Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 49 - Membuka Peluang dan Liburan


__ADS_3

Setelah pertandingan melawan Malaysia. Pelatih Bima kembali mengajak Iqbal dan juga Reza untuk melakukan konferensi pers pasca pertandingan.


Reza sebenarnya malas untuk melakukan konferensi pers. Namun, sayangnya dia adalah Man of The Match (MoTM) kali ini. Jadi wajib untuk mengikuti konferensi pers.


Reza pun secara terpaksa harus mengikutinya. Sesampainya di ruang konferensi, belasan cahaya kamera mulai berkedip-kedip saat ketiganya memasuki ruangan konferensi pers.


Kali ini ruangan konferensi pers sedikit lebih padat dan ramai. Nampaknya banyak media swasta yang baru masuk untuk meliput konferensi pers. Mereka tentunya tak ingin tertinggal berita terkini dan terpanas.


Reza Kusuma. Seorang kiper Indonesia U-17 menjadi top scorer dan MoTM secara perdana dalam pertandingan resmi. Sebelumnya sebenarnya Reza berkesempatan mendapatkan MoTM dalam tiga kali pertandingan terakhir. Namun, performa rekan salah satu rekan setimnya lah yang mendapatkannya.


Reza sendiri pun hanya bisa pasrah ketika puluhan kali cahaya kamera berkedip-kedip untuk memotretnya, Iqbal dan juga pelatih Bima.


Mereka bertiga duduk di kursi yang telah disediakan. Pelatih Bima langsung mengangkat tangan kanannya dalam diam. Dia ingin segera menghentikan perdebatan dan keributan di antara wartawan.


“Baik, sepertinya saya tidak akan berlama-lama. Hanya dibatasi dua pertanyaan saja kali ini. Kami akan segera kembali ke Jakarta untuk melanjutkan Pemusatan Latihan yang tersisa.”


Setelah pelatih Bima mengucapkan kalimat terakhirnya, puluhan wartawan langsung mengangkat tangannya secara serentak dan saling berebut. Suasana semakin tak kondusif apalagi ada yang berteriak kesal dan berdebat.


“Hei, kalian bisa diam?!” Reza menjadi begitu kesal hingga dia berteriak keras.


“Maaf jika saya tak sopan. Namun, kalian terlalu kekanak-kanakan. Saling berebut untuk bertanya, huft!” lanjut Reza sambil menutup wajahnya dan menggeleng ringan.


Seisi ruangan pun terdiam. Bahkan pelatih Bima dan juga Iqbal sedikit terkejut akan Reza yang begitu berani menggertak para wartawan. Dia bisa saja mendapatkan karma buruk. Para wartawan bisa membuat rumor kepada Reza bahwa sifat Reza sangat buruk.


Pelatih Bima yang hendak menyentuh pundak Reza pun dihentikan seorang wartawan yang mengangkat tangan pertama kali sejak mereka terdiam.


“Haa … baiklah. Silahkan anda dari TVSatu!”


Diberikan kesempatan, sang wartawan itu pun segera menatap buku nota kecil di tangannya untuk memberikan kesan atau pertanyaan kepada tiga orang di depan.


“Ah … baiklah. Saya akan bertanya kepada Reza Kusuma. Apa rencana selanjutnya setelah ini?”

__ADS_1


Pertanyaan yang cukup logis, singkat, padat dan jelas. Apalagi Reza juga masihlah seorang pelajar dan juga anggota skuad utama dari tim Youth Tournament SMA Harapan.


Reza pun mengetuk sebentar pelantang suara di depannya kemudian berkata, “Rencana saya ke depannya adalah …”


Reza tersenyum misterius. Dia menggantung kalimatnya yang membuat jantung para wartawan berdegup kencang. Mereka begitu menunggu apa yang Reza katakan.


“Menunggu tawaran. Selagi menunggu tawaran, saya akan tetap sekolah di Palu dan sebagai skuad inti SMA Harapan dalam Youth Tournament!” lanjut Reza yang bagaikan menghujam dada setiap orang.


Mereka tak menyangka Reza akan berkata demikian. Lagipula rumor tentang tawaran terhadapnya mulai bermunculan. Jadi Reza secara langsung membuka peluang bagi tawaran transfer atas dirinya.


Menurut regulasi federasi sepakbola Indonesia. Para pemain yang berlaga di Youth Tournament memiliki nilai pasar. Semakin baik performanya, nilai pasar akan meningkat dan membuat tentunya Liga Utama Indonesia atau Indonesian Super League akan tertarik.


