Pelatih Shin dalam bahasa Inggris yang agak kaku.


Reza dan Asnawi saling menoleh yang kemudian langsung pamit undur diri demi mengistirahatkan tubuh dari lelahnya pertandingan hari ini.


Apalagi Reza, dia sudah lebih dari dua puluh kali jatuh bangun demi menyelamatkan gawangnya, dia juga merasa benar-benar lelah secara fisik dan mental.


Dibutuhkan nutrisi yang lebih dari minuman isotonik, apapun itu, ini adalah perasaan yang memang diimpikan olehnya, yaitu perasaan senang sekaligus lega karena kemampuannya sangat bagus.


***


Di kamar hotel milik Reza, dia dan rekannya pun sempat berbincang sejenak lagi. Rekan dan teman sekamarnya ini adalah Marselino, pemain yang paling banyak bergerak pada laga ini.


Hal itu membuat dia berada pada rating posisi kedua sebelum Reza yang mendapatkan Man of The Match!


“Aksimu itu menakjubkan dan disatu sisi mengerikan,” ungkap Marselino sembari merebahkan badannya dengan rileks.


“En …”


Reza tak tahu harus membalas apa, dia bingung. Kemudian dia menoleh pada Marselino dan memberi sedikit perkataan.


“Berlatih sepenuh tenaga, memiliki pemahaman teknik, dan beberapa hal yang memang harus dikuasai. Itu adalah kunci!” jelas Reza seperti seorang pemain berpengalaman.


“Usiamu dan otakmu berbanding terbalik, otakmu seperti bijaksana tua, dan usiamu sendiri masih tujuh belas tahun, hahaha~”

__ADS_1


Reza pun membalasnya dengan tawa yang tak kalah pecah. Dia merasa apa yang dijelaskan oleh Marselino seperti benar secara tak langsung.


Entah bagaimana, memang sejak mendapatkan Sistem Kiper, otaknya seperti terbuka secara lebar dan mampu menyerap ilmu yang lebih rumit menjadi mudah.


Di tengah percakapan mereka yang seperti tak akan ada habisnya, Reza pun pamit untuk beristirahat.


Beranjak dari kasur empuknya, dia mematikan lampu dan kembali ke kasurnya untuk beristirahat.


Marselino juga perlahan tapi pasti mulai tertidur pulas akibat kelelahan yang dilanda oleh tubuh ramping miliknya.


30 menit kemudian, Reza menoleh kepada Marselino yang nampaknya sudah tertidur pulas dan berpetualang di alam mimpi.


Duduk, dia mulai berkomunikasi dengan Sistem Kiper permasalahan tentang Pengguna Sistem selain dirinya, apalagi Pengguna Sistem itu ada di turnamen ini.


“Hei, Sistem. Apa saya bisa nanya siapa Pengguna itu?” bisik Reza.


Menunggu beberapa detik, Reza akhirnya mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan sama sekali.


...[Tuan diwajibkan mencarinya sendiri hingga dapat ^_^]...


Melihat daftar topscorer keseluruhan, yang paling tinggi pun baru di angka dua yang memang ada kemungkinan bahwa salah satunya dari sepuluh besar adalah Pengguna Sistem.


Namun, bergeser ke pemain terbaik untuk sementara dengan perolehan rating dan juga gerak leluasa di lapangan, masih Reza yang pertama disusul oleh Marselino dan beberapa pemain dari negara lain.


Dan, sesaat Reza menggulirkan tab yang tersedia di kamar hotel itu, dia melihat daftar clean-sheet sementara.


Reza dan kiper Uzbekistan masih memimpin dengan satu kali tanpa kebobolan. Untuk Uzbekistan, mereka memenangi laga menghadapi Irak dengan skor mencolok empat gol tanpa balas.


Setelah melihat semua hal yang menjadi tolak ukur siapakah Pengguna Sistem lain, Reza tak mendapatkan petunjuk sama sekali. Reza masih butuh semua tim harus memainkan laganya.


Besok hari, ada grup C dan D yang secara berurutan bermain, berarti besok ada empat pertandingan langsung dari sore hingga malam hari.


Lusa, akan ada grup E dan F yang bermain dengan peraturan jadwal seperti grup C dan D nantinya.


Setelahnya, kembali ke awal, grup A dan B yang akan bermain secara berurutan.


Masih banyak kesempatan untuk mengevaluasi siapakah Pengguna Sistem selain dirinya pribadi. Dia tentu harus berwaspada, apalagi jika penyerang yang mendapatkan Sistem, maka dia akan kesulitan nantinya mengimbangi pemain yang diberikan keuntungan lain dari Sistem.

__ADS_1


Sebenarnya ada sisi baik dan buruknya, dia menjadi semakin tertantang, tetapi dia juga dilain sisi merasa akan semakin sulit untuk naik ke tangga karir atlet tertinggi.


Apapun itu, lebih baik simpan tab dan pergi tidur untuk memulihkan tenaga demi latihan dan latihan serta pertandingan yang akan datang dengan interval paling lama dua atau tiga hari.


“Selamat tidur untuk diri sendiri,” gumam Reza.


***


Keesokan harinya, Reza dan rekan-rekannya yang lain berkumpul dengan cepat untuk menerima asupan ilmu dari Pelatih Shin.


Hasil evaluasi pertandingan semalam benar-benar buruk dari cara pandang Pelatih Shin.


Para pemain Indonesia terlalu ceroboh dalam memegang kendali bola, terkadang bola yang harusnya dapat dikendalikan dengan mudah malah terlepas.


Posisi para pemain juga terkadang masih sering bergeser jauh, penempatan mereka tak sesuai posisi yang telah ditentukan.


Walaupun ada penempatan seorang pemain sepakbola yang bebas, tetapi pemain bebas ini harus memikirkan posisi intinya juga.


Semua itu harus diperbaiki perlahan-lahan dalam jangka waktu dua hari ini, karena 19 Desember adalah laga kedua mereka.


Latihan keras, diiringi asupan makanan yang sehat juga tak kalah penting, hal itu menunjang fisik para pemain bisa meningkat.


Pemain hebat dalam teknik, tetapi buruk dalam fisik, maka akan ada kesenjangan kemampuan di lapangan nantinya.


Hal inilah yang akan ditekan oleh Pelatih Shin, demi membuat Timnas Indonesia bisa bersaing semakin gencar dalam wilayah Asia hingga dunia.


“Ayo! Gerakkan kakimu lebih lincah lagi, gerak cepat dan efisien!” seru para staf pelatih.


Para staf pelatih terus memberi arahan yang bermanfaat.


Reza juga masih dalam aktivitas sehari-harinya yang seperti menjadi bagian dari hidupnya, terus berlatih meningkatkan kemampuan kipernya dan sebagai sampingan adalah melatih penguasaan bola serta kontrolnya.


“Pengguna Sistem lain, saya akan menunggumu atau saya akan menemukanmu nanti!” gumam Reza sembari menyelamatkan tendangan staf pelatih yang melatihnya.


Beberapa rekannya membantunya, sesekali dia juga bergerak di antara alat-alat yang disediakan untuk menunjang para bek hingga penyerang.


Reza, dia telah menjadi kiper yang serba bisa dan mampu bergerak bagai penyerang andal. Kiper mana lagi yang ada saat ini seperti itu? Hanya dia saja!

__ADS_1


__ADS_2