Klub Indonesian Super League atau klub manapun harus membayar nilai pasar itu sebagai transfer kepada pihak sekolah. Tentunya keputusan juga ada di tangan pemain yang berlaga di Youth Tournament.


Kembali di ruang konferensi. Kali ini para wartawan saling berbisik. Mereka mendapatkan berita penting kali ini. Melihat tak ada lagi yang ingin bertanya, pelatih Bima ingin segera mengakhiri konferensi pers kali ini.


Dia juga mempunyai agenda bagi anak asuhnya. Dia ingin membuat anak asuhnya semakin bahagia. Dia ingin memberikan liburan bebas bagi mereka.


Keduanya mengangguk ringan. Ketika pelatih Bima ingin mengucapkan kata-kata penutup, seorang wartawan kembali mengangkat tangan untuk bertanya atau sekedar memberikan kesan tersendiri bagi tim Indonesia U-17.


“Oke, terakhir yaa. Dari TVRI.”


“Terima kasih telah memberi kesempatan. Baik, saya dari TVRI akan bertanya sejenak.


Jika pemain Reza Kusuma membuka peluang untuk tawaran transfer. Apakah menurut pengamatan anda, sebuah klub luar negeri meminati anda?


Apalagi performa gemilang telah anda lakukan. Kesempatan besar untuk klub luar negeri meminati anda cukup besar, bukan?”


Reza terdiam sejenak seraya berpikir. Lagipula Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 adalah sesuatu hal cukup besar juga. Negara besar sejenis Jepang dan Iran saja berkesempatan besar untuk mengangkat piala itu.


Maka Reza berpikir pasti ada scout atau mata-mata klub luar negeri dan juga klub dalam negeri melihat penampilan setiap pemain di dalam semua tim. Mereka pasti akan memata-matai performa suatu individu dan segera mengirim laporan pada klub.

__ADS_1


Jika klub minat, maka hanya tinggal saling berhubungan satu sama lain lah caranya. Kedua belah pihak akan saling berkomunikasi dalam membentuk kesepakatan bersama.


Setelah berpikir, Reza menatap wartawan itu dengan senyuman menyeringai. Siapa coba yang tak ingin masuk ke salah satu klub luar negeri, apalagi liga mereka yang bagus dan kompeten.


“Saya rasa ada kesempatan besar bagi saya diminati klub luar negeri. Jadi … tunggu kabar selanjutnya aja deh. Yang penting saya sudah membuka peluang transfer,” ucap Reza yang akhirnya menjadikan ini salah satu berita terpenting dalam dunia sepakbola.


Setelah itu, konferensi pers pun usai. Para pemain Indonesia U-17 juga sudah berangkat menuju Jakarta kembali dengan dikawal oleh polisi patroli.


Beberapa waktu menunggu lama, akhirnya mereka sampai. Mereka dibiarkan istirahat terlebih dahulu dan diarahkan untuk berkumpul memakai pakaian rapi keesokan harinya.


***


Keesokan harinya, cuaca yang sangat cerah begitu mirip dengan raut wajah bahagia dan cerah bagi para pemain Indonesia U-17.


Semuanya benar-benar merasa bahagia. Mereka memakai pakaian rapi. Baju kemeja dan juga celana panjang kain.


Pakaian rapi ini juga masuk daftar yang harus mereka bawah dari masing-masing tempat tinggal mereka. Entah buat apa, tetapi mereka tetap bawa.


Hingga hari inilah mereka memakainya.


Pelatih Bima kemudian datang. Dengan senyuman bahagia, lantas menyerukan kata-kata yang sangat menyenangkan.


“Saya akan memberi kalian liburan bebas. Silahkan pergi ke manapun, saya izinkan!


Tentunya kalian harus berdua setiap kelompok. Saya sedikit ragu melepas sendirian setiap orang jadi akan saya bagi kelompok. Per kelompok terdiri atas dua orang!”


Para pemain melompat kegirangan. Sifat kekanak-kanakan masih ada. Walaupun dewasa di lapangan, mereka belum lepas dari usia yang masih 16 tahun saja.


Setelah pembagian kelompok selesai. Reza bersama Gilang akan bertualang di kota Jakarta bersama.


“Gilang, temani saya ke hotel tempat ibu dan rekan-rekannya berada. Ibuku datang ke Jakarta dan akan pulang 12 Oktober.”

__ADS_1


Gilang sendiri tak masalah. Jadi dia akan menemani Reza untuk sementara. Nah, setelah Reza ditemani maka gilirannya yang menemani Gilang.


__ADS_